
Setelah kembali di dunia atas, Ah Yue dan Su Qiang tidak kembali ke kediamannya melainkan pergi ke istana Kerajaan Langit.
Mereka berdua segera berjalan tergesa gesa menuju Istana, awalnya mereka di hadang oleh penjaga Istana tapi setelah melihat Su Qiang mereka segera memberikan jalan.
"Su Qiang, bagaimana nantinya jika aku bertemu Ayah?". Tanya Ah Yue dengan wajah ragunya.
"Tak apa Yue'Er, kau bisa membuka identitas mu sekarang".
"Hufh... hufh ... aku sedikit gugup". ucap Ah Yue sambil mengatur nafasnya yang sedikit gugup.
Su Lian yang melihat wanitanya gugup segera menggenggam tangannya sambil mengusap lembut punggung tangan Ah Yue agar lebih tenang.
"Tak apa, aku akan mendampingimu Yue'Er".
"Terimakasih".
Su Qiang tersenyum simpul menandakan ia siap apapun yang terjadi untuk mendampingi Sang Wanita.
Su Qiang dan Ah Yue pun segera berjalan beriringan sembari berpegangan tangan hingga membuat orang orang memperhatikan mereka dengan iri .
Setelah melewati beberapa lorong dan belokan mereka akhirnya sampai di tempat Kaisar Langit, dengan perlahan mereka melangkahkan kakinya untuk memasuki tempat tersebut.
Terlihat Sang kaisar dan permaisuri sedang berbincang dengan beberapa menteri .
Mereka berdua berjalan mendekati Kaisar dan yang lainya dengan sesekali menghela nafas untuk menghilangi kegugupannya.
Kaisar Xuang yang melihat kedua orang yang memasuki ruangannya kini mengalihkan pandangannya kepada mereka terutama kepada Ah Yue.
"Salam Yang Mulia Kaisar ".
"Bangunlah, Dewa Qiang dan ini....".
"Apa Yang Mulia tidak mengenalinya?". Tanya Su Qiang.
"Siapa Dia Dewa Qiang?". Tanya Permaisuri kali ini.
"A.... Ayahh". Ucap Ah Yue lirih sembari menunduk menahan haru .
"Ayah? Siapa kau ? kenapa kau memanggilnya Ayah?". Tanya Permaisuri.
Su Qiang pun menarik pelan tangan Ah Yue untuk lebih mendekati Kaisar , kemudian dia segera membuka suara tentang Ah Yue karena tidak mungkin menunggu Ah Yue untuk menjelaskan.
__ADS_1
"Dia adalah Xuang Ah Yue Yang Mulia". Ucap Su Qiang .
"Yue'er, apakah benar dia? Tapi kenapa sangat berbeda?". Tanya Kaisar yang masih ragu .
Ah Yue yang menyadari penampilannya kini segera mengeluarkan Kekuatanya untuk membuka seluruh penyamarannya.
Muncullah cahaya warna warni yang menyelimuti Ah Yue yang membuat seluruh orang yang berada di tempat itu memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi selanjutnya.
Setelah cahaya itu meredup kini memperlihatkan sosok gadis yang sangat cantik berambut perak dengan mahkota kecil diatasnya. Pakaianya berwarna putih dengan motif burung Phoenix yang berwarna perak dan emas serta tato tangan di kanan dan kirinya yang bergambarkan Naga Ying dan Yang serta burung Phoenix di tengahnya.
"Yue'er... ". Teriak Permaisuribyang berhambur ke pelukan sang putri.
"Ibu, aku sangat merindukanmu".
"Ibu juga sayang, akhirnya kau kembali sayang.. ". Ucap Permaisuri sembari memeluk erat sang Putri.
Kaisar yang masih tertegun karena terkejut kini perlahan berjalan mendekati sang putri dan Permaisuri yang saling berpelukan. Kaisar menangkup pelan wajah Putrinya yang sudah sangat lama ia rindukan, hingga tak terasa air matanya deras membanjiri pipi tuanya itu.
"Ayah...". Panggil Ah Yue.
"Yue'er...". Sahut sang Ayah.
"Ayah aku sangat merindukanmu". Ucap Ah Yue yang kemudian tidak bisa lagi membendung tangisnya.
"Ah Yue, Ayah senang kau bisa berengkarnasi. Dan Untuk Dewa Qiang, terimakasih kau telah menjaga Ah Yue ku selama ini". Icap Kaisar Xuang dengan tulus.
"Anda tidak perlu khawatir Yang Mulia, apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisinya". Jawab Su Qiang sembari menoleh ke arah Ah Yue dengan senyuman penuh kasih sayang.
Kaisar Xuang yang mengerti arti dari tatapan mereka berdua segera berdeham dan membuka pembicaraan kembali.
"Setelah semuanya selesai, aku akan menganugerahkan pernikahan untuk kalian berdua". Ucap Kaisar yang membuat sepasang kekasih itu merona malu.
"Terimakasih Yang Mulia". Jawab Su Lian.
"Ayah, ada yang ingin kami bicarakan denganmu. Ini sangat penting, bisakah kita bicara secara pribadi?". Tanya Ah Yue mengalihkan pembicaraan karena malu.
"Kalau begitu untuk para Mentri silahkan pergi sebentar, ada yang ingin kubicarakan secara pribadi dengan putriku ". Titah Kaisar.
"Baik Yang Mulia". Jawab Mereka serentak
Setelah semua pergi, Kaisar pun duduk di meja panjang yang sudah biasa di gunakan untuk rapat yang kemudian diikuti oleh Su Qiang , Ah Ying , dan permaisuri.
__ADS_1
"Katakan Putriku".
" Ayah , Paman Hong Fei sekarang perjalanan menuju Istana Langit untuk melakukan penyerangan, jadi kita juga harus bersiap sekarang". Ucap Ah Ying.
"Jadi dia menyerang begitu awal ".
"Benar , Jadi bagaimana pendapatmu Ayah?".
"Tentunya kita juga akan menyiapkan pasukan ".
Ah Yue kemudian segera menceritakan tentang tragedi di Kerajaan Iblis serta rencana Yang akan ia lakukan, begitupun Su Qiang yang selalu saja memperhatikan Ah Yue dari semua gerak geriknya hingga tak luput dari perhatian Permaisuri.
"Kalau begitu, mari bersiap. Dan Untukmu Dewa Qiang, ku titipkan Putriku padamu. APapun yang terjadi tolong lindungi Putriku".
"Tentu Yang Mulia". Ucap Su Qiang sembari menggenggam erat tangan Ah Yue.
Setelah pertemuan Singkat itu, Kaisar Xuang memerintahkan para mentri dan yang lainya untuk segera bersiap untuk menghadapi Sang Adik yang akan melakukan penyerangan.
Kerajaan Langit disibukkan oleh para Prajurit dan para tentara terpilih yang berlalu lalang untuk memperketat penjagaan , banyak para warga yang sudah diungsikan di tempat yang aman. Serta Para Dewa Dewi yang juga sudah bersiap dengan baju perang masing masing yang beraneka ragam.
Kali ini Kaisar Xuang sendiri yang memimpin diikuti para Dewa perang Tua serta para prajurit terpilih diikuti Para Dewa Dewi di belakangnya, sedangkan Ah Yue dan Su Lian bersembunyi di tempat yang aman untuk melakukan serangan diam diam karena takut kejadian ratusan tahun lalu akan terjadi lagi.
Kini mereka semua sudah berjajar rapi di dekat gerbang perbatasan empat dunia untuk menunggu para tentara serta Raja Iblis, untung saja tempat itu cukup luas dan jauh dari rumah warga jadi lebih aman dan tidak akan merusak sesuatu yang berharga.
"Su Qiang, berapa lama lagi mereka akan tiba?". Tanya Ah Yue.
"Mungkin setelah matahari tenggelam". Singkat Su Qiang.
Ah Yue memperhatikan mata Su Qiang yang kini terfokuskan pada area pertarungan yang akan terjadi, ia tersenyum manis yang kemudian segera menyandarkan kepalanya di bahu Su Qiang. Su Qiang yang merasa bahunya di sandari kini menoleh dan dengan reflek mengusap lembut rambut serta pipi dari Ah Yue.
"Kenapa? apa Yue'er lelah?". Tanya Si Qiang lembut.
"Tidak, hanya saja aku begitu senang di dekatmu".
Su Qiang yang mendengarnya kini begitu gemas dengan wanitanya, ia pun mencubit hidung mancung tersebut karena saking gemasnya.
"Awww sakit tau". Ah Ying menggerutu.
"Kau sangat menggemaskan". Ucap Su Qiang kemudian mencubit pipi kanan Ah Yue.
"Awwww.. Ihhh awas ya kau".
__ADS_1
Mereka berdua pun asik satu sama lain, hingga tibalah yang di tunggu tunggu dari gerbang Empat Dunia tersebut.