
Leo tanpa menunggu lama ia ingin turun dari ranjang.
"Bos, apa yang Anda lakukan?" tanya Kian.
"Aku ingin segera kembali ke rumah. bawakan bajuku!" perintah Leo.
"Tapi kondisi Anda masih lemah, lebih baik Anda istirahat dulu dengan baik, setelah beberapa hari kita baru pulang setelah kondisi bos sudah membaik," kata Kian.
"Dia sudah lama menungguku, aku tidak mau membuatnya menunggu lagi," jawab Leo.
Leo menganti pakaiannya dan ingin segera pulang. Kian yang merasa khawatir tidak berhasil melarang bosnya itu. setelah berganti pakaian Leo bergegas keluar dari rumah sakit tanpa mempedulikan kondisi kesehatannya.
"Bos, bagaimana kalau penyakit Anda kambuh lagi?" tanya Kian yang ikuti langkahnya dari belakang.
"Di sana bukannya tidak ada dokter," jawab Leo.
Saat Leo melangkah pergi Loney langsung mencegah kepergian pria itu.
"Apa yang kamu lakukan, Leo?" tanya Loney yang berlari ke arah sahabatnya itu.
"Loney..."
"Apa kau tahu? kau pergi begitu saja betapa sangat membahayakan dirimu, kenapa kau harus melakukan hal bodoh seperti ini?" bentak Loney dengan kesal.
"Aku sudah tidur terlalu lama. dan tidak mau tidur lagi," jawab Leo.
"Apa kau tidak sayang dengan nyawamu?"tanya Loney yang merasa kecewa dengan sikap pasiennya itu.
"Walau aku tinggal lagi di sini apa aku bisa sembuh? tidak akan, karena aku sangat yakin penyakit ini tidak ada obatnya. walau aku harus mati aku lebih memilih mati di tempat tinggalku," ujar Leo pada Loney.
"Semua hanya karena dia sehingga kau tidak peduli dengan nyawamu sendiri, kenapa kau tidak memikirkan perasaanku? selama ini aku hanya berharap kau cepat sembuh, hanya itu saja. aku selalu mempelajari tentang penyakit ini siang dan malam, agar aku bisa menemukan cara untuk menyembuhkan penyakitmu. Leo, apa kau bisa sayangi nyawamu?"
"Loney, maaf. selama ini telah merepotkanmu. tapi aku sangat yakin penyakit ini sudah tidak bisa disembuhkan. jadi, jangan membuang waktu mu lagi. bekerja lah dengan baik," jawab Leo.
"Terima kasih selama tiga bulan kau merawatku, aku tidak akan lupa budi baikmu. suatu saat aku pasti akan membawa Rose untuk mengajakmu makan bersama," ucap Leo yang melangkah pergi.
Loney memendam rasa kecewa karena sangat mencemaskan kondisi kesehatan pria yang dia cintai itu. dia menetes air mata saat melihat pria itu pergi tanpa menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Apa di hatimu hanya ada dia dan tidak pernah ada aku? selama ini aku berusaha untukmu. tapi setelah kau sadar orang yang kau utamakan adalah Rose," gumam Loney.
"Loney, Loney, seberapa berusahanya dirimu kau tetap di singkirkan, dia tidak pernah menganggapmu," gumam Loney yang penuh rasa kecewa.
Leo dan Kian serta anak buahnya yang lain langsung menuju ke bandara dan berangkat dengan pesawat pribadinya.
New York.
Rose yang sudah bekerja ia lebih sering menghabiskan waktunya di luar dari pada di rumah.ia bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan Fashion.
Karena bakatnya ia juga terpilih sebagai designer. ia selalu melukis model pakaian yang indah sehingga di lihat oleh atasannya. itulah sebabnya ia juga terpilih sebagai pereka pakaian untuk perusahaan itu.
Setelah melakukan perjalanan hampir selama sepuluh jam Leo akhirnya tiba di depan rumahnya. Rose yang sudah pulang sedang berada di kamarnya sedang mendesign pakaian.
Leo akhirnya pulang ke rumahnya sendiri setelah koma selama tiga bulan di rumah sakit itali.
"Tuan, selamat kembali," ucap semua pelayan dan Sonya dengan hormat.
"Hm...di mana Rose?" tanya Leo.
"Tuan, nona ada di kamar," jawab Sonya dengan sopan.
Saat berdiri di depan pintu Leo memutar gagang pintu dengan perlahan dan ingin melihat apa yang di lakukan oleh calon istrinya itu.
Klek
Setelah pintu terbuka Leo pun melangkah masuk dan menutup pintu kembali serta menguncinya. ia lalu berjalan menghampiri Rose yang sedang fokus pada pekerjaannya di meja pojokan kamarnya yang luas itu.
"Rose...."suara panggilan Leo yang sedang berdiri di samping wanita itu.
Mendengar suara panggilan itu Rose serasa tidak percaya dan menghentikan kerjanya, kemudian ia pun menoleh ke arah suara itu berada.
"Leo?" sebut Rose yang hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat di saat itu.
"Iya, ini aku. aku adalah calon suamimu," jawab Leo dengan senyum.
Rose bangkit dan langsung memeluk pria itu dengan erat.
__ADS_1
"Akhirnya kau pulang, kenapa kau bisa begitu lama sekali? apa yang sudah terjadi padamu?" tanya Rose yang sedang memeluk pria itu.
"Tidak ada yang terjadi, aku hanya terlalu sibuk dengan bisnisku sehingga tidak menyadari jika nomorku tidak aktif," jawab Leo dengan alasan.
"Kau adalah pria jahat yang membohongiku, menyuruhku menunggumu dan akhirnya kau sendiri yang menghilang tanpa kabar," ujar Rose yang melepaskan pelukannya.
"Lain kali tidak akan ada kejadian ini lagi, aku berjanji padamu," ucap Leo yang memeluk Rose dengan erat.
"Aku hampir saja ingin pergi dari sini karena aku sempat mencurigaimu hanya membohongiku saja," kata Rose.
"Tidak mungkin aku melakukan hal itu padamu," jawab Leo yang mengendong Rose dan menidurkan calon istrinya ke atas kasur.
"Selama tiga bulan ini, apa dirimu hidup dengan baik?" tanya Leo yang menindih tubuh calon istrinya.
"Tidak begitu baik, aku mengkhawatirkan mu," jawab Rose.
"Jangan khawatir lagi! aku sudah di depan matamu," kata Leo yang mencium bibir Rose.
"Rose, aku ingin meminta sesuatu darimu!" ucap Leo yang berbisik di telinga wanita itu.
"Apa itu?" tanya Rose
"Anak harimauku minta makan," jawab Leo dengan mengoda dan memasukan tangannya ke dalam celana Rose.
"Dasar mesum," teriak Rose yang merasakan sentuhan di bawah sana.
"Anak harimauku yang mesum, dia sudah berpuasa selama tiga bulan tentu saja sudah kelaparan, apa kau tidak merasa dia sudah bangun," ujar Leo yang sedang memainkan jemarinya di bawahnya.
"Jarimu...." teriak Rose yang merasa geli.
"Bagian bawahmu ini hanya milik anak harimauku," kata Leo yang melepaskan pakaiannya dan juga pakaian yang membalut tubuh Rose.
"Aku tidak percaya jika anak harimaumu tidak makan selama tiga bulan," kata Rose.
"Tidak ada makanan yang enak di luar, makanan yang di depan mata paling lezat dagingnya dan sangat segar," jawab Leo yang melepaskan pakaian Rose sehingga tanpa sehelai benang.
Leo mencium dua gundukan yang kenyal dan sambil memainkan jari di bawah sana.
__ADS_1
Leo melakukan pemanasan hanya beberapa saat dan kemudian anak harimaunya yang sudah kelaparan pun langsung ingin segera melahap daging segar yang sudah di depan matanya.
Leo membuka ke dua kaki Rose dan langsung mendorong masuk pusakanya yang sudah mengeras ke dalam vagi.na wanita itu yang sangat sempit sedalam-dalamnya. saat masuk ke dalam Leo merasakan nikmat dan sensasi yang luar biasa. ia bergerak maju mundur tanpa henti.