Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Satu-satunya Keturunan


__ADS_3

Karena merasa tertekan Rose pun keluar berjalan-jalan. saat ia sedang berjalan di pinggir jalan besar enam pengawalnya mengikuti dia dari belakang.


"Apa aku harus ke itali untuk memastikan dia baik-baik saja? perasaanku tidak nyaman, tapi siapa yang akan memberitahu ku tempat tinggalnya, bibi Sonya tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya. itali begitu besar dan luas, aku harus mencari ke mana?"batin Rose.


"Dia seharusnya tidak membohongiku, dan aku yakin dia pasti ada kesulitan," gumam Rose.


"Rose Florencia...," teriak seorang wanita yang menghampiri Rose.


Mendengar suara teriakan, Rose menoleh ke arah suara itu berada.


"Hebat sekali dirimu sekarang, bisa hidup senang dan berpakaian bagus. kelihatannya kau sudah kaya," kata wanita itu dengan sinis.


"Ma, kenapa kamu tidak merasa gembira jika putrimu hidup dengan baik?" tanya Rose pada wanita itu yang tak lain adalah ibunya sendiri.


"Gembira? pantaskah aku merasa gembira di saat putra kesayanganku dalam kondisi hancur? sedangkan kau tidak peduli padanya sama sekali," bentak Claudia.


"Kalian semua sama sekali tidak pernah peduli padaku, lalu untuk apa aku peduli pada kalian," jawab Rose dengan kesal.


"Dia adalah kakakmu seharusnya kau membantunya, bukannya membiarkan dia begitu saja," ketus Claudia.


"Dari aku kecil dia tidak pernah sekalipun membantuku, untuk apa aku harus membantu dia," ketus Rose.


"Dia adalah anak laki-laki tunggal dalam keluarga, sudah seharusnya kau mengalah dengannya dan bukan mengabaikan dia," jawab Claudia.


"Oh...bagimu anak laki-laki adalah manusia dan anak perempuan bukan manusia? kalau begitu kenapa di saat itu kau masih ingin membesarkan ku? seharusnya kalian membuangku saja atau menjualku ke orang lain," bentak Rose dengan kesal.


Claudia yang merasa kesal ia melayangkan tangannya akan tetapi ia ditahan oleh salah satu pengawal Rose.


"Nyonya, harap jaga sikapmu! jangan lewat batas!"bentak salah satu pengawal dengan melepaskan tangan Claudia dengan kasar.


"Kalau tidak ada hal lain, aku ingin pergi," ketus Rose yang melangkah pergi dengan diikuti oleh empat pengawalnya.


"Sebentar!" teriak Claudia yang ingin ikuti langkah putrinya.


Saat Claudia ingin mengejar putrinya itu langkahnya dihentikan oleh dua pengawal Rose.


"Jangan ikuti Nona kami!" bentak dua pria yang bertubuh tinggi itu.

__ADS_1


"Dia adalah putriku, siapa kalian?"


"Kami bertanggung jawab melindungi nona," jawab dua pengawal dengan serentak.


"Hebat sekali wanita ini sehingga ada pengawal yang melindunginya," ketus Claudia.


Saat Rose sedang berjalan ke arah lain tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depannya. beberapa pria itu turun dari mobilnya dan menghampiri Rose.


Rose menghentikan langkahnya saat ia melihat beberapa pria asing yang menghampirinya. pengawal Rose langsung menghadang dari depan Rose untuk melindunginya.


"Rose Florencia?" tanya pria asing itu.


"Benar, siapa kalian?"tanya Rose.


"Tuan dan Nyonya ingin bertemu denganmu."


"Apakah mereka adalah Edward Hamilton dan Joice?"tanya Rose.


"Benar, harap Anda ikut dengan kami!"


"Tidak bisa! nona adalah bagian dari tanggung jawab kami, kalian tidak diperbolehkan membawanya pergi!" kata pengawal Rose.


"Kali ini jika nona menolak, kami tetap akan membawamu pergi dengan secara paksa," ujar anggota Edward dengan tegas.


"Kalau aku tidak mau, memang apa yang ingin kalian lakukan?" tanya Rose dengan sengaja.


"Kami akan tetap membawamu pergi!"anggota Edward dengan tegas.


"Lakukan saja kalau kalian berani!"bentak enam pengawal Rose dengan serentak dan mengeluarkan pistol mereka.


Enam pengawal Rose menodong pistolnya ke arah anggota Edward. sehingga membuat mereka hanya bisa terdiam.


"Sampaikan pesanku pada dua orang tua itu! penyesalanku adalah menikah dengan putranya yang tidak berguna itu, dan mengenai kehamilanku ini, mungkin saja setelah melahirkan anaknya akan ku jual ataupun berikan kepada orang lain. karena aku tidak ingin merawat keturunan dari pria lemah yang tidak berguna itu," ujar Rose yang melangkah pergi.


Setelah Rose pergi pegawalnya pun menurunkan senjata dan ikuti langkahnya.


Anggota Edward hanya bisa pasrah dan membiarkan wanita itu pergi begitu saja.

__ADS_1


Mansion Hamilton.


"Tidak berguna, kalian semua tidak berguna sama sekali, orangnya sudah di depan mata dan kalian biarkan dia pergi begitu saja," bentak Edward dengan kesal.


"Tuan, dia memiliki beberapa pengawal yang melindunginya dan mereka juga memiliki pistol," jawab anggotanya.


"Kalian sangat lemah sekali, percuma aku mengupah kalian dan tidak ada hasil sama sekali," bentak Edward dengan kesal.


"Edward, masalahnya adalah siapa yang melindunginya? apa dia ada mengenal orang yang berkuasa?" tanya Joice dengan khawatir.


"Hm...walau dia ada kenalan paling hanya pria tua, janda seperti dia tidak mungkin ada pria muda yang akan tertarik padanya," ketus Edward dengan menghina.


"Siapapun pria itu kita tidak bisa menyentuhnya, aku sangat ingin mengetahui apakah dia benar hamil atau tidak?" kata Joice.


"Tadi dia ada menyebut soal kehamilannya," kata anggotanya.


"Apa yang dia katakan?" tanya Joice.


"Katanya penyesalan dia adalah menikah dengan putra Anda yang tidak berguna itu, dan mengenai kehamilan setelah melahirkan anaknya, dia akan jual anaknya ataupun berikan kepada orang lain. karena dia tidak ingin merawat keturunan dari pria lemah yang tidak berguna itu," jawab anggotanya.


"Kurang ajar sekali, berani sekali dia mengatakan seperti itu. dia menghina Lucas dan ingin menjual keturunanku," bentak Joice.


"Ini adalah menantu yang kita pilih dulu, putri Kian Florencia dan Claudia," ketus Edward.


"Dia juga bukan putri kesayangan mereka. kalau tidak, mana mungkin mereka dengan begitu mudah menyerahkan putrinya sendiri kepada kita," kata Joice.


"Setelah dia melahirkan kita akan ambil anaknya, anak itu adalah darah daging Lucas dan penerus keluarga kita, tentu saja aku menginginkan anak itu," ujar Edward.


"Dia adalah satu-satunya keturunan keluarga kita, jangan sampai wanita itu serahkan kepada orang lain," ucap Joice.


"Tidak akan ku biarkan sampai terjadi," ujar Edward dengan tegas.


Itali.


Loney yang selama ini selalu memantau Leo yang masih belum sadar, ia dengan begitu setianya merawat pria itu dengan sepenuh hati.


"Leo, sudah dua bulan kau tidur, cepat sadarlah, jangan tidur lagi.aku tahu kau bisa mendengarkan ku. dengarlah kataku cepat buka matamu. aku tahu selama ini kau suka hidup bebas dan kini lihatlah dirimu yang tidur sepanjang hari dan sudah selama dua bulan. jangan tidur lagi!" ucap Loney yang sedang memijat kaki Leo.

__ADS_1


"Aku bisa merawatmu setiap saat, tapi aku tidak ingin kau tidur dengan begitu lama. kau adalah orang suka ke sana ke mari. walau kadang aku ingin melihatmu juga sangat sulit. tapi aku hanya bisa diam dan pasrah. karena aku tidak berhak untuk memintamu jangan pergi lagi!" ujar Loney yang sambil memijat.


__ADS_2