Ranjang Psikopat Dalam Penjara

Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Rose Dalam Bahaya


__ADS_3

"Aku lebih memahami kondisi Leo, bawa saja ke rumahku! aku yang akan merawatnya," jawab Loney dengan tegas.


"Dokter Loney, walau kau adalah seorang dokter tolong jaga sikapmu agar tidak mirip dengan jal*ng, istrinya masih hidup kau sudah berani membuat keputusan sendiri," ketus Rose dengan nada kesal.


"Rose Florencia, jangan keterlaluan! aku yakin kalau Leo mendengar ucapanmu dia pasti marah besar, kau menuduhku dan dia," ketus Loney.


"Aku sebagai istrinya ingin melindunginya dan kau menghalangku sekarang," ujar Rose dengan menahan emosi.


"Aku juga ingin melindunginya, aku sangat memahami kondisinya. kalau kau membawanya pergi maka kau hanya akan membuat penyakitnya lebih parah," kata Loney yang berdiri di hadapan Rose dengan berniat menghalangnya.


"Selain dirimu masih ada dokter lain di carlifornia, aku yakin mereka lebih bagus darimu," jawab Rose yang mendorong Loney ke samping.


"Ric, Kian, mari kita pergi!" perintah Rose.


"Kau akan menyesal," ketus Loney.


"Dia adalah suamiku dan tanggung jawabku, aku tahu apa yang ku lakukan sekarang. jika saja sampai ada pembunuh yang mencarinya sementara kau tidak bisa melakukan apa-apa, bukankah sama saja kau hanya akan membuatnya dalam bahaya? Dokter Loney, aku berharap kau bersikap profesional sebagai dokter, jangan mencampurkan soal perasaan dengan pekerjaan!" ketus Rose dengan tegas


"Mari kita pergi!" perintah Rose pada Ric dan Kian.


Ric mengendong Leo di punggungnya, sementara Kian mengikuti dari belakang. saat keluar dari kamar Rose memperhatikan sekeliling dan bergerak cepat untuk menuju ke pintu utama. tidak lama kemudian anggota Leo yang lainnya berpapasan dengan Rose dan menghentikan langkahnya.


"Nyonya," sapa mereka dengan serentak.


"Apakah sudah aman?" tanya Rose.


"Untuk saat ini sudah aman, kami akan menemani perjalanan Nyonya dan Bos,"jawab mereka dengan sopan.


"Baik, mari kita pergi!" jawab Rose yang melangkah pergi dan di ikuti oleh Ric dan Kian di belakangnya, sementara anggota lain mengawal dari sisi kiri dan kanan.


Loney hanya bisa melihat kepergian mereka dengan merasa kesal dan cemburu.


James yang telah mendapatkan informasi mengenai kekalahan anak buahnya ia langsung perintahkan kepada anak buahnya yang lain untuk menghadang di tengah jalan.


"Tidak ku sangka banyak anggotanya yang datang melindunginya," gumam James.


Perjalanan menuju ke kediaman Leo.


Beberapa mobil yang melaju mengejar mobil Leo dari belakang, mereka masing-masing memiliki pistol dan membuka atap mobil, setiap mobil terdapat dua pembunuh berdiri dan menodong senjatanya ke arah mobil Leo dan anggotanya.


Mereka bersiap menembak mobil sasaran walau di jalan besar yang di padatkan dengan kendaraan lainnya. tanpa merasa ragu bisa melukai orang-orang umum.


"Nyonya, kita di ikuti!" ujar Ric yang melihat spion.


"Umpan mereka ke arah lain!" perintah Rose sambil melihat ke belakang.

__ADS_1


"Baik," jawab Ric yang membelok ke kanan.


Semua mobil utusan dari James mengikuti mobil yang di bawa oleh Ric.


Dua mobil anggota Leo mengikuti mobil yang di bawa oleh Ric menuju ke arah lain.


Utusan James lalu melepaskan tembakan ke arah mobil-mobil yang mereka kejar.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan yang di lakukan oleh pembunuh yang mengenai mobil anggota Leo.


Tembakan mereka memecahkan kaca-kaca jendela lawan yang di kejarnya itu.


Kemudian anggota Leo membuka atap mobil dan langsung melepaskan tembakan ke arah lawannya yang sedang mengejar dari belakang.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari mereka yang mengenai ban mobil sasarannya dan juga menembus kepala musuhnya itu.


Aksi kejar-kejaran terjadi di sepanjang jalan, mobil Ric hanya di kawal dua mobil anggotanya saja.


Rose melepaskan tembakan ke arah pembunuh yang mengejarnya di sepanjang jalan itu.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari pembunuh yang menembus ban mobil anggota Leo yang lainnya. akibat ban nya yang rusak membuat mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan dan menabrak mobil lain.


Brak....brak...


Sisa mobil Ric dan anggotanya yang ikuti dari belakang.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari anggota Leo yang di mobil belakang itu, tembakan tersebut menembus kepala pembunuh yang duduk kursi supir.


Mobil mereka tidak terkendali akibat tewasnya supir mereka, akan tetapi itu tidak membuat mereka berhenti mengejar sasarannya, di karenakan mereka memiliki teman lainnya yang bisa mengejar incaran bosnya itu.


Ric mengunakan kecepatan tinggi untuk menjauh dari mereka, sementara Rose melepaskan tembakannya ke arah mobil belakang yang sedang mengejar mereka.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari Rose yang membuat lawannya belok ke kanan dan ke kiri demi mengelak peluru.

__ADS_1


Anggota Leo yang berada di mobil lain sedang melepaskan tembakan ke arah pembunuh yang berjumlah delapan mobil itu. mereka sengaja menghadang dari depan musuhnya agar Ric dan Rose bisa selamat dari kejaran.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan dari anggota Leo menembus kaca mobil.


Brak...brak...


Tabrakan mobil pembunuh itu yang nekad membunuh anggota Leo.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor....


Tembakan beruntun dari pembunuh itu dengan serentak dan menembus semua kepala anggota Leo.


Ric yang menjauh dari kejaran musuhnya mereka menuju ke jalan. yang melewati hutan.


"Ric, apakah kita akan lolos?" tanya Rose yang melihat ke belakang.


"Nyonya, kita pasti lolos," jawab Ric yang sedang menyetir.


"Perasaanku tidak enak saja, mereka jumlahnya terlalu banyak, dan teman kita juga sudah tewas," ujar Rose yang merasa khawatir.


"Nyonya, jangan berpikir seperti itu! mungkin karena lelah dan tidak ada waktu istirahat, oleh sebab itu nyonya berpikir demikian," jawab Ric yang berusaha menyakinkan istri bosnya itu.


Saat mereka melewati jalan yang kanan kirinya adalah sungai, mereka lagi-lagi di hadang oleh mobil milik musuhnya dari depan.


Karena di hadang dari depan membuat Ric terpaksa menghentikan mobilnya.


"Aku akan menghalang mereka. Nyonya, cepat pergi!" ujar Ric yang mengeluarkan senjatanya.


"Ric, kita tidak akan bisa kabur lagi, hanya bisa melawan mati-matian dengan mereka," kata Rose yang tanpa ragu keluar dari mobilnya begitu juga dengan Ric.


Utusan James keluar dari mobil sambil mengeluarkan senjatanya dan menodong ke arah Rose dan Ric.


"Apakah bos kalian begitu penakut sehingga mengirim begitu banyak anggota untuk membunuh kami?" tanya Rose yang sambil menodong senjata ke arah mereka.


Salah satu pembunuh melangkah mendekati mobil Ric dan mendapati bahwa orang yang mereka inginkan tidak ada di sana.


"Sasaran kita tidak ada di sini, kita sudah masuk perangkapnya."


"Siapa yang kalian inginkan?" tanya Rose.


"Di mana Leo Downson?" tanya salah satu pembunuh itu.


"Dia telah kami kirim ke jerman dengan helikopter, kalian bisa mengejarnya jika kalian mau," jawab Rose dengan bersikap tenang walau ia sadar tidak akan selamat dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2