Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
86. Dewa Tabib YunJie


__ADS_3

Su Lian segera mencari tabib tabib terbaik yang berada Di Dunia atas, Hingga dia menemukan tabib Muda yang sudah bergelar Dewa di Kerajaan atas ini.


Namanya YunJie seorang Dewa Tabib muda yang kini ditugaskan Su Lian memeriksa keadaan Ah Ying.


"Cepat Periksa dia, jangan membuang waktu". Ucap Su Lian.


"Kau tenang saja Dewa Qiang, Kukira tadi hanya orang biasa ternyata kalian adalah Dewa besar yang bersembunyi". Ucap YunJie.


Dewa Tabib YunJie pun segera memeriksa Ah Ying yang saat ini terbujur lemah di atas ranjang besarnya itu. YunJie memeriksa pergelangan tangan Ah Yung secara perlahan hingga kemudian ia menemukan suatu yang ganjil di tubuh Ah Ying.


"Racun Api". Gumam YunJie saat mengetahui racun yang bersarang di tubuh Ah Ying.


"Apa?!! Bagaimana bisa Ying'erku terkena Racun api dari Dunia gelap? ".


"Mereka menggunakannya di pedang mereka Qiang, apa Kalian menyinggung orang orang dari Dunia gelap?".


"Sepertinya kami tidak pernah berurusan dengan mereka". Jawab Su Lian.


"Berarti mereka sengaja ingin melukai Nona Ying untuk orang lain". Ucap YunJie.


Su Lian kini diam sejenak untuk memikirkan Siapa yang sudah merencanakan semuanya ini. Hingga ia pun menemukan sosok Hong Fei di pikiranya.


"Kalau begitu bagaimana caranya agar Ah Ying bisa sadarkan diri?". Tanya Su Lian.


"Racun Api dunia gelap, seharusnya bisa hilang dengan darah phoenix hitam di Kerajaan iblis". Ucap YunJie sedikit ragu.


"Phoenix Hitam? siapa yang mempunyai burung itu?". Tanya Su Lian.


"Kudengar hanya permaisuri Raja Iblis yang mempunyainya".


Su Lian kembali dibuat berpikir kembali tentang bagaimana caranya ia bisa mendapatkan darah phoenix hitam tersebut.


"Lalu berapa hari dia bisa bertahan?".


"hanya lima hari, kau harus segera mendapatkan darah itu sebelum lima hari".


.....


Su Lian kini duduk di samping ranjang Ah Ying sembari memperhatikan wajah giok yang pucat sedang terbaring di ranjangnya, ia mengusap lembut pipi pucat Ah Ying hingga ia tersadar akan ketiga binatang spiritual Ah Ying yang kini sedang menyamar menjadi manik manik itu.


"Bai Lu, Qiqi dan kau siapa kau aku lupa namamu.. kenapa kalian tidak muncul untuk membantu nyonya kalian?". Ucap Su Lian.

__ADS_1


Tetapi tidak ada satupun yang muncul di depan Su Lian, melainkan Binatang spiritualnya sendiri yang muncul di depannya.


"Tuan, mereka tidak bisa mendengarmu karena mereka juga sedang sekarat. Karena mereka terikat kontrak dengan Nona Ying". Ucap Hua Lin yang kini berdiri di sebelah Su Lian.


" Apa kau mempunyai solusi?". Tanya Su Lian.


"Mungkin memang harus mencari darah Phoenix hitam Tuan... Ehh.. tunggu dulu... bukankah Phoenix hitam ada dua".


"Ada Dua?". Tanya Su Lian.


"Benar Tuan, Yang satu memang berada di kerajaan Iblis tapi apa kau lupa bahwa phoenix hitam yang lebih tua berada di Gua di gunung Naga di sebelah utara Kekaisaran langit ini". Jelas Hua Lin sembari menunjukkan arah tempat Phoenix Hitam tersebut. Seketika Su Lian pun tercerahkan dan segera bergegas meninggalkan kamar Ah Ying, yang tak lupa memerintahkan Hua Lin untuk menjaga Ah Ying selama ia pergi.


......


Di Dunia Gelap.. Dunia para iblis...


"Salam Yang Mulia".


"Berdirilah dan katakan". Ucap raja Iblis.


"Kami sudah berhasil melukai Gadis Itu Yang Mulia". Ucap Pria berjubah merah yang kini melapor pada Sang Raja.


"Hahahahaha,, bagus.. bagus... lalu bagaimana keadaanya?".


"Hahhaah kalian memang hebat, cepat minta hadiah pada Kasim. Disana sudah kusiapkan, dan mari kita rayakan keberhasilan kalian".


Mereka bersorak sorai untuk menyambut keberhasilan melukai Ah Ying rengkarnasi dari Dewi Agung tersebut. Mereka merayakan dengan perayaan yang cukup meriah di Kerajaan Iblis yang juga dihadiri para bangsawan dan warga sekitarnya.


Tetapi tanpa mereka sadari bahwa Su Lian kini sudah sampai di Goa di gunung Naga untuk meminta darah Phoenix yang berada di dalamnya.


Su Lian menjentikkan jarinya untuk menghidupkan api kecil agar menerangi goa yang sangat gelap tersebut.


Ia berjalan perlahan menyusuri Goa sembari selalu waspada dengan apa pun yang kemungkinan terjadi.


"Untuk apa kau datang di goa ku ini hai manusia?". Terdengar suara menggelegar dari balik batu besar di dalam Goa .


"Maaf mengganggu anda, tetapi saya kesini karena saya membutuhkan darah anda ". Ucap Su Lian dengan sopan tetapi masih dengan ekspresi dinginnya.


"Hahhahaha, siapa kau? berani sekali meminta darahku?".


"Saya adalah Dewa Perang Qiang, dan saya kemari karena Istri saya membutuhkan darah anda".Jelas Su Lian.

__ADS_1


"Ck, kenapa dengan istrimu itu? ".


"Istriku terkena Racun api dari Dunia bawah, dan obat satu satunya adalah darah Burung Phoenix Hitam".


"Hmm begitu ya, Kalau begitu kemarilah".


Su Lian pun mendekati phoenix hitam tersebut hingga kemudian Burung Phoenik hitam itu mengeluarkan setetes darahnya dan di berikan kepada Su Lian.


"Bawa itu, dan satu hal yang harus kau ingat. Jika dia sudah sadar nanti kau harus memberikan sedikit darahnya kepadaku".


"Kenapa harus menukar dengan darah istriku?".


"hishh... Kau tau, istrimu pasti seorang Dewi. Dan jika Dewi itu terkena darahku cukup lama maka dia bisa menjadi iblis berdarah dingin, dan untuk mencegah semua itu maka kau harus memberikan darahnya padaku untuk menetralkannya". Jelas Phoenix Hitam Itu.


"Baiklah, aku akan kembali dahulu".


"Pergilah".


Su Lian pun segera pergi secepat kilat menuju kamar Ah Ying yang kini terbaring kaku. Sesampainya di tempat ia pun segera meneteskan darah Phoenix tersebut ke sela sela mulut Ah Ying yang sedikit terbuka.


Tubuh Ah Ying yang awalnya pucat, kini perlahan lahan memerah dan menghangat. Tetapi walaupun tubuhnya sudah tidak pucat dan lukanya pun sudah menghilang, tetap saja Ah Ying masih belum sadarkan diri membuat Su Lian semakin gusar melihatnya.


"Kenapa belum sadar?". Gumam Su Lian.


"Tuan, kau harus mengambil darahnya sekarang , agar nona Ying tidak berubah menjadi iblis jahat".


Tanpa menjawab, Su Lian melukai jari Ah Ying sedikit untuk mengambil Darahnya dan segera di berikan kepada Phoenix Hitam itu lagi.


"Aku akan pergi kembali, kau jaga Ying'erku lagi".


"Baik Tuan".


Su Lian segera pergi kembali untuk memberikan darah Ah Ying kepada Phoenix hitam tersebut.


"Hahaj akhirnya kau kembali".


"Lalu kau apakan darah ini?". Tanya Su Lian.


"Letakkan di cawan itu, dan lihatlah apa yang terjadi".


Setelah diletakkan di Cawan kecil, Phoenix Hitam itu segera mengeluarkan kekuatannya untuk menyihir darah Ah Ying yang berada di cawan itu.

__ADS_1


Dengan cahaya ungu yang muncul di tubuh phoenix hitam itu yang kemudian di arahkan ke cawan yang berisi darah Ah Ying .Swushhhh.......


__ADS_2