
Hotel dan Casino Carlifornia.
"Mereka gagal menangkap Leo Downson yang sedang tidak sadarkan diri, dan mereka juga gagal menangkap istrinya sehingga dia bisa melompat ke sungai, aku harus memuji Leo sangat beruntung karena tidak tertangkap atau aku harus memarahi mereka yang gagal dalam menjalankan perintahku?" ujar James yang sedang menahan emosi.
"Tuan, wanita itu sudah di kepung dan dia meminta untuk melepaskan anggotanya, dan dia ingin bertemu dengan Anda, siapa tahu ini semua hanya triknya saja. akhirnya dia memilih bunuh diri," ujar anggotanya.
"Mereka sangat bodoh, wanita itu hanya ingin menyelamatkan anggotanya agar anggotanya itu bisa menyampaikan kabar tentangnya kepada Leo Downson. wanita itu pintar, demi suaminya dia memilih mati dari pada dirinya di gunakan kita untuk mengancam suaminya," ucap James.
"Anggotanya sudah lolos, tidak tahu apakah Leo Downson memang benar di kirim ke jerman atau tidak."
"Dia masih di kota ini, cari lagi keberadaannya, aku tidak percaya dengan jumlah kita yang begitu banyak tidak bisa menemukan seseorang!" perintah James.
"Baik, Tuan."
Mansion Leo.
Kian dan anggotanya membawa Leo kembali ke kediamannya, bos mereka masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kian menghubungi seorang dokter yang mereka kenal dan bisa di percayai untuk datang memeriksa kondisi Leo.
"Dokter Victor, bagaimana dengan kondisi bos?" tanya Kian yang berdiri di ujung kasur.
"Leo sudah bukan pertama kali tidak sadarkan diri, saya sarankan bawa dia ke jerman untuk menemui seorang dokter khusus menangani penyakit Congenital Insensivity to Pain with Anhidrosis. nama beliau adalah Profesor dokter Hamith Jackson. seorang dokter yang paling banyak merawat pasien pengidap Congenital Insensivity to Pain with Anhidrosis," jelas Dokter Victor
"Apakah Profesor dokter Hamith Jackson pernah menyembuhkan pasien yang mengidap penyakit Congenital Insensivity to Pain with Anhidrosis?" tanya Kian dengan penasaran.
"Tidak pernah, hanya saja sangat berpengalaman untuk mengontrol kondisi pasien, dulu ada seorang pasien yang di rawat olehnya, pria itu tidak sadarkan diri selama dua bulan dan di bawa ke rumah sakitnya. Profesor Dokter Hamith Jackson merawat pria itu selama dia tidak sadarkan diri. walau tidak bisa sembuh tapi hingga kini pria itu tidak pernah pingsan dan rutin melakukan pengecekan ke Profesor Dokter Hamith Jackson. dia juga seperti orang lain menjalani hidup dengan baik dan normal yang paling utama adalah jangan terjadi infeksi jika terluka."
"Baiklah, aku mengerti. selain menjumpai Profesor Dokter Hamith Jackson kita tidak ada cara lain. mudah-mudahan bos bisa cepat sadarkan diri," ucap Kian yang sedang menatap Leo yang sedang berbaring di depannya.
"Kian," suara panggilan Ric yang baru pulang
"Ric, bagaimana denganmu dan di mana nyonya?" tanya Kian.
__ADS_1
"Nyonya dia....dia...." jawab Ric yang terhenti.
"Apa nyonya di bawa pergi?"
"Tidak, aku yakin jika nyonya mungkin saja melompat ke sungai, karena dia ada mengatakan lebih rela mati dari pada jatuh ke tangan musuh kita," jawab Ric.
"Lompat ke sungai? sungai bagian mana?"
"Sungai yang tidak jauh jaraknya dengan hutan."
"Bukankah sungai itu ada buayanya?" tanya Kian yang merasa khawatir.
"Cepat kirim anggota kita mencari di sungai itu, air deras pasti sudah membawa nyonya ke tempat lain. periksa sungai itu menembus ke mana dan cari sampai dapat!" perintah Kian.
"Aku akan menghubungi mereka sekarang juga," kata Ric yang mengeluarkan handphone miliknya.
"Kalau saja bos sadar dan melihat nyonya menghilang dia pasti tidak bisa menerima kenyataan ini," batin Kian.
"Bagaimana dengan nyonya?"
"Tetapkan pencariannya jangan sampai berhenti, aku berharap dia baik-baik saja. Tuhan pasti akan melindungi orang baik. nyonya melakukan semua ini demi melindungi bos. dia rela mengunakan dirinya sebagai umpan agar musuh mengejarnya dan dengan begitu kita baru bisa lolos. dan demi bos dia memilih melompat ke sungai yang kemungkinan besar akan merenggut nyawanya," jawab Kian.
"Mengantar bos ke jerman untuk mengobati penyakitnya, sambil mencari nyonya, mudah-mudahan saja sebelum bos sadar nyonya sudah di temukan," ujar Ric.
"Siapkan helikopter! hari ini juga kita berangkat!"
"Baik," jawab Ric.
Di siang itu juga Kian dan Ric membawa bosnya berangkat ke jerman. sementara anggota lainnya tetap melakukan pencarian Rose yang menghilang entah ke mana.
Malam hari.
__ADS_1
Sungai tempat Rose melompat itu menembus ke hutan dan juga mengarah ke lautan besar.
Rose yang terbawa arus hingga jauh ratusan meter dan tidak sadarkan diri di pinggir hutan sana.
Tidak tahu bagaimana dia bisa berada di pinggir sungai sana dalam keadaan tidak sadarkan.
Bulan purnama menerangi hutan itu dan juga dirinya. tidak lama kemudian ia mengerakan jari tangannya.
"Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk...." suara batuk Rose yang kemudian sadarkan diri.
Ia membuka matanya dan melihat langit sudah gelap, di malam yang gelap itu ia hanya melihat bulan purnama yang terang dan indah serta terdapat banyak bintang-bintang di langit.
"Di mana aku berada? apa aku sudah mati?" ucap Rose yang masih berbaring lemas.
Ia berusaha bangkit dan duduk sejenak sambil mengingat semula kejadian yang menimpanya.
"Ternyata aku masih hidup, bagaimana dengan Leo? seharusnya dia sudah di bawa ke rumah. hah...handphone ku sudah hilang, pasti di bawa arus, lagi pula kalau masih ada pasti sudah rusak. aku juga tidak tahu di mana kediaman Leo karena dari kemarin aku belum sempat ke rumahnya," ucap Rose yang berusaha berdiri.
"Aarrghh...., kakiku terluka!" gumam Rose yang melihat kakinya berdarah akibat terkena sesuatu saat di dalam sungai.
Kondisi hutan sana sangat luas dan tidak terlihat jalan keluarnya. yang ada hanyalah pohon-pohon yang lebat daun-daunnya.
"Apa hutan ini ada binatang buas? jika ada aku tidak larat melarikan diri lagi," ucap Rose sambil berjalan dengan pincang. kaki kanannya terluka sehingga membuatnya kesulitan untuk bergerak.
"Malam ini aku harus mencari tempat yang aman untuk istirahat, besok pagi baru mencari jalan keluar," batin Rose.
Saat ia berjalan beberapa langkah terdengarlah suara patahan ranting seperti di injak sesuatu, Rose yang mendengar suara itu ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. karena suara itu datang dari belakangnya yang jaraknya tidak jauh.
Di suasana gelap bawah daun-daun lebat pohon itu terlihat kaki yang menginjak keluar dari kegelapan, saat ia muncul Rose melihat sesuatu yang lagi-lagi membuatnya harus melarikan diri. alih-alih melarikan diri ia memilih mengambil ranting pohon yang patah untuk melawan. karena luka kakinya membuatnya susah untuk berjalan apa lagi berlari.
"Ini adalah cobaan yang gila, siang di kejar sekelompok manusia dan malam harus berhadapan dengan binatang buas ini. apa lagi dalam kondisi kakiku yang terluka dan kedinginan," ketus Rose yang memegang ranting pohon dengan ke dua tangannya. dirinya tidak ada pilihan selain harus mencoba untuk melawan, hidup mati tidak ia pikirkan lagi.
__ADS_1