Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
40. Kembali tersadar


__ADS_3

Ah Ying terpana melihat Pusaka Langit berbentuk Jepit Rambut yang berbentuk burung Phoenix Putih yang sangat indah , yang berada di depannya tepatnya di tengah bongkahan batu besar tersebut.


Ah Ying segera mengambil jepit rambut tersebut dan kemudian bertanya kepada sang ibu.


"Ibu, kenapa Jepit Rambut yang menjadi pusaka Langit?".


"Jangan kau lihat bentuknya Sayang, Jepit rambut Phoenix itu bisa berubah berbagai macam senjata yang bisa meratakan seluruh negri ini, dan tentunya bisa membangun dan menghancurkan seperti yang kau kehendaki".


"Maksudnya bagaimana bu?". Tanya Ah Yue.


"Ini adalah pusaka langit yang hanya seorang dewi Agung yang bisa mnggunakannya, Dan kau tahu Yue'er? Kau adalah Sang Dewi tersebut. Pusaka langit yang kau punya adalah pusaka dengan tingkat yang paling tinggi dan jangan sampai jatuh ke tangan yang salah. Karena seluruh segelmu tidak terbuka maka Pusaka ini Ibu berikan padamu sayang". Jelas Ibu Ah Yue sang Dewi Bulan.


Ah Ying pun segera mengambil Jepit Rambut berbentuk Burung Phoenix tersebut.


"Ah Yue, ingat pesan ibu, jangan sembarangan menggunakan kekuatan jepit Rambut ini. Dan kau harus tahu bahwa kau harus mencari tahu dalang dibalik semua ini. Dari penyerangan dunia atas dan pembantaian Keluarga Wu adaah orang yang sama".


"Ibu tenang saja, sekarang aku sudah mengingat semuanya, dan seluruh kekuatanku sudah terbuka . Aku pasti akan membalas mereka yang sudah membuatku kehilangan semua orang yang aku sayangi".


"Baiklah kalau begitu kembalilah,".Ucap Dewi Bulan sembari mendorong dada Ah Yue untuk memasuki pusaran berwarna biru yang tiba² muncul di belakang Ah Yue.


Tubuh Ah Yue pun tersedot kedalam pusaran biru itu hingga tak terlihat dan menghilang, sedangkan Sang Dewi bulan selaku Ibu dari Ah Yue segera pergi meninggalkan padang rumput yang luas itu untuk menuju ketempat Sang Maha Kuasa.


____________


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Su Lian segera bergegas menuju kamar Ah Ying yang sedang terbaring dengan langkah lebar sehingga dia segera sampai ke Kamar sang gadis tersebut.


"Yang Mulia Pangeran Agung telah tiba". Ucap Penjaga pintu kamar sehingga membuat orang di dalamnya berdiri dan memberi hormat kepada Su Lian.


"Salam Yang Mulia Pangeran Agung".


"Bangunlah".


"Salam Yang Mulia, syukurlah anda segera datang kemari". Ucap tabib Lao.


"Bagaimana dengan Ying'erku?". Tanya Su Lian tanpa berbasa-basi .


"Itulah yang ingin saya bicarakan dengan anda Yang Mulia".


"Katakan".


"Nona Ying tidak hanya pingsan tuan melainkan Koma, karena Nona Ying mengalami luka dalam yang lumayan parah Yang Mulia". Jelas Tabib Lao.


"Jangan bicara Omong kosong!! bukankah dia hanya kelelahan kenapa bisa Koma?". Ucap Su Lian dengan nada dinginnya yang membuat bulu kuduk berdiri.

__ADS_1


"Maaf Yang Mulia tetapi memang benar kalau Nona Ying mengalami Luka dalam yang cukup fatal".


"Lalu bagaimana agar dia bisa pulih kembali?".


"Dengan meracik Gingseng Seribu tahun dan Bunga Plum merah yang berusia ratusan tahun , kedua bahan itu sangatlah sulit didapatkan Yang Mulia". Jelas sang Tabib.


"Jika Gingseng yang berusia Seribu Tahun aku mempunyai dua di ruang penyimpanan, dan untuk Bunga Plum merah aku akan mencarinya,". Ucap Su Lian sembari memandangi wajah jelita yang sekarang tidak menggunakan cadar sama sekali.


"Maaf sekali lagi yang mulia, jika ada maka sekarang aku akan membuatkannya karena waktunya tidak banyak jika ingin Nona Ying sadar kembali, hanya dua puluh empat jam lagi Yang Mulia".


"hmm baiklah, kau tunggulah di luar dahulu nanti aku akan memanggilmu kembali". Ucap Su Lian kemudian.


"Baik Yang Mulia".


Mereka yang berada di dalam kamar Ah Ying pun segera pergi meninggalkan mereka berdua saja begitupun Sang Tabib Lao.


"Heii Naga Agung keluarlah kalian". Ucap Su Lian .


Kemudian keluarlah dua cahaya Hitam dan putih dari dalam gelang Ah Ying yang kemudian berubah menjadi dua sosok manusia yang satu lelaki tampan dan yang satu gadis yang jelita.


"Kau bukankah Naga Agung Yang? kenapa kau sudah berevolusi? bukankah belum lama kau masih berada di wujud seorang anak berumur sekitar 10 tahun?".


"Hei Pangeran menyebalkan , Aku memang sudah berevolusi hanya saja tidak ada yang tahu, karena saudaraku Bai Lu sudah selesai berevolusi maka aku keluar dengan wujud asliku".Ucap Qiqi dengan sengitnya.


"Hei Qiqi, kenapa kau lancang dengan Dewa perang itu?". Bisik Bai Lu yang ditanggapi dengan ekspresi dingin dari Qiqi.


Bai Lu hanya terdiam melihat Qiqi dan Su Lian saling melempar tatapan membunuhnya.


"Terserah kau saja Naga B*d*h.... Hei sebaiknya kalian bantu nona kalian agar cepat bangun".


"Aku tidak b*d*hh tauuu.... huhh....". Ucap Qiqi sembari berkacak pinggang.


"Sstt sudahlahhh, kenapa kau selalu seperti ituu . Sebaiknya kita fokuskan dahulu Nona kita, kau lihatlah nona kita yang terbaring lemah. Apa kau tidak kasihan dengan Nona?". Ucap Bai Lu.


"Baik baikk, lalu apa yang harus kita lakukan?" Jawab Qiqi .


"Kalian harus mencarikan bunga plum berusia ratusan tahun, seingatku hanya di tempat kaisar langit bunga itu tumbuh".


"Ooo bunga plum merah berusia Ratusan tahun yaa, kau tenang saja Pangeran menyebalkan, Kebetulan Nona menanamnya di dalam dunia artefaknya". Ucap Qiqi dengan bangganya.


"Baguslah, sekarang ambilkan dan berikan padaku". Ucap Su Lian sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


"Baik Yang Mulia , Bai Lu yang akan mengambilkannya". ucap Bai lu dengan sopan kemudian kembali memasuki Dunia Artefak untuk mengambil Bunga Plum berusia Ratusan tahun.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Bai Lu kembali yang membawa tiga tangkai bunga plum merah yang dimaksud.


"Ini yang mulia". Ucap Bai Lu sambil menyerahkan bunga plum tersebut.


"Terimakasih, kalian boleh kembali".


Tanpa menjawab apapun Kedua naga Yin dan Yang tersebut segera kembali memasuki dunia artefak milik Ah Ying . Sedangkan Su Lian segera memanggil Tabib itu kembali.


"Tabib Lao kau bisa masuk kembali". Teriak Su Lian yang kemudian Tabib itu segera memasuki kamar kembali.


"Ini, bunga yang kau inginkan". ucap Su Loan sembari menyerahkan tiga bunga yang dipetik Bai Lu tadi.


" Darimana anda mendapatkan bunga ini dengan mudah Yang Mulia?". Ucap Tabib Lao terkagum kagum.


"Kau tidak perlu tahu, sekarang buatkan Ramuannya".


"Tapi ini terlalu banyak Yang Mulia, satu saja sudah cukup".


"Tidak apa, ambilah sisainya".


"Terimakasih Yang Mulia".


Tabib Lao segera menyimpan dua bunga kedalam Cincin penyimpanannya


dan sisanya dia buatkan ramuan agar Ah Ying segera tersadar.


Senja telah tiba dan sang tabib pun segera menyelesaikan Ramuannya yang membutuhkan waktu berjam-jam lamanya. Akhirnya tahap akhir penyempurnaan ramuan tersebut sudah selesai dan segera membawanya kedalam kamar Nona Ying kembali.


Saat sampai di Kamar Ah Ying, Pangeran itu masih saja setia menunggu disisi ranjang besar tempat berbaringnya Ah Ying, sehingga tidak mengetahui kedatangan Tabib Lao.


"Salam Yang Mulia, Ramuan untuk Nona Ying sudah Siap ".


"Segera berikan kepada Ying'erku".


Ucap Su Lian sembari mengangkatvsedikit badan Ah Ying agar lebih mudah meminumkan Ramuan tersebut.


Setelah selesai , semua ramuan telah habis Su Lian kembali membaringkan Tubuh Ah Ying kembali tertidur.


Tiba tiba Tubuh Ah Ying bergetar hebat dan kemudian mengeluarkan cahaya warna warni dari dalam tubuhnya. Tusuk Konde yang ia pakai pun tiba tiba menghilang membuat Su Lian terkejut bukan main karena tiba tiba tubuh sang gadis menghilang perlahan .


"Tidakk... Tidakk.... Ying'er jangan Tinggalkan aku". Ucap Su Lian yang terisak melihat tubuh gadis yang ia cintai tiba tiba memudar dan akan menghilang.


Semakin lama tubuh itu semakin transparan , hingga Akhirnya munculah Jepit rambut di tangan kanan Ah Ying sehingga membuat tubuh yang akan menghilang itu tiba tiba muncul kembali dengan penampilan dan rambut yang berbeda.

__ADS_1


Ah Ying yang sekarang mengenakan pakaian berwarna putih yang bermotif burung phoenix dengan benang emas dan perak, serta rambut Perak yang tergerai bebas dan dihiasi mahkota kecil diatas rambutnya membuatnya seperti peri yang sangat cantik.


Mata sipit tersebut mulai terbuka perlahan membuat Su Lian segera memeluk tubuh sang gadis yang masih sedikit lemah tersebut dengan deraian air mata, ia sangat senang melihat sang gadis telah kembali.


__ADS_2