
Rumor kematian Mendadak seluruh Keluarga Zhen kini sudah beredar kuas di seluruh Kekaisaran Qin, Ada yang menduga bahwa mereka bunuh diri sebelum dipenggal karena kesalahan mereka ada juga yang berpendapat mereka di bunuh ataupun di racuni oleh orang di balik kesalahan Keluarga Zhen.
Berbagai macam Isu mulai muncul di kalangan bangsawan dan juga warga biasa.
Kaisar yang mendengar rumor rumor yang tak pasti itu kini hanya menanggapinya dengan acuh tak acuh. Tidak ada rasa takut bahwa semua itu adalah ulahnya .
Dengan menyesap teh di Gazebo dekat kolam Ikan di Istana, Kaisar yang sedang menikmati suasana di sekitarnya kini tersenyum penuh kemenangan. Karena orang yang akan membocorkan rencananya kini telah mati terbunuh oleh tangannya sendiri.
Dari arah lain terlihatlah Ibu Suri yang berjalan mendekati Kaisar yang tengah bersantai di Gazebo itu.
"Su Hao, apa kau sudah mendengar Rumor yang beredar?". Tanya Ibu Suri.
"Aku sudah mendengar semua Ibu".
"Untung saja kau telah menghabisi mereka, jika tidak kau akan terseret oleh mereka. Jika Ayahmu tahu bisa bisanya posisimu akan di Gantikan Anak sampah itu".
"Ibu tenang saja, aku sudah merencanakan sesuatu agar Su Lian tidak bisa merebut tahta ini". Ucap Kaisar dengan tersenyum miring.
"Ibu akan selalu mendukungmu, Lalu bagaimana penyerangan Sekte naga putih nantinya Su Hao?". Tanya Ibu Suri.
"Kemungkinan mereka akan sampai di Sekte tepat Tengah malam besok, Jadi semoga saja penyerangan berjalan dengan lancar".
"Tapi, bukankah Sekte Naga Putih itu sulit di temukan? jika ingin memasukinya bukankah harus menggunakan Token? Lalu bagaimana bisa mereka menyerang Sekte jika tidak ada Tokennya Su Hao?". Tanya Ibu suri .
"Ibu tenang saja, aku punya orang dalam yang berada di dalam Sekte Naga Putih itu, Jika Pasukan sudah tiba maka Dia akan membukakan pintu untuk mereka". Jawab Kaisar Su Hao sembari menyenderkan tubuhnya ke belakang.
"Kau memang Hebat anakku, Ibu tidak sabar ingin menguasai Seluruh Kekaisaran di Dunia Bawah ini".
Mereka berdua mulai larut dalam obrolan mengenai perencanaan yang telah mereka siapkan. Tanpa mereka sadari, ada Seorang Pria paruh baya yang mendengar semua yang dibicarakan mereka berdua dari balik Pilar besar di dekat jalan menuju Gazebo yang Ibu dan anak itu tempati.
"Sudah Ku duga, Mereka adalah Dalang di balik semua". Gumam Pria Itu yang kemudian segera pergi meninggalkan tempat persembunyiannya tersebut.
Di Sekte Naga Putih, penjagaan sudah di perketat karena perkiraan datangnya penyerang itu adalah besok malam. Sehingga Kakek Wu Yen sudah memasang Jebakan dan tameng di tempat tempat yang orang lain tidak tahu kecuali Ah Ying dan Su Lian yang selalu mendampinginya.
"Kakek, apa tidak apa apa jika nanti kakek kami tinggal ?". Tanya Ah Ying .
"Kau tenang saja Cucuku, Kakekmu ini dulu adalah Kaisar Langit yang terkenal jadi janganlah mengkhawatirkan yang sudah berpengalaman ini". Ucap Kakek Wu Yen.
"Ish kakek, sombong sekali". Goda Ah Ying.
__ADS_1
"Kakek tidak sombong, tapi kenyataan" .
"Iya iya, terserah kakek saja". Jawab Ah Ying mengalah.
"Ying'er sebaiknya kita selidiki seseoran". Ucap Su Lian yang membuat Kakek dan Cucu itu segera mengalihkan perhatiannya kepada Su Lian.
"Siapa Maksudmu?". Tanya Kakek Wu Yen sembari mengerutkan Dahinya.
"Ikutlah denganku, kalian pasti akan mengetahuinya" .
Tanpa bertanya, berkata apapun Kakek Wu Yen dan Ah Ying segera mengikuti Su Lian dengan rasa penasaran Yang teramat sangat ,yang hanya bisa di tahan di dalam hati masing masing.
Setelah sampai di tempat yang ditunjukkan Su Lian, mereka kini di kejutkan oleh seseorang yang mereka kenal sedang berkomunikasi dengan Kaisar Su Hao dari Cermin ajaibnya.
Ah Ying dan Kakek Wu Yen terlihat menahan amarahnya saat melihat orang itu membocorkan semuanya oleh Kaisar Su Hao. Dengan berat hati mereka harus melepaskan orang itu dan segera pergi dari tempat orang itu .
"Kakek, sebaiknya kita ubah rencana kita". Ucap Ah Ying.
"Kau benar, mari kita susun ulang semuanya". Jawab Kakek Wu Yen.
"Tetua, Ah Ying, aku ada rencana bagus kemarilah". Su Lian Pun segera membicarakan Rencananya kepada Kakek Wu Yen dan Ah Ying. Terlihat kedua mata mereka berbinar saat mendengarkan Rencana Su Lian yang dibisikkan kepada mereka tadi.
Ah Ying yang merasa Rencana Su Lian memang bagus kini dia Tersenyum senyum penuh misteri.
"Kakek, semuanya kami percayakan padamu. Kami pamit dulu kek, nanti bila semuanya sudah selesai kami akan kembali lagi ke Sekte ". Ucap Ah Ying berpamitan Kepada Kakek Wu Yen..
"Pergilah, dan berhati hatilah".
"Baik Kek,Baik Tetua". Ucap Mereka serentak.
Ah Ying dan Su Lian segera berteleportasi menuju Istana Qin Di Ibukota. Karena mereka memanglah seorang Dewa jadi bukan Hal yang mustahil jika mereka bisa berpindah tempat dengan Cepat.
Mereka berdua memutuskan singgah di Kediaman Su Lian terlebih dahulu untuk merencanakan sesuatu.
"Su Lian, bagaimana nanti kalau ada yang mengetahui bahwa kita berada di Kediamanmu?". Tanya Ah Ying.
"Tenang saja, Ruangan ini tidak anak ada yang berani memasukinya kecuali Yufeng Penjaga bayanganku itu". Jawab Su Lian.
"Baguslah, ". Jawab Ah Ying yang kemudian mengeluarkan beberapa botol porselen yang berisi cairan bening seperti air di dalamnya.
__ADS_1
"Apa Ini Ying'er?". Tanya Su Lian.
"Ini namanya Racun pengendali Jiwa, Nantinya aku berencana memberikannya kepada para prajurit istana agar bisa membantu kita tanpa mereka sadari". Jelas Ah Ying sedikit berbisik.
"Kau jenius Ying'er, ". Puji Su Lian
"Tentu saja, dan waktu itu aku sudah memberikan racun kejujuran kepada Ibu suri dan Kakakmu itu".
"Kapan itu terjadi?". Tanya Su Lian.
"Kau tidak perlu tahu, aku sudah memberikan mereka cukup lama. Oh Ya, aku juga menemukan Ayahmu yang kini sedang tertidur di Ruangan tersembunyi".
"Ayah? Kau tahu dimana dia?" .
"Aku tahu dari penjaga bayangan ku, bagaimana kalau kita ketempat itu sekarang. Tepatnya berada di belakang Kediaman utama".
Su Lian pun menganggukinya dan kemudian mengikuti Ah Ying berjalan menuju Ruang rahasia di belakang kediaman Utama yang tak jauh dari kediaman Su Lian saat ini.
"Ini tempatnya". Ucap Ah Ying.
"bagaimana caranya memasukinya?". Tanya Su Lian.
Ah Ying yang tak menjawabnya kini segera mengambil Jepit rambut barunya kemudian mengarahkannya ke tembok di depannya. Setelah tembok itu bersentuhan dengan Jepit rambut Ah Ying kini mulai bergetar dan memperlihatkan pintu tua di balik tembok itu.
Ah Ying segera membuka Pintu Tua tersebut dan segera memasukinya yang kini diikuti oleh Su Lian di belakangnya.
Saat mereka memasukinya, lilin di samping mereka tiba tiba hidup seiring mereka memasuki Ruangan itu perlahan. Setelah lilin lilin itu menyala, kini terlihatlah Sosok pria paruh baya yang masih di balut Jubah berwarna biru dengan Rapi sedang tertidur di ranjang Tidur yang cukup besar di sudut Ruangan itu.
"Ayah". Gumam Su Lian.
Ah Ying pun segera mendekat dan memeriksa denyut nadi Kaisar Tua itu perlahan.
"Masih Hidup, tapi Ayahmu telah diracuni dengan Racun tidur yang cukup banyak.". Ucap Ah Ying .
"Racun Tidur? jadi ayah hanya tertidur? Lalu Bagaimana cara membangunkannya?". Tanya Su Lian .
"Hanya membutuhkan Bunga Plum kuning dan Biji bunga matahari Merah". Ucap Ah Ying .
Su Lian tampak berpikir sesaat karena apa yang diminta Ah Ying termasuk tanaman langka di Dunia Bawah ini. Bahkan mustahil menemukannya.
__ADS_1