Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Loney menghalang Keputusan Rose


__ADS_3

"Langkahi mayat kami jika kau sanggup!" bentak Kian sambil melepaskan tembakannya.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


"Aaahhhkk...," jeritan lawannya yang di tembus oleh peluru dari Kian.


Ric yang berada di luar kamar bersama temannya berusaha membunuh semua lawan yang menuju ke arahnya.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan yang serentak dari Ric dan temannya mengenai lawannya.


"Aarrghhh...," jeritan anggota lawan yang tumbang satu-persatu.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari pihak lawan menembus tubuh beberapa anggota Leo.


"Aaagghhkk...," jeritan anggota Leo yang terkena peluru.


Kelompok Ric menembak sambil maju ke hadapan dengan niat ingin menjauhkan mereka dari kamar bosnya.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


"Aaarrghh...." jeritan anggota lawan. sebagian anggota James mundur dan menjauh dari sana. Ric mengejar dan ingin membunuh mereka semua.


Loney melangkah dengan cepat menuju ke kamar pria yang dia cintai itu. saat tiba di sana ia melihat jasad berserakan di depan kamar. karena merasa cemas ia pun langsung masuk ke dalam kamar itu.


Klek..


"Leo," teriak Loney yang merasa khawatir.


Saat ia masuk ke dalam sana ia melihat Rose sedang menodong senjata ke arahnya, hampir saja Rose melepaskan tembakan karena dia mengira musuhnya yang masuk ke dalam.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Loney yang menghentikan langkahnya.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kau tiba-tiba saja masuk ke sini? apa kau tahu aku hampir saja memecahkan kepalamu," bentak Rose yang melangkah menuju ke pintu dengan berniat ingin menutup pintunya kembali


Brak...


Tendangan kuat dari seorang anggota James yang mengenai pintu sehingga membentur dahi Rose.


Bruk...


"Aaarrghhh..." rintihan Rose yang merasa sakit karena benturan kuat itu.


Anggota James langsung menodong senjatanya ke arah Rose, Rose yang melihat gerakan pria itu ia langsung melepaskan beberapa tembakan ke arah pria itu.


Dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari Rose yang menembus tubuh anggota James dan tidak lama kemudian pria itu tergeletak tidak bernyawa.

__ADS_1


"Aaarrghh...," teriakan Loney yang ketakutan mendengar suara tembakan.


"Terima kasih atas ulah mu karena menyebabkan kita semua hampir mati di tangannya," ucap Rose pada Loney.


"Jaga Leo dengan baik!" bentak Rose yang melangkah keluar dari kamarnya. ia berniat ingin melawan semua anggota lawan yang tidak tahu datang dari mana.


Saat Rose keluar Kian berjalan ke arahnya.


"Nyonya, Anda tidak apa-apa?" tanya Kian yang menghampirinya.


"Aku tidak apa-apa, di mana Ric apakah dia baik-baik saja?" tanya Rose yang melihat sekeliling.


"Mungkin dia mengejar pembunuh itu. Nyonya, dahi kamu terluka, apakah pria ini yang melukaimu?" tanya Kian yang melihat jasad seorang pria yang ada di depan kamar.


"Hanya luka kecil benturan pintu, apakah jumlah mereka banyak?"


"Sepertinya iya, dan banyak yang sudah tewas. Nyonya, cepat masuk ke dalam di luar sangat bahaya!"


"Aku ingin membantu membunuh mereka."


Saat Rose dan Kian sedang berdiri di luar kamar datanglah anggota James yang langsung melepaskan tembakannya.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari anggota lawan.


Akibat tembakan yang datang tiba-tiba Kian terkena peluru di bagian lengannya. ia dan Rose langsung masuk ke dalam kamar untuk berlindung.


"Kian, kau tertembak," ujar Rose yang melihat lengan kiri pengawal suaminya itu mengeluarkan banyak darah.


"Aku akan keluar!" ujar Rose.


"Jangan! biar aku saja!" jawab Kian yang menghentikan langkah Rose yang ingin membuka pintu.


"Kita akan keluar sama-sama! bekerja sama untuk mengalahkan mereka," kata Rose.


"Baik."


Beberapa anggota James melangkah dengan perlahan menuju ke kamar Leo sambil menodong senjata mereka, dan kemudian Rose dan Kian langsung berlari keluar dan melepaskan tembakan ke arah anggota James.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan serentak dari Rose dan Kian yang berhasil membunuh mereka semua.


"Aaarrrghhh...," jeritan serentak anggota James yang tewas satu-persatu.


"Kian, apa mereka masih ada?"


"Tidak pasti juga, mereka berkeliaran. tapi tidak masalah karena anggota kita sudah berada di sekitaran sini," jawab Kian.


Saat mereka tewas datanglah anggota James dari arah lain, Kian dan Rose yang menyadari kedatangan lawannya mereka langsung melepaskan tembakan ke arah musuhnya itu.

__ADS_1


"Dasar pengecut, beraninya bermain dengan jumlah yang banyak, siapa bos kalian...ha?" bentak Rose yang melepaskan tembakannya sambil melangkah maju berhadapan dengan mereka.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari Rose yang menembus jantung lawannya sehingga mereka tergeletak tidak bernyawa.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari Kian yang mengenai tubuh lawannya.


"Aarrghhh....," jeritan mereka yang kesakitan dan akhirnya tewas.


"Nyonya, Kian," seru Ric yang datang dari arah lain.


"Ric, bagaimana dengan situasi di luar? apa masih ada yang lain?" tanya Kian.


"Anggota kita sedang berkeliling rumah sakit ini, untuk saat ini sudah aman, hanya saja kita harus segera pindahkan bos," jawab Ric pada Rose.


"Bagaimana kalau pindahkan ke rumah saja? apakah ada orang lain yang mengetahui kediaman Leo?" tanya Rose.


"Tidak ada, selama ini bos tidak ingin orang luar mengetahuinya," jawab Ric.


"Baiklah, kalau begitu kita pindahkan saja ke kediamannya," ujar Rose.


"Kian, cepat obati lukamu dulu!"


"Baik, Nyonya," jawab Kian sambil memegang bagian lukanya.


"Bagaimana jika kita pindahkan Leo sekarang?" tanya Rose yang melihat ke arah Kian dan Ric.


"Aku setuju, mari kita lakukan sekarang. Kian, cepat keluarkan pelurumu dulu!"


"Hanya sebutir peluru tidak apa-apanya bagiku, kita amankan dulu bos kita," jawab Kian.


"Mari kita lakukan sekarang!" ajak Rose yang melangkah masuk ke dalam kamar dan di ikuti oleh Kian dan Ric.


Klek...


"Apa mereka masih ada?" tanya Loney pada Rose


"Tidak tahu, rumah sakit begitu besar kita tidak akan tahu apa mereka masih ada atau tidak," jawab Rose yang menghampiri suaminya.


"Apa mereka adalah musuh Leo?"


"Kenapa kau tidak bertanya saja pada mereka!" jawab Rose yang bersikap dingin.


Rose membuka selimut yang menutupi tubuh suaminya, sementara Ric dan Kian mengangkat bos mereka dan membuatnya di posisi duduk.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Loney yang menghalang Ric dan Kian.


"Kami ingin membawanya pulang, di sini sudah tidak aman," jawab Rose.

__ADS_1


"Tidak bisa, aku adalah dokternya, kalian tidak bisa seenaknya membawanya pergi begitu saja. ini sangat bahaya baginya," ujar Loney.


"Dokter Loney, musuh sudah mengetahui keberadaan bos di sini, jika masih tinggal di sini maka kita hanya akan membahayakan nyawa bos saja, seperti yang kamu lihat tadi," kata Ric yang ingin mengendong Leo lagi-lagi di halang oleh Loney.


__ADS_2