
"Kalau hanya untuk memuaskan mu pergi cari wanita lain saja! jangan mencariku!" bentak Rose yang meronta-ronta.
"Sayangnya tidak ada wanita yang bisa menarik perhatianku. Rose Florencia, jangan salahkan aku karena memilihmu. karena kau sangat menawan sehingga bisa menarik perhatian ku yang selama ini tidak suka dengan siapapun," ucap Leo yang masih memeluk Rose dengan erat.
"Apa yang harus ku lakukan agar kau bisa melepaskan ku?" tanya Rose dengan kesal.
"Tidak ada, karena pilihanku adalah dirimu. setelah aku keluar aku akan mengeluarkanmu dengan caraku. aku yakin kau juga tidak mau menghabiskan sisa hidupmu di sini, kan? karena hukum yang tidak adil kau harus menderita seumur hidup, ini sangat tidak adil untukmu. keluargamu dan keluarga Hamilton mengharapkan kematianmu. apa kau benar-benar sudah pasrah dan tetap ingin terkurung di dalam neraka ini?"
"Hamilton adalah orang yang berkuasa, dan dari segi kekuasan aku bukan siapa-siapa, aku kalah dengan mereka yang memiliki banyak uang. hukum di tentukan karena uang. uang yang menentukan segalanya. di saat aku membunuhnya aku sudah pasrah dengan nasibku. aku boleh menerima hukuman, tapi aku tidak rela harus mendapatkan perlakuan yang merendahkan martabat seorang istri," ujar Rose yang merasa kecewa.
"Katakan padaku apa yang terjadi sebelum kau membunuhnya?"
"Untuk apa di ungkit? tidak ada yang bisa membantuku," jawab Rose.
"Rose, katakan padaku! apakah kau menyerah diri di saat itu?"
"Iya, aku memilih menerima hukuman, dari pada harus melarikan diri"
"Pasti ada sebabnya kau membunuhnya, kan? tidak mungkin karena dia membawa wanita pulang. jika karena itu maka dari awal kau sudah membunuhnya. katakan padaku apa sebabnya!"
"Untuk apa kau ikut campur? aku sudah pasrah dengan hidupku, karena hukum itu tidak adil sama sekali, uang mengendalikan hukum.jadi untuk apa di lawan," kata Rose yang melepaskan tangan Leo dan membalikan posisinya dan duduk berhadapan dengan pria itu yang sedang berdiri di hadapannya.
"Aku tahu apa yang kau inginkan, lakukan saja apa mau mu setelah itu jangan mencariku lagi!" kata Rose yang telah pasrah, ia membuka kancing baju satu-persatu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Leo.
"Bukankah ini yang kau inginkan? aku menurut apa maumu. dan setelah malam ini kita lupakan semuanya dan anggap kita tidak pernah bertemu selama ini," jawab Rose yang melepaskan semua kancingnya dan menampakan bra yang menutupi dua buah dadanya.
"Aku menginginkan mu tapi bukan begini caranya, kau kecewa? kau tidak rela? aku tahu kau tidak sudi," ucap Leo yang mengancing kembali baju wanita itu.
"Bukankah ini yang kau mau? kenapa kau menolak?"
"Aku tidak mau melakukannya dengan secara gratis, setelah aku mendapatkanmu aku ingin mengeluarkan mu dari sini, dan bukan setelah menidurimu setelah itu aku langsung membuangmu,"jawab Leo.
"Kalau aku tidak bisa bebas apa kau masih akan mengeluarkanku?"
"Aku adalah Leo Downson, jika aku ingin mengeluarkanmu maka aku pasti akan melakukannya."
__ADS_1
"Mungkin saja usahamu akan sia-sia saja,"ujar Rose.
"Rose Florencia, apa yang ingin ku lakukan pasti akan berhasil, besok malam aku akan mengambil dirimu dan tunggu saja, kau pasti akan keluar dari sini setelah aku bebas," ujar Leo yang mengecup dahinya Rose dan kemudian ia melangkah keluar.
Rose yang sudah kecewa dengan hukum ia tidak mengharapkan lagi dirinya akan di bebaskan.
"Persetan dengan hukum, hanya uang yang bisa melawan hukum. diriku yang tidak memiliki sepersen uang tidak perlu berharap akan bebas," ketus Rose.
Mansion Hamilton.
Edward yang baru kembali ke rumah sedang merasa kesal dengan kejadian yang baru dia alami. dirinya paling tidak suka jika ada yang berani menantangnya.
"Edward, wajah mu kenapa bisa terluka? siapa yang melakukannya?" tanya Jorce.
"Leo Downson! dia berani menantangku dan belum tahu siapa aku, jangan berharap kejadian tadi aku akan melepaskannya," ketus Edward dengan kesal.
"Apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku akan mengirim sejumlah orang untuk memberi dia pelajaran," jawab Edward.
"Dalam penjara apakah bisa melakukan itu?" tanya Jorce.
"Apakah kamu akan membunuhnya?"
"Aku hanya akan mematahkan kaki dan tangannya," jawab Edward dengan mengepal kepalan tangannya.
"Dia hanya bocah tahanan yang tidak berguna, ingin melawanku sama saja ingin mencari masalah," ucap Edward.
"Untuk apa dia kirim surat ancaman itu? apakah dia ada hubungan dengan wanita pembunuh itu?' tanya Jorce.
"Tidak mungkin dia ada hubungan dengan wanita itu, tapi tidak tahu juga karena mereka sama-sama di dalam penjara mungkin saja mereka sudah saling kenal," jawab Edward.
"Mereka sepakat untuk menantangmu?"
"Jika memang benar, mereka hanya mencari masalah denganku. dalam penjara adalah tempat kurungan yang paling mudah untuk menghapus seseorang. mulai besok Leo Downson tidak akan bisa hidup tenang di dalam sana,"kata Edward.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Penjara pria
Di pagi itu Leo sedang berlarian di halaman, sementara ada sepuluh orang tahanan lainnya yang baru masuk sedang memerhatikan dia yang sedang fokus pada aktivitasnya.
"Mari kita serang sama-sama!" perintah tahanan 1.
"Kakak pertama, tuan Hamilton sudah membayar kita untuk mematahkan kaki dan tangannya, mari kira melakukannya bersama!" kata tahanan 3.
Mereka berjalan ke arah Leo sambil mengeluarkan senjata mereka yang mereka simpan ke dalam baju. tahanan lainnya yang melihat sepuluh
tahanan itu yang masing-masing membawa palu, kunci inggris, obeng dan lain-lainnya.
"Hei, siapa mereka? apa ingin cari mati ya?"
"Mereka sudah bosan hidup."
"Kelihatannya Devil memiliki banyak musuh."
"Petugas yang sudah tahu saja pura-pura tidak melihatnya dan aku yakin mereka adalah utusan dari orang yang berpengaruh."
"Apa yang akan terjadi kalau sampai mereka bertarung? Devil dengan tangan kosong, sementara mereka semua masing-masing memiliki senjata di tangannya."
Semua tahanan yang sedang bekerja menghentikan tugas mereka dan berkumpul duduk di sana menonton perkelahian yang akan terjadi sesaat lagi.
"Leo Downson, hari ini kami bersaudara ingin memberi pelajaran padamu," kata tahanan 1.
"Kelihatannya kalian adalah kiriman si tua bangka itu," ujar Leo dengan melepaskan bajunya.
Sepuluh tahanan itu memerhatikan pria yang ada di hadapan mereka memiliki tato harimau yang memenuhi seluruh tubuh dan ke dua tangannya. tatapan pria itu juga sangat menakutkan sekali, seakan-akan ingin menelan mereka semua. mereka yang belum mulai merasa gemetar saat melihat tatapan pria itu.
"Kakak ke dua, tatonya sepertinya tidak asing," kata tahanan 3.
"Biarkan saja! uang sudah di tangan kita, mari kita lakukan saja tugas kita!" jawab tahanan 2.
"Kau mengenal tatoku?" tanya Leo yang menatap ke arah tahanan 3.
"Hanya merasa tidak asing," jawab tahanan 3.
__ADS_1
"Tatoku ini adalah sepasang harimau, tubuh bagian depanku hingga ke tangan kiri adalah harimau jantan. dan tato harimau di punggung ku hingga ke tangan kanan adalah harimau betina. dan untuk anaknya ada di dalam sini," kata Leo yang sambil menunjukan ke arah celananya.
Sepuluh tahanan itu mendengar ucapan lawannya dan melihat ke arah yang di tunjukan oleh Leo.