Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Pertengkaran Tiga Wanita


__ADS_3

"Apa maksudmu? kau tidak layak menghinaku," bentak Jenice dengan merasa kesal.


"Tommy Florencia menikmati tubuhmu sehingga di lihat oleh semua orang, dan kau sangat hebat sekali. seorang anak orang kaya dan juga istri dari pria hartawan melakukan hubungan dengan pria yang lebih muda darimu," ujar Rose dengan mengejek.


"Dasar wanita jal*ng," ketus Jenice yang ingin menghampiri Rose akan tetapi langkahnya dihentikan oleh dua pengawal.


"Maju dan hadapi aku kalau kau berani! jangan sembunyi di belakang mereka untuk melindungi diri," bentak Jenice yang di tahan oleh dua pengawal itu.


"Biarkan saja dia masuk! aku juga merasa penasaran seberapa hebat nona besar ini," perintah Rose dengan sengaja.


Atas perintah dari Rose dua pengawalnya membiarkan Jenice melangkah masuk ke dalam dengan menghampiri Rose.


"Jangan merasa bangga pada dirimu, karena sejarah mu sangat memalukan sekali," ketus Rose dengan mengejek.


Jenice yang merasa emosi langsung ingin melayangkan tamparannya ke wajah Rose.


"Ingin menamparku? wanita yang tidak tahu menjaga sikap seharusnya sadar diri," bentak Rose yang menahan tangan wanita itu.


"Kalau bukan karena dirimu maka suami ku tidak akan berpaling," bentak Jenice yang berusaha ingin melepaskan pegangan Rose yang erat.


"Suami mu itu berpaling karena dia memang tidak mencintaimu. jadi bukan salahku. ini adalah salahmu, Jenice Muffis, suami mu itu tidak menyukaimu dan ini tidak ada hubungan denganku. di saat sebelum dia mengenalku dia sudah tidak ingin menyentuhmu," ucap Rose dengan mengejek.


"Kurang ajar, dasar jal*ng," ketus Jenice yang mendorong tubuh Rose sehingga Rose mundur beberapa langkah ke belakang.


Rose yang merasa kesal membalas mendorong mantan istri calon suaminya itu sehingga tersungkur.


Bruk...


"Aarrgghh...." jeritan Jenice yang merasa kesakitan.


Tidak lama kemudian Mancy mendatangi rumah Leo.


"Ada apa ini? jangan karena kak Leo tidak berada di sini kalian malah menimbulkan keributan," ketus Mancy dengan menatap sinis ke arah Rose.


"Baru datang seorang mantan istri yang dicampakan, sekarang datang lagi seorang adik angkat yang ingin mengoda kakaknya," ujar Rose dengan menyindir.


"Apa maksud dengan perkataan mu itu? katakan sekarang di mana anak harimau?" tanya Mancy.


"Kau siapa lagi?" tanya Jenice yang berusaha berdiri.


"Dia adalah adik angkat Leo," jawab Rose dengan menunjukan ke arah Mancy.


"Dan dia adalah istri Leo yang diceraikan," ucap Rose yang menunjukan ke arah Jenice.


"Kau adalah istri kak Leo? hahahahah.. kau adalah wanita yang paling kasihan di dunia ini. menikah dengan seorang pria tampan dan kaya akan tetapi kau gagal mendapatkan hatinya. kau sangat gagal," ucap Mancy dengan menyindir.


"Diam," bentak Jenice dengan menampar wajah Mancy.

__ADS_1


Plak...


"Aarrghh," pekik Mancy yang menerima tamparan dari mantan istri kakaknya.


"Berani sekali kau menamparku," ketus Mancy yang membalas tamparan mengenai wajah Jenice


Plak.


"Aarrghh," jerit Jenice yang merasa kesakitan.


Terjadi saling tampar menampar diantara Jenice dan Mancy. sementara Rose hanya diam dan melihat dua wanita itu yang saling menampar.


Plak..


"Aarrghh....," jeritan Mancy yang kesakitan.


Plak..


"Aarrghh....," jeritan Jenice yang kesakitan.


Terjadi selama beberapa menit aksi mereka sehingga wajahnya merah dan bengkak.


"Apa kalian belum cukup? kalau kalian ingin berkelahi lebih baik di luar jangan di dalam," bentak Rose dengan merasa risih.


"Kau tidak berhak menghalang kami!" bentak Jenice dan Mancy yang menatap ke arah Rose.


"Majikan dari mana? kau bukan istrinya. tapi akulah istrinya," bentak Jenice.


"Dan aku adalah adik dari kakak Leo," kata Mancy.


"Bercanda? kau adalah adik angkat yang tidak ada hubungan darah dengannya," kata Rose yang menatap ke arah Mancy.


"Dan dirimu adalah istri yang sudah dicampakan. jadi tidak ada hak lagi di sini," ketus Rose yang menatap ke arah Jenice.


"Pergi dari sini! kalau tidak maka aku akan menyuruh mereka mengusir kalian,"bentak Rose dengan tegas.


"Kau belum menikah dengan kak Leo, jadi kau masih belum bisa disebutkan sebagai istrinya," ketus Mancy.


"Tapi diantara kalian akulah yang akan dinikahinya, kalian minggir saja," jawab Rose dengan menyindir.


"Jangan sombong! belum tentu kak Leo akan mencintaimu, aku yakin dia hanya menjadikan mu sebagai pemuasnya saja," ujar Mancy.


"Pemuas? memangnya kau sudah melihat anak harimaunya?" tanya Rose dengan mengejek


"Anak harimau apa?" tanya Jenice.


"Kau yang telah menjadi istrinya saja tidak pernah melihat hewan kecil itu, bukankah kau adalah istrinya?" ujar Rose dengan sengaja mengejek.

__ADS_1


"Diam!" bentak Jenice dengan merasa kesal.


"Serahkan anak harimaunya sekarang juga!" pinta Mancy dengan nada tegas.


"Kenapa kau tidak meminta saja pada Leo? temui dia saat dia sudah pulang, dan mintalah anak harimaunya itu," ujar Rose.


Dua pengawal dan Sonya merasa binggung dengan anak harimau yang diungkit oleh Rose.


"Di mana anak harimau milik tuan? kenapa selama ini aku tidak pernah melihatnya? apa begitu penting sehingga tiga wanita itu memperebutkan anak harimaunya?" Batin Sonya.


"Kalian cari saja Leo! dia yang menyimpannya, dan kalian jangan lupa sampaikan kepadanya, jika saja dia bermain di belakangku maka akan ku potong anak harimaunya dan menyiram air panas sehingga matang," kata Rose dengan tegas dan kemudian melangkah menuju ke anak tangga.


"Hei...berhenti! aku belum habis bicara," teriak Mancy dengan ingin ikuti langkah Rose.


"Bibi, tolong lempar mereka keluar!" perintah Rose.


"Baik, Nona," jawab Sonya dengan sopan.


"Lempar mereka!" perintah Sonya pada dua pengawal itu.


Atas perintah Rose dua wanita itu diseret keluar dari rumah Leo dan mendorong mereka sehingga terjatuh.


Bruk...


"Aarrggh...."pekik Jenice yang tersungkur


Bruk...


"Aarrggh...." pekik Mancy yang kesakitan.


"Keluar dan jangan datang lagi!" bentak salah satu pengawal itu.


"Aku adalah istrinya karena kami belum bercerai," bentak Jenice yang berdiri dan ingin memaksa masuk ke dalam.


"Kau tidak sadar diri, dia menikahi mu hanya kerena membalas dendam masa lalu, kau hanyalah mainan baginya. kau adalah anak pembunuh," ketus Mancy.


"Apa yang kau katakan itu tidak benar sama sekali,"teriak Jenice.


"Tidak benar? kau hanya tidak ingin mengakuinya saja, kau memang hanya mainan bagi kak Leo. demi aku dia menikahimu," bentak Mancy.


" Kau adalah...?"


"Iya, orang tuaku bunuh diri karena ulah ayahmu yang pembunuh paling breng.sek itu," jawab Mancy.


"Tidak..kau berbohong! itu tidak benar," jawab Jenice yang tidak mengakuinya.


"Hahahahah...kau adalah wanita yang paling dibenci oleh kak Leo, dia menikahimu demi ingin membalas kematian orang tua ku," ketus Mancy dengan terus terang.

__ADS_1


Jenice yang mendengar ucapan Mancy merasa tidak percaya bahwa pria yang selama ini dia cintai menikahinya demi wanita yang di depan matanya itu.


__ADS_2