
"Kami akan segera melakukannya, tolong jangan menyentuh anak kami!" pinta Jaksa Javier.
"Aku tidak ingin janji kosong dari kalian, dua hari kemudian aku ingin melihat Rose Florencia keluar dari penjara besar itu," ucap Leo dengan tegas.
"Iya, kami berjanji padamu, dua hari kemudian dia akan bebas," ucap Hakim Smith.
"Mari kita pergi!" perintah Leo pada anggotanya.
Saat Leo sudah pergi, Hakim dan jaksa terduduk ke lantai karena mendapat ancaman dari Leo yang membuat mereka tidak berdaya. ketakutan yang mereka alami sehingga terpaksa menuruti perintah Leo demi ingin melindungi keluarganya.
"Clister, bebaskan wanita itu! aku tidak mau karena wanita itu anak-anakku menjadi korban," ujar Javier yang sedang lap keringatnya.
"Kita bisa bebaskan wanita itu, hanya saja kita akan berhadapan dengan dia," jawab Clister.
"Kita berada di tengah Leo dan Edward, tapi kita tidak bisa mengorbankan anak-anak kita, Leo bisa melakukan apa saja tanpa ragu, dia sudah banyak menyiksa orang saat di dalam penjara," ucap Andy yang duduk di sofa dengan wajahnya yang memucat akibat menahan sakit pukulan keras dari Leo.
"Kita harus segera melakukannya, aku tidak ingin demi uang itu anak-anak ku mati di tangannya," kata Clister.
Leo menuju ke rumah sakit untuk menemui dokter pribadinya yang bernama Hinez.
"Kenapa kau tidak menghubungiku? kejadian di dalam penjara begitu parah, tapi kau malah diam saja," kata
Hinez yang sedang memeriksa kondisi kesehatan Leo.
"Aku mengerti kondisi sendiri, walau kau datang juga tidak bisa apa-apa. di dalam sana selain jeruji besi tidak ada peralatan untuk merawat pasien."
"Kapan kau pulang?" tanya Leo pada temannya itu.
"Bulan lalu aku baru pulang."
"Apa urusanmu sudah selesai?"
"Sudah, pasien ku orang belanda, dan ingin ku ke sana. jadi aku harus pergi," jawab Hinez.
"Katakan padaku bagian mana saja kau tidak merasa sakit?"tanya Hinez.
"Semuanya, seperti daging yang sudah mati. aku mendapat banyak tusukan di bagian dada dan lainnya. di saat penyakitku kambuh mereka menyerangku," jawab Leo.
"Kau memiliki banyak musuh, di luar maupun di dalam penjara. ke mana pun kau pergi harus lebih berhati-hati!" ujar Hinez pada Leo.
__ADS_1
"Kau tahu profesi ku apa, ke mana pun aku pergi pasti ada yang ingin mengejarku," kata Leo.
"Penyakitku ini bisa sembuh atau tidak?" tanya Leo yang sedang berbaring di ranjang.
"Aku butuh waktu, Leo. aku pasti akan menyembuhkanmu. dan aku juga sarankan berobatlah ke itali. temanku itu selama ini sedang menunggu mu keluar, hanya saja kau menolak selama ini. aku tidak tahu apa yang kau pikirkan," ujar Hinez dengan menghela nafas.
"Aku sedang sibuk mengurus pekerjaanku. dan aku juga akan ke itali," jawab Leo.
"Baiklah, aku berharap kau berobat di sana. dan semoga temanku bisa menyembuhkan mu," ucap Hinez yang berjalan duduk di kursinya.
Leo bangkit dari ranjang dan mengenakan kembali jas hitamnya.
"Setelah urusan ku selesai aku akan berangkat, setelah pekerjaan ku siap semua aku akan pertimbangkan untuk menemui temanmu itu," jawab Leo yang turun dari ranjang.
"Kau ini....lama-lama kau akan mati rasa, suatu saat jika penyakitmu semakin parah bisa jadi pusakamu tidak ada reaksi lagi," ujar Hinez dengan tertawa.
"Jangan bercanda denganku! ini senjata ampuh untuk menjinakan wanitaku," ucap Leo yang duduk di hadapan Hinez.
"Menjinakan wanitamu? apa kau bercanda? kau memiliki wanita?"
"Iya, aku akan menikahinya setelah urusanku selesai nanti," jawab Leo dengan senyum.
"Aku tidak peduli perasaan mereka, seperti yang kau tahu aku tidak miliki perasaan apapun pada mereka. oleh sebab itu aku ingin segera selesaikan pekerjaannku dan menikahinya."
"Selama ini kau mendekam di penjara tapi bisa menemukan wanita yang kau ingin nikahi?"
"Dia di penjara karena terpaksa, hanya ingin melindungi diri. tapi hukum tidak adil."
"Hukum bisa di beli, dan apa yang kau lakukan terhadap hakim dan jaksa?" tanya Hinez yang sudah mengerti sifat temannya itu.
"Aku hanya memberi pelajaran kepada mereka agar melepaskan calon istriku," ujar Leo.
"Dengan sifatmu ini kau pasti mengunakan cara yang kejam untuk mengancamnya."
"Mereka bisa di beli dengan uang, lantas untuk apa harus segan dengan mereka. itu membuatku merasa jijik," ujar Leo yang bangkit dari tempat duduk.
"Lalu, kapan kau akan berangkat?"
"Dua hari lagi, setelah memastikan dia bebas aku baru bisa pergi dengan tenang. aku hanya khawatir jika saja aku tidak membebaskan dia dulu maka dia akan menghabiskan sisa hidupnya di dalam sana."
__ADS_1
"Apa maksudmu? bukankah kau bisa mengeluarkan dia?"
"Aku bisa, tapi aku harus mengeluarkan dia dari sana dulu," jawab Leo yang melangkah ke arah pintu..
"Hinez, jika saja aku tidak kembali lagi bantu aku merawatnya jika dia tidak sehat!" pinta Leo yang membuka pintu ruangan Hinez dan melangkah keluar dari sana.
"Leo Downson, aku yang sebagai dokter pribadimu juga tidak yakin kau bisa hidup berapa lama, dan aku berharap dokter itu bisa menyembuhkanmu. dia sudah menunggumu dari dulu," gumam Hinez yang duduk bersandar.
"Siapa wanita yang ingin dia nikahi? aku menjadi penasaran," batin Hinez.
Hinez adalah dokter pribadi Leo dan juga sahabatnya selama ini. mereka telah berkenalan selama puluhan tahun. Hinez sangat memahami semua sifat sahabatnya itu.
Ia mengeluarkan dompetnya dan melihat foto yang di selip di dalam dompetnya itu.
"Apa kau baik-baik saja? di mana dirimu sekarang, Rose?" ucap Hinez yang menatap foto wanita itu.
"Menikah dengan bajingan itu membuat hidupnya kelihatan tidak baik. sudah beberapa bulan aku meninggalkan kota ini, kini aku sudah kembali dan belum pernah bertemu dengan dia. tidak tahu bagaimana dengan kehidupannya?" batin Hinez.
Setelah meninggalkan rumah sakit Leo kembali ke rumah mewahnya. rumah mewah yang sudah dia tinggalkan selama lima tahun. saat tiba semua pelayan rumah menyambutnya dengan hormat.
"Selamat kembali, Tuan," ucap mereka dengan serentak.
"Tuan, selamat kembali ke rumah! saya sudah menyiapkan air untuk mandi," ucap seorang wanita paruh baya yang berpenampilan rapi dan sikap yang tenang. ia sebagai asisten di rumah Leo.
"Sonya, terima kasih selama ini sudah merawat rumahku dengan baik," ucap Leo.
"Tuan, ini adalah tanggung jawab saya sebagai ketua pelayan di sini," jawabnya dengan sopan.
"Sonya, aku akan ke itali, selama aku tidak ada ada bantu aku merawat seseorang!"
"Tuan, siapa dia?"
"Calon istriku, dia akan bebas dari penjara dan dia akan tinggal di sini. sediakan semua kebutuhan wanita. jangan sampai dia kekurangan apapun, dan sering masak sop bergizi untuknya. selama di penjara tidak ada makanan yang bergizi!" perintah Leo.
"Baik, Tuan," jawab Sonya dengan sopan.
"Selain itu jangan membiarkan siapapun yang masuk ke sini!"
"Iya, Tuan," jawab Sonya dengan menurut.
__ADS_1