Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
34. Ciuman Pertama


__ADS_3

Mereka tertidur dengan tenang hingga pagi hari tanpa ada yang berubah sedikitpun dari posisi tidurnya.


Pagi yang sudah menyapa, matahari sudah berada diatas kepala, kedua insan yang masih tertidur enggan untuk bangun karena pagi ini sedang turun salju yang cukup lebat menyebabkan suhu pagi ini begitu dingin.


Ah Ying yang merasakan tangan besar melingkar di pinggang rampingnya segera membuka matanya untuk melihat siapa pemilik tangan kekar itu.


Saat mata Ah Ying sudah terbuka diapun dibuat terkejut saat melihat Su Lian yang masih tidur terlelap di sampingnya sembari melingkarkan tangannya di pinggang Ah Ying.


Ahh kenapa aku hampir lupa kalau aku satu kamar dengan pangeran genit ini, Gumam Ah Ying dalam hati.


Ah Ying pun dengan perlahan lahan melepaskan tangan Su Lian dari pinggangnya tanpa membuatnya terbangun, setelah benar benar terlepas dari pelukan Su Lian , Ah Ying segera bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


"Hmmmm,, dinginnya... Hoooaamm". Gumam Ah Ying sembari merenggangkan ototnya yang kaku.


"Apa aku minta pelayan saja ya untuk menyiapkan air hangat, ahh tidak perlu aku akan mandi di Air surgawi saja, disana kan hangat". Gumam Ah Ying kembali yang kemudian segera memasuki dunia Artefaknya.


"Selamat datang nona". Sapa Qiqi.


"Ya ya, kenapa kau begitu ramah sekali kali ini?".


" Ah tidak nona, aku hanya merasakan sedikit kebahagiaan". Jawab Qiqi sembari tersenyum lebar.


"Ehh,, senyam senyum, kebahagiaan tentang apa itu ? kenapa tidak berbagi denganku?". Tanya Ah Ying penasaran.


"Kau akan tahu nanti nona".


"Yahh itu jawaban yang tidak enak di dengar, sudahlah aku akan mandi saja takut Si Genit itu bangun".


Ah Ying pun segera menanggalkan pakaiannya hanya menyisakan pakaian dalam yang tipis untuk dipakai berendam di Air surgawi.


Setelah selesai melepas pakaiannya, Ah Ying segera menceburkan diri kedalam Air Surgawi yang hangat itu ..


"Nona, apa kau tidak berniat meningkatkan Kultivasimu itu?" Tanya Qiqi yang berada dipinggiran kolam.


"Aku ingin, tapi kau tahu kan segel yang menyegel separuh kekuatanku itu, Kata Su Lian aku harus membuka segel terlebih dahulu, jika tidak maka aku akan merasakan sakit yang teramat sangat".


"Begitu ya, ya sudah nona, yang penting kau sudah ada yang mendampingi hehehe". Ucap Qiqi sambil tertawa penuh misteri.


Ah Ying hanya menggeleng pelan melihat tingkah Qiqi hingga mengingatkannya dengan Bai Lu Naga hitam itu.


"Qiqi, bagaimana keadaan Bai Lu ya?".


"Nona tenang saja, dia sebentar lagi akan selesai berevolusi, begitu selesai, dia akan menemui mu nona tetapi sebagai gantinya aku akan pergi untuk berevolusi juga nona". Jelas Qiqi.

__ADS_1


"Berapa lama sih Qiqi waktu untuk berevolusi ?".


"Kurang lebih 100 hari nona".


"Cukup lama ya, ".


"Ya kau benar nona, tetapi setelah berevolusi menjadi binatang legendaris kami akan berubah menjadi dewasa begitupun wujud manusia kami".


"Apa mungkin Bai Lu menjadi sosok pria tampan?".


"Tepat sekali,, hmm sepertinya jika Bai Lu kembali Pangeran menyebalkan iku akan sangat posesif denganmu nona".


"Entahlah, Su Genit itu sudah sangat posesif denganku ".


Mereka berdua asik berbincang sehingga membuat waktu berlalu cepat, Ah Ying yang teringat segera keluar dari kolam dan berganti pakaian.


Setelah selesai berpakaian Ah Ying segera keluar dari Dunia Artefaknya secepat mungkin hingga sampai di dalam kamar penginapan yang disewanya.


Saat sudah di kamar , Ah Ying segera mencari Su Lian yang sudah tidak ada di ranjangnya.


"Ishh, kemana pangeran genit itu, kenapa sudah tidak ada batang hidungnya?". Guma Ah Ying sembari melihat kesana kemari .


"Apa Kau mencariku Ying'ee??". Ucap Su Lian dari balik pintu kamar mandi.


Su Lian yang melihatnya segera menghampiri Ah Ying yang masih terpesona akan tubuh kekarnya.


"Apakah Ying'er ingin menyentuhnya?". Ucap Su Lian sembari memegang tangan Ah Ying untuk mengarahkan ke dada bidangnya.


"Ehh.. tidak , tidak, cepatlah berganti pakaian, lalu kita sarapan, bukankah ini sudah siang?". Ucap Ah Ying sembari mengalihkan pandangannya.


Su Lian pun tersenyum lebar kemudian meninggalkan Ah Ying untuk berganti pakaian.


Kali ini Su Lian mengenakan pakaian dengan warna Biru muda senada dengan warna yang dikenakan Ah Ying, di balut dengan Jubah tebal berwarna senada ditambah rambut dan matanya yang berwarna perak membuatnya terlihat seperti Dewa Langit yang sedang berada di dunia Manusia.


"Ying'er, Apa aku terlalu lama?". Tanya Su Lian.


"Tidak tidak.. tidak lama kok". Jawab Ah Ying sembari tersenyum tipis.


Su Lian segera mendekati Ah Ying yang duduk di pinggiran ranjang untuk menunggunya berganti pakaian.


"Ying'er, apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?".


"Tentu, bertanyalah?".

__ADS_1


"Apa kau masih bermimpi aneh akhir akhir ini?".


" Tidak, hanya saja aku masih teringat sangat jelas mimpi itu, seakan akulah dalang dalam mimpi itu".


"Apakah ada yang lain Yang membuat Ying'er merasa ambigu atau aneh?".


Ah Ying mengernyitkan dahinya merasa heran dengan pertanyaan Su Lian yang terakir.


"Maksudmu bagaimana? Aku tidak mengerti?".


"Apa Ah Ying mengingat mimpi atau ingatan atau mungkin yang lainnya , atau mungkin bertemu dengan seseorang?". Tanya Su Lian .


"Hmmm... sebentar... Oh ya Aku ingat, Aku pernah memasuki alam bawah sadarku, dan aku bertemu seorang gadis yang sama persis denganku hanya saja rambutnya berwarna sama denganmu ".


"Apa yang dia katakan". Seolah mengetahuinya Su Lian segera memastikan kembali


"Dia berkata bahwa aku harus baik padamu, dan hanya kau yang mengetahui semua, maka dari itu dia menyuruhku untuk membuat kau membantuku membuka segel ini". Jelas Ah Ying.


"Jadi begitu, dia masih saja khawatir dan perhatian padaku". Gumam Su Lian.


Kemudian Su Lian memandang lekat lekat mata Ah Ying untuk memastikan Ah Yuenya masih ada dalam tubuh Ah Ying.


Ah Ying yang ikut menatap Su Lian tiba tiba merasa seperti terhipnotis , seolah ada daya magnet yang menariknya untuk mendekat dengan Su Lian.


Su Lian yang sudah menemukan Ah Yue pada diri Ah Ying segera memelauk erat tubuh ramping itu, dan di balas oleh Ah Ying dengan sukarela.


Karena merasakan rindu yang teramat sangat, Su Lian segera mengendurkan pelukannya kemudian dengan perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Ah Ying dengan perlahan.


Karena tidak ada perlawanan dari sang gadis, Su Lian memberanikan diri mengecup bibir merah muda Ah Ying.


Ah Ying yang merasa nyaman dalam pelukan pria tampan tersebut hanya bisa pasrah menikmati setiap sentuhan hangat yang membuat tubuhnya seperti dialiri listrik.


Su Lian kemudian segera ******* pelan bibir merah muda itu. Awalnya tidak ada balasan dari Ah Ying hingga Ah Ying yang tidak bisa menahan hasratnya segera membalas ciumatn Su Lian dengan perlahan hingga menjadi ciuman penuh nafsu keduanya.


Ah Ying yang menyadari segera menekan hasratnya dan segera menjauhkan wajahnya dari Su Lian hingga membuat Su Lian sedikit kecewa atas tindakan Ah Ying.


"Maaf, aku tidak bisa lebih". Ucap Ah Ying yang bersemu merah sembari menundukkan wajahnya karena malu.


Ahh siall, ini ciuman pertamaku bisa bisanya aku terhasut oleh ketampanan Pria genit itu, untungnya tidak berlebihan. Gumam Ah ying dalam hati.


"Aku yang seharusnya meminta maaf Ying'er karena diam diam mencuri ciuman pertamamu, Maafkan aku". Ucap Su Lian memelas.


"Sudahlah lupakan,ayo kita kebawah untuk sarapan, mungkin kedua adikmu sudah menunggu kita disana".

__ADS_1


Su Lian pun mengangguk ringan kemudian berdiri diikuti oleh Ah Ying, Tangan kekar itu langsung menggenggam erat tangan ramping Ah Ying,dan mengajaknya untuk turun menuju kedai makan untuk sarapan.


__ADS_2