Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
8.Sosok Pria Berambut Perak


__ADS_3

Selang beberapa lama Qiqi pun akhirnya selesai mengumpulkan batu roh dari mayat serigala bertanduk itu, yang kemudian diserahkan kepada Ah Ying.


"Ini nona, ada batu roh biru yang berjumlah sepuluh, batu roh merah lima dan batu roh kuning yang paling banyak nona, berjumlah sembilan belas".Terang Qiqi kepada Ah ying.


"Terimakasih Qiqi, Dan untuk kepala desa dan warga, saya mohon maaf untuk undur diri terlebih dahulu, dan untuk bangkai binatang buas bisakah saya pasrahkan kepada anda dan warga tuan?". Ucap Ah Ying sambil menunduk memberi hormat.


"Nona serahkan pada kami semua, yang seharusnya berterimakasih adalah kami nona, berkat nona desa kami terbebas dari serangan binatang buas itu. Jika nona ingin undur diri silahkan ,ini sudah sangat larut nona segeralah beristirahat".


Ah Ying pun berpamitan seraya menangkupkan tangan kepada seluruh warga yang berada di sekitar tempat kejadian kemudian pergi menuju penginapan.


"Qiqi , kau bisa jelaskan kegunaan batu batu roh itu?".


"Tentu nona, batu roh terbagi menjadi lima macam, pertama batu roh kuning adalah batu roh yang paling rendah tapi lebih tinggi dari koin emas biasanya terdapat pada hewan tingkat satu yang belum berevolusi usianya baru puluhan tahun, kedua batu roh biru berada pada hewan tingkat satu atau dua yang sudah berevolusi usianya ratusan tahun nilainya lebih tinggi dari batu roh kuning, yang berikutnya batu roh merah, itu sangat jarang ditemui karena terdapat pada hewan sepiritual tingkat 2 atau tiga yang sudah berevolusi beberapa kali yang usianya sudah ribuan tahun, bisa dibilang setengah siluman, yang keempat batu roh ungu, itu juga sangat sangat jarang ditemui karena hanya hewan sepiritual yang sudah sepenuhnya berevolusi menjadi siluman dan usianya puluhan ribu tahun. Dan yang terakhir batu roh biru muda itu batu roh yang hanya ada pada hewan mitologis seperti kami nona , batu roh biru laut sangatlah berharga bagi kultivator, makanya aku dan Bai Lu harus menyembunyikan identitas kami nona". Terang Qiqi panjang lebar.


"Begitu ya, apa ada fungsi lain dari batu batu roh itu?".


"Ada nona, untuk kultivator batu roh juga bisa digunakan berkultivasi karena semakin tinggi batu roh maka semakin cepat pula orang itu mencapai tingkat kultivasi yang diinginkan".


"Jadi semacam mempercepat menaikan tingkat kultivasi?".


"Benar nona".


"Kita sudah sampai, uhhh pegal sekalii".


Mereka pun akhirnya memasuki kamar dan beristirahat di kamar dengan tempat tiur yang lumayan besar cukup untuk 3 orang.


"Selamat malam Qiqi...".


Ah Ying pun perlahan memejamkan mata dan mulai terbuai dengan dunia mimpinya, begitupun dengan Qiqi.


......................


Seseorang berdiri di balik pohon besar mengamati setiap kejadian di desa tongfu.


Sosok pria berambut perak itupun diam diam tersenyum setiap melihat sosok Ah Ying yang sedang melawan para binatang bua yang menyerang desa Tongfu.


Tidak ada niatnya untuk membantu sama sekali saat melihat pertarungan.


"Yang Mulia apakah anda tidak ingin membantu nona itu??".tanya salah satu penjaga kepada pria berambut perak tersebut.


"Tidak perlu, kau lihat saja sendiri dia pasti bisa".


"Kenapa anda begitu yakin Yang Mulia?".


"Karena dia berada di Ranah Dewa tingkat 2". Ucap pria itu dengan santai.


"Bukankah di kekaisaran Qin ini hanya anda dan Yang Mulia Kaisar Pangeran ??".

__ADS_1


Pria itu hanya tersenyum menanggapi pengawalnya itu.


Tiba - tiba terdengar suara derap kaki dari belakang pria itu.


"Yang Mulia Pangeran Su Lian..". Ucap seorang pria dari belakang.


"Katakan ....".


"Saya sudah mendapatkan informasi dari gadis itu Yng Muia Pangeran4".


"Lanjutkan ".


"Nona itu benama Ah Ying , berumur sekitar 20 tahun, mengembara bersama gadis kecil sekitar 10 tahun,terakhir dia berurusan dengan nona anak perdana menteri bernama Quaying, dan dia bertujuan ke ibu koa tuan".


"Apa hanya itu informasi yang ku dapatkan ??".


"Benar yang mulia ".


"Cari lebih banyak lagi".


Pangeran Su Lian pun bergegas pergi meninggalkan mereka, tanpa ada yang bertanya mereka pun juga ikut pergi meninggalkan tempat kejadian.


......................


Pagi mulai menyapa bumi kekaisaran Qin, sinar matahari yang mulai memasuki celah kamar yang Ah Ying tinggali, membuat kedua gadis itu terbangun dari mimpi indahnya.


"Hooaaammm.... Sudah pagi ternyata ". Suara serak A h Ying khas orang bangun tidur.


"Ayo kita bangun membersihkan diri dan kemudian kita sarapan dahulu kemudiaaannn h aku lupa Qiqi, hehe".Ucap Ah Yng sambil merenggangkan badanya.


Kreetek kreeetteekk


Merekapun segera membersihkan badan dan berjalan keluar kedai untuk mencari sarapan pagi.


Sesampainya di kedai makan samping penginapan banyak warga yang berbisik tentang Ah Ying yang mengalahkan binatang buas semalam.


ada yang memberi pujian dan ada pula yang memberi komentar pedas..


Semua terdengar jelas di telinga Ah Ying tetapi dia sama sekali tidak merespon sedikitpun apa yang mereka bicarakan.


"selamat pagi nona, anda mau memesan apa?". Tanya pelayan kedai dengan sopan.


" Aku ingin bebek bakar , sup,ikan bakar dan sayur dan jangan lupa makan penutup dan buah segar".


"Baik nona, siahkan menunggu".


Ah Ying dan Qiqi pun memilih tempat didekat jendela , agar bisa mengamati warga yang berlalu lalang.

__ADS_1


Selang 15 menit makanan yang mereka pesan pun sudah jadi dan mereka seperti bisa tanpa berbasa basi langsung menyantap makana tanpa mempedulikan orang- orang di sekitar.


"Selamat makan".


Setelah selesai memakan makanan mereka , merekapun memilih berjjalan jalan di pasar Desa Tongfu terlebih dahulu sembari mencari asosiasi tempat menjualnya barang barang kebutuhan para kultivator.


"Qiqi apa kau tahu nama asosiasi itu, agar aku bisa membuat pengenal, atau membeli beberapa barang ataupun pil obat ??"


"Tentu nona, nama assosiasnya Bulan Putih , seingatku terletak di ujung jalan pasar ini". Jawab Qiqi sambil menunnjuk jalan menuju asosiasi.


"Baiklah ayo kita kesana".


Ditengah perjalanan tiba tiba Ah Ying tak sengaja menabrak seseorang,


Brrruukk....


^^^"Awwww". Teriak A h Ying dengan sepontan,^^^


"Nona...."Qiqi segera menghampiri nonanya yang terjatuh karena menabrak seorang pria, tetapi pria tersebut tak bergeming dan hanya menatap mreka berdua sambil tersenyum.


Ah Ying yang kesal pun mendongakan kepalanya untuk melihat siapa orang yang dia tabrak.


"Kau..... Kenapa kau diam saja hah??!!". Ucap Ah Ying kesal.


Tapi Belum sempat melanjutkan kekesalanya diapun terkejut setelah melihat sosok yang bertabrakan dengannya.


"Maaf Pangeran, saya tidak tau itu anda".


"Kau tidak apa -apa??". Tanya Pangera Su Lian kemudian.


"Tidak apa - apa pangeran". Jawab Ah Ying sambil tersenyum kaku.


Kemudian Pangeran Su Lian mengulurkan tangan untuk membantu Ah Ying berdiri.


Ah Ying tampak ragu menerima uluran sang pangeran, tetapi Pangeran Su Lian yang tidak sabar lagsung menyambar tangan Ah Ying dan menariknya untuk berdiri.


Tetapi karena pangeran Su Lian terlalu kuat menariknya, Ah Ying teersentak dan tanpa sadar menabrak dada biang sang pangeran.


Wajah Ah Ying semakin bersemu merah, hingga akhirnya...


"Apakah nona menyukai dada bidangku ini??". Tanya Su Lian tanpa rasa malu.


"ahh... Maaf pangeran". Ucap Ah Ying yang semakin merona seperti tomat rebus.


Pangeran Su Lian pun tersenyum membuat siapapun yang melihatnya pasti akan tepesona.


Akhirnya aku menemukanmu kembali, walaupun gkin ingatanmu belum pulih sepenuhnya

__ADS_1


Aku akan menunggumu seperti waktu itu , aku tidak akan melepaskamu lagi.


...----------------...


__ADS_2