
Su Lian mulai menceritakan masalalunya dengan perlahan, dan Ah Ying mendengarkan seksama cerita yang keluar dari Su Lian.
Flashback on.
*Perang telah terjadi di dunia atas, perebutan tahta tidak bisa dihindari,
Sang kaisar segera memberi perintah membunyikan genderang peperangan.
Para Dewa Dewi segera memposisikan posisinya untuk melawan pemberontak yang akan menyerang.
"Ah Yue, kau tidak boleh ikut berperang biarlah aku saja yang berperang". teriak Su Qiang dari kejauhan.
Tetapi tidak dihiraukan oleh Ah Yue yang sudah berada di garis depan,karena Ah Yue adalah anak Kaisar terkuat sehingga dia akan membantu mempertahankan kekuasaan sang ayah.
" Ah Yue kumohonn!!!!". teriak Su Qian
Tetapi masih tidak dihiraukan oleh Ah Yue.
"Matilah kau pengecuttt!!". Teriak Ah Yue kepada para memberontak di depanya.
Kemudian dengan cepat Ah Yue dan para Dewa Dewi Lainya sudah melumpuhkan hampir setengah lebih musuh* .
*Ah Yue yang sedang berkonsentrasi mengalahkan musuh di depanya tidak memperhatikan dari belakang .
Tiba tiba Anak panah melesat dan menusuk tepat dijantungnya.
"Ahh Yueeeeee". Teriak Su Qiang.
Su Qiang segera menghampiri Ah Yue yang sudah di ambang kematian.
"Ah Yue bertahanlahhh....... kumohonnnnn".
" Su Qiang...... Sseee...moo.. gaa kita bertemu di .. kee.. hidupan ....selanjutnya...."
Ah Yue pun segera menutup mata dengan senyum merekah. Sedangkan Su Qian menangis sejadi jadinya.
"Yuerrr..... kumohonnnn kembalilahh*".
Su Qian memeluk tubuh yang sudah tak bernyawa itu dengan penuh kesedihan dia menangis dalam diam, ada rasa dendam yang sangat mendalam karena kehilangan sosok Ah yue.
Aku akan membalaskan semuanya untukmu Ah Yue, aku berjanji jika kita dipertemukan kembali, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.
Tubuh Ah Yue perlahan menghilang seperti debu terbang perlahan meninggalkan sosok Su Qiang yang masih bersedih hati.
Dengan berat hati Su Qian pun bangkit dan kembali di medan perang, dia mulai berperang dengan sungguh sungguh , mulai menebas satu persatu musuh yang ada didepanya.
Dengan amarah yang menjadi karena kehilangan sosok orang yang ia cintai dia mulai membunuh tanpa belas kasihan.
__ADS_1
Setelah memakan waktu yang cukup lama dan menguras tenaga , akhirnya para pemberontak berhasil dipukul mundur oleh pasukan yang berisikan para Dewa Dewi beserta penghuni yang lainya.
Kemenangan telak dari pihak kekaisaran, akan tetapi sang Kaisar terluka cukup serius, karena Kaisar mempunyai obat penyembuh yang sangat bagus, jadi dia segera pulih dalam sekejap. Selesai berperang Sang Kaisar segera memerintahkan para bawahan untuk mengumumkan dekrit kekaisaran mengenai kematian sang Putri.
Suasana berkabung telah menyelimuti kekaisaran langit, Para Dewa Dewi segera menghadiri pemakaman sang Dewi Agung, walaupun jasad sang dewi telah musnah akan tetapi masih banyak juga yang datang untuk melayat.
"Salam Yang Mulia Kaisar semoga panjang umur seribu tahun lagi, Kami keluarga dari Dewa Api mengucapkan belasungkawa kepada Yang Mulia Kaisar agar diberi banyak ketabahan".
"Terimakasih untuk semua yang hadir , terimakasih untu semua dukungannya semoga kalian juga diberi umur panjang ". Jawab kaisar yang mencoba tersenyum kepada para pelayat yang hadir.
Rasa sakit sang Kaisar juga sama dirasakan oleh su Qiang yang sedari tadi hanya ada tatapan kosong pada dirinya.
Seribu tahun kemudian..........
Su Qiang meminta izin sang Kaisar untuk turun ke dunia bawah, Untuk mencari Rengkarnasi Ah Yue.
Kaisar yang mendengar Su Qiang hanya tersenyum sendu yang kemudian mengizinkanya untuk turun ke dunia bawah .
"Bolehkah Hamba turun ke dunia bawah Yag Mulia?". Tanya Su Qiang.
"Untuk apa kau akan turun Si Qiang?".
"Untuk mencari rengkarnasi Ah Yue Yang Mulia".
"Pergilah, tetapi kau harus mengganti namamu dahulu. Aku akan memberimu takdir sebagai pangeran Agung di kerajaan Qin, kau akan menjadi adik sang kaisar Qin, apakah kau tidak keberatan?".
Su Qiang pun pergi meninggalkan ruangan sang kaisar dan menuju pintu Dua Alam.
Flashback off
Ah Ying yang medengar cerita Su Lian mulai merasakan sesak di dada, ada rasa seih yang mendalam di dalam benaknya.
(cerita tentang Su Qiang yang mejadi Su Lian tidak diceritakan oleh Su Lian kepada Ah Ying ya manteman, biarlah menjadi misteri selanjutnya)
Tiba tiba kepala Ah Ying mulai berdenyut lagi, Rasa sakit yang teramat sangat membuat Ah Ying meringis kesakitan.
Su Lian yang melihatnya segera merebahkan tubuh Ah Ying di pangkuanya kemudian dia memijit perlahan untuk megurangi rasa sakit.
Ingatan asing kembali mencoba memasuki kepalanya , ingatan tentang peperangan, tentang dunia yang menurutnya lain dan ingatan tentang siapa dirinya di masa lalu mulai berlomba lomba memasuki isi kepalanya.
Saking merasakan sakit yang luar biasa Ah Ying pun berteriak hingga mengaggetkan siapa saja yag mendengar termasuk Su Lian.
"AAAaaahhh,, kenapa kalian memaksaku untuk mengingat??". Jerit Ah Ying.
"Yinger, apakah sagat sakit? Jangan kau paksakan mengingat nanti malah membuatmu semakin sakit". Ucap Su Lian merasa khawatir yang melihat Ah Ying yang meringkuh kesakitan dipangkuanya.
Ada rasa menyesal di lubuk hati Su Lian karna menceritakan masa lalu yang begitu menyedihkan untuk membuat ingatan Ah Ying pulih kembali.
__ADS_1
"Kenapa semua ceritamu aku merasa familiar Su lian". Kata Ah Ying sambil menahan rasa sakitnya.
Su Lian hanya terdiam saat Ah Ying bertanya tentang ceritanya, karena dia tidak ingin memaksakan Ah Ying untuk mengingat.
Karna tidak ada jawaban dan sakit kepala Ah Ying yang semakin membaik dengan perlahan,Ah ying mulai diserang rasa kantuk yang luar biasa dan kemudian tertidur tanpa diketahui Su Lian yang masih sibuk memikirkan sesuatu.
......................
Dalam kereta kuda para beast spiritual atau binatang spiritual.....
"Hai salam kenal, namaku Qiqi, bagaimana denganmu?".
"Namaku Hua Lin, Apakah kau naga legendaris itu?".
"Kau benar, kau pun juga elang mitologi itu kan?".
"KAu salah, aku bukan elang, aku memang binatang mitologis tapi bukan elang".
"Lalu??". Tanya Qiqi penasaran,
"Aku pegasus yang berumur ribuan tahun".
"Apakah kau tidak ingin berevolusi Hua Lin?".
"Aku tidak bisa , karena Tuanku harus menemukan seseorang di dunia bawah ini".
"Begitu ya, bagaimana kalau kita berevolusi bersama setelah nonaku mengingat seluruh ingatan masa lalunya?".
"Aku tidak bisa memutuskan Qiqi".
"SAudaraku sudah akan selesai berevolusi, apakah kau tidak ingin menjadi dewasa?".
Tanya Qiqi sambil memiringkan wajahnya mendekatkan pada wajah Hua Lin.
"Aku akan mempertimbangkanya".
Qiqi dan Hua Lin pun asik mengobrol satu sama lain, saling berbagi cerita tentang tuan masing masing dan tentang pengalaman mereka berdua yang sama sama binatang mitologi.
Gerbong yang mereka tumpangi segera memasuki Suatu desa yang aneh sehingga mereka berdua menghentikan obrolan mereka.
"Ehh Qiqi, apa kau merasa ada yang tidak beres dari desa ini?"
"Aku juga merasa ada yang aneh".
"Bagaimana kalau kita peringatkan Tuan kita?".
Sebelum berhasil memperingati Tuan mereka tiba tiba muncul kabut aneh mengelilingi rombongan mereka.
__ADS_1