
Suara dentuman keras terdengar di Ruang Kerja Su Qiang hingga menyebabkan orang orang di kediaman berbondong bondong mendekati tempat kejadian, begitu pula Su Caihong dengan tergesa menuju tempat kejadian diikuti oleh beberapa prajurit Tingkat tiga.
Dewi Hujan Liu Jianyi yang semakin terbakar hasrat kini semakin gencar menyerang Ah Yue karena ia benar benar ingin segera memiliki Su Qiang seutuhnya.
Karena gairah semakin meluap liu Jianyi tidak bisa membendungnya sehingga tanpa sadar ia perlahan melepas pakaiannya satu persatu.
Ah Yue yang sudah benar benar pulih karena racun dari Jarum Dewi Hujan itu segera mengambil alih melawan Liu Jianyi karena ia rasa Dewi Hujan itu semakin menjadi melepaskan pakaiannya, sehingga Xuang Ah Yue tidak ingin mata calon suaminya ternodai oleh Dewi kotor itu.
"Ck, sungguh gatal sekali Kau ini Jianyi, ku kira dulu kau dewi berparas lembut dan baik ternyata.. Heh". Ucap Ah Yue tersenyum miring.
Liu Jianyi kini melayangkan serangan berupa duri duri es yang langsung di arahkan kepada Ah Yue yang berdiri di depan pintu masuk, dengan Gesit Ah Yue berkelit seiringan masuknya Su Caihong dari balik pintu, untungnya ia dengan sigap mengelak tetapi kedua penjaganya mati seketika terkena Duri es dari Dewi Hujan tersebut .
"Ada apa ini?!!!". Teriak Su Caihong.
Kemudian Su Caihong paman dari Su Qiang mengedarkan pandangannya hingga menemukan Dewi Hujan yang kini tinggal memakai pakaian dalamnya dalam keadaan menahan gairah yang cukup besar. Tak hanya itu, Ruang kerja Su Qiang kini porak poranda akibat serangan demi serangan dari Dewi Hujan dan Ah Yue tadi. Su Caihong dengan marahnya menatap nyalang Sang Dewi Hujan kemudian memerintahkan Bawahan untuk menyiapkan Bak yang berisi air es.
Setelah selesai, Su Caihong mengalihkan pandangannya ke arah Su Qiang yang ternyata di sampingnya sudah berdiri sosok dewi cantik Xuang Ah Yue.
"Salam Dewi, sejak kapan kau ada disini Dewi?". Tanya Su Caihong sembari menetralkan emosinya.
"Sejak kau berbicara dengan Dewa Qiang". Jawab Ah Yue dengan tatapan datar.
"Maaf sebelumnya, kenapa bisa terjadi pertarungan seperti ini?".
"Kau bisa bertanya kepada J*lang itu Dewa Petir".
Tapi sebelum Dewi Hujan bisa angkat bicara, Su Qiang lebih dahulu menjelaskan secara detail hingga membuat sang paman benar benar marah dan segera memberi perintah bawahan untuk membawa Liu Jiayin keluar dari kediamannya.
"Jadi paman apakah kau tetap ingin memintaku menikahinya?". Tanya Su Qiang dengan datar.
__ADS_1
"Jika dia berperilaku seperti itu, maka aku tidak bisa berbuat apapun Keponakan. Jadi biarlah pamanmu ini meminta maaf padamu karena terlalu memaksa kau untuk juga menikahinya". Jawab Sang paman sembari menatap Nyalang Liu Jianyi yang di seret keluar dari Kediaman Dewa Su.
"Terimakasih Paman".
"Ya, jaga baik baik calon istrimu.".Su Caihong menepuk pundak Su Qiang dengan pelan kemudian segera pergi dari Ruang kerja Su Qiang.
Su Qiang pun segera memerintahkan bawahan untuk membereskan kekacauan di Ruangannya, sedangkan ia berencana mengantarkan Ah Yue kembali Ke Istana.
"Yue'er, kenapa kau bisa mengetahui jika kejadian ini akan terjadi?". Tanya Si Qiang penasaran.
"Emmm, karena semua berasal dari instingku. Bagaimana Hebat kan?". Jawab Ah Yue dengan lagak yang di sombong sombongkan.
Su Qiang yang gemas menyentil pelan dahi Ah Yue, Sedangkan Ah Yue mengaduh kesakitan.
Berita tentang penyerangan Dewi Hujan kini telah menyebar dengan cepat di kekaisaran langit ini, banyak sekali yang berkomentar pedas tentang Keluarga Dewa Liu yang tidak bisa mendisiplinkan anak perempuannya.
Berita itu juga dengan cepat sampai di telinga Keluarga besar Liu hingga membuat Sang Ayah Liu Yosan segera pergi ke Istana dimana Sang putri akan diadili .
Di istana, terlihat Kaisar Langit sedang duduk di singgasananya bersama Permaisuri. Tak Lupa Ah Yue yang kini juga mempunyai singgasana sendiri di samping sang ibu juga sedang duduk dengan anggunnya .
Ditengah halaman terlihat Dewi Hujan yang terikat rantai dengan para Algojo menakutkan di sampingnya, ia menahan marah dan tangis sembari mengumpat di dalam hatinya.
Terlihat dari gerbang masuk, keluarga Liu terutama Liu Yosan segera berjalan cepat menghampiri Sang Putri yang kini menjadi pusat perhatian seluruh orang dan Dewa Dewi dari tingkat lima hingga tingkat satu.
Ia berjongkok untuk menanyai sang anak tentang apa yang terjadi dan Rumor adanya ia menyerang Dewi Agung dan Dewa Perang Qiang.
"Ayah". Lirih Liu Jianyi.
"Katakan, kenapa kau bisa mendapat masalah besar seperti ini?". Tanya Sang Ayah dengan dinginnya.
__ADS_1
"Aku tidak bersalah Ayah, aku hanya ingin merebut perhatian Dewa Qiang. Aku dijebak Ayah, tolong mintalah keadilan". Ucap Liu Jianyi berbohong.
Liu Yosan pun segera berjalan menuju Kaisar Xuang untuk bertanya beberapa pertanyaan mengenai Putri keduanya itu.
"Salam Yang Mulia, salam Permaisuri, salam Dewi Agung". Sapa Liu Yosan.
"Bangunlah, ". Ucap Kaisar.
"Maaf Yang Mulia, bisakah anda menjelaskan kenapa Putriku bisa seperti itu?". Tanya Liu Yosan dengan sopan.
Dan Kaisar pun segera menjelaskan apa yang terjadi seperti yang ia dengar dari Su Qiang dan putrinya, serta beberapa saksi yang berada di tempat kejadian.
Liu Yosan mendengar hingga selesai tanpa memotong ucapan Kaisar sedikitpun, ia ingin mendengar lebih jelas setelah itu ia akan bertanya.
Wajah Liu Yosan kini menjadi murung karena mendengar Kesalahan sang Putri, ia berjalan kembali kearah Putrinya kemudian menamparnya dengan keras hingga semua orang yang tadinya saling berbisik kini terdiam.
"Kau dengan ibumu sama saja!!! kalian memang licik!!". Bentak Liu Yosan.
"Ayah, apa maksudmu? aku dijebak ayah, kumohon percayalah padaku".
"Jika Kau dijebak lalu bagaimana kau bisa memberikan Dewa Qiang debu yang mengandung Afrodisiak? itu seharusnya dalam keadaan sadar".
"itu.... karena aku ingin Dewa Qiang memilihku menjadi istrinya, Bukan Dia wanita B*Suk yang duduk di kursi Dewi tertinggi itu".
Plakkk plakk plakkk
Tamparan bertubi tubi kini mendarat di pipi mulus Liu Jianyi hingga membuat wajahnya sedikit membengkak. Liu Jianyi menatap nanar Sang Ayah dengan rasa tak percaya.
"Jaga Mulutmu Jianyi!!! Kau tidak bisa dibandingkan dengan Dewi Agung Ah Yue. Aku menyesal sudah membesarkanmu, jika akhirnya kau sama saja dengan ibumu!!". Bentak Liu Yosan dengan marahnya.
__ADS_1
Liu Jianyi tersenyum kecut melihat ayahnya sangat membenci sang ibu, ia teringat bagaimana dulu ia sangat di manja dan di sayangi. Rencana untuk menikahkannya dengan Dewa Qiang sebenarnya juga dari sang ayah dengan Su Caihong, tetapi kenapa sekarang seolah ia tidak mengetahui apapun sehingga membuat Liu Jianyi merasa benci terhadap Ayahnya.