
Lima belas tahanan yang baru datang dikurung di dalam satu kurungan.
Di siang itu Leo tidak melakukan kegiatan seperti biasa, ia hanya duduk sambil memejamkan matanya. kondisi tubuhnya yang tiba-tiba lemah sangat sulit baginya untuk berolah raga.
Tidak lama kemudian lima belas tahanan itu di lepaskan ke halaman belakang. seperti biasanya para tahanan lainnya membersihkan halaman, tahanan baru itu menatap ke arah Leo yang sedang duduk di kursi sana yang sedang berjemur di bawah terik matahari. Lalu dua dari mereka yang sama-sama memiliki tato menghampiri Leo.
"Tidak menyangka hidupmu bisa seenak ini, di saat yang lainnya sedang bekerja kau malah berjemur di sini," ujar pembunuh 1 yang duduk di sampingnya.
Leo membuka matanya dan sudah menyadari siapa yang berada di sampingnya.
"Aku bisa melakukan apa saja yang ku mau," jawab Leo tanpa menoleh ke arah pria yang di sampingnya itu
"Aku beri dua pilihan untukmu, mati atau hidup."
"Apapun yang ku pilih hasilnya tetap sama, tetap mati."
"Kami ada lima belas orang, kau hanya satu. sebelum mulai kau bisa mengaku kalah dulu."
"Dalam hidupku tidak ada kata mengaku kalah sebelum mulai."
"Kau pasti akan menyesal melawan kami," ujar pembunuh 1.
"Kami sudah bersiap untuk melenyapkan mu di dalam penjara," kecam pembunuh 2.
"Kelihatannya hari ini aku harus berolah raga seharian, aku merasa penasaran berapa nilai ku yang dia bayar kepada kalian," kata Leo.
"Setiap orang mendapatkan tujuh ribu dollar. uang muka seratus lima puluh ribu dollar," jawab pembunuh 1.
"Bos kalian sangat kaya sehingga rela membayar tinggi hanya untuk nyawamu. tujuh ribu dollar setiap orang, untuk lima belas orang sudah seratus lima ribu dollar. ternyata nyawaku sangat berharga," ucap Leo dengan senyum.
"Kalau kau takut bisa katakan, dan kau hanya perlu bertemu dengan bos kami dan kemudian kau bisa mengaku kalah di hadapannya," ujar pembunuh 2.
"Mari kita selesaikan saja tanpa harus membuang waktu," kata Leo yang bangkit dari tempat duduknya.
Kemunculan lima belas orang itu adalah ingin membunuh Leo yang mereka kenal sebagai Tiger. Tiga pembunuh maju untuk berhadapan dengan Leo.
Pembunuh 1, 2, dan 3 maju sambil mengeluarkan senjata tajamnya.
Kejadian ini lagi-lagi membuat tahanan lain dan petugas hanya bisa diam dan berdiri di pojokan sana.
Leo yang penyakitnya sedang kambuh berpura-pura seolah dirinya sedang dalam kondisi baik-baik saja. berkeringat membasahi seluruh tubuhnya.
"Aku merasa penasaran apakah seorang Tiger sangat hebat seperti yang di katakan orang luar," ucap pembunuh 3.
"Aku juga penasaran apakah lima belas pembunuh profesional sangat luar biasa sehingga mendapat julukan serigala yang paling menakutkan," kata Leo.
Tiga pembunuh lalu menyerang dengan serentak. sementara yang lain nya sedang mengamati titik kelemahan lawan mereka.
Pembunuh 1 menyerang wajah Leo dengan senjata tajamnya, Leo langsung mengelak dan dengan cepatnya ia menyayat pergelangan tangan pembunuh 1.
__ADS_1
Kemudian pembunuh 2 yang ingin menikam Leo dari belakang, Leo membalikan badannya langsung menahan senjata tajam lawannya yang ingin menancap ke jantungnya itu, dan kemudian Leo menikam bagian pundak pembunuh 2.
Srek...
"Aarrghh...," jeritan pembunuh 2 yang kesakitan di bagian pundaknya.
"Kalau ingin melawan Devil itu sama saja mencari mati," kata tahanan lainnya.
"Mereka pasti akan mati dengan mengenaskan."
Pembunuh3 bertarung dengan Leo dan kemudian di bantu oleh pembunuh 4 dan 5. tiga pembunuh itu berusaha ingin menikam lawannya itu. Leo menahan tangan pembunuh 3 dan lalu menikam tangan lawannya.
Srek...
"Aarrghhh....," jeritan pembunuh 3 yang kesakitan.
Pembunuh 4 dan 5 maju dan menyerang atas bawah, Leo menarik tangan pembunuh 5 dan langsung membanting lawannya ke atas tanah.
Bruk...
"Arrghh...," jeritan pembunuh 5 yang kesakitan.
Leo langsung menikam jantung lawannya yang tepar di atas tanah itu.
Srek..
"Aarrghh...." pekik pembunuh 5 itu yang sesaat kemudian tewas.
Leo yang mulai merasa pusing di kepalanya serta pandangannya yang mulai kabur memaksakan diri melawan mereka.
Ia mencengkeram leher pembunuh 4 dan langsung membanting dengan kuat ke atas tanah.
Bruk.
"Aarrgghhh...." jeritan pembunuh 4 yang merasa sakit yang luar biasa karena retak tulang belakang akibat hentakan yang kuat.
"Serang dia sama-samal!" perintah pembunuh 6 yang maju dengan senjata tajamnya.
Pembunuh 6, 7, 8 dan juga pembunuh 9 dan 10 bergabung menyerang Leo.
Leo yang merasa hampir ambruk sehingga berjongkok sambil bertahan untuk melawan musuhnya itu.
Wajahnya memucat dan keringat dingin membasahi wajahnya. ia memaksa untuk berdiri dengan penglihatannya yang buram.
"Ada apa dengan dia?"tanya tahanan yang sedang berdiri di pojokan.
"Apa dia sedang sakit?" tanya tahanan lainnya.
"Bisa bahaya kalau kondisinya seperti itu." ujar salah satu tahanan yang menghela nafas.
__ADS_1
"Leo Downson, ternyata kau sedang tidak sehat, kelihatannya keberuntungan ada di pihak kami," ujar pembunuh 8.
Sepuluh pembunuh bergabung melawan Leo yang sedang ada masalah dengan tubuhnya. kepalanya yang pusing serta penglihatannya yang bermasalah memaksanya harus bertahan tetap berdiri dengan kokoh di hadapan mereka.
Sepuluh pembunuh mengambil kesempatan untuk sama-sama menikam ke tubuh Leo. Leo langsung menendang pembunuh 6 dan menikam bagian dada pembunuh 7.
Srek..
"Aarrghh...." jeritan pembunuh 7 yang akhirnya tergeletak tidak bernyawa.
Pembunuh 6 dan lainnya maju menyerang dengan bertubi-tubi. penglihatan Leo yang mulai kabur menyebabkan dirinya sulit untuk mengelak serangan mereka.
Pembunuh 10 langsung menikam punggung Leo dan di ikuti oleh pembunuh 11 dan 12 juga menikam bagian perut dan jantung.
Srek...
Srek...
Srek...
Leo yang di tikam oleh 3 tikaman itu membuat semua tahanan dan petugas ikut merasa cemas.
"Tikam lagi! aku ingin melihat apa dia masih mampu bertahan," perintah pembunuh 15.
"Apa hanya ini kehebatan kalian?" tanya Leo yang menarik tangan pembunuh 11 dan 12 yang sedang memegang pisau yang menancap ke tubuhnya sehingga semakin dalam. darah keluar dari tubuhnya akan tetapi tidak membuat Leo tumbang dengan tiga tikaman itu.
Leo langsung mengcengkeram leher pembunuh 11 dan pembunuh 12 kemudian langsung mematahkan tulang leher mereka.
Krek...
Krek...
Dua pembunuh itu tewas langsung di tangan Leo.
Leo langsung menghajar pembunuh 6 dan 8, ia menyayat wajah mereka dan lalu memotong leher mereka berdua.
Srek...
Srek...
Pembunuh 6 dan 8 langsung tewas di tempat.
Sisa pembunuh 9, 10, 13, 14 dan 15.
Leo yang berdiri sambil memejamkan matanya akibat pusing di kepalanya membuatnya sulit untuk melihat sesuatu.
"Dia terluka parah, cepat serang dia!" perintah pembunuh 9 langsung maju menikam bagian dada Leo.
Srek...
__ADS_1
Leo memukul wajah pembunuh 9 sehingga tumbang tergeletak tidak bergerak.
Empat tikaman telah di terima oleh Leo. tubuhnya di penuhi luka-luka yang cukup parah. tiga tikaman bagian dada dan satu tikaman bagian belakang. Leo yang kambuh penyakitnya hampir tidak mampu berdiri dan berjongkok dengan satu tangan menahan tanah.