
Mereka berempat menunggu Waktu yang tepat untuk turun dan memberi kejutan kepada mereka yang sudah berada di sana.
.....Flashback kejadian Su Lian.....
"Cepat siapkan Jubahku, dan kita pergi Ketempat Kakak". Ucap Su Lian kepada Pelayannya.
Setelah memakai Jubah, Su Lian segera pergi ketempat Sang Kakak .
Baru sampai di halaman kakaknya, Su Lian di hadang oleh Prajurit kepercayaan Kaisar Su Hao.
"Maaf Pangeran, Kaisar sedang tidak bisa di ganggu". Ucap Prajurit itu.
"Katakan kalau aku ingin menemuinya". Ucap Su Lian dengan dinginnya.
"Maaf Pangeran, tetapi Kaisar tidak Bisa di ganggu saat ini". Ucap Prajurit dengan sedikit terkekeh.
"Kenapa dia tidak mau menemui aDiknya ini hah??!!!! ". Ucap Su Lian dengan nada yang begitu mengintimidasi.
"Karena Yang Mulia Kaisar sedang Sibuk Pangeran". Jawab Prajurit itu dengan nada mengejek.
Su Lian yang marah segera memunculkan auranya, sehingga semua orang yang berada di dekatnya hingga lima belas meter dari tempatnya berdiri merasa sulit bernafas karena aura yang di keluarkan Su Lian.
Kaisar Su Hao dan Ibu suri mau tidak mau kini mereka memilih keluar dari Ruangannya karena merasa nyawa mereka terancam.
"Ada apa ini?". Tanya Kaisar Su Hao.
"Akhirnya kau datang juga kakak". Jawab Su Lian tersenyum miring.
"Maaf Yang Mulia Kaisar, tapi Pangeran Agung terus saja meminta untuk bertemu dengan anda". Ucap prajurit yang tadi sempat berdebat dengan Su Lian.
"Ada apa Adik Kedua ? Kenapa kau menggangguku?". Tanya Kaisar Su Hao dengan nada tidak senang.
"Aku hanya ingin mengunjungimu, apakah tidak boleh?". Tanya Su Lian sambil bersedekap dada.
"Tapi kau mengganggu kesibukan Kakakmu Su Lian. Seharusnya kau menunggu kakakmu selesai mengerjakan tugasnya. Bukankah seperti itu adalah lancang?". Ucap Ibu suri dengan nada tidak enak di dengar.
"Tugas apa Ibu Suri? Bukankah seluruh tugas kakak aku yang mengerjakan? Kalian yang memimpin tapi aku yang memecahkan masalah". Jawab Su Lian dengan santainya..
Ibu suri yang mendengar ucapan Su Lian kini wajahnya memerah karena malu bercampur marah.
__ADS_1
"Sudahlah jangan menggangguku, katakan apa maumu?". Tanya Kaisar Su Hao yang tak ingin membuat keributan karena ia sedang menunggu berita tentang penyerangan Sekte Naga Putih.
"Sudah Ku bilang aku ingin mengunjungimu". Jawab Su Lian.
"Lalu apa tujuan mengunjungiku?".
"Heh, aku hanya memastikan saja kalau ayah baik baik saja . Bukankah Ibu Suri yang merawatnya?". Tanya Su Lian sembari memiringkan wajahnya yang sangat terlihat menyebalkan di depan Ibu Suri.
Deggg...
Suara jantung Ibu Suri dan Su Hao yang tiba tiba memacu dengan cepat mendengar Su Lian menanyakan keadaan Kaisar Tua.
"Kenapa Kalian terdiam? ohh.. apa mungkin Ayahku terlantar? atau malah mati karena kelaparan atau semacamnya... Atauu.. Kalian menyembunyikan Ayah?". Sambung Su Lian.
"Ehh kenapa kau tiba tiba menanyakan Ayah?". Tanya Su Hao sedikit gugup.
"Yah aku hanya merindukannya, bukankah kalian bilang jika ayah sedang sakit dann tidak boleh dijenguk siapapun?".
"Yaa.. tentuu .. itu semua benar". Ucap Su Hao sembari memalingkan wajahnya.
"Lantas sudah hampir dua tahun kenapa Ayah tidak ada kabar lagi? ataukah Kalian membunuhnya?". Ucap Su Lian sedikit berbisik di akhir ucapannya.
"Hahahah, aku hanya menebak saja Ibu Suri. Kenapa anda marah? ataukah memang seperti itu?". Tanya Su Lian sambil tertawa saat melihat dua orang itu yang sudah memerah karena malu dan marah.
"Jaga Ucapanmu Su Lian!!". Bentak Ibu Suri.
"Lalu, ada apa dengan Ruangan belakang Istana utama itu? apa kalian menyembunyikan ayah di sana?".
Degg. . perasaan takut kini sangat terlihat dari wajah Ibu dan Anak itu, sehingga Su Lian semakin menjadi untuk memprovokasi mereka berdua .
"A.. Aku tidak tahu". Ucap Su Hao.
"Heh,, janganlah kalian berpura pura. Aku tahu kalian menyembunyikan Ayah di sana . Dan kalian juga meracuni Ayah dengan Racun tidur, hufh sungguh kejam sekali kalian". Ucap Su Lian yang masih dengan santainya mengintrogasi Ibu dan Anak itu.
"CK, Kau sudah mengetahuinya ternyata". Ucap Ibu Suri.
"Bisa dibilang seperti itu.. Kau bisa jelaskan apa maksudmu itu Wanita Laknat!!".Ucap Su Lian sedikit penekanan.
"Hahahah, karena kau sudah mengetahuinya. Maka akan kuberitahu kau, Bahwa tujuanku untuk membuat Su Hao menjadi satu satunya Kaisar di benua ini, bahkan jika bisa dia harus menjadi Kaisar di Dunia Bawah ini. Dan kau tahu Anak sampah!!! Ayahmu hanyalah benalu yang akan menjadi hambatan Su Hao, Begitupun denganmu!!". Ucap Ibu Suri panjang lebar.
__ADS_1
Tiba tiba terdengar suara tepuk tangan dari balik kerumunan tang datang mendekati Ketiga orang yang tengah berdebat.
"Hebat, hebat kau Fang Liwei. Tak Kusangka kau benar benar kejam, patut jika kau harus dipanggil Wanita Iblis!!". Ucap Kaisar Tua yang diikuti dua pangeran dan satu gadis cantik yang tak lain adalah Ah Ying.
"Ka.. Kaisar".Ucap Ibu Suri tergagap.
Tapi setelag beberapa saat, ketakutan Ibu suri beralih menjadi tawa yang mencengkam.
"Hahahha, apa Kabar Kaisar. Hebat sekali kalian bisa menyembuhkan dalam sekejap. Sungguh aku berharap kau akan mati perlahan Su Chen". Ucap Ibu Suri
Kaisar Su Hao pun tanpa rasa takut kini mulai membusungkan dada dan bersikap arogan di depan ayah dan saudaranya.
"Nona Ying Akhirnya kau mendatangiku, kemarilah sayang aku akan mempersuntingmu dan menjadikan permaisuriku".Ucao Su Hao sembari merentangkan tangannya .
"Siapa yang ingin memelukmu, Ck B*d*h!!". Ucap Ah Ying yang malah menghampiri Su Lian dan segera menggandeng tangan pangeran tampan itu.
"Kurang ajar , Kau Pikir kau siapa?!!". Bentak Su Hao kepada Ah Ying.
"Kau bisa tanyakan siapa aku kepada Ibumu, begitukan Bibi Li Wei?". ucap Ah Ying sembari memiringkan kepalanya .
"Ka... Kauu..Ah Yue . bagaimana bisa? Kau seharusnya mati waktu itu". Ucap Ibu Suri yang tidak percaya.
"Ibu, Apa Maksudmu? Siapa Ah Yue?". Tanya Su Hao yang tidak mengerti.
Ibu Suri hanya terdiam dan terpaku saat melihat wajah Asli Ah Ying yang kini tidak menggunakan cadar ataupun penutup wajah lainnya.
"Biar ku kenalkan, Namaku Xuang Ah Yue di kehidupanku sebelumnya dann di kehidupanku sekarang, Namaku.. Wu Ah Ying".
Mendengar Marga Wu, Kaisar Su Hao segera berkesiap serta mundur beberapa langkah karena keterkejutannya.
Ah Ying segera bertelepati kepada Ji Hong untuk bersiap memasuki Istana beserta Para Binatang yang ia Bawa itu.
"Kau, Nona Resmi Keluarga Wu? Bagaimana Bisa". Ucap Su Hao.
"Kalau begitu, kau harus mati!!!". Sambung Su Hao yang tiba tiba mengeluarkan pedangnya dan kemudian di ayunkan ke Ah Ying.
Dengan Sigap, Su Lian Yang berada di dekat Ah Ying kini segera menghadang pedang Su Hao yang hampir mengenai Ah Ying.
Kaisar Tua dan kedua pangeran pun segera mengeluarkan senjata masing masing begitupun para Prajurit yang melihat segera berbondong bondong mengepung Ah Ying dan yang lainnya .
__ADS_1