Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Ancaman Devil Untuk Edward


__ADS_3

"Ingat peringatan dariku! bagi siapa yang berani menyentuh 3788, maka tubuh kalian juga akan menjadi 3788 bagian," kata Leo dengan mengancam. dan sesaat kemudian Leo meninggalkan kamar itu.


Para petugas ketakutan hingga memucat dengan ancaman Devil yang mereka kenal. saat melihat rekan mereka yang harus di siksa membuatnya semakin merasa cemas.


"Kenapa dia bisa masuk ke sini?"


"Selama ini dia memang bebas mau kemana saja, tidak ada yang berani melarangnya, bahkan ketua penjara saja takut padanya."


"Hidup kita tidak akan aman lagi."


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Dia hanya tidak ingin kita menyentuh wanita itu, maka kita jangan pernah menyentuhnya lagi."


"Aku tidak menyangka pria setampan dia bisa tertarik pada wanita yang sudah bekas orang."


"Paling dia hanya ingin bermain dengan wanita itu, setelah bosan wanita itu pasti akan di buangnya."


"Jangan bicara soal ini lagi! mari kita panggil dokter dulu!"


Sementara dokter wanita itu yang baru selesai melayani para tahanan menjadi trauma, dalam kondisi tanpa pakaian dia merangkak menuju ke pintu penjara itu. punggungnya terluka dan masih sedang berdarah.


Rasa sakit yang sudah tidak bisa di bayangkan lagi. bagian bawahnya mengeluarkan banyak darah akibat malam pertama di renggut oleh mereka semua.


Ric yang sedang menunggu di luar lalu membuka pintu dan menarik lengan wanita itu pergi dari tempat itu.


"Lepaskan tanganku!" teriak wanita itu yang sedang histeris.


"Lepaskan tanganku!"


"Lepaskan tanganku!"


"Diam!" bentak Ric yang merasa risih.


Ric melakukan perintah bosnya untuk mengantar wanita itu ke depan rumah Hamilton.


Keesokan harinya.


Ketua petugas mengetahui kejadian yang menimpa penjara wanita semalam. siksaan yang harus di hadapi oleh empat petugas wanita itu menghebohkan penjara pria dan wanita.


Ketua petugas menemui Leo yang sedang berlarian di halaman belakang.


"Ada apa menemuiku?" tanya Leo.


"Kenapa kau melakukannya?"


"Apa yang sudah ku lakukan?"

__ADS_1


"Leo, jangan berpura-pura! kau tahu maksudku, kan? mereka adalah petugas, kenapa kau malah menyiksa mereka begini?"


"Apakah mereka ada hubugan darah denganmu?"


"Tentu saja tidak! untuk apa kau bertanya seperti itu?"


"Kau beruntung karena tidak!"


"Apa maksudmu?"


"Kalau kau ada hubungan darah dengan mereka, apa kau mengira tubuhmu masih bisa utuh dan berdiri di hadapanku?"


"Leo, aku sedang serius denganmu, apa kau tahu dua petugas wanita itu tadi pagi di temukan tanpa pakaian di luar, setelah mereka sadar mereka menjadi gila. dan kini mereka berdua harus masuk ke rumah sakit jiwa."


"Kenapa tidak bunuh diri saja? manusia seperti kalian hanya menyampah!" ketus Leo.


"Terserah apa katamu! dan kenapa kau menyiksa empat petugas itu?"


"Dia sudah menyinggung 3788, jadi aku mana mungkin bisa melepaskan mereka."


"Leo, jangan katakan padaku kau serius dengan janda itu?"


"Apa aku butuh persetujuanmu?"


"Dia adalah narapidana seumur hidup sini, dan kau hanya bisa sekadar bermain saja. anggap saja dia pemuas ranjang psikopat sepertimu!"


"Aku tidak butuh saranmu! ingat! kalau saja masih ada yang menyentuh gadis itu, semua petugas wanita itu akan ku kirim ke dalam penjara pria," kecam Leo yang melangkah masuk ke dalam.


Di pagi itu Jorce yang membuka pintu karena niat ingin keluar dengan membawa sebuket bunga berwarna putih, ia langsung di kejutkan dengan pemandangan yang ada di depan matanya.


"Aaaarrrgghh...." jeritannya yang ketakutan.


"Ada apa, Jorce? tanya Edward.


"Kenapa dokter Moni dia?" tanya Jorce.


Edward memandang ke arah dokter wanita yang sedang tergeletak tanpa pakaian, dan juga terdapat banyak bercak darah yang menempel di tubuhnya.


"Kenapa dokter Moni dia?" tanya Jorce.


"Ada sepucuk surat," ujar Edward yang mengambil surat itu yang di timpa di bagian bawah tubuh Moni.


Edward lalu membaca isi surat itu.


"Setiap malam kunci pintu rumah kalian! jika tidak maka akan ada puluhan tahanan pria yang pergi meniduri istrimu."


Edward merasa kesal harus mendapat ancaman ini. lalu ia melangkah masuk dan menghubungi seseorang di seberang sana.

__ADS_1


Karena merasa tidak aman Edward menghubungi pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. setelah selesai melapor Edward memutuskan panggilannya.


"Edward, siapa pelakunya? terhadap seorang dokter mereka berani melakukan hal seperti itu," tanya Jorce yang merasa cemas.


"Seseorang ingin melawanku, lihat saja siapa yang lebih kuat," ujar Edward.


"Apakah ada hubungan dengan Rose Florencia?"


"Dia tidak mungkin ada bantuan dari dari luar. dia bukanlah dari keluarga yang terpengaruh. jadi tidak mungkin ada yang membantunya," jawab Edward.


"Tapi, isi surat ini sama seperti yang ingin kita lakukan terhadap wanita itu. dan kemudian terjadi pada wanita ini," ucap Jorce.


"Jangan cemas! siapapun dia bukan lawan kita. jika kita bisa membuat wanita itu harus di hukum seumur hidup, maka kita juga bisa meghukum orang yang membantunya. siapapun temannya pasti akan menjadi korban kita," ucap Edward.


Penjara wanita.


Rose yang sudah tidur dua hari akhirnya ia pun membuka matanya. ia perlahan dengan membaringkan tubuhnya.


"3788, kamu sudah bangun? bagaimana dengan perasaan mu?" tanya Dokter yang membawakan semangkok sup untuk Rose.


"Sudah baikkan! sudah berapa lama aku tidur di sini?" tanya Rose yang berubah posisi duduk dengan bersandar.


"Dua hari, minumlah ini!" jawab Dokter itu yang memberikan mangkok kepada Rose


"Bukankah ini adalah sup walet?" tanya Rose dengan heran.


"Benar, habiskan ya! aku akan ambil obat untumu!" jawab Dokter itu yang kemudian melangkah pergi.


"Walet itu adalah pesan dari Devil, jika saja aku tidak memasaknya maka aku pasti akan mati dengan mengenaskan. tidak ku sangka wanita ini sangat penting bagi Devil itu," batin Dokter.


"Kenapa bisa ada walet? mana mungkin tahanan bisa mendapatkan layanan yang begitu istimewa? seharusnya tidak ada racun," ucap Rose dengan merasa ragu dan mencium aromanya.


"Ini memang asli sop walet, kenapa bisa ada sop semahal ini ya? walet ini hanya orang kaya yang mampu


membelinya," gumam Rose yang merasa heran.


Tidak lama kemudian Dokter itu datang dengan membawa obat.


"Dokter, ini sop dari siapa ya? dalam pejara mana mungkin ada sop semahal ini?" tanya Rose dengan penasaran.


"3788, ini saran dari dokter, dirimu sangat lemah sejak cidera. sop ini untuk menyehatkan tubuhmu. habiskanlah agar bisa cepat sembuh. sebentar lagi aku ingin mengoles obat ke punggungmu," jawab Dokter.


Rose yang merasa aneh tetap menghabiskan sop walet tersebut. setelah dia memastikan aroma walet itu tidak mengandung obat lain ataupun racun.


Setelah habis Rose mengubah posisi terlungkup dan membiarkan dokter itu mengoles obat untuknya.


"Devil mengancam ku jangan sampai ada bekas luka di tubuh wanita ini. dan harus sembuh sehingga hilang semua bekas lukanya. jika tidak, maka aku yang akan mati,"batin Dokter itu

__ADS_1


Saat Dokter itu ingin mengoles obat di punggung tahanan 3788. tangan dokter itu gemetar karena mengingat ancaman dari pria sadis itu. sehingga tidak sadar di bagian mana yang dia oles.


"Dokter, aku terluka di punggung, kenapa kau mengoles obatnya ke telinga ku?" tanya Rose yang sedang terlungkup.


__ADS_2