
"Baik, terima kasih, Micheal" ucap Rose dengan ramah.
"Rose, jangan berkata demikian! kita adalah teman. aku tahu kau mengalami kesulitan. sebenarnya kamu bisa saja kembali ke rumah mu di new york. tapi kamu lebih memilih tinggal di sini dan sambil bekerja, semua ini karena rasa cinta mu yang dalam terhadap suamimu sehingga kamu rela banting tulang untuk bertahan hidup. sangat tidak mudah dan suamimu sangat beruntung karena mendapatkan seorang istri yang baik dan setia seperti mu," ucap Micheal yang merasa kagum.
"Dia memberiku segalanya, hidupku mulai membaik karena dia, dia membuatku merasa bahagia setiap saat, dan aku juga tahu jika tanpa dia hidupku juga tidak berarti lagi," kata Rose yang sedang merindukan sesosok pria yang selama ini selalu saja melayaninya dengan baik.
Rose memegang kalung pemberian suaminya, karena sisa kalung itu yang menjadi kenangan baginya selama ini.
"Gelangku hilang di saat itu, apakah ini tandanya aku dan Leo tidak akan bertemu lagi? bukankah pelayan toko mengatakan bagi yang memakai gelang ini akan bersama untuk selamanya. tapi kenapa aku masih belum bertemu dengan Leo? apakah dia sudah sadar atau belum?" batin Rose.
Leo yang sedang menyetir mobil lalu berhenti di salah satu toko di pinggir jalan besar itu. saat berhenti ia masih menatap gelang istrinya yang dia pakai di tangannya bersamaan dengan gelang miliknya.
"Sayang, kamu ada di mana? apa kamu masih hidup? cepat keluar dan bertemu denganku. tanpamu aku benar-benar tidak tahu arah jalan lagi. semua ini kesalahanku yang sering kambuh penyakitku sehingga dirimu menjadi korban," batin Leo.
Selama beberapa menit Leo menatap gelang pasangan yang melingkar di tangannya itu, dan kemudian ia keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam cafee yang di mana tempat Rose sedang duduk di dalam sana.
Dan di saat yang sama Rose bangkit dari tempat duduknya dan ingin melangkah ke arah pintu, sementara Leo juga baru masuk ke dalam. mereka sama-sama saling memandang dengan merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. rasa rindu yang mendalam dan saling mencari dan menunggu selama ini, akhirnya mereka bertemu kembali dalam situasi yang tidak disangka.
"Rose...." ucap Leo dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Leo..." seru Rose yang langsung menghampiri suaminya itu.
Leo langsung memeluk istrinya dengan erat sambil menetes air mata, saling memeluk dengan erat dan melepas rasa rindu yang telah terpendam selama ini. Rose menangis histeris di dalam pelukan suaminya itu.
"Akhirnya aku menemukanmu, bagaimana denganmu selama ini?" tanya Leo yang memeluk sambil mengelus rambut indah istrinya.
"Aku baik-baik saja, aku sangat khawatir denganmu," jawab Rose sambil menetes air mata.
"Aku baru sadar dari koma, setelah Kian dan Ric memberitahuku tentangmu, aku langsung kembali ke carlifornia untuk mencarimu dan aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini," ucap Leo yang melepaskan pelukannya dan mencium wajah istrinya.
Micheal yang melihat pasangan suami istri itu yang telah bersatu kembali ia merasa ikut bahagia dan tersenyum.
"Leo, Micheal yang menyelamatkanku di saat aku di dalam hutan dalam kondisi cedera," kata Rose yang menoleh ke arah pernyelamatnya itu.
"Terima kasih karena telah menyelamatkan Rose," ucap Leo yang bersalaman dengan Micheal.
"Sama-sama! Rose adalah wanita yang luar biasa, setia pada pasangan. oleh karena itu Tuhan mempertemukan kalian setelah sekian lama berpisah," ucap Micheal dengan ramah.
"Kalau tanpamu kami juga tidak akan bisa bertemu lagi," ujar Leo dengan sambil merangkul istrinya.
__ADS_1
"Leo, bagaimana kalau kita makan bersama!" ajak Rose.
"Baiklah, aku juga ingin mentraktir penyelamatmu sebagai tanda terima kasih," jawab Leo dengan senyum dan menatap ke arah Micheal.
"Dengan senang hati aku memiliki kesempatan untuk makan bersama dengan kalian," kata Micheal dengan senyum.
Leo melepaskan gelang milik istrinya yang dia pakai ke tangannya itu. lalu ia memakaikan ke tangan istrinya.
"Ini adalah milikmu!" ucap Leo yang sedang memakaikan gelang tersebut.
"Kenapa gelang ini bisa ada di tanganmu?" tanya Rose yang merasa heran.
"Saat anggota mencarimu mereka menemukan gelang ini menyangkut di ranting."
"Aku mengira sudah kehilangannya."
"Gelang sepasang ini adalah gelang pemersatu pasangan yang terpisah, bisa dikatakan adalah gelang ajaib. ini sudah jodoh kalian, dan gelang ini juga berjodoh dengan kalian. walau tercicir juga akan ditemukan kembali," ujar Micheal.
"Gelang ini hanya milikmu selamanya," kata Leo pada Rose dan mencium bibirnya sambil memeluk dengan erat.
Micheal yang melihat sepasang suami istri itu yang sedang saling melepas rindu ia pun meninggalkan mereka berdua di sana dengan gembira.
Seminggu kemudian.
Kemarahannya di lampiaskan kepada semua anggotanya karena hingga saat ini si pelaku belum juga ditemukan.
"Aku memberi kalian waktu selama seminggu, akan tetapi aku masih belum melihat orangnya. apa yang kalian lakukan selama seminggu ini?" tanya James dengan nada tinggi dan sambil menampar wajah semua anggotanya.
Plak...
Plak...
Plak...
Plak...
Plak...
James yang biasa berpenampilan rapi, kini berantakan. rambutnya yang panjang dan di ikat rapi kini di biarkan begitu saja. sementara kemeja yang dia pakai tanpa dikancing bagian depan. ia menghabiskan beberapa botol minuman sehingga botol-botolnya berserakan dan pecah di lantai.
__ADS_1
"Tidak berguna, semuanya tidak berguna. aku memberi upah kepada kalian akan tetapi kalian sangat mengecewakanku," bentak James dengan nada tinggi.
"Tuan, saat mereka bertindak cuaca sudah gelap sehingga tidak bisa melihat wajah mereka. selain itu mereka juga mengunakan helikopter."
"Mengunakan helikopter bukan berarti akan membuat kita tidak bisa menemukan mereka," ketus James yang menampar anak buahnya itu.
Plak...
Tamparan keras dari James yang mengenai wajah anak buahnya.
Semua anggota James harus menerima hukuman karena gagal menemukan pelaku bom yang menghancurkan bisnis milik bos mereka.
Siang hari itu mereka menerima tamparan tanpa berhenti sehingga wajah mereka semua membengkak dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Plak...
Plak...
Plak...
Plak...
Plak...
Tidak lama kemudian Diber datang menemui bosnya yang sedang menghukum semua anggotanya.
"Tuan," sapa Diber dengan sopan.
"Hm...."
"Dia tidak berada di sana lagi."
"Apa dia sudah sadar?"
"Pihak rumah sakit mengatakan dia di bawa pergi oleh anggotanya, tidak tahu ke mana."
"Tidak masuk akal seseorang yang tidak sadar bisa menghilang bagaikan di telan bumi," ketus James.
"Cari lagi sampai dapat! siapa pun pelakunya harus dapatkan dia dan bunuh!" perintah James yang sambil emosi
__ADS_1
"Baik, Tuan," jawab Diber.
"Yang satu menghilang dan pelaku bom juga belum ditemukan, tidak berguna kalian semua. semua perintah yang ku berikan tidak ada yang berhasil kalian lakukan," bentak James sambil melempar botol ke arah anggotanya..