
Cahaya ungu pekat itu kemudian menyelimuti cawan yang berisikan darah dari Ah Ying. Cahaya ungu yang semakin pekat dan pekat kini membentuk sebuah pusaran kecil pada cawan tersebut.
Pusaran yang perlahan menghilang begitupun darah yang berada di cawan itu yang berubah menjadi air bening.
"Sekarang minumkan kembali kepada gadis itu sebelum terlambat". Ucap Phoenix hitam itu kepada Su Lian.
_____
Di alam bawah sadar...
Terlihat tembok tembok putih yang mulai berlubang perlahan hingga membuat Ah Ying bingung bagaimana ia bisa lolos dari lubang lubang yang semakin besar.
"Kenapa banyak sekali lubang? Kalau aku jatuh di salah satu lubang itu pastinya aku tidak akan bisa kembali". Gumam Ah Ying.
"Pergilah ke tempat yang lebih luas di depan sana". terdengar suara menggelegar yang tak terlihat wujudnya.
"Siapa kau?". Teriak Ah Ying.
"Aku kesadaran dirimu, cepat kau pergi ke tempat yang lebih luas di sana sebelum kau tertelan oleh lubang lubang tak berdasar ini". Ucap Suara itu lagi.
"Bagaimana caranya? hampir sebagian besar berlubang, dan bagaimana aku bisa sampai di tempat itu?". Tanya Ah Ying.
"Tutup matamu, dan rasakan keyakinanmu. Jangan kau buka matamu sebelum kau melewati semua lubang itu. Jangan takut, ikuti nalurimu".
Ah Ying pun segera memposisikan dirinya untuk mencoba melewati lubang lubang yang beragam itu, ia memejamkan matanya dan kemudian segera berjalan perlahan untuk bisa melewatinya walaupun banyak keraguan dihatinya.
"Jangan buka matamu, lanjutkan jalanmu dan jangan menoleh kebelakang". Perintah suara tersebut.
Dengan wajah pucat serta keringat bercucuran, Ah Ying berjalan perlahan sambil menutup matanya Tanpa berani membuka matanya sekalipun.
Perlahan tapi pasti, ia pun berhasil melewati semua lubang lubang tersebut , dan kini ia berhasil sampai di tempat yang luas.
"Akhirnya....". Ucap Ah Ying sembari mengusap peluhnya.
Belum selesai bernafas, Tiba tiba muncul lubang yang teramat besar di atas Ah Ying. Lubang itu membentuk pusaran yang begitu kuat hingga tubuh kecil itu hampir tersedot kedalam lubang.
"Jangan kau buka matamu. Tutup matamu sekarang!!". perintah suara itu lagi.
Ah Ying dengan panik segera menutup matanya , dan benar setelah mata tertutup tubuhnya berhenti tersedot kedalam pusaran itu.
"Apa aku boleh membuka mata?". Teriak Ah ying bertanya.
"Jangan!!.. sebelum ada orang yang memberimu air darah suci".
"Apa aku ternodai oleh darah iblis?".
__ADS_1
"Benar, karena seseorang menyelamatkanmu dari racun api. Dan sekarang kau harus kembali bersabar untuk mendapatkan darah Suci untuk menetralkan kembali tubuhmu". Jelas Suara besar itu.
Ah Ying kembali di Landa cemas yang teramat sangat. Dimana ia menemukan Darah suci itu. Apakah ia harus menyerahg?.
Pertanyaan demi pertanyaan tersirat di pikirannya, hingga akhirnya ia melihat cahaya yang begitu terang dari arah depannya.
"Kau bisa berjalan menuju cahaya itu, tapi jangan buka matamu".
Ah Ying pun berjalan perlahan sambil menutup matanya untuk mengikuti arah cahaya tersebut.
"Cahaya apa itu? kenapa silau sekali, padahal aku menutup mataku". Gumam Ah Ying.
"Ulurkan tanganmu".ucap suara asing itu.
Ah Ying segera mengulurkan tangannya ke dalam cahaya tersebut hingga ia tersedot kembali ke alam sadarnya.
Terlihat Mata Ah Ying yang perlahan terbuka, Su Lian segera menggenggam tangannya sembari menciumi tangan gioknya itu.
"Ying'er, akhirnya kau bangun". Ucap Su Lian .
"Ehmm,, ada apa ini?". Tanya Ah Ying dengan suara parau.
"Tidak ada, yang terpenting kau sudah siuman. Cepat panggilkan Tabib muda itu". Teriak Su Lian kepada pelayan yang berada di Ruangan itu.
.......
"Hebat, akhirnya Nona Ying sudah sadar". Ucap Dewa Tabib YunJie.
"Cepat periksa Ying'erku, jangan membuang waktu". Perintah Su Lian.
"Kau tenang saja Dewa Qiang, aku pasti memeriksanya".
Dewa Tabib YunJie pun segera memeriksa keadaan Ah Ying yang berangsur angsur membaik.
"Selamat Nona, kau mendapatkan kekuatan tersembunyi". Ucap Tabib YunJie kepada Ah Yung yang masih terbaring.
"Kekuatan tersembunyi?". Tanya Ah Ying.
"Benar, kekuatan Phoenix Hitam. kekuatan yang bisa mengendalikan para binatang Spiritual bahkan para iblis sekalipun". Jelas YunJie.
"Bukan berita buruk". Ucap Su Lian sembari tersenyum manis.
"Kau benar Dewa, Kalian bisa menggunakan kekuatan itu untuk melindungi kalian".
"Apa itu mempengaruhi Aura Dewiku?". Tanya Ah Ying.
__ADS_1
"Tidak, kekuatan tersembunyimu lebih pada kekuatan Sihir, jadi kau bisa mengaturnya bagaimana kau ingin menggunakan atau tidak".
"Begitu ya, hmm".
"Yang terpenting kau sudah sadar Ying'er". Ucap Su Lian mengalihkan pembicaraan.
Ah Ying pun membalasnya dengan tersenyum tak kalah manisnya, hingga perut rampingnya itu mengeluarkan suara khas orang lapar hingga Ah Ying menjadi tersenyum kikuk.
"Pelayan, ambilkan makanan untuk nyonya kalian". Perintah Su Lian kepada pelayan di dekatnya.
"Baik Yang Mulia".
Mereka pun segera menyiapkan beraneka ragam hidangan yang di tata dengan rapi di meja dekat ranjang Ah Ying.
"Sekarang makanlah Ying'er".
"Kalau begitu aku tidak sungkan". Ah Ying pun segera melahap satu persatu hidangan yang dihidangkan tanpa memperdulikan sopan santun seorang Dewi di depan Su Lian.
"Kau tidak makan?". Tanya Ah Ying kepada Si Lian.
"Tidak, kau saja. Aku sudah makan tadi". Jawab Su Lian, tapi tak berapa lama cacing di perutnya tidak sejalan dengan yang ia katakan tadi.
"Ck, makanlah. jangan berpura pura udah kenyang". Ucap Ah Ying sambil menahan Tawanya.
Su Lian yang merasa malu pun akhirnya ikut makan bersama Ah Ying.
Setelah badan Ah Ying sudah lebih baik, Su Lian segera meninggalkan Ah Ying sendiri untuk beristirahat. Tetapi setelah Su Lian Pergi, Ah Ying tidak bisa memejamkan matanya lagi sehingga ia berencana untuk berjalan jalan di kediaman.
Saat sedang asiknya Ah Ying berkeliling, dari kejauhan ia melihat sosok yang ia kenal sedang menasuki Kamar Su Lian.
"Untuk apa Tetua Ji memasuki kamar Su Lian malam malam begini?". Gumam Ah Ying.
"Atau aku juga diam diam kesana ya". Gumamnya lagi.
Ah Ying pun memutuskan untuk mengendap endap menuju Kamar Su Lian.
"Bagaimana Su Qiang?". Tanya Tetua Ji.
"Kita harus ke Dunia gelap untuk menyelidiki semuanya Tetua".
"Kau benar, sebelum si bodoh itu mendahului kita. Lalu kapan kau akan ke Dunia Gelap?". Tanya Tetua Ji.
"Aku akan bicara dengan Ah Ying dulu Tetua, baru aku akan turun ke dunia Gelap".
"Baiklah terserah padamu, yang terpenting jangan sampai penyamaranmu dan Ah Ying terbongkar".
__ADS_1