
Setelah mendapatkan Payung Tujuh petir, Ah Ying dan Su Lian memutuskan kembali ke Dunia atas. Hanya saja karena mereka berada di Hutan Tengkorak mereka memutuskan untuk ke Dunia Bawah terlebih dahulu.
"Apa Kau Siap Ying'er?". Tanya Su Lian.
"Ehm. mari kita pergi". Jawab Ah Ying yang begitu antusias. Pasalnya ia 7merindukan Kediamannya di Dunia Bawah , begitupun para Adik dunia fana dari Su Lian yang tak Lain Haocun dan Tianzi.
Sesampainya di Dunia bawah, pertama kali mereka bertujuan untuk kembali Ke Istana Kaisar Qin untuk sekedar menyapa saudara yang berada di sana.
Hanya beberapa Waktu saja mereka naik Ke Dunia atas, Kekaisaran Qin sudah banyak berubah, semenjak Kaisar Tua menduduki Posisinya kembali.
Tidak hanya kekaisaran yang berubah, tetapi juga Para Warga yang semakin hari semakin maju karena mereka semua diperhatikan benar oleh Kaisar Tua.
"Hanya beberapa minggu semua sudah banyak berubah ya".Ucap Ah Ying memecah keheningan.
"Ya, hanya beberapa Minggu jika di Dunia atas, tetapi jika di Dunia Bawah ini mungkin sudah beberapa Tahun kita pergi Ying'er".
"Memang selisih berapa Dunia ini dengan Dunia atas?". Tanya Ah Ying.
"Satu hari di dunia atas, itu sama dengan Satu bulan di Dunia bawah. Dan Ying'er tau, kita sudah meninggalkan Dunia bawah selama Dua puluh satu hari di Dunia atas sama dengan Dua puluh satu minggu yang artinya kita sudah pergi hampir dua tahun ". Jelas Su Lian.
"Begitu ya, pantas banyak sekali perbedaan".
Perjalanan mereka segera dipersingkat menggunakan alat teleportasi agar cepat sampai di istana Qin. Tak Lupa Su Lian memeluk erat pinggang Ramping Ah Ying yang selalu membuat wajah Ah Ying merona merah saat berdekatan Dengan Su Lian walau sudah sering kali itu terjadi.
Tibalah mereka di depan pintu Gerbang Istana Kerajaan Qin yang membuat para Prajurit terkejut tentang kedatangan mereka berdua dengan tiba tiba.
"Salam Pangeran Su Lian". Sapa para prajurit penjaga pintu gerbang itu .
"Bangunlah, bukakan pintu untuk pangeran ini dan calon istri". Ucap Su Lian sembari mengedipkan sebelah mata pada Ah Ying yang membuat si empunya semakin merona dan salah tingkah.
"Baik Yang Mulia, dan apakah hamba boleh memberi tahu kedatangan anda dengan Yang Mulia Kaisar?".
"Tidak perlu, biar aku saja yang langsung menemuinya".
"Kalau begitu baiklah Yang Mulia, silahkan masuk".
Setelah memasuki Istana banyak sekali Prajurit serta sesekali pelayan yang melihat mereka terkejut, pasalnya mereka sudah naik Ke Dunia atas pasti tidak akan kembali ke dunia bawah ini.
__ADS_1
Bisikan demi bisikan terdengar dari beberapa pelayan dan Prajurit istana, ada yang membicarakan karena merindukan mereka tetapi ada juga yang mencibir tentang turunnya kembali mereka.
Tak menghiraukan sedikitpun , mereka berdua tetap berjalan dengan tenang menuju tempat sang Kaisar Tua tersebut hingga mereka bertemu dengan Su Haocun yang sedang menggandeng seorang wanita cantik dari arah berlawanan.
"Kakak kedua, kakak ipar!!". Teriak Su Haocun sembari menarik tangan sang wanita untuk segera menghampiri Sosok yang dipanggilnya itu.
"Hai, apa kabar". Ucap Ah Ying .
"Baik kakak ipar, kenapa kalian turun kembali? apakah di Dunia atas tidak nyaman? atau apakah mereka menjahati kalian?". Runtutan pertanyaan muncul satu persatu dari mulut Haocun.
"Ada urusan yang belum selesai,". Jawab Singkat Su Lian.
"Ooohhh". Jawab Haocun tak kalah singkatnya.
"Hei, kau ini ,kenapa tidak kau kenalkan dulu gadis di sampingmu itu pangeran Haocun . Apa Dia istrimu?". Tanya Ah Ying sedikit menggoda.
"Hhehe, perkenalkan dia Chu Hua , dia calon istriku kakak".
"Wahh, lalu kapan gelar pernikahannya?". Tanya Ah Ying antusias.
"Akan kami usahakan". Jawab Su Lian yang kemudian berjalan meninggalkan mereka bertiga.
"Hei, tunggu, kau selalu saja meninggalkanku". Teriak Ah Ying.
"Kakak ipar, kalian mau kemana?".
"Menemui Ayahmu, !!". Jawab Ah Ying dengan suara yang sudah tak jelas lagi untuk di dengar karena sudah jauh meninggalkan Haocun dan Chu Hua.
"Dia Kakakmu?". Tanya Chu Hua.
"Benar, ada apa?".
"Tidak, hanya saja aku tidak pernah melihatnya sebelum dia naik Ke Dunia Atas".
"Yahhh karena kakakku tidak mudah bersosialisasi, kakakku sangat tertutup. Sudah, ayo kita lanjutkan tujuan kita. Bukankah kita akan pergi kebutik".
Haocun dan calonnya segera melanjutkan tujuannya untuk memesan baju pernikahan di Butik ternama di Kekaisaran Qin.
__ADS_1
Sedangkan Pasangan Su Lian dan Ah Ying kini sudah sampai di depan pintu Kamar Sang Kaisar Tua. Dengan perlahan Su Lian mengetuk pintu kamar tersebut hingga terdengar suara langkah kaki menuju Pintu itu.
"Siapa?". Tanya Kaisar dari dalam kamar.
Setelah pintunya terbuka betapa terkejutnya Kaisar Tua melihat Su Lian dan Ah Ying yang berdiri di luar Pintu kamarnya, Sesekali Kaisar mengucek matanya untuk memastikan bahwa ia tidaklah mimpi.
"Su Lian, itukah kau?". Tanya Kaisar Tua.
"Iya, ini aku Ayah". Jawab Su Lian.
"Oh ayah sangat merindukanmu nak". Ucap Kaisar seraya memeluk erat Su Lian.
"Apa Kabar mu Ayah?".
"Ayah baik, sangat baik. Bagaimana dengan kalian? apa sudah menyelesaikan urusan kalian?".
"Kami baik Ayah, hanya saja kami belum menyelesaikan urusan kami. Jadi kami hanya mampir sekedar bertemu denganmu Ayah". Ucap Su Lian.
"Hah, Ayah Kira kalian akan tinggal lebih lama di sini". Ucap Kaisar sembari menghela nafas panjang.
"Setelah Kami menyelesaikan urusan kamu. Kami akan kembali secepatnya Ayah".
"Baiklah, Ayahmu akan menunggu dengan baik nak. Masuklah, kita mengobrol di dalam". Ucap Kaisar sembari mempersilahkan masuk kedalam kamarnya .
"Tidak perlu Ayah, kami harus kembali. Tunggulah beberapa hari lagi. Maksudku beberapa bulan, kami akan kembali secepatnya".
"Baiklah, kalau begitu kalian berhati hatilah".
"Tentu Yang Mulia". Jawab Ah Ying.
"Kalau Begitu kami pamit dulu, salam untuk Yang Lainnya". Ucap. Su Lian yang di angguki lemah Kaisar Tua.
Rasa Rindunya kepada Anaknya Su Lian yang ternyata Jelmaan dari Seorang Dewa Perang tidak membuat Sang Ayah mengurangi Kasih sayangnya. Kini ia melihat sosok anaknya yang kini perlahan menghilang jauh di depan matanya untuk kembali Ke Dunia Atas, hingga membuatnya mengeluarkan tetesan air bening yang keluar dari matanya.
Su Lian dan Ah Ying pun kini benar benar menghilang dari Istana Kekaisaran yang kini sudah berpindah di dalam Kediaman persembunyinya di Dunia Atas. Ah Ying tanpa sepatah katapun segera pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.
Sedangkan Su Lian pergi ketempat Tetua Ji untuk melaporkan tentang informasi yang ia dapat Di Dunia Gelap tersebut dan tentang penyerangan dari Raja Iblis yang akan lebih awal dari rencana awalnya.
__ADS_1