Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
36. Pavilium JunYi


__ADS_3

Ah Ying dan ketiga Pangeran segera melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda, mereka segera menaiki kuda masing masing termasuk Ah Ying dan Su Lian yang menunggangi kuda yang sama.


Kini Ah Ying pun mulai terbiasa satu kuda dengan Pangeran Agung tersebut tanpa ada rasa risih diapun segera menaiki kuda dan duduk di depan Su Lian.


"Ayo Jalan". Ucap Su Lian yang kemudian memacu kudanya


dengan kecepatan sedang.


Hanya membutuhkan waktu singkat mereka segera keluar dari Kota Yu, dan memulai perjalanan panjang mereka melewati berbagai banyak desa setelah Kota kecil itu.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua hari , mereka akhirnya singgah kembali di Desa Hau yang sudah dekat dengan Hutan Matahari untuk sekedar melepas lelah dan makan siang karena hari ini tepat pada siang hari.


"Aku lelah kakak, bukankah lebih baik kita beristirahat dahulu ". Ucap Haocun sembari merenggangkan ototnya yang kaku di perjalanan .


"Kalian istirahatlah di kediamanku yang berada di Desa Hao ini, Ikuti aku". Jawab Su Lian.


"Wahh ternyata kau punya rumah di desa perbatasan ini kak?". ucap Haocun


". Dasar B*d*h, bukankah Kakak kedua memang selalu di beri tugas diperbatasan, maka harus mempunyai tempat tinggal bukan, itu adalah hal yang wajar". Jawab Tianzi sedikit jengkel sembari memukul pelan kepala Haocun.


"Heheh, aku lupa kakak". Ucap Haocun sambil tertawa kecil.


Tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sudah sampai di depan Kediaman Su Lian.


"Pavilium JunYi". Gumam Ah Ying saat melihat plakat di atas pintu gerbang .


"Selamat datang Yang Mulia Pangeran Agung ". Ucap salah satu penjaga kediaman tersebut.


"Bukakan pintu, dan siapkan Jamuan untuk tamu kita". Ucap Su Lian kepada penjaga tersebut.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia".


Mereka berempat segera memasuki kediaman Su Lian yang tidak begitu luas tetapi cukup untuk mereka berempat, dengan desain kuno yang elegan cukup nyaman di tempati, ditambah penjagaan yang lumayan ketat dibanding di istana kekaisaran Qin.


"Apa kau yang mendesain semua ini?". Tanya Ah Ying sembari berkeliling melihat ukir ukiran rumit di setiap dindingnya .


"Tentu Ying'er, jika Ying'er mau , aku akan membuatkannya untukmu". Jawab Su Lian sembari berkata sedikit manja kepada Ah Ying .


Kedua pangeran yang mendengar perkataan sang kakak sepontan saling pandang satu sama lain karena Su Lian jika dihadapkan dengan Ah Ying akan sangat berbeda, berbanding terbalik dengan sikapnya kepada yang lain.


"Gage apakah dia benar benar kakak kedua kita?". Tanya Haocun kepada Tianzi.


"Entahlah .. mungkin dia dirasuki sosok hantu baik hati jika bersama Nona Ying".


Kedua pangeran yang asik dengan obrolan mereka tiba tiba tertawa lepas saat membicarakan sang kakak keduanya itu, membuat kedua insan yang sedang saling melempar tatapan di depanya terperangah melihat kelakuan mereka berdua.


"Ishhh,,, sungguh pasangan yang cocok bukann ,, hahahahah". Ucap Haocun yang terus tertawa melihat kedua insan tersebut


Mereka berempat segera mengikuti pelayan untuk menuju Ruang makan di Pavilium JunYi itu, dengan bersenda gurau Haocun dan Tianzi dengan sengaja merangkul pundak Ah Ying dari sisi Kanan dan Kiri, membuat Su Lian terlihat tidak senang dengan kelakuan mereka berdua.


"Kakak ipar, apa kau tidak mau mencari pria lain, bukankah aku atau kakak ketiga juga sama tampanya, yang jelas kami tidak sedingin dan sependiam pria yang disana". Ucap Haocun sembari mengedipkan mata memberi kode kepada Ah Ying dan Tianzi .


"Boleh juga, jika aku menjadi kekasih kalian mungkin setiap hari aku akan sangat bahagia karena tingkah konyol kalian". Ucap Ah Ying yang tambah memprovokasi dan mengedipkan mata kepada Haocun tanda dia memahami triknya.


"Nona Ying tidak pantas denganmu , Mungkin dia pantas denganku yang tidak B*d*h dan lambat tentunya". Giliran Tianzi yang sama sama memprovokasi Su Lian.


"Aku pikir Kalian berdua sama sama menjadi kekasihku akan lebih baik, bukankah begitu?". Jawab Ah Ying sembari menaik turunkan alisnya.


Su Lian yang melihat ketiganya memprovokasinya, Dengan langkah yang semakin dipercepat untuk menyusul ketiga sejoli yang sedang asik bercanda.

__ADS_1


Dengan tangan kekarnya dia segera melepas kedua tangan adik adiknya dari pundak Ah Ying, yang kemudian dengan gerakan cepat Su Lian segera menggendong Ah Ying ala bridal agar lebih cepat sampai di ruang makan.


"Su Lian turunkan akuu,, apa kau tidak malu dilihat banyak orang?". Kata Ah Ying sembari mencoba melepaskan diri.


Su Lian yang mendengar Ah Ying meronta ronta ingin melepaskan diri, malah memper erat pegangannya pada pinggang ramping Ah Ying. Tanpa menjawab apapun Su Lian masih menggendong Ah Ying tanpa memperdulikan sekitarnya apalagi sang adik yang berada di belakangnya dengan ekspresi bodoh.


"Turunlah, sudah sampai". Singkat Su Lian.


"Kau saja tidak menurunkan dan melonggarkan tanganmu bagaimana aku bisa turun Pria Genitt!!". ucap Ah Ying sambil sedikit berteriak di kuping Su Lian.


Su Lian yang melirik bibir merah muda Ah Ying mulai tergoda dan segera mencondongkan wajahnya di depan bibir ranum itu dan bersiap untuk merasakan bibir merah muda tersebut.


Tetapi sebelum kedua bibir mereka bertemu , Kedua Pangeran yang berada di belakang mereka segera memecahkan suasana hingga Su Lian mengurungkan niatnya untuk mencicipi bibir merah muda itu lagi .


"Ehemmm.. kakak ini masih sangat siang, kenapa panas sekali yaaa".Ucap Haocun.


"Ahh kau b*d*h sekali , bukankah ini musim dingin". Timpal Tianzi.


"Kau benar, tapi aku merasa begitu dingin, merindukan kasih sayang dari seorang kekasih, ohhh". Ucap Haocun dengan wajah dibuat sesendu mungkin.


Ah Ying yang menyadarinya segera menjadi bersemu merah karena tingkah Su Lian yang selalu membuat jantungnya berdegup kencang.


"Sudah sudah, mari kita makan siang dahulu, baru meneruskan kemesraan kalian, tapu nanti setelah kita kenyang".Ucap Tianzi sembari mendahului duduk di meja makan dan kemudian tanpa rasa malu dia segera mengambil semangkuk nasi dan beberapa lauk pauk yang kemudian disantapnya tanpa memperdulikan yang lain .


"Kakak ketiga, kenapa kau makan duluann,, aku ikuttt". Ucap Haocun kemudian ikut duduk dan mulai melakukan hal yang sama seperti sang kakak..


Kemudian Ah Ying dan Su Lian dengan perlahan menuju meja makan dan segera melakukan hal yang sama seperti kedua orang itu .


Mereka menyantap makanannya dengan diam, sesekali Su Lian melirik untuk sekedar melihat Ah Ying.

__ADS_1


Semoga kau segera mengingatku Yue'er. Guman Su Lian dari dalam hati.


...****************...


__ADS_2