
Mereka segera menuju ruangan Sang Kaisar yang sudah menunggu di dampingi oleh pelayan istana tersebut.
"Nona silahkan memasuki ruangan Kaisar dan Ibu suri sudah menunggu anda berdua, dan untuk para pelayan bisa menunggu diluar dengan saya".
"Terimakasih, kami akan masuk, titip pelayan kembar kami".
"Tentu nona".
Mereka berdua segera memasuki Ruangan sang Kaisar , melewati pintu ruangan yang sangat besar dijaga oleh empat penjaga yang selalu siap di tempatnya.
Setelah memasuki ruangan Kaisar, Kaisar sendiri menyambut kedatangan dua Nona bercadar yang membeli Kediaman Jendral Wu.
Kaisar segera berdiri dari singgasananya kemudian berjalan menuju kedua nona berada dengan diikuti oleh Ibu Suri dibelakangnya.
Kaisar yang memakai baju serta Jubah berwarna kuning dengan lambang Naga emas yang membuatnya berwibawa saat memakainya,sedangkan sang Ibu suri memakai gaun ungu yang dipadukan dengan Jubah senada yang bercorakkan bunga mawar menggunakan benang emas dan perak, menambah keanggunan yang angkuh saat berjalan.
"Selamat Datang Nona Ah Ying dan nona Qiqi". Ucap Kaisar sembari berjalan mendatangi mereka.
"Salam Yang Mulia Kaisar, Salam kepada Yang mulia Ibu Suri, semoga diberi umur panjang". Ucap mereka berdua sembari membungkukkan badan.
"Berdirilah, Aku senang kalian menghadiri Undangan Kaisar ini".
"Kami yang berterimakasih Yang Mulia karena anda berkenan mengundang kami ke istana megah anda ini". Jawab Ah Ying yang menahan rasa jijiknya di dipan Kaisar yang sudah membantai tanpa alasan Keluarga besarnya.
Sekarang kau bisa menikmati hidup Su Hao, Lihat saja mulai sekarang kau tidak akan hidup tenang, aku akan membalaskan dendam Keluarga Jendral Wu hingga kau dan seluruh kekaisaranmu berkeping keping di tanganku. Gumam Ah Ying dalam hati.
"Silahkan duduk di tempat yang disediakan". Ucap Kaisar Hao sambil menunjuk tempat yang akan di tempati Ah Ying dan Qiqi.
"Terimakasih Yang Mulia".
Mereka berdua segera duduk di tempat yang disediakan sedangkan Kaisar dan Ibu Suri segera kembali kesinggasana mereka.
Ibu suri yang melihat Ah Ying dan Qiqi menjadi sangat waspada terhadap mereka, entah apa penyebabnya tetapi Naluri seorang ibu berkata bahwa kedua gadis di depannya tidak boleh diremehkan.
__ADS_1
"Kau harus hati hati anaku, ibu mempunyai firasat kurang baik dengan mereka". Bisik Ibu suri yang hanya bisa didengar oleh Kaisar Hao.
"Apa yang harus dikhawatirkan ibu, mereka hanyalah seorang gadis, apa ibu melihat keanehan? lihatlah mereka tidak membawa senjata apapun, bahkan aku tidak mendeteksi kalau mereka seorang kultivator". Jawab Kaisar Hao meyakinkan.
Ah Ying dan Qiqi memang sudah menyembunyikan aura mereka dan memanipulasi agar jika ada yang mendeteksi mereka maka hasilnya mereka adalah orang biasa bukan sebagai Kultivator dan binatang spiritualnya.
"Nona, kenapa mereka berbisik saat melihat kita?". Kata Qiqi sambil berbisik juga.
"Mereka tadi mendeteksi kita, tapi untungnya kita sudah menyembunyikan aura dan kekuatan kita jadi mereka tidak bisa menebak dan mencurigai kita". Bisik Ah Ying kemudian.
"Ahh jadi seperti itu nona".
"Tentu". Singkat Ah Ying.
"Maaf Yang Mulia, apa tujuan anda mengundang kami ke tempat anda Yang Mulia?".Tanya Ah Ying memecahkan kecanggungan diantara mereka.
"Aku tidak bermaksud apa apa nona Ying, aku hanya penasaran dengan sosok gadis yang sudah membeli kediaman bekas jedral Wu itu dengan harga mahal, jadi kami sangat menghormati Kalian nona".
"kami hanya membutuhkan tempat tinggal saat kami datang diibukota ini, Dan kami hanya beruntung menemukan Mansion mewah itu Yang Mulia". Jelas Qiqi.
"Kami yatim piatu tidak punya keluarga Yang Mulia".
"Kemana keuarga kalian pergi?". TAnya Kaisar Hao lagi.
"Keluarga kami dibantai habis habisan Yang Mulia, Dan untungnya kami masih bisa melarikan diri". Jawab Qiqi dengan wajah sendu dan disusul Akting Ah Yingg yang tiba tiba meneteskan air matanya.
Degg.... Sang kaisar merasa tidak enak mendengar mereka berdua yang sama halnya keluarga Jendral Wu yang dia bantai hingga tak tersisa, tetapi putri pertama sang Jendral tiba tiba menghilang dari pandangan prajurit yang akan menyelesaikan tebasannya. Dengan rasa penasaran yang kuat Kaisar Hao segera bertanya kembali kepada kedua nona.
Takutnya seperti dugaan jika salah satu ereka adalah anak Jendral Wu.
"Dari keluarga mana anda berdua Nona?". Tanya Kaisar.
"Kami dari Keluarga seorang Jendral besar YAng Mulia".
__ADS_1
Deggg.... Kali ini Ibu Suri memperlihatkan wajah cemasnya kepada sang putra yang juga terlihat cemas dan gelisah.
Berbeda dari ibu dan anak itu, disisi lain Ah Ying yang melihat kegelisahan mereka tersenyum sinis karena rencana awalnya hampir berhasil.
"Anakku, jangan jangan dia adalah anak jendral Wu? Jika benar kau bunuh dia sekarang". Bisik Ibu Suri
" Tunggu Ibu, kita pastikan dulu saja,jika dia benar anak Jendral Wu tidak mungkin berani bertemu denganku kaena jendral Zhen sudah engatakan dengan lantang jikalau aku yang memberi perintah untuk membantai seluruh keluarganya ibu, tetapi jika dia benar adanya maka aku tidak akan segan".Bisik Kaisar kemudian.
"Baiklah tapi kau harus hati hati". bisik Ibu Suri yang kemudian diangguki oleh Kaisar Hao.
"Maaf nona Keluarga jendral mana anda ini nona?". Tanya Kaisar sembari menutupi kegelisahannya.
"Maaf Yang Mulia HAmba idak bisa mengatakannya".
"Kenapa tidak bisa?". Jawab Kaisar yang mulai ragu.
Apa mungkin benar salah satu nona itu adalah anak Jendral Wu, tapi kenapa nyalinya tinggi sekali? Gumam Kaisar Hao.
"Katakan saja yang sebenarnya nona". Ucap Kaisar kembali dengan perasaan jengkel.
Ah Ying semakin senang melihat mereka semakin panik dan gelsah hingga akhirnya dia megakhiri permainannya .
"Baiklah Yang Mulia, Kami adalah anak Jendral Shen dari Keaisaran Luo, karena kami panik, kami bersembunyi di Goa dekat kediaman, saat mereka pergi kami kembali untuk membawa semua uang dan barang barrang kami sebelum mereka kembali untuk menjarah harta keluarga kami. Jadi kami memutuskan meninggalkan negara Luo enuju Negara Qin Yang Mulia". Ucap Ah Ying panjang lebar.
Kaisar dan Ibu Suri yang mendenga crita mereka segera bernafas lega serta tersenyum kepada kedua gadis itu.
"Syukurlah kedua nona menetap di kekaisaran Qin ini, kedua nona akan diperlakukan adil sebagaimana mestinya jika nona setia dengan kami". Ucap Ibu Suri kali ini.
"Benar yang dikatakan ibu Suri, Jka kedua nona membutuhkan pertolongan kalian bisa datang kepada kami". Sambung sang Kaisar.
"Terimakasih kepada Yang Mulia Kaisar dan Ibu suri yang telah berbaik hati kepada kami". Jawab qiqi.
Ah Ying sengaja tidak menjawab ucapan Ibu dan anak itu karena dia sangat muak dengan sistem penjilat mereka , yang sangat pandai bersandiwara.
__ADS_1
Tanpa disadari semua oang yang berada di dalam ruangan, Sosok lelaki berambbut perak sedang memperhatikan mereka dari balik pintu dengan senyum merekah melihat sandiwara Ah Ying dan Qiqi, Siapa lagi jika bukan Pangeran Agung Kekaisaran Qin Su Lian.