
Di dunia nyata....
Terlihat tubuh Ah Ying yang masih terbang dan diselimuti cahaya biru itu tiba tiba mengeluarkan dentuman yang amat keras..
Boommmm...
Setelah dentuman itu berakhir cahaya yang menyelimuti Ah Ying pun mulai meredup, tetapi sebelum benar benar meredup tiba tiba muncul lagi cahaya berwarna keemasan muncul mengitari seluruh tubuhnya .
Su Lian yang melihat kembali cahaya keemasan itu segera terduduk karena tidak kuat menopang tubuh kekarnya yang tiba tiba lututnya terasa lemas.
"Ying'er kumohon bertahanlah". Gumam Su Lian.
Cahaya Keemasan itu terus menyelimuti tubuh Ah Ying , hingga seperti ribuan kunang kunang yang terlihat . Rambut panjang Ah Ying kini benar benar berubah menjadi sewarna perak dan muncul tanda putih di dahi Ah Ying yang menandakan penyatuan Jiwa mereka telah selesai.
Tubuh Ah Ying kemudian perlahan turun kembali ke permukaan tanah seiring cahaya keemasan itu menghilang perlahan, Su Lian yang mengetahuinya segera berusaha berdiri dan menghampiri Tubuh Ah Ying yang terkulai lemah dan tidak sadarkan diri.
Dengan telepatinya dia memanggil Hua Lin yang kini menjadi gelang yang indah untuk segera muncul ke depan mereka berdua.
"Hua Lin, keluarlah bawa kami kembali ke kediaman". Ucap Su Lian menggunakan Telepatinya.
Kemudian keluarlah cahaya merah dari gelang yang di gunakan Su Lian yang kemudian menjadi seekor elang Hitam yang sangat besar yang kepalanya terdapat mahkota kecil.
Su Lian yang melihat Hua Lin sudah berubah segera mengangkat tubuh Ah Ying ke atasnya dengan sangat bersusah payah.
Setelah tubuh Ah Ying sudah berada di atas elang mitologi tersebut Su Lian segera menyusul menaikinya.
"Bawa Kita pulang ke kediaman di Desa Hao, dan untuk kudaku bilang dengannya untuk menyusul pulang ke kediaman". Perintah Su Lian .
"Baik Tuan". Ucap Hua Lin .
Su Lian Dan Ah Ying sudah berada di atas tubuh elang besar itu , tanpa lagi diperintah elang itu segera terbang tinggi dan pergi dari hutan Matahari untuk kembali ke Pavilium JunYi.
Hua Lin mengirimkan telepati kepada para burung yang berpapasan dengannya untuk menyampaikan pesan Su Lian kepada sang kuda yang berada di luar Hutan matahari.
Di tengah perjalanan terlihat sosok naga hitam yang datang menghampiri Su Lian yang sedang menopang tubuh kotor Ah Ying yang sudah berubah warna rambutnya.
"Salam Dewa Perang Su Qiang". Ucap naga tersebut.
" Jangan memanggilku seperti itu jika kita berada di dunia bawah Naga Agung Yin".
"Baiklah Dewa, lalu aku harus memanggilmu apa?".
"Panggil saja Su Lian atau pangeran kedua".
"Baiklah Pangeran kedua". Ucap sang Naga Agung Yin.
"Untuk apa kau kemari?".
"Saya kemari untuk kembali kepada Nona Ying yang anda bawa Tuanku".
Su Lian mengernyitkan dahinya kebingungan.
__ADS_1
"Saya adalah binatang kontrak Nona Ying yang sudah berevolusi Tuan, ".
"Bukankah Ying'erku sudah membuat kontrak dengan Naga Agung Yang?".
"Benar tuan, dan saya pun juga sudah berkontrak dengan Nona Ying, hanya saja Kemarin saya pergi untuk berevolusi".
"Jadi begitu, baiklah aku mengerti".
"Kau masuklah kedunia Artefak Ah Ying dahulu, karena Ying'erku sedang kelelahan karena pembukaan segelnya, nanti jika dia sudah sadar kau bisa memperlihatkan diri".
"Baik Tuanku".Ucap Sang naga yang kemudian masuk ke dalam dunia Artefak Ah Ying.
Elang besar itu segera menukik kebawah untuk turun di depan kediaman Su Lian karena mereka sudah berada tepat diatas kediaman, mereka turun kebawah dengan kecepatan sedang hingga sampai di permukaan tanah dengan keadaan baik.
Para pelayan yang melihat Elang Tuannya segera keluar untuk menghampiri sang elang yang ternyata membawa dua manusia yang sangat kotor dan dengan keadaan yang tidak cukup baik.
"Selamat datang Yang Mulia, bagaimana yang mulia bisa sangat kotor seperti ini?". Kata salah satu pelayan kediaman.
"Kau Bawa Nona Ying ke kamarnya, jangan lupa bersihkan tubuhnya dan ganti pakaiannya, dan suruh pelayan lain panggilkan Tabib Lao untuk memeriksa kondisi Nona Ying. Dan Kau TuTao siapkan aku air hangat,aku ingin berendam sebentar". Ucap Su Lian kepada para pelayan yang menghampirinya.
"Tunggu, biar aku saja yang membawa Ah Ying, selebihnya kerjakan dengan baik". Ucap Su Lian kembali.
"Baik Tuan". Ucap para pelayan itu.
Su Lian segera membawa tubuh Ah Ying yang masih terkulai lemah kedalam kamar yang sudah disediakan, setelah meletakkan tubuh gadis tersebut Su Lian segera pergi untuk membersihkan diri dan memberi ruang para pelayan untuk membersihkan Ah ying.
Tak Lama kemudian Tabib Lao datang ke kediaman Su Lian yang kemudian diantar salah satu penjaga ke tempat dimana Ah Ying berbaring lemah.
"Tabib Lao telah tiba". Ucap Salah satu penjaga kamar Ah Ying yang membuat para pelayan yang tadinya membersihkan Ah Ying kini beringsut mundur memberi jalan sang tabib.
"Panggilkan Yang Mulia Pangeran dahulu, baru aku akan mengecek kondisi nona ini". Ucap Tabib Lao kepada pelayan di depannya.
"Baik Tuan Tabib mohon tunggu sebentar".
Ucap pelayan itu sambil membungkukkan badannya yang kemudian undur diri.
____________
Setelah Ah Ying seperti tersedot kedunia lain tiba tiba ia sampai di sebuah padang Rumput yang ditumbuhi bunga bunga yang indah dan sangat luas.
Ah Ying kembali bingung tentang apa yang terjadi ,kenapa dia masih juga berada di Dunia yang dia sama sekali tidak tahu menahu.
"Dimana Lagi aku ini? Kenapa malah di padang Rumput yang tidak aku kenal". Gumam Ah Ying sembari melihat kanan Kiri yang berisikan Rumput dan bunga bunga warna warni tang bermekaran.
"Yue'er".
"Siapa disana?".
Terdengar suara perempuan di balik padang rumput dan bunga yang ada didepannya.
"Yue'er aku ibumu". Ucap perempuan Itu.
__ADS_1
"Janganlah mengaku ngaku". Ucap Ah Ying lagi.
"Ah Yue, coba kau lihat sebelah kananmu". Ucap perempuan itu kembali .
Dan Ah Yue pun segera menoleh ke arah yang di tunjuk perempuan itu dengan rasa penasarannya.
"Ibu..". Lirih Ah Yue.
"Yue'er, kemarilah apakah kau tidak merindukan ibumu ini?".
"Ibu, benarkah itu kau?? lalu kita ini dimana bu?". Ucap Ah Ying sembari meneteskan air mata kebahagiaannya.
"Ah Yue sekarang kita berada di nirwana, dan sekarang Yue'er harus mengambil hak Yue'er yang tertinggal di Nirwana ini".
"Maksud ibu bagaimana?". Ucap Ah Yue yang kemudian memeluk sang ibu dengan penuh rasa Rindu.
"Ah Yue mempunyai dua jiwa yang tidak bisa menyatu sebelumnya, yang terpecah di Dunia yang berbeda dan sekarang Jiwa Ah Yue sudah seutuhnya menjadi satu, jadi seharusnya Ah Yue datang ke nirwana untuk mengambil pusaka langit yang menjadi Hak Yue'er".
"Begitu ya?. Lalu pusaka seperti apa itu bu?".
"Ah yue punya Dua Tusuk Konde kan?".
"Aku punya ibu".
"Sekarang lepas Kedua Tusuk Konde itu , mereka akan memberimu petunjuk jalan untuk sampai di pusaka yang ibu maksud".
"Tapi aku masih merindukanmu ibu".
"Sudahlah Yue'er, nangi kita bisa bertemu lagi, waktumu tidak banyak. Apa kau tidak kasihan dengan ragamu yang terkulai lemah di ranjang itu?".
"Raga? bagaimana maksud ibu?". bukankah sekarang aku disini?".
"Tidak Yue'er, yang disini adalah Jiwa Ah Yue sedangkan Raga Ah Yue sekarang berada di Dunia bawah".
"Pantas, aku merasa sedikit aneh". Ucap Ah Yue sembari menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Baiklah ibu, Mari kita mulai".
Ah Yue atau Ah Ying segera melepaskan kedua Tusuk Kondenya yang kemudian secara ajaib Tusuk konde itu terbang perlahan melewati padang rumput dan bunga di depannya, tanpa basa basi Ah
Ying segera mengikuti Kedua Tusuk konde itu, begitu juga Sang Ibu.
Kedua Tusuk konde itu terbang perlahan hingga berhenti pada batu yang sangat besar di tengah padang Rumput tersebut .
"Batu? Ibu kenapa berhenti di batu besar ini?".
Ibu Ah Yue pun tersenyum dan mengarahkan kedua Tusuk Konde itu untuk memasuki celah batu yang berada tidak jauh dari depan Ah Yue.
"Masukkan kedua Tusuk Kondemu ini". Ucap Ibu Ah Yue sembari memasukkan Kedua Tusuk konde tersebut.
Setelah semuanya masuk dengan sempurna , batu besar itu bergetar hebat yang kemudian terbelah menjadi dua bagian yang memperlihatkan sebuah pusaka langit di tengah tengah batu besar tersebut.
__ADS_1