
Jiwa Ah Ying pun kembali kedalam tubuh dengan meninggalkan beribu pertanyaan yang akan dilontarkan kepada Su Lian.
Perlahan Ah Ying membuka matanya kemudian menatap sosok Pria berambut perak yang sedang tertidur dengan posisi duduk .
semoga ingatanku kembali pulih , dan kau tidak akan merasa sakit bila bersamaku Su Lian. Gumam Ah Ying dalam hati.
Tangan Ah Ying dengan naluri mengusap kepala Su Lian yang masih tertidur.
Mendapati ada pergerakan tangan dari Ah Ying, Su Lian segera tersadar dan mendongakkan kepalanya untuk melihat Ah Ying.
Seketika tatapan merekapun bertemu, ada rasa rindu yang teramat sangat dari benak Su Lian dan Ah Ying.
" Kau sudah bangun Ying'er?". Ucap Su Lian memecahkan keheningan.
"Iya,,". Ucap Ah Ying dengan Suara serak.
"Baguslah,, Aku akan pergi dahulu, karena ini sudah pagi, takut ada orang yang melihat kita".
"Baik, hati hati".
Setelah Su Lian pergi Qiqi pun segera keluar dari dunia Artefak , dia sebenarnya mengetahui apa yang terjadi di luar tetapi lebih memilih keluar ketika Su Lian pergi .
"Nona.. Apa kau baik baik saja". Tanya Qiqi..
"Aku baik Qiqi, hanya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu".
"Tentu nona".
"Apa kau tahu tentang berkultivasi ganda Qiqi?".
"Kenapa kau bertanya seperti itu nona?".
"Ahhh Qiqi jawab dulu pertanyaanku baru aku jelaskan".
"yayaya baiklah nona. Kultivasi ganda adalah kultivasi yang dilakukan berpasangan dengan seseorang yang saling memberi dan mengalirkan energi Qi nya , Biasanya kultivator yang berkultivasi ganda bisa mencapai kekuatan Qi dua kali lipat nona dan tepatnya lebih cepat menuju ranah kultivasi selanjutnya".
"Ahh jadi begitu ya".
Tiba tiba terdengar suara orang berjalan dari balik pintu.
"Pagi Nona Ah Ying dan nona Qiqi, apakah kalian sudah bangun? sarapan sudah siap nona nona". Ucap Anchi Anchu dari balik pintu.
"Kami sudah bangun, siapkan saja sarapanya, kami akan mandi di kolam air panas kediaman ".
"Baik nona".
Anchi dan Anchu segera menyiapkan sarapan di ruangan Ah Ying , sedangkan Ah Ying dan Qiqi berencana berendam sebentar di kolam air hangat belakang kamar Ah Ying.
"Wahh nona kenapa kita dari kemarin tidak berendam disini saja, dan malah menyuruh mereka menyiapkan air panas".
" hahaha aku lupa Qiqi, Biarlah yang terpenting kita sudah mengingatnya". Jawab Ah Ying dengan wajah yang menggemaskan.
"Kau seperti bocah tujuh tahun saja nona ".
__ADS_1
"Mentang mentang kau sudah sepuluh tahun yaa".
Mereka akhirnya tertawa lepas bersama meninggalkan sejenak beban pikiran yang selama ini mengganggu.
Tidak lama mereka berendam 10 menit saja mereka segera keluar dari kolam untuk segera sarapan dan melakukan hal yang baru .
Mereka berdua segera menuju ruangan yang sudah disiapkan sarapan, dan seperti semalam Anchi dan Anchu dipersilahkan oleh Ah Ying untuk makan bersama di meja yang sama.
Suara Gelak tawa renyah mereka membuat suasana di mansion itu begitu hidup dan berwarna.
"Ahh kenyangnyaa... Anchi Anchu, aku akan pergi keluar dengan Qiqi, kalian bersantailah selagi kami pergi, mungkin akan kembali larut malam ".
"Kemana Nona akan pergi?". Tanya Anchu.
"Aku hanya ingin pergi ke pasar, membeli beberapa keperluan".
"ohh baik nona, Kami harap kalian selalu berhati hati".
"Tentuu..". Ucap Ah Ying sembari berjalan keluar kamar.
Mereka segera berjalan menyusuri jalan jalan ke kamar keluarganya dulu sewaktu masih hidup, perasaan kesepian kini muncul kembali di benak Ah Ying yang juga kemudian secepatnya ditepis agar dia tidak selalu terpuruk dalam kesedihan.
"Nona, hendak kemana kalian?". Tanya Kepala pelayan.
"Ahh,, aku akan berjalan jalan, mungkin larut nanti baru akan kembali, kalian bekerjalah dengan baik dan ingat selalu berhati hati, karena kita belum punya penjaga jadi tetap waspada, mengerti?".
"Mengerti Nona".
"Kau ini masih muda tapi sudah pikun , aku akan menagih janji setiap hari padamu Qiqi".
"Wajahku saja yang seperti sepuluh tahun, tapi aku sudah hidup ribuan tahun tau". Jawab Qiqi merajuk.
"Hahahah... kau ini, kalau kau bicara kepada orang lain pasti tidak ada yang percaya, karena wujudmu saja menggemaskan".
"ihhh nona".
Ah Ying pun tertawa lepas melihat tingkah lucu Qiqi yang sangat mudah merajuk saat digoda.
Mereka akhirnya sampai di pasar yang dituju, suara pedagang yang sedang menawarkan dagangannya dan para warga yang lalu lalang membuat suasana menjadi semakin damai ketika melihatnya.
"Ramai sekali, jadi teringat Duniaku sebelum datang kedunia aneh ini". Gumam Ah Ying lirih.
"Nona Apa rencanamu saat ini? Kenapa kita malah kepasar?".
"Apa kau tidak mengetahui sesuatu Qiqi?".
"Maksudmu nona?".
"Coba kau perhatikan kananmu sekitar Lim belas meter, Di balk bangunan kedai disana ada segerombol orang berbaju hitam yang tengah mengawasi kita dari kita masih di mansion".
Qiqi segera mempertajam penciuman dan penglihatannya untuk memastikan perkataan Ah Ying.
Setelah diperhatikan ternyata benar ada sekitar Dua Puluh orang berbaju hitam dan bercadar yang sedari tadi mengamati gerak gerik mereka berdua.
__ADS_1
Ah Ying yang selalu memakai cadarnya saat sudah sampai di Ibukota membuat para Pria berbaju hitam itu dengan mudah mengawasinya.
"Kau benar nona, ada sekitar dua puluh orang . Lalu apa rencanamu ?".
"Kita giring mereka di gang yang sepi, baru kita habisi mereka".
"Baiklah, mari kita olahraga pagi". Ucap Qiqi bersemangat .
Mereka segera berjalan perlahan agar tidak dicurigai oleh orang orang berbaju hitan itu,Hingga Ah Ying menemukan gang kosong kemudian mereka berdua memasuki gang tersebut yang ternyata buntu.
"Kita tunggu disini, dalam hitungan detik mereka pasti segera tiba". Ucap Ah Ying diangguki oleh Qiqi.
Dan benar adanya, sekumpulan orang berbaju hitam segera mengepung Ah YIng dan juga Qiqi yang sedang duduk santai yang memang menunggu mereka.
"Wah wahh... Ternyata kalian cepat juga menemukan kami". Ucap ah Ying sambil menyilangkan kakinya.
"Diam kau Gadis, Tidak perlu bertele tele , KAmi akan membawa kepalamu kepada Raja Kami".
"Oooh jadi kalian ini pembunuh bayaran ya?". Ucap Ah Ying kembali sembari memiringkan kepalanya dengan wajah yang di buat buat.
"KAu benar, Sudahlah menyerah saja agar kami tidak mengeluarkan tenaga yang banyak untuk membunuhmu!".
"Hei kakek tua, bagaimana aku bisa menyerah jika akhirnya aku mati... Bo*oh".
"Kurang ajar cepat serang gadis sialan ini, Bunuh mereka, dan serahkan kepalanya kepada Raja Kita!!!". Seru salah satu pria berbaju hitam tersebut,
Ah Ying yang mendengar mereka akan menyerang masih mempertahankan psisi duduknya tak bergeming sedikitpun.
Para Pembunuh bayaran segera menyerang Ah YIng dari berbagai arah, sedangkan Ah Ying mengeluarkan Tusuk kondenya dan kemudian mengaliri Qinya hingga berubah menjadi pedang merah menyala berelemen Api.
"Dasar bo*oh, Qiqi mari kita berolah raga".
Ah Ying segera menebas para pebunuh bayaran yang berusaha mendekat hanya dengan satu kali tebasn mereka segera kehilangan kepalanya.
Sedangkan Qiqi segera berubah menjadi naga yag cukup besar atau bisa di bilang separuh dari tubuh aslinya.
Membuat para pembunuh yang lain bergidig ngeri melihat binatang spiritual mitologi yang katanya mempunyai kekuatan berkali kali lipat.
Naga Qiqi segera menyemburkan api biru atau disebut api abadi kepada pembunuh yang berada di depanya, sehingga yang terkena akan menghilang seketika.
Hingga menyisakan Sang ketua pembunuh yang masik hiup untuk di introgasi.
"Cepat katakan, siapa yang membayarmu?". Tegas Ah Ying.
"Aku Tidak akan mengatakanya, sapai matipun tidak akan!".
"Jad iu maumu, baiklah".
Sleeppp
Pedang api Ah Ying berhasil menembus jantung pembunuh itu.
Saat Akan meninggalkan mayat ketua pembunuh tiba tiba terlihat sebuah token Giok berwarna hitam bertuliskan, Pavilium Quanzy.
__ADS_1