Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
54. Pusaka Langit


__ADS_3

Dengan tenang Ah Ying Mulai membuka kipas Ajaibnya , dengan perlahan Ah Ying mulai melangkahkan kakinya ke depan dengan kedua tangan yang sudah dialiri energi Qi.


Kalajengking Raksasa segera mengeluarkan Gumpalan cahaya merah dari ekornya , kemudian mereka lemparkan kearah Ah Ying dan Su Lian.


"Awas Ying'er". Teriak Su Lian.


Dengan gesit mereka menghindar dari bola bola merah yang diarahkan oleh Kalajengking raksasa tersebut. Mereka mencari celah yang tepat untuk membalas serangan yang dilakukan ketiga Kalajengking raksasa tersebut.


Ah Ying terfokuskan oleh Satu kalajengking raksasa, sedangkan Su Lian Di hadapkan Dua Kalajengking raksasa.


"Nona, kalajengking itu mempunyai kelemahan diperutnya, mungkin kau busa menggunakan elemen kayu atau tanah untuk melawannya". Ucap Bai Lu menggunakan Telepati.


"Baiklah Akan ku coba".


Ah Ying segera mengumpulkan Qi yang kemudian memfokuskan pada perut Kalajengking tersebut, dengan Kekuatan tak terbatasnya ia mulai mengambil banyak energi untuk menembus perut Kalajengking tersebut menggunakan Elemen kayunya. Sebelum itu ia terlebih Dahulu mengunci Kalajengking raksasa itu menggunakan elemen Tanah sehingga ia tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Mati Kau kali ini.....".Gumam Ah Ying yang kemudian mengarahkan elemen kayu kearah perut Kalajengking tersebut.


Crasshhh...


Perut kalajengking tersebut terbelah menjadi dua hingga mengeluarkan cairan hitam yang banyak sehingga mengenai baju yang dikenakan Ah Ying.


"Satu sudah tumbang, tinggal membantu Su Lian". Ucap Ah Ying yang kemudian segera menghampiri Su Lian yang masih berkutat dengan Dua Kalajengking.


"Butuh bantuan?". Tanya Ah Ying berbasa basi.


"Kau bisa melihatnya Nona". Jawab Su Lian yang masih terfokus pada musuhnya.


Ah Ying segera melakukan metode yang sama untuk kedua Kalajengking itu sekaligus . Setelah mereka tidak bisa bergerak karena terkurung oleh elemen tanah yang Ah Ying buat, Dengan sekuat tenaga Kayu kayu runcing tersebut mulai bermunculan seperti gergaji tepat di bawah perut kedua kalajengking.


Dan Crashhh......


Kedua kalajengking tersebut terbelah menjadi dua.


"Kau sungguh payah, lihat mudahkan".Ucap Ah Ying menyombongkan diri.


Belum mereka bernafas lega, tiba tiba kalajengking yang berukuran sedang dan para kalajengking kecil tersebut segera berkumpul menjadi satu yang kemudian muncul asap hitam hingga merubah mereka menjadi Kalajengking berkepala tiga yang super super besar.


"Astaga ini tiga kali lebih besar dari ketiga tadi".Gumam Ah Ying yang mendongak keatas untuk melihat kalajengking yang dimaksud, karena tingginya sangat sangat tinggi dan besar.


Kepala sebelah kiri mulai membuka mulutnya hingga mengeluarkan api merah yang diarahkan kepada mereka berdua.

__ADS_1


Dengan lincah dan gesit mereka berhasil menghindar dari serangan api tersebut.


Kemudian giliran kepala tengahnya mengeluarkan Sulur sulur panjang yang dikerahkan kepada mereka berdua, tetapi masih bisa menghindar.


Dan kemudian kepala sebelah kanan mulai mengeluarkan Api biru yang juga sama diarahkan ke mereka berdua. Kali ini Su Lian kurang hati hati hingga tangan kanannya terkena Api tersebut hingga meninggalkan luka bakar yang cukup serius.


"Liaaannnn... ". Ah Ying segera menghampiri Su Lian yang sedanv memegangi tangan kanannya yang terbakar .


"Kenapa Kau ceroboh sekali sih".Gerutu Ah Ying sembari mencari obat di cincin Penyimpanannya.


"Maaf, tadi kakiku tersangkut". Elak Su Lian.


"Nona, kau pakaikan Air surgawi ini, itu akan cepat menyembuhkan". Ucap Bai Lu melalui telepati.


Kemudian Ah Ying mengambilkan botol porselen yang berisikan Air Surgawi yang sengaja ia bawa untuk berjaga jaga.


"Minumlah, dan oleskan sedikit kelukamu".Ucap Ah Ying yang kemudian menyerahkan botol porselen tersebut.


Tanpa menunggu jawaban Su Lian , Ah Ying pun segera kembali untuk melawan Kalajengking super besar tersebut.


Apa ku gunakan saja Pusaka langit ini ya. Ahh.. nanti saja kalau aku terpojok. Gumam Ah Ying dalam hati.


Kalajengking super besar tersebut terus menyerang Ah Ying tanpa memberikan celah sedikitpun, Pohon pohon disekitarnya sudah porak poranda karena perkelahian dengan Kalajengking Super besar itu.


Ah Ying yang terus diserang kini hanya bisa terus menghindari serangan bertubi tubi dari Kalajengking Super besar tersebut.


Ditempat Lain...


Seorang laki laki Paruh baya yang mengendalikan Kalajengking tersebut menyeringai karena melihat Ah Ying yang kuwalahan dengan kalajengking nya itu.


"Dasar gadis yang sangat sombong di awal saja, melawan Kalajengking ku saja tidak bisa, heh..". Ucap pria tersebut.


Ah Ying yang masih menghindar kini mendapat telepati dari GoFu kali ini.


"Dewi, coba kau pusatkan semua elemen mu maka akan muncul sebuah kekuatan besar yang bisa membunuh Kalajengking itu, tidak akan ada yang tahu Nona".


"Akan kucoba Gofu, kau benar semua prajurit sedang bersembunyi dan Su Lian sudah mengetahui jati diriku".


Ah Ying segera memusatkan Qi nya dan mengeluarkan seluruh elemennya di tangan kecilnya.


Dengan terus menghindar dari serangan Kalajengking itu, Ah Ying juga berkonsentrasi dengan semua elemennya.

__ADS_1


Seluruh elemen di tangan Ah Ying kini sudah seperti arus sungai yang mengalir deras, hingga membuat Tubuh Ah Ying berkali kali lebih ringan dan lebih bertenaga.


"Sekarang nona, arahkan ke Kalajengking itu". Ucap Gofu melalui telepati.


Swushhhh....


Ah Ying mengarahkan kekuatannya ke Kalajengking tersebut.


Kumpulan kekuatan dari Seluruh Elemen Yang Ah Ying kumpulkan kini menjadi serangan bertubi tubi kepada Kalajengking super besar tersebut.


Es Runcing ditambah dengan Sulur yang besar besar menjerat kaki kalajengking itu, Bola bola api terus menghantam kulit kerasnya ditambah lagi Sambaran petir yang terus merambah masuk kedalam badannya. Pusaran angin dan Tangan dari tanahnya membuat serangan bertubi tubi juga Ke badan Kalajengking tersebut hingga kalajengking super besar itu mati diakhiri dengan serangan cahaya yang kemudian membakar organ dalam Kalajengking tersebut.


Brukkk...


Kalajengking Super besar itu akhirnya mati dengan tubuh terluka dan perut yang gosong.


Pria yang mengendalikan Kalajengking tersebut kini menggeram marah karena binatang kebanggaannya dengan sangat mudah dikalahkan oleh seorang gadis.


"Kurang ajar, Siapa gadis itu sebenarnya? kenapa dia bisa membunuh Kalajengking ku dengan mudah? dan apa itu tadi, dia bisa mengendalikan seluruh elemen?". Ucap Pria itu dengan beribu pertanyaan.


"Kalau begitu akan ku hadapi sendiri dia". Ucap Pria itu yang kemudian berteleportasi ke tempat Kalajengking itu .


Ah Ying yang ingin segera menghampiri Su Lian yang tadi terluka kini harus mengurungkan niatnya karena kemunculan pria paruh baya dengan rambut dan jenggot yang sudah memutih semua.


"Hei Kau gadis kurang ajar, berani beraninya kau memasuki hutanku ini!!!". Ucap pria itu.


"Maaf kakek, aku hanya ingin melewatinya saja". Ucap Ah Ying santai.


"Tidak ada satupun orang yang bisa melewati hutan Alam Berkabut ini hidup hidup!! karena aku akan membunuhnya.. hahhahaahah". Ucap pria itu sembari tertawa dengan keras.


"Cihh.. sombong kau pak tua". Ucap Ah Ying.


"Lancang sekali kau, rasakan ini". Pria itupun segera mengeluarkan kemampuannya yang bisa mengendalikan binatang buas.


"Nona hati hati, dia seorang pengendali, kami tidak bisa membantumu kali ini". Ucap Qiqi menggunakan Telepati.


"Kau tenang saja, aku akan menang melawannya".


"Nona kau jangan gegabah, dia mempunyai banyak sekali binatang buas". Ucap Bai Lu dengan telepati.


"Kalian tenang saja, aku akan baik baik saja". Ucap Ah Ying dengan tenang.

__ADS_1


Ia memberanikan diri untuk menghampiri Pak Tua tersebut, sebelum Ah Ying sampai di tempat Pak Tua itu tiba tiba Pak Tua itu beringsut mundur.


"Pusaka Langit". Kata Pria tua itu setelah melihat Jepit rambut yang dikenakan Ah Ying, Ia pun beringsut mundur dan kemudian bersimpuh diatas tanah yang sedikit basah karena masih tersisa sedikit Salju yang telah mencair.


__ADS_2