
"Saya berharap teman-teman tidak termakan gosip, saya adalah calon istri tuan Downson dan di sini saya menegaskan mengenai hubungannya dengan wanita lain hanyalah isu saja, tidak ada wanita lain yang bersama dengan tuan Downson selain saya," kata Rose dengan tegas.
"Nona Rose Florencia, atas dasar apa Anda begitu yakin dengan calon suami Anda?"
"Atas dasar perasaan seorang wanita, sebagai istri pasti bisa merasakan kehadiran wanita lain di kehidupan suaminya, tapi tuan Downson membuat saya merasa nyaman dan saya percaya padanya. jadi, bagi yang ingin merusakkan hubungan kami silakan minggir saja dan bercermin diri sendiri jangan mengunakan trik murahan!"kata Rose dengan tegas.
Tidak lama kemudian Rose melangkah masuk menuju ke rumahnya.
Di sisi lain Shote Harters dan Jenice merasa kesal karena rencana mereka yang ingin menjatuhkan Leo telah gagal, selain itu mereka juga di tantang kembali oleh Leo dan Rose.
"Wanita kurang ajar, sudah menjadi perebut suami orang masih saja berlagak sombong," ketus Jenice yang berada di rumah Shote.
"Pantas saja Leo Downson memilih dia sebagai istrinya dan meninggalkanmu," ujar Shote yang sedang menonton berita live yang menayangkan Rose yang sedang menjawab pertanyaan reporter.
"Apa maksudmu?" tanya Jenice yang merasa kesal.
"Wanita itu sangat menawan dan bukan hanya itu, dia juga wanita kuat yang membela prianya di depan semua reporter. wanita tipe ini tidak mudah di cari. Leo Downson beruntung mendapatkan dia," ujar Shote dengan meneguk minumannya.
"Pria seperti kalian sudah buta," ketus Jenice yang merasa iri.
"Kami tidak buta, justru bisa membedakan yang mana berlevel dan yang mana tidak, Leo menganggapnya ikan mahal dan dirimu adalah ikan murah. dari identitas memang kau adalah wanita kaya, akan tetapi dari wajah dan tubuhnya serta sikap kalian, kau sama sekali bukan tandinganya. aku juga terpesona dengan wanita itu," kata Shote dengan mengejek.
"Kurang ajar," bentak Jenice yang melayangkan tangannya ke arah pria itu, akan tetapi tangannya langsung di tahan.
"Ingin menamparku? apa kau mengira kau layak?" bentak Shote yang mengangkat tubuh Jenice ke pundaknya dan melangkah masuk ke kamarnya.
"Lepaskan aku! apa yang kau lakukan?" bentak Jenice yang meronta-ronta.
"Bukankah kau masih berhutang padaku, kau harus membayarnya dengan tubuhmu," jawab Shote yang menghempaskan jenice ke atas kasur dengan kasar.
"Rencana yang kau buat tidak berhasil sama sekali, jangan menyentuhku," bentak Jenice yang ingin bangkit dari kasur.
Plak...
Tamparan yang di lakukan oleh Shote mengenai wajah wanita itu.
"Aaarrghh...," jeritan Jenice yang kesakitan.
Shote Harters menampar wanita itu berulang kali.
Plak...
"Aaarrggh...,"
Plak...
"Aaarrggh...,"
__ADS_1
Plak...
"Aaarrggh...,"
"Ingin melawanku? kau harus tahu siapa aku, aku paling benci di lawan," bentak Shote Harters sambil merobek pakaian yang menutupi tubuh Jenice.
Srek...
Srek...
Srek...
Jenice hanya bisa menangis atas kekerasan yang di lakukan oleh pria kasar itu, seluruh pakaiannya di robek hingga tak tersisa. tubuh polosnya kini siap di hantam oleh pria yang sedang berna*su ingin menikmati tubuhnya.
Shote Harters melepaskan celananya sehingga tanpa balutan apapun lagi di bagian bawah tubuhnya.
"Jenice Muffis, hutangmu harus kau lunaskan hari ini," bentak Shote yang memasukkan pusakanya ke bagian inti Jenice dengan kasar, ia melakukan gerakan maju mundur di atas tubuh wanita itu dengan kasar dan kuat. setiap hentakan kuat dari pria kasar itu membuat Jenice kesakitan dan hanya bisa bersabar.
"Aarrgghh....," teriakan Jenice yang tidak berdaya.
Shote Harters melakukan gesekan kasar sambil menahan pinggang Jenice, ia telah mencapai puncak berulang kali dan masih melanjutkan gerakannya.
"Sudah! hentikan!" pinta Jenice yang mengeluarkan air matanya.
"Pantas saja kau di anggap ikan murahan, tubuhmu tidak ada istimewanya, tapi kau masih saja jual mahal. rekaman kau yang sedang di setubuhi oleh pria muda itu sudah tersebar, lantas untuk apa kau berlagak suci," bentak Shote yang melakukan gesekan kasar dan kuat sehingga menyebabkan wanita itu kesakitan dan tidak bisa bersuara.
"Kita sudah tidak saling berhutang, ambil baju dengan pembantu rumahku dan pergi jangan muncul di hadapanku lagi!" kata Shote dengan tegas dan turun dari kasurnya.
"Telan obat ini! aku tidak mau darah dagingku tumbuh di dalam rahimmu," ketus Shote yang melempar pil kepada Jenice terbaring lemas.
Setelah itu Ia berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. sementara Jenice merasa terluka karena harus mendapatkan perlakuan hina dari pria yang baru dia kenal.
Mansion Leo.
"Keluarrrr....," teriakan Rose yang melempar bantal dan guling ke arah calon suaminya itu.
"Hei...apa yang kau lakukan?" tanya Leo yang merasa kesal.
" Leo Downson, kau sangat hebat masa lalumu bisa saja terbongkar dan para reporter itu berdiri di depan rumah," bentak Rose dengan nada tinggi.
"Ini bukan salahku juga, ini semua adalah ulah musuhku," jawab Leo.
"Leo Downson, aku ingatkan kamu aku tidak mau di hari pernikahan ada yang menganggu," kata Rose dengan tegas.
"Tidak akan ada yang terjadi di hari pernikahan kita, kau tidak perlu khawatir tentang itu," jawab Leo dengan yakin.
"Selesaikan gosip itu baru tidur sekamar denganku," ujar Rose yang mendorong calon suaminya keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Tidak bisa, anak harimau ku kelaparan," kata Leo yang mengangkat tubuh Rose dan menidurkan ke atas kasur.
"Aku tidak mau melakukannya, cepat hentikan," bentak Rose yang di tindih oleh Leo yang mencium bibir dan ares leher hingga ke dua tonjolan Rose.
"Hentikan!"
"Saat anak harimau ku kelaparan dia akan melahap daging segar milikmu sampai puas," ucap Leo yang memasukan jarinya ke bagian inti wanita itu.
"Dasar mesum....," teriak Rose yang merasakan sentuhan pria itu.
Di malam itu Leo dan Rose sedang bercinta dan saling menikmati setiap gesekan dan sentuhan yang membuat mereka melayang.
Saat mereka sedang bercinta nada dering masuk ke handphone milik Leo
"Cepat jawab panggilannya!" ujar Rose yang merasakan gesekan dari pria itu.
"Menganggu saja," ketus Leo yang mengambil handphone miliknya dan sambil bergerak maju mundur di atas tubuh seksi calon istrinya.
Leo lalu menjawab panggilan dengan memasangkan Earphone di telinganya.
"Hallo," Sahut Leo yang menjawab panggilan itu.
"Leo, apa kau baik-baik saja? berita hari ini sangat mengemparkan," kata Hinez yang di seberang sana.
"Aku baik-baik saja," jawab Leo yang sedang melakukan gesekan tanpa berhenti.
"Apa yang kau lakukan sekarang? kenapa suara mu berbeda dengan seperti biasa?"
"Aku sedang menikmati daging segar, kau menganggu ku saja,"jawab Leo yang bergerak maju mundur.
"Menikmati daging segar? apa kau sedang makan? kenapa tidak mengajakku?"
"Mengajakmu? daging segar ini hanya miliku saja, untuk apa aku e
mengajakmu," ketus Leo
"Kau sangat tidak berhati nurani, aku merasa khawatir denganmu seharian, tapi kau malah makan tidak mengajakku."
"Besok aku akan mentraktirmu di restoran Favoritmu, sudah dulu...," kata Leo yang melepaskan Earphone nya, dan lupa memutuskan panggilannya.
"Jangan kasar!" pinta Rose yang merasakan gesekan di bagian intinya.
"Kau sangat nikmat sehingga aku tidak bisa berhenti, siapa suruh dagingmu begitu segar," jawab Leo dengan mengoda.
"Kau telah pelepasan berulang kali, sudah cukup," kata Rose.
"Belum cukup, aku masih ingin melakukannya ,dada mu begitu kenyal sehingga membuatku tidak bisa berhenti ingin memegangnya," kata Leo yang sedang meremas dada wanita itu.
__ADS_1
"Jangan memainkan dadaku terus!" ucap Rose.