Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
CIPA


__ADS_3

"Bos, Bos, Bos," panggil semua anggotanya yang menghampiri Leo yang tidak sadarkan diri.


Kian dan anggotanya langsung mengangkat bos mereka berlari masuk ke dalam rumah sakit.


"Cepat selamatkan bos kami!" perintah Kian yang menidurkan bosnya ke atas ranjang beroda.


Seorang dokter berlari menghampiri Leo. raut wajah dokter itu penuh dengan kebimbangan saat melihat pasiennya tidak sadarkan diri.


"Leo, Leo," panggil dokter cantik itu yang kemudian mendorong ranjang masuk ke dalam ruang darurat.


"Dokter Loney, Anda harus menyembuhkan bos kami!" perintah Kian dengan membantu mendorong ranjang itu masuk ke dalam ruang.


"Tenang saja! Leo adalah pasienku. aku pasti akan menyembuhkan dia," jawab Loney.


Leo yang pingsan dibawa ke ruang darurat, Kian dan anggota lainnya sedang menunggu di luar. mereka menunggu selama beberapa jam di luar itu.


Tiga jam kemudian.


Dokter Loney keluar dari ruang darurat.


"Dokter Loney, bagaimana dengan kondisi bos?" tanya Kian.


"Untuk sementara dia tidak apa-apa, hanya saja belum tahu kapan dia akan sadar," jawan Dokter Loney.


"Bos mengidap penyakit apa?"tanya Kian.


"Congenital Insensitivity to pain (CIPA). penyakit CIPA sudah terjadi dari lahir, penyakit CIPA adalah penyakit keturunan. Ini adalah resesif autosom, yang berarti bahwa setiap orang yang memiliki penyakit CIPA harus mewarisi gen dari kedua orang tua," jelas Dokter Loney.


"Gejala yang muncul pada penderita penyakit CIPA berbeda-beda. National Center for Advancing Translational Sciences atau NIH,Penderita CIPA akan menunjukkan gejala berupa ketidakmampuan intelektual. berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit, mudah marah, dan infeksi tulang atau osteomyelitis," jelas dokter Loney lagi.


"Apakah bos bisa sembuh?"


"Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan cara penyembuhan untuk orang penyakit CIPA, Kehidupan penderita CIPA dapat disebut sebagai kehidupan yang “mati rasa”, karena sistem saraf tidak mampu merasakan rangsangan dari luar." jelas Dokter Loney.


"Apakah maksudnya bos akan meninggal kapanpun?"


"Tergantung kondisinya, jika semakin parah maka dia akan meninggal," jawab Dokter Loney.

__ADS_1


"Aku sudah mengerti,"ujar Kian.


Sesaat kemudian Dokter Loney pergi meninggalkan Kian yang berdiri terpaku diam.


"Penyakit Congenital Insensitivity to pain? kenapa bos harus menderita penyakit ini? pantasan dari dulu saat bos terluka dia tidak merasa sakit sama sekali," kata Kian.


Beberapa hari kemudian


Setelah pingsan Leo hingga kini juga belum sadarkan diri, Kian dengan setianya menemani bosnya itu.


Tidak lama kemudian Dokter Loney melangkah masuk ke dalam kamar tempat Leo di rawat.


"Kian, kamu sudah berada di sini tiga hari tiga malam, pulanglah dulu dan aku akan menemaninya," ujar Dokter Loney pada Kian.


"Tidak perlu, aku ingin berada di sini dan menunggu bos sadar," jawa Kian.


"Dokter Loney, kenapa bos masih tidak sadar? apakah ini bahaya baginya?"


"Aku tidak bisa memastikan, karena Congenital Insensitivity to pain akan meninggal kapanpun di saat sudah terlalu parah, aku mengenalnya sejak dari dulu. dan aku adalah dokter yang merawat penyakitnya selama ini. hanya saja hingga kini aku masih gagal menyembuhkan penyakit dia," jelas Dokter Loney.


"Ini bukankah sama saja bos akan pergi kapanpun dan di manapun," kata Kian.


"Baiklah, aku keluar dulu," jawab Kian yang melangkah keluar.


Loney menatap dalam ke arah pria yang dia suka selama ini. air matanya menetes di saat melihat pria itu terbaring di depan matanya.


"Leo, selama ini aku selalu menunggumu, tapi dihatimu aku hanya sahabatmu. kenapa kamu tidak memberi ruang untukku? kau menikah aku juga menerimanya dan aku percaya padamu. kau melakukannya demi gadis itu aku merasa cemburu. kau rela berkorban menikah dengan wanita yang kamu tidak cintai. walau kamu tidak mencintainya aku tetap merasa cemburu. terkadang aku berharap aku adalah Mancy. tapi aku adalah Loney. Leo, cepat buka matamu! jangan tidur lagi!" ucap Loney yang memegang tangan Leo.


"Apa yang harus ku lakukan agar kau cepat sembuh? dan tidak menderita lagi? aku tahu selama ini kau tidak ingin mati. tapi aku sangat berharap kau bisa sembuh. aku adalah dokter yang selama ini sudah banyak melihat pasienku ada yang hidup dan ada yang mati. tapi denganmu aku merasa sakit sehingga sulit untuk bernafas," ujar Loney.


Dua bulan kemudian.


New York.


Mansion Leo.


Rose yang selama ini sedang menunggu kepulangan calon suaminya itu, sedang mencoba berkali-kali menghubungi nomor Leo akan tetapi tidak pernah aktif.

__ADS_1


"Sudah dua bulan tapi tidak aktif nomornya, ke mana dia? kenapa tidak ada kabar sama sekali?" gumam Rose.


"Nona, makan siang sudah disiapkan," ucap Sonya pada Rose yang sedang duduk di sofa.


"Bibi, apakah Leo sering mematikan handphonenya saat berada di luar? apakah dia baik-baik saja? sudah dua bulan tidak ada kabar darinya?" tanya Rose yang merasa khawatir.


"Nona, Kian ada menghubungi saya, katanya tuan sedang sibuk dengan bisnisnya di sana. oleh karena itu dia mematikan handphonenya," jawab Sonya dengan alasan.


"Sesibuk apapun tidak mungkin harus


mematikan handphonenya, ini tidak wajar. apa lagi ini sudah dua bulan lamanya," kata Rose yang merasa tidak percaya.


"Katakan padaku siapa dia sebenarnya dan apa bisnisnya? dia mengalami suatu masalah di sana atau dia hanya membohongiku?"


"Bukan begitu, Nona. tuan tidak mungkin membohongimu, dia sangat mencintaimu," jelas Sonya yang berusaha menyakinkan Rose.


"Tidak wajar kalau sibuk sehingga harus mematikan handphonenya," ketus Rose yang merasa kesal.


"Nona, jangan marah! mungkin saja tuan memang sedang sibuk dengan bisnisnya sehingga tidak bisa dihubungi," ujar Sonya.


"Dua bulan menghilang tanpa kabar, kenapa Kian yang menghubungimu? kenapa Leo tidak menghubungiku?" tanya Rose.


"Ini....?"


"Apakah ada yang kalian sembunyikan dariku? dia memang mengalami masalah, kan?"


"Bukan begitu."


"Lalu apa lagi? kenapa bibi juga tidak ingin mengatakan yang sebenarnya?"


"Kian hanya mengatakan jika mereka memang sedang sibuk, itu artinya tuan dalam kondisi baik-baik saja," jawab Sonya.


"Kalau begitu sampaikan pada Kian! katakan padanya kalau saja masih tidak aktif nomor Leo maka aku tidak akan menunggunya lagi. karena aku tidak suka dengan pria yang tidak pasti," kata Rose yang merasa kesal dan melangkah menuju ke kamarnya.


Klek.


"Ke mana dia selama ini? kenapa tidak ada kabar sama sekali? apakah dia memang sedang mengalami masalah?" ucap Rose yang melangkah masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Leo, aku sudah menyerah diriku padamu. aku berharap kau selamat di mana pun kau berada. aku yakin bibi Sonya sedang menyembunyikan. kebenarannya," batin Rose.


"Saat itu aku menghubungi dia. dari suaranya dia baik-baik saja. apa mungkin dia benar-benar mengalami kesulitan di sana," gumam Rose.


__ADS_2