
Leo yang tertekan menangis sambil berteriak.
"Aaarrgghh...."teriakan Leo yang merasa terluka.
"Hei, ini dia supirnya, ternyata dia mabuk," kata salah satu pejalan kaki yang menahan supir truk minyak yang menabrak mobil keluarga Leo.
Leo yang mendengar kata pria itu, ia pun langsung bangkit dan berlari menghampiri supir truk yang dalam kondisi setengah mabuk.
"Dasar pembunuh, kau menyebabkan aku kehilangan orang tuaku," bentak Leo yang langsung melayangkan pukulan mengenai wajah supir itu.
Buk...buk...buk...
Pukulan bertubi-tubi dari Leo sehingga membuat pria itu tersungkur ke jalan. orang-orang yang di sana tidak menahan aksi Leo. karena mereka turut merasa sedih anak seusia Leo harus kehilangan orang tuanya.
Buk...buk...buk...
Pukulan terus menerus dari Leo, supir truk dalam kondisi kurang sadar. walau dia merasa sakit akan tetapi tidak sanggup melawan karena lemah dan hanya bisa pasrah di pukul berulang kali sehingga mulutnya mengeluarkan darah.
Leo duduk di atas tubuh supir itu yang tergeletak di jalan.
"Kau pembunuh bajin.gan," bentak Leo sambil melayangkan pukulannya ke wajah supir itu.
Buk...buk...buk...
"Kau merampas kebahagiaan keluargaku," bentak Leo.
Buk...buk...buk...
"Aku tidak akan melepaskan mu," bentak Leo sambil menangis histeris.
Buk...buk...buk...
Karena merasa dendam Leo kemudian memutar kepala supir itu sehingga tulang leher pria itu patah dan tewas.
Krek..
Setelah pria itu tewas Leo berdiri dan melihat ke arah mobilnya yang terbakar habis sambil berkata," Pa, Ma, aku akan menjalani hidupku dengan baik, dan aku berjanji akan menjadi orang kuat dan tidak akan di tindas. siapapun yang berani menindasku aku tidak akan melepaskan dia."
"Adik kecil...." panggil sepasang suami istri yang baru datang dan menghampiri Leo.
"Kalian siapa?"tanya Leo dengan bersikap dingin.
"Aku adalah Forico dan ini adalah istriku Lucyana. adik, kami sudah melihat semuanya tadi. bagaimana jika kamu ikut kami saja!" ajak Forico yang adalah ayah dari Mancy.
"Aku tidak mengenal kalian, kenapa ingin membantuku?" tanya Leo yang bersikap waspada.
__ADS_1
"Adik kecil, kami hanya ingin membantumu, aku yakin kamu pasti tidak memiliki saudara lain lagi. bagaimana kalau kamu tinggal di rumah kami dan bekerja di tempat kami? anggap saja kami adalah keluarga barumu!" jawab Lucyana dengan senyum ramah.
"Tinggal dan bekerja di tempat kalian?"
"Iya, kami yakin masa depanmu pasti sangat cerah, ikutlah dengan kami dan mulai hidup baru. kami yakin papa dan mamamu juga pasti setuju," kata Forico.
Tanpa berpikir panjang Leo pun setuju dengan tawaran mereka dan akhirnya ikut mereka pergi. saat Leo melangkah pergi ia menoleh mobilnya dengan rasa sakit yang mendalam. ia melihat ke dua orang tuanya telah menjadi tengkorak.
Flashback Off.
"Dan mulai saat itu aku hidup bersama mereka, mereka tulus baik padaku. dan menganggapku sebagai ahli keluarga mereka. di saat mereka bunuh diri aku tidak bisa menerimanya, dan aku bersumpah akan membalas dendam," ungkap Leo yang mengingat masa lalu.
"Dia mengajari ku cara berbisnis, dan aku menabung sejak aku mulai bekerja dengannya. dan kemudian aku mulai membuka bisnis kecil-kecilan dengan semua tabunganku. tidak menyangka setelah beberapa tahun kemudian aku berhasil dan yang paling sakit adalah mereka juga meninggal karena di lilit hutang akibat perbuatan Herles Muffis. saat aku pulang melihat mereka semua sudah terlambat. aku menyesal di saat mereka kesulitan aku tidak berada di sisi mereka. mereka yang membuat ku bangkit, tapi di saat mereka tumbang aku malah tidak tahu apa-apa," lanjut Leo.
"Pantas saja kau rela menikahi Jenice hanya demi membalas dendam, ini sangat tidak mudah," ujar Rose yang duduk bersandar di kasur.
"Beginilah kehidupanku saat aku masih kecil," kata Leo.
"Mancy kasihan sekali harus kehilangan orang tuanya," kata Rose.
"Benar, dia sudah ku anggap sebagai adik selama ini. tapi aku tetap menjaga jarak dengan dia, agar tidak terjadi kesalah pahaman," ucap Leo.
"Dia sangat mencintaimu, apa dia baik-baik saja jika mengetahui kita akan menikah?"
"Leo, aku mengenalmu sudah lama tapi masih tidak tahu apa bisnismu, apa kamu bisa memberitahu aku?"
"Berlian, aku adalah pengusaha berlian," jawab Leo.
"Kenapa kamu tidak memberi pekerjaan untuk Mancy?"
"Karena aku ingin dia hidup mandiri tanpa bantuan ku, dan aku juga tidak ingin dia salah paham. jika aku masih dekat dengan dia maka dia akan sulit lepas dariku. aku berharap dia hidup dengan bergantung pada diri sendiri. seperti aku dulu juga begitu. aku bekerja dengan orang tuanya dan gaji yang ku dapat setiap bulan aku tabung untuk masa depan. setelah terkumpul aku mulai usaha sendiri tanpa bantuan keuangan dari mereka. semua modal yang ku gunakan adalah dari hasil tabungan pribadi," jelas Leo.
"Rose, aku ingin mengetahui kehidupanmu, apa kau bisa memberitahuku?" tanya Leo yang memeluk Rose yang duduk di sampingnya.
"Kehidupan juga tidak mulus, walau aku memiliki keluarga tapi seperti tidak ada, bahkan lebih parah," jawab Rose
"Katakan padaku semua mengenai mu!"
Rose bercerita kehidupan masa kecilnya kepada calon suaminya itu.
Setelah satu jam kemudian.
"Aku ingin masuk!" bentak Mancy yang datang lagi ke kediaman Leo.
Para anggota Leo yang berjaga di luar menghalangi wanita itu masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kami di sini tidak bisa mengizinkanmu masuk ke dalam," jawab salah satu anggota Leo.
"Kak Leo....Kak Leo...., aku tahu kau di dalam. aku ingin bertemu denganmu. kalau kau tidak keluar aku tidak mau pergi," teriak Mancy.
"Silakan pergi, Nona Mancy. bos kami sedang istirahat."
"Tidak mau, hari ini aku mau meminta sesuatu dengan kak Leo," jawab Mancy.
"Ada apa di luar sana? pagi-pagi sudah bising," ketus Leo yang merasa risih.
"Kak Leo, aku sudah lama mencarimu, kenapa kau selalu menolak bertemu denganku?"teriak Mancy dengan nada tinggi.
"Kenapa kau mencariku bukan mencari Emil saja?" tanya Leo yang mengandeng tangan Rose menuju ke pintu.
"Hari ini aku datang aku ingin meminta sesuatu darimu," jawab Mancy yang menatap sinis ke arah Rose.
"Apa kau yang inginkan bisa sampaikan saja kepada Emil," kata Leo.
"Aku ingin meminta langsung darimu," ujar Mancy dengan tegas.
"Katakan apa itu!"
"Anak harimaumu, aku mau anak harimaumu, bagaimanapun aku ingin memilikinya dan mengelusnya serta memeluknya," jawab Mancy yang tidak tahu apa-apa.
Leo melirik tajam ke arah Rose, sementara Rose hanya menahan tawa.
"Apa kau sadar apa yang kau katakan itu?" tanya Leo yang menatap ke arah Mancy.
"Aku sadar, Kak Leo, cepat keluarkan anak harimaumu aku mau melihat aku sudah tidak sabar," pinta Mancy.
Leo lagi-lagi menatap tajam ke arah calon istrinya itu.
Rose yang tidak bisa menahan tawa akhirnya tertawa lepas..
"Hahahahahaha...," suara tawa Rose yang merasa lucu.
"Kenapa kau tertawa? memang apanya yang lucu?" tanya Mancy dengan kesal.
"Memangnya mau kau apakan anak harimaunya?" tanya Rose pada Mancy.
"Aku yakin anak harimau itu pasti sangat lucu dan imut, aku ingin menciumnya dan mengendongnya," jawab Mancy.
"Hahahahahaha...," suara tawa Rose yang lagi-lagi terlepas.
Leo lagi-lagi melirik tajam ke arah calon istrinya itu yang tertawa tidak bisa berhenti.
__ADS_1