Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
67. Penangkapan Part 2


__ADS_3

Para prajurit yang kini ditugaskan untuk menangkap Jendral Zhen kini telah sampai di kediaman Jendral .


Kediaman yang terlihat sangat sibuk karena akan mengadakan suatu acara kini dikejutkan oleh segerombolan Prajurit Istana dan Prajurit Pengadilan mendatangi Kediaman Zhen tersebut.


Salah seorang pelayan segera memberitahu semua tuan rumah secepatnya.


"Ada apa ini? kenapa kalian datang ke kediaman Jendral Zhen?". Tanya penjaga Gerbang kepada Ketua prajurit yang ia kenali.


"Kami harus menangkap Jendral dan seluruh anggota keluarganya, lebih baik kau dan teman teman mu janganlah ikut campur, karena semua bukti kejahatan keluarga ini sudah ada di pengadilan Pusat". Ucap Pemimpin Prajurit tersebut.


"Terserah kau saja, masuklah, aku dan teman temanku tidak akan ikut campur". Ucap Penjaga Gerbang sembari membukakan Gerbangnya.


Dari kejauhan terlihat seluruh penghuni Kediaman Jendral berbondong bondong mendatangi para Prajurit yang mendatangi kediaman Keluarga Zhen mereka .


"Ada Apa ini!! kenapa kalian datang dengan banyak sekali pasukan?".Ucap Jendral Zhen dengan Suara Lantang.


"Baguslah kalau kau dan seluruh keluargamu berkumpul, Jadi aku tidak akan repot repot mengumpulkan mereka". Ucap Ketua Prajurit itu.


"Apa Maksudmu? berani beraninya kau berkata tidak sopan pada Jendral besar?". Ucap Istri pertama Jendral Zhen.


"Heh, sudahlah, tidak perlu berbasa basi. Tangkap mereka semua, jangan sampai ada yang lolos. Kalau perlu hajar siapa saja yang ingin melarikan diri tapi ingat jangan sampai mati". Ucap Ketua prajurit.


Prajurit prajurit segera mendekati keluarga Jendral Zhen untuk menangkap mereka semua, tetapi Jendral Zhen yang sudah siap dengan pedangnya kini mulai melawan para prajurit di depannya.


Dengan sangat cepat dan sigap , Jendral Zhen berhasil melumpuhkan sebagian besar Prajurit. Ketua Prajurit kini menggeram marah melihat Teman temannya sudah tergeletak tak bernyawa.


Saat Ketua prajurit Tersebut akan mencoba melawan, tiba tiba terdengar suara gadis yang begitu lembut saat di dengar ditelinga.


"Wah wahh, ada pertunjukkan yang bagus di kediaman Jendral Besar Zhen". Ucap Gadis itu sembari bertepuk tangan membuat semua orang tertuju padanya.


Terlihat seorang gadis bercadar yang memakai pakaian berwarna Biru yang terlihat anggun, di tambah Rambut peraknya yang begitu berkilau membuat yang melihatnya menyipitkan matanya.


"Siapa Kau?". Tanya Lirih ketua Prajurit itu.

__ADS_1


"Aku akan membantumu, kau tidak perlu tahu siapa aku".


"apa kau bisa kupercaya?". Tanya nya lagi .


"Tentu saja, karena aku yang memberikan bukti bukti itu kepada Hakim". Ucap Gadis itu membuat prajurit yang mendengar tertegun mendengarnya.


"Baiklah aku akan percaya padamu kalau kau membantu kami menangkap mereka". Ucap Salah satu prajurit.


"Tentu saja". Singkat gadis berambut perak itu .


Gadis itu segera berjalan menuju kumpulan Keluarga Jendral Zhen yang sedang ketakutan saat melihat mayat mayat yang tergeletak.


"Hmm hebat, pantas saja menjadi kebanggaan Kaisar ". Ucap Gadis itu sembari mengangguk anggukan kepalanya.


"Siapa Kau Gadis? apa urusanmu dengan Keluargaku?". Tanya Jendral Zhen .


"Huh, kau tidak perlu mengetahui siapa Diriku ini. Dan urusannya denganmu adalah, kau harus membayar semua kesalahanmu itu ke pengadilan". Ucap Gadis itu sembari memainkan rambutnya dengan centilnya.


"Apa Maksudmu Gadis , Sebaiknya kau jangan mengusik keluargaku jika kau ingin hidup!!". Gertak Jendral Zhem Lan.


"Lancang!! lalu apa urusannya denganmu?!!".


"heh, apa kau tidak tahu atau pura pura tidak tahu atau bahkan kau ini memang bodoh?". Ucap Gadis berambut perak itu sembari memiringkan kepalanya.


"Hasshh kau terlalu bertele tele... akan kubunuh kau!!". Ucap Jendral Zhen yang kemudian bersiap melenyapkan Gadis berambut perak itu dengan pedang besar di tangannya.


Tetapi sebelum dia benar benar melangkah, kakinya tiba tiba terjerat oleh sulur sulur yang entah dari mana datangnya.


"Biarlah aku mengatakannya dulu. Hufh sangat tidak sabar. Sekarang biarlah aku memperjelas, Semua kesalahan yang kau tuduhkan kepada Jendral Wu dan seluruh keluarganya adalah......... Kesalahanmu sendiri... Dan Kau tahu, aku mempunyai buktinya dan semua bukti sudah berada di tangan Hakim Wang". Jelas Gadis berambut perak tersebut hingga membuat Jendral Wu terduduk lemas.


"Bagaimana mungkin, Semua bukti itu seharusnya berada di dalam Kamar Kaisar. bagaimana bisa bukti bukti itu di curi??". Gumam Jendral Zhen...


Gadis berambut perak tersebut tanpa ingin berlama lama segera menggunakan elemen logamnya untuk membuat borgol untuk memborgol seluruh keluarga Zhen tersebut. Setelah semua tangan dan kaki terborgol dari elemen Logam, Gadis berambut perak segera memberikan Kuncinya kepada Prajurit yang berada di atas kuda.

__ADS_1


"Simpanlah, kau tenang saja mereka tidak akan bisa menggunakan Kultivasinya karena di netralkan oleh elemen logam ku". Ucap Gadis itu .


Setelah menerimanya, Gadis berambut perak itu segera pergi dengan cepat sehingga tidak ada yang bisa mendeteksi kepergiannya.


Sedangkan Jendral Zhen kini hanya pasrah dan segera mengikuti para prajurit tanpa ada perlawanan dan penolakan.


____


Di kamar Ah Ying mulai gelisah akan rencanannya nanti, hingga akhirnya dia memutuskan untuk segera kembali ke ibukota. Ah Ying berjalan menuju kamar Su Lian yang masih tertutup rapat.


"Lian, apa kau di dalam? aku ingin bicara padamu?" Teriak Ah Ying dari luar kamar tetapi tidak ada sahutan dari dalam.


"Dimana orang itu kenapa tidak menjawabku". Gumam Ah Ying .


"Nona, sepertinya pangeran menyebalkan itu sudah pergi meninggalkanmu sendirian". Ucap Qiqi melalui telepati.


"Entahlah, biarlah dia pergi kalau begitu kita pergi ke ibu kota sekarang. Sepertinya penangkapan Jendral Zhen tidak akan berjalan dengan lancar". Jawab Ah Ying...


Ah Ying pun segera menggenggam erat Kalung yang ia gunakan, sehingga dia dengan cepat berteleportasi tepat di samping kediaman Jendral Zhen.


"Keberuntungan yang hebat". Guman Ah Ying.


Saat melihat rambut hitamnya kini sudah memudar dan terganti oleh rambut Peraknya yang menyilaukan mata .


"Ah Biarlah yang penting aku masih menggunakan cadar". Gumam Ah Ying.


Ah Ying kemudian melangkah maju dan memasuki Kediaman Jendral Zhen yang ternyata sudah terjadi pertumpahan darah hingga membuat orang orang bergidig ngeri tentang apa yang terjadi di Kediaman Jendral .


Awalnya Ah Ying ingin melihat apa yang akan terjadi, tetapi melihat prajurit yang akan menangkap Jendral Zhen kini berkurang begitu banyak mau tidak mau Ah Ying harus membantu sebisanya.


Setelah menyelesaikan penangkapan Jendral Zhen , Ah Ying pun segera pergi dari kediaman Jendral Zhen itu menuju Kediamannya sendiri melalui pintu belakang agar tidak ada yang mengetahui kehadiran dirinya.


Setelah selesai Beristirahat, Ah Ying segera menyusun rencana untuk penyerangan Di Istana yang akan dilakukan tepat saat penyerangan di Sekte Naga Putih .

__ADS_1


Ah Ying segera menemui salah satu prajurit bayangannya untuk menanyakan tentang pengendali binatang tersebut.


__ADS_2