Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
101. Kemenangan


__ADS_3

Ah Yue yang selesai membunuh Raja Iblis kini terkulai lemas karena banyak sekali mengeluarkan tenaga, untung saja Su Qiang sigap dan segera menopang tubuh lemas Ah Yue.


Sorak kemenangan kini terdengarvdari pasukan Kaisar, sedangkan Para Iblis dan pasukan Raja Iblis kini bersujud meminta ampun kepada para Penghuni Dunia atas ini.


"Maafkan kesalahan kami, kami hanya mengikuti perintah Yang Mulia". Ucap Salah satu Iblis berkepala sapi.


"Tak apa, kami memaafkan kalian". Ucap Kaisar Langit dengan penuh wibawa.


"Terimakasih Yang Mulia, ". Jawab Iblis itu .


"Kalau begitu urusi kekacauan ini bersama para dewa dewi, setelah itu perwakilan dari kalian datanglah ke tempatku, ada Yang ingin kubicarakan kepada Kalian".


"Baik Yang Mulia".


Ah Yue kini sudah di papah ke tepi menuju sebuah pondok kecil untuk mengistirahatkannya.


Su Qiang pun segera memanggil Tabib Kekaisaran untuk memeriksa Ah Yue yang terkulai lemas itu .


Sang tabib pun segera memeriksa Ah Yue dengan sangat hati hati dan teliti, hingga akhirnya ia selesai mengecek keadaan Sang Dewi.


"Dewi Ah Yue baik baik saja , ia hanya kelelahan. Untungnya racun dari Tubuh raja iblis itu bisa di netralisir oleh tubuhnya sendiri Dewa Qiang". Jelas tabib itu.


"Terimakasih Tabib".


"Sama Sama Dewa Qiang".


Tabib kekaisaran itu segera pergi meninggalkan mereka berdua, sedangkan Su Qiang kini berusaha menyalurkan sedikit tenaga agar Ah Yue tidak terlalu lemas .


"Ah Yue, apakah kau bisa duduk bersila?". Tanya Su Qiang .


"Untuk saat ini aku tidak bisa duduk Qiang, lemas sekali tubuhku".


"Kalau begitu tidurlah kesamping, aku akan menambah tenaga untukmu".


"Ya sebentar".


Ah Yue pun segera tidur menyamping membelakangi Su Qiang yang sudah bersiap untuk menambahkan tenaga kepada Ah Yue agar tidak terlalu lemas.


Setelah mendapatkan tenaga yang lumayan cukup, Ah Yue pun mencoba untuk duduk dan merenggangkan otot ototnya yang terlampau kaku dan sakit.

__ADS_1


Pertama kali yang ia cari adalah Ketiga binatang spiritualnya, ia bertanya kepada Su Qiang.


"Dimana ketiga binatang spiritualku?". Tanya Ah Yue.


"mereka kembali ke dunia artefakmu setelah semuanya selesai". Jawab Su Qiang.


Kaisar diikuti oleh permaisuri dan beberapa bawahan kini menghampiri Ah Yue yang sudah semakin membaik.


"Yue'er, bagaimana keadaanmu nak?". Tanya Permaisuri.


"Aku baik Ibu, lihatlah ". Jawab Ah Yue sembari mencoba berdiri meyakinkan Sang ibu.


"Syukurlah sayang, mari kita kembali". Ucap Permaisuri.


"Ah Yue, ada yang ingin ayah bicarakan kepadamu setelah sampai nanti".


"Baik Ayah".


Mereka semua segera kembali ke istana setelah membereskan kekacauan, mereka berbondong bondong ke istana untuk mendengar sang kaisar mengumumkan hal penting yang patut di dengar oleh seluruh Warga bahkan Dewa Dewi di Dunia Atas ini tanpa terkecuali bahkan bangsa iblis pun juga ikut berkumpul untuk mendengarnya.


Sesampainya di istana, mereka dikejutkan oleh seorang Pria tua yang sedang duduk dengan santai di Singgasana Sang Kaisar .


"Kalian sudah pulang ya". Ucap Kakek itu.


"Ku kira kau lupa padaku anakku". Jawab Kakek Wu Yen atau nama aslinya adalah Wang Durui.


Buat yang bingung, kenapa marga Kaisar tua dan Kaisar berbeda Yuk sedikit bercerita.


Kakek Wang Durui sebenarnya adalah anak angkat keluarga Xuang karena saat itu keluarga Xuang tidak memiliki keturunan laki laki hingga mengadopsi anak laki laki dari marga Wang. Sedangkan Kaisar Xuang adalah anak dari Kakak dari Kakek Wang yang bernama Xuang Min Ah (perempuan). Dan satu lagi untuk Hong Fei kenapa dia bermarga Hong, karena Ibu Hong Fei yang bernama Hong Chuchu selir dari Kaisar Wang waktu itu memilih menamai anaknya dengan marga keluarganya.


Lanjut cerita.....


"Tidak Ayah, dimana saja Ayah? kenapa tiba tiba menghilang". Ucap Kaisar Xuang yang terus menghampiri Kakek Wang yang duduk di singgasananya.


"Kau tanyakan cucuku itu, dia tau banyak tentangku". Jawab Kakek Wang sembari menunjuk Ah Yue.


Kaisar Xuang pun segera menoleh kearah dimana sang ayah menunjuk tadi.


"Apakah benar Yue'er?".

__ADS_1


"Ya bisa dikatakan seperti itu Ayah, nanti aku akan menceritakan kepadamu dan ibu".


"Baiklah, Ayah Tunggu ceritamu".


Setelah saling bertukar obrolan, para rombongan pejabat Mentri dari Bangsa Iblis dan Dunia Atas pun segera memasuki tempat Kaisar, mereka Duduk dengan rapi di tempat yang disiapkan.


Sedangkan Para Warga dan Dewa Dewi lainya pun berdiri di depan pintu dan jendela jendela yang terbuka untuk mendengar putusan Kaisar Xuang.


"Selamat datang semua, aku harap kalian selau sehat dan panjang umur". Sapa Kaisar sembari tersenyum ramah.


Suara tepuk tangan terdengar di seluruh ruangan Kaisar , sorak sorai kemenangan di lontarkan kepada para warga hingga terdengar sangatlah bising.


Kaisar memulai pembicaraan untuk memecah kebisingan di sekitarnya.


"Karena kalian telah berkumpul maka aku akan mengumumkan beberapa hal penting, yang pertama Raja Baru untuk Kaum Iblis. Apa Kalian ada kandidatnya?". Tanya Kaisar kepada Para iblis yangduduk dengan rapi.


"Ada Yang Mulia,dia adalah Anak dari raja Sebelumnya yang bernama Diaram". Ucap Salah satu iblis yang diangguki para iblis lainnya.


"Lalu dimana dia?". Tanya Kaisar.


"Saya Disini Yang Mulia". Ucap Diaram yang ternyata sosok pria tampan seperti manusia hanya saja ia memiliki tanduk di kepalanya.


"Kalau begitu, aku nobatkan kau untuk menjadi Raja Iblis selanjutnya. Kuharap kau tidak seperti Hong Fei".


"Terimakasih Yang Mulia, Suatu kehormatan. Dan Saya berjanji akan selalu setia pada anda Yang Mulia".


"Bagus, dan yang kedua. Aku akan mengumumkan bahwa Anakku Xuang Ah Yue akan menggantikanku , dan ia akan dinobatkan sebagai Dewi Agung dewi dari para Dewa Dewi". Ucap Kaisar yang diiringi tepuk tangan Yang Meriah..


"Hidup Dewi Ah Yue, Hidup Dewi Ah Yue". Suara para warga Yang begitu antusias mendengar pemimpin baru mereka yang kini adalah seorang wanita dengan paras yang cantik dan kekuatan tak terbatasnya.


Ah Yue yang mendapat perlakuan seoerti itu kini tersenyum lebar dan menyapa dengan sopan para warga dan lainnya yang hadir di sana.


"Dan Yang Terakhir, aku akan memberikan Pernikahan untuk Dewa Qiang".


Para Dewi beserta para keluarga besar kini sangatlah antusias mendengar Dewa Qiang yang akan di beri Pernikahan, siapa tahu diantara mereka yang akan menjadi calonya .


Tapi tidak dengan Ah Yue yang dibakar api cemburu saat melihat begitu antusiasnya para dewi dewi tersebut .


"Terimakasih Yang Mulia, tapi bolehkah hamba meminta pernikahan tersebut dengan Putri anda Yang Mulia?". Tanya Su Qiang dengan Sopan.

__ADS_1


"Hahahah, tentu saja kau harus dengan Ah Yue ku Dewa Qiang". Ucap Kaisar yang kini membuat semua yang antusias kini menjadi putus asa.


"Karena semua sudah ku umumkan, maka mulai malam ini kita akan merayakan kemenangan bersama sama. Dan untuk acara resmi penobatan akan dilakukan Tiga Hari lagi"


__ADS_2