
"Rose, kamu berharap aku meninggalkan kelompokku?"
"Aku hanya tidak ingin ada musuh yang datang mencarimu lagi, ke mana pun kita pergi pasti ada saja yang tahu dan kemudian mereka akan mengincar kita. aku bukan takut mati, hanya saja aku tidak ingin melihatmu terluka lagi!" jawab Rose yang khawatir dengan kondisi suaminya.
"Rose, aku selalu saja membuatmu khawatir, ini salahku karena tidak menjaga perasaanmu. ada kamu di sisiku aku pasti akan baik-baik saja. aku juga berjanji akan rutin melakukan pengecekan kesehatan di rumah sakit dan aku akan selalu mendengar kata-katamu," ucap Leo yang mencium bibir istrinya.
Malam hari.
Kian dan Ric sedang melakukan perintah Leo membawa bom dengan mengunakan helikopter menuju ke club malam milik James Curt.
Saat berada di udara tepat di atas club malam itu mereka pun melempar bom ke bawah.
Duar...duar...duar...duar...duar...
Ledakan club malam yang mulai hancur berantakan.
"Aarrgghhh..." teriakan para pengunjung yang ketakutan dan berlari berhamburan keluar dari tempat itu.
Duar...duar...duar...duar...duar...
Lemparan dari Kian dan Ric dengan beruntun, karena memang niat mereka yang ingin menghancurkan tempat itu hingga tak tersisa.
"Aarrgghhhh...." teriakan semua pengunjung, ada yang berusaha menyelamatkan diri dan ada yang tertimpa reruntuhan.
"Aauhhkkk..." jeritan mereka yang tertimpa dan tewas sesaat kemudian.
Lemparan yang di lakukan oleh Kian dan Ric secara beransur merobohkan lantai tiga hingga ke dua, pengunjung yang berlari di lantai dasar sebagian gagal menyelamatkan diri mereka.
Pengunjung-pengunjung yang berada di lantai tiga dan dua tidak sempat melarikan diri akibat runtuhan yang begitu cepat sehingga banyaknya jatuh korban jiwa.
Selama lima belas menit aksi bom yang terjadi telah berhasil merobohkan club malam yang awalnya megah dan kini sudah hancur berantakan.
Banyak korban jiwa dan juga ada yang terluka cukup parah, para pekerja tewas akibat ledakan tersebut.
Tidak lama kemudian beberapa mobil mendatangi club yang telah hancur berantakan itu.
Sejumlah orang bersenjata yang keluar dari mobil dan melepaskan tembakan ke arah helikopter itu. mereka adalah anggota James Curt yang kebetulan menuju ke club malam untuk bersenang-senang.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...
__ADS_1
Tembakan anggota James yang mengenai helikopter.
Helikopter yang terbang tinggi untuk mengelak dari tembakan itu. sesaat kemudian mereka terbang jauh, sementara anggota James masih menembak tanpa berhenti.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan beruntun dari mereka yang tidak mampu mengenai sasarannya.
"Sia.lan," ketus salah satu anggota James.
"Cepat hubungi bos!" teriak salah satu anggota James.
Salah satu dari mereka mengeluarkan handphonenya dan menghubungi bos mereka.
Di sisi lain James yang telah mengetahui masalah yang terjadi pada club malam miliknya, lagi-lagi membuatnya semakin histeris. bagaimana tidak, bisnis utamanya telah mengakibatkan ia harus menanggung kerugian yang tidak sedikit, kini bisnis ke dua miliknya juga hancur tak tersisa.
Prang...prang...prang...
"Pelakunya adalah orang yang sama, hingga kini masih belum bisa kalian tangkap. dan malam ini club milikku juga harus hancur begitu saja. untuk apa aku mengupah kalian kalau begini? semua tidak berguna," ketus James yang melempar semua barang-barang rumahnya.
Mansion Leo.
Di malam itu Leo sedang duduk bersama istrinya di salah satu ruangan mewah dan luas. Rose sedang menonton televisi sementara suaminya sedang berbicara dengan seseorang di handphone.
"Hahahahahaha...aku yakin malam ini dia pasti emosi lagi hingga pagi," kata Leo yang sedang berbicara dengan Kian yang di seberang sana.
"Anggotanya datang setelah kami berhasil meledakkan club malam itu."
"Kalian melakukannya dengan baik!"
"Bos, apa rencana kita selanjutnya?"
"Hentikan dulu! jangan sampai dia tahu kita yang melakukannya!"
"Baik, Bos."
Tidak lama kemudian mereka memutuskan panggilannya.
__ADS_1
"Leo, kelihatannya kau sangat gembira," kata Rose dengan senyum.
"Rencana kita berhasil, club malam milik James telah hancur. dia pasti bisa semakin gila."
"Dia akan bangkrut tidak lama lagi."
"Itu sudah pasti, sekarang dua kelompok mafia sedang merasa tidak puas dengannya. cepat atau lambat mereka pasti terjadi perseteruan, James akan semakin kesulitan untuk menghadapi dua kelompok itu."
"Dia adalah mafia paling terpengaruh di carlifornia, dan sekarang tidak akan ada yang mendukungnya lagi. Kane dan Button sudah meninggal. karena kematian mereka James malah di musuhi oleh kelompok Kane dan Button."
"James Curt yang ku kenal adalah seorang mafia yang angkuh, banyak kelompok kecil yang takut dengannya. karena anggota yang dia miliki cukup banyak dan luas. sehingga membuat mafia kecil tidak berani menyinggungnya. tak terkecuali dengan Kane dan Button. dan kini dua kelompok itu pasti akan bekerja sama untuk melawan James Curt. saat ini adalah waktu yang paling tepat," ujar Leo dengan yakin.
"Leo, aku hanya berharap tidak ada musuh yang akan datang mencarimu lagi! kalau bisa begini tenang setiap hari aku sudah merasa bahagia," ucap Rose yang menyandarkan kepalanya ke pundak suaminya itu.
"Kita pasti bisa, setelah semua ini selesai kita akan pergi ke jerman dan tinggal di tempat yang tenang dan aman untuk menjalani hidup yang bahagia," kata Leo yang mencium pucuk kepala istrinya.
"Aku mulai merindukan rumah kita."
"Apa kamu ingin kembali ke new york?"
"Iya, di sana sangat nyaman dan tempat kita mulai menjalani kehidupan kita," jawab Rose.
"Bagaimana jika besok kita pulang?"
"Bagaimana dengan urusanmu di sini? tidak mungkin kamu meninggalkan Kian dan Ric di sini."
"Kita akan kembali ke sini minggu depan, bagaimana menurutmu?"
"Walau jaraknya tidak jauh, tapi tidak perlu. lebih baik tinggal di sini sehingga urusan mu selesai. jika tidak, dia tetap akan mengirim anggota ke sana untuk mencari kita," jawab Rose yang bangkit dari sandarannya.
"Apakah masalahku ini menakuti mu?"
"Iya, karena aku tidak mau melihat kamu terluka. tubuhmu ini tidak boleh terjadi infeksi. kalau tidak, akan bahaya," jawab Rose yang sedang khawatir sambil memeluk suaminya.
Leo membalas pelukan istrinya sambil berkata," Rose, kamu selalu saja khawatir dan mencemaskan ku, aku beruntung menikahimu dan aku juga tidak akan lagi membuatmu cemas. aku berjanji."
"Aku hanya ingin setiap hari melihatmu sehat-sehat dan bahagia," kata Rose dengan senyum.
"Dengan adanya istriku ini, mana mungkin aku tidak bahagia. aku juga ingin hidup lebih lama untuk bisa bersamamu," ujar Leo yang mengecup dahi istrinya.
__ADS_1
"Kalau begitu berjanjilah padaku, apapun yang terjadi kita jangan berpisah!" ucap Rose yang menatap sendu pada suaminya.