Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
44. Kemarahan Raja Iblis


__ADS_3

Berita tentang Ah Ying yang sudah mendapatkan tubuh Abadi segera sampai pada telinga Sang Raja iblis yang sedang bersantai di Singgasananya.


Mendengar berita tersebut, Sang Raja Iblis Hong Fei pun murka karena terlambat menghabisi Ah Ying. Dengan Amarah Yang berapi api, Raja Iblis segera menghancurkan apapun di depannya.


"Kenapa!!! Kenapa kalian semua begitu b*d*h hahh!!!. Gadis Si*l*n itu sudah mendapatkan Keabadian, dan kalian tahu jika dia mendapatkan Keabadian maka dia akan segera naik Ke Dunia Atas. Jika dia sudah Naik, maka usahaku akan sia sia... Aaaaaaagggghhhh". Ucap Raja Iblis kembali menghancurkan apapun di depannya. Hingga Datanglah bawahan setianya BingHei dari balik pintu menghentikan amarah sang Raja Iblis tersebut.


"Yang Mulia, tolong bersabarlah. Dengarkan aku dahulu".


"Apa lagi yang ingin Kau katakan BingHei? bukankah rencanaku benar benar sudah sia sia".


"Yang Mulia, Hamba mempunyai sebuah rencana lagi, dan hamba harap Yang Mulia Tenang terlebih dahulu". Ucap BingHei yang kemudian duduk di depan singgasana Raja Iblis.


Raja Iblis pun segera menghembuskan nafas berat untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Cepat katakan! Apa rencanamu BingHei".


"Yang Mulia pasti tahu Kaisar Negara Qin?".


"Ya Ya,sudahlah katakan langsung jangan bertele-tele ". Ucap Raja Iblis yang sangat tidak sabar.


"Baiklah Yang Mulia. Kaisar Negara Qin bernama Su Hao, dia adalah dalang dari pembantaian besar keluarga Jenderal Besar Wu , dan keluarga Besar Jendral wu adalah keluarga gadis itu saat di alam Bawah. Kaisar Su Hao tidak mengetahui bahwa gadis itu adalah anak Jendral Wu yang berhasil melarikan diri. Jika kita bisa memikat Kaisar tersebut,mungkin akan lebih mudah menghancurkan keponakan anda itu Yang Mulia". Jelas BingHei .


"Kau benar, kita manfaatkan Kaisar Negara Qin itu untuk membunuh Keponakan b*d*h itu. Lalu apa Rencanamu?".


"Pertama kita manfaatkan Kaisar itu agar memikat gadis itu yang Mulia, setelah itu kita buka identitas sang gadis di depan Kaisar, maka dengan spontan Kaisar Su Hao akan membunuhnya saat itu juga".


"Hahahhaha.. ide yang bagus, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk membunuhnya, Hebat.. hebat". Ucap Raja Iblis sembari menganggukkan kepalanya .


"Kalau begitu saya pamit undur diri, untuk menemui Kaisar tersebut Yang Mulia".


"Ya ya ya, pergilah".


BingHei segera pergi meninggalkan Alam iblis menuju dimana istana Kaisar Negara Qin, Su Hao.


Dengan berteleportasi BingHei pun sampai di kamar Kaisar Negara Qin dengan menggunakan Jubah hitam dan cadar hitam agar tidak diketahui para manusia disana.


Kaisar Su Hao segera memasuki kamarnya untuk beristirahat karena hari sudah petang. Saat sampai di dalam kamar dia dikejutkan Sosok pria berjubah hitam serta menggunakan cadar. Tinggi pria tersebut melebihi tinggi rata rata manusia di Dunia bawah sehingga membuat Su Hao waspada akan kedatangan orang itu.


"Siapa kau?? Kenapa kau di kamarku?".

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, aku disini ingin memberikanmu ramuan".


"Ramuan? Ramuan Apa? Apa tujuanmu kemari". Ucap Su Hao dengan banyak pertanyaan.


"Bukankah kau ingin mendapatkan gadis bercadar yang berada di kediaman Jendral Wu itu?".


"Darimana kau mengetahui semua itu?".


"Hahahah,sudah ku bilang, kau tidak perlu tahu. Yang jelas aku kemari untuk membantumu mendapatkannya, hanya dengan meminum ramuan ini saat dia ada di dekatmu, maka dia akan mengikuti semua ucapanmu". Ucap BingHei sembari menyerahkan Ramuan yang berada di botol porselen itu kepada Su Hao.


Su Hao yang penasaran, segera menerima ramuan tersebut dan kemudian memasukan kedalam cincun penyimpanannya.


Saat Su Hao mendongak lagi , orang berjubah hitam tersebut sudah tidak ada di depanya.


"Kau Lihat saja Su Lian, Nona Ying pasti akan menjadi milikku".Gumam Su Hao dengan seringai yang menakutkan.


__________


Pagi yang cerah telah menyambut kedua insan yang masih tertidur pulas di ranjang penginapan, suara Kicauan burung yang saling bersautan menghiasi indah suasana pagi di Negara Luo ini.


Walaupun masih dalam Waktu musim dingin tetapi hari ini sangatlah hangat sehingga membuat orang orang bersemangat untuk melakukan aktivitasnya kembali.


Ah Ying segera turun dari ranjang untuk segera membersihkan diri tanpa memperdulikan Su Lian.


Ah Ying segera meminta pelayan penginapan untuk menyiapkan air hangat.


Sambil menunggu air hangat Ah Ying segera mengambil mangkuk berisi Lidah buaya dan arang racikannya untuk dibawa ke kamar mandi.


"Ini nona, air hangat anda". Ucap pelayan penginapan tersebut.


"Terimakasih, dan ini untukmu". Ucap Ah Ying yang kemudian memberikan Satu koin emas kepada pelayan tersebut.


"Tapi nona ini terlalu banyak, ".


"Tidak apa, ambil saja, simpan untuk keluargamu".


"Terima kasih nona terimakasihh,, semoga nona diberikan banyak keberkahan". Ucap pelayan itu sembari membungkukkan badan dan kemudian pergi meninggalkan Ah Ying.


"Yahh ayo kita mandi".

__ADS_1


Ah Ying segera memasuki bak mandi air hangat ditaburi kelopak mawar sehingga semerbak wanginya terasa hingga luar kamar mandi.


"Segarnyaaa... Aku jadi rindu mandi di Duniaku dulu, hmm... tapi ini juga tidak buruk". Gumam Ah Ying.


"Teman teman, bagaimana kabar kalian disana? tak terasa sudah hampir empat bulan aku berada di dunia Antah berantah ini". Gumam Ah Ying kembali.


Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dengan sendirinya, membuat Ah Ying terkesiap melihatnya.


Terlihat sosok lelaki tampan dari balik pintu kamar mandi yang tersenyum menggoda kepada Ah Ying yang berada di Bak mandi


"Liaannnnn... cepat keluar, aku sedang mandii... ". Ucap Ah Ying kemudian menyiramkan sedikit air ke arah Su Lian.


"Aku tahu.. apa aku tidak boleh ikut mandi bersamamu Ying'er". Ucap Su Lian tersenyum menggoda.


"Ahh Tidak tidak, cepatlah pergi".


Tetapi Su Lian tidak menghiraukan Rengekan Ah Ying, kemudian dia segera membuka baju atasnya hingga memperlihatkan roti sobeknya sehingga Ah Ying tanpa sadar menelan ludahnya saat melihat tubuh kekar Su Lian.


"Sudah pangeran bilang kan, Kau pasti akan menyukainya". Goda Su Lian sehingga membuat wajah Ah Ying memerah malu seperti kepiting rebus.


Su Lian yang melihat Ah Ying hanya diam saja segera menanggalkan celana panjangnya hingga meninggalkan celana pendeknya saja.


Ah ying yang melihatnya spontan melototkan matanya, ia terkejut karena dengan beraninya Su Lian melakukan seperti itu.


"Tidakkkkkkk... cepat keluar!!!". Ucap Ah Ying kemudian dengan spontan berdiri sambil berkacak pinggang, untung saja Ah Ying tidak bertelanjang bulat, dia masih menggunakan baju tipis untuk mandi.


"Cepat keluarlahhh!!!!".


"Baik baik, aku keluar". Ucap Su Lian kemudian.


Ah Ying segera menetralkan emosinya dengan mengatur nafasnya perlahan.


Tak lama dia menyadari sesuatu yang aneh pada dirinya .


"Suuuu Liannnnnnnn!!!". Teriak Ah Ying kemudian membuat penginapan sedikit tergoncang akan teriakannya.


Ah Ying yang menyadari bahwa tadi dia berdiri dengan keadaan basah di depan Su Lian kini segera merendam tubuhnya karena malu saat mengingat kejadian tadi.


"Malu sekali aku". Gumam Ah Ying.

__ADS_1


Ah Ying segera menyudahi berendamnya kemudian segera berganti pakaian dan mengeringkan rambutnya menjadi setengah kering. Kemudian dia mengambil racikan Arang dan Lidah buaya itu untuk menutupi kembali Rambut peraknya yang sangat berkilau.


__ADS_2