Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Mancy Menemui Rose


__ADS_3

Tidak lama kemudian terdengar suara seorang wanita yang datang ke rumah Leo.


"Kakak Leo, Kakak Leo, Kakak Leo,"teriak wanita itu yang dari luar.


"Tuan, sepertinya nona Mancy datang lagi, kemarin dia meminta tinggal di sini. tapi karena tidak ada perintah dari Anda, maka saya tidak berani izinkan," kata Sonya dengan sopan.


"Kau melakukannya dengan baik, selain aku dan Rose tidak ada yang boleh tinggal di sini," jawab Leo yang duduk di sofa. Emil yang sudah memahami kesukaan atasannya ia pergi mengambil sebotol whisky dan menuangkan ke gelas bening kemudian meletakan ke atas meja di hadapan bosnya itu.


"Kakak Leo, Kakak Leo," panggil Mancy yang melangkah masuk menghampiri Leo yang sedang meneguk minumannya.


"Ada apa mencariku?" tanya Leo yang menghabiskan minuman dalam sekali tegukan.


"Kakak Leo, hari ini kamu sudah bebas, aku ingin makan bersamamu untuk merayakannya," jawab Mancy yang duduk di samping Leo.


"Aku mengantuk dan mau tidur, lebih baik kau pulang saja!" jawab Leo yang bangkit dari tempat duduknya.


"Sebentar! Kak Leo, kenapa tidak ingin makan bersamaku? dulu kamu tidak seperti ini," ujar Mancy yang merasa kecewa.


"Dulu dan sekarang sudah beda, pulanglah!" jawab Leo dengan singkat dan berjalan menuju ke dalam.


Mancy yang merasa tidak puas dengan jawaban pria itu ia pun mengejar dan menghentikan langkah Leo.


"Kak Leo, kenapa kau menjaga jarak dariku?" tanya Mancy yang merasa kecewa.


"Aku sudah menjelaskan di saat itu, kita menjaga jarak karena aku sudah memiliki calon istri," jawab Leo dengan tegas.


"Kak Leo, dia tidak ada di sini sekarang, dan dia juga tidak tahu kalau kita makan bersama. lagi pula dia juga harus mengerti karena kita sudah lama kenal. Kak Leo, kita kenal sudah lima belas tahun, sementara kakak dan dia baru kenal tidak lama. tidak mungkin masa-masa kita bersama tidak sebanding dengannya," kata Mancy dengan kecewa.


"Mancy, masa-masa kita bersama tidak berarti apa-apa. kita tidak melakukan hal yang di luar batas, selain makan bersama dan berbicara kita tidak melakukan hal lain. kalau kau masih menganggapku sebagai kakakmu, maka pergilah!


"Kak Leo, kau sudah banyak berubah tidak seperti dulu lagi."


"Mancy, kita masih sama seperti dulu. apa yang kau butuhkan aku tetap akan memberikan padamu. hanya saja aku sudah memiliki seorang wanita yang akan ku nikahi. oleh sebab itu kita harus berjaga jarak," kata Leo dengan tegas.


"Emil, antar Mancy pulang!" perintah Leo yang melangkah menuju ke kamarnya.


Mancy hanya bisa menelan pil pahit atas sikap Leo terhadapnya yang sudah berubah.

__ADS_1


"Nona Mancy, silakan!" ucap Emil pada Mancy dengan sopan.


Mancy hanya bisa tinggalkan rumah Leo walau dirinya merasa tidak puas. selama ini tidak ada wanita lain selain Mancy yang begitu akrab dengannya, mereka telah berkenalan selama belasan tahun lamanya, selama ini Mancy selalu saja sering suka bersikap manja terhadap Leo. dan kini pria itu sudah menjauhkan diri darinya.


"Emil, katakan padaku! apakah Kak Leo serius dengan wanita itu?" tanya Mancy yang melangkah keluar bersama dengan Emil.


"Benar, Nona. tuan sangat mencintainya," jawab Emil dengan sopan.


"Aku pulang sendiri saja!"


"Nona, biar aku mengantarmu!"


"Tidak perlu," jawab Mancy dengan kesal dan melangkah pergi.


"Wanita yang cemburu paling sulit di hadapi," gumam Emil.


Leo yang berada di kamar langsung menghempaskan dirinya ke atas kasur.


"Lima tahun aku tidur di ranjang penjara, akhirnya aku bebas, dan bisa melakukan apapun yang ku mau," gumam Leo.


Leo berubah posisi duduk dan memikirkan Rose yang dalam sebulan ini menemaninya di dalam penjara.


"Rose Florencia, kalau mereka tidak berulah maka lusa kau sudah bebas, bersabarlah untuk dua hari lagi. setelah itu tempat tidurku ini menjadi milikmu," ucap Leo.


Sementara Mancy yang merasa tidak puas ia menuju ke penjara besar untuk menemui Rose Florencia.


Ia duduk menunggu di ruangan pertemuan itu. tidak lama kemudian Rose yang di bawa oleh petugas wanita untuk bertemu dengannya.


Mancy mengunakan tatapan kesal ke arah wanita pilihan Leo Downson.


"Bukankah kamu adalah Mancy?" tanya Rose yang berdiri di hadapan wanita itu


"Ingatanmu sangat baik, niat ku adalah ingin menyampaikan beberapa kata untukmu," ujar Mancy dengan duduk bersandar dan sambil melipatkan ke dua tangannya.


"Katakan saja ada apa!" jawab Rose yang duduk di kursi itu.


"Aku mengenalnya sudah selama lima belas tahun, dia sangat luar biasa. dia pemberani dan rela berkorban untukku. hubungan kami sangat akrab. dan aku berharap kamu bisa menjaga jarak dengannya," kata Mancy yang dengan mengancam.

__ADS_1


"Nona Mancy, bukankah kalian sangat akrab? kenapa kamu tidak sampaikan ke dia saja? aku tidak bisa menjaga jarak dengannya karena dia yang memaksaku untuk tinggal bersamanya, aku tidak sanggup menolaknya keinginannya," jawab Rose dengan sengaja.


"Rose Florencia, kak Leo bukan pria sembarangan, dan dia hanya bermain denganmu, karena di dalam sel oleh karena itu dia memilihmu menjadi pelayannya. dan di luar akulah yang menjadi wanitanya."


"Kalau memang benar untuk apa kau datang mencariku? bukankah ini hanya membuktikan dia sedang menolakmu?" tanya Rose dengan mengejek.


"Rose Florencia, dia tidak menolakku sama sekali, apa kau tahu saat dia baru bebas dia mendatangiku langsung dan dia sudah ketiduran karena baru melakukannya denganku."


"Kalau memang begini untuk apa kau mencariku lagi? seharusnya kau merasa sudah aman, dan kenapa sekarang kau malah kelihatan sengaja datang ke sini hanya untuk omong kosong ini saja? apakah kau hanya ingin berakting bahwa dia sudah menidurimu?"


"Dia memang sudah meniduriku, dan kalau kau merasa sakit hati maka kau bisa melupakan dia saja."


"Dasar anak harimau yang tidak pernah puas," ketus Rose


"Apa maksudmu anak harimau?"


"Apa kamu tidak tahu jika Leo memelihara anak harimau?" tanya Rose yang sedang menguji wanita itu.


"Dia tidak memelihara anak harimau atau hewan lainnya, kau jangan sembarangan," ketus Mancy.


"Hahahahah...Mancy, Mancy, kau sangat kasihan sekali. bahkan anak harimau miliknya di mana saja kau tidak tahu. masih berani datang menemuiku hanya untuk mengatakan kalian sudah tidur bersama," kata Rose dengan tertawa.


"Kenapa kau tertawa? apa kau tidak percaya?" tanya Mancy dengan merasa kesal.


"Mancy, kau sangat kasihan sekali mengunakan cara ini untuk menipuku, kalau kau sanggup rebut saja dia dariku. tapi semua tergantung pada Leo. apakah dia mau menyerahkan anak harimaunya untukmu atau tidak," jawab Rose dengan mengejek.


"Apa yang kau katakan anak harimaunya? apa hubungannya dengan anak harimau?" tanya Mancy dengan kesal.


"Kau ingin tahu? maka temui dia dan mintalah anak harimau miliknya itu. kalau dia memberikan padamu maka aku akan mundur. tapi jika dia menolak memberikan padamu maka kau yang harus mundur dan menanggung malu sebanyak tujuh keturunan," ujar Rose dengan sengaja dan kemudian melangkah pergi.


"Rose Florencia...."bentak Mancy dengan kesal.


"Ssstt...ingat satu hal! anak harimau itu sangat penting baginya, cari pelan-pelan saja atau kau bisa coba bertanya kepada semua anggotanya di mana dia sembunyikan anak harimau itu," ucap Rose dengan senyum dan melangkah keluar.


"Sia.lan...." ketus Mancy dengan kesal.


"Anak harimau? sejak kapan kak Leo memelihara anak harimau dan di kurung di mana? aku akan coba bertanya pada Emil atau bibi Sonya," gumam Mancy.

__ADS_1


__ADS_2