Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
70. Sadarnya Kaisar Tua


__ADS_3

Su Lian tampak berfikir sejenak tentang di mana Bunga Plum kuning dan bijih bunga matahari merah. Hingga akhirnya dia mengingat seseorang yang mempunyai salah satu dari kedua bahan itu .


"Haocun, ya dia mempunyai Dua bunga Plum kuning, mungkin aku bisa memintanya". Gumam Su Lian.


"Lalu apa kau tahu dimana adikmu itu?". tanya Ah Ying.


"Tentu saja Pangeran ini tahu Ying'er, mereka bukannya kau perintahkan menjaga kediaman mu". Ucap Su Lian.


"Ahh ya kau benar, kenapa kemarin aku pulang ke kediaman aku melupakan mereka ya". Ucap Ah Ying sembari mengetuk ngetuk keningnya.


"Karena kau terlalu sibuk Ying'er".


"Kau benar Lian". Jawab Ah Ying membenarkannya.


"Kalau begitu, mari kita temui Haocun ".


"Kau saja yang menemui adikmu itu, aku akan menemani Kaisar tua disini". Ucap Ah Ying sembari duduk di kursi panjang dekat jendela yang tertutup rapat.


"Baiklah, tunggulah aku tidak akan lama". Su Lian kemudian dengan sekejap berteleportasi ke tempat Haocun , tepatnya di Kamar mendiang adik dari Wu Ah Ying yang bernama Wu Xia.


Haocun yang sedang mengelap pedang kesayangannya di kamar kini di kejutkan kedatangan tiba tiba Sang kakak yang muncul tepat di depannya. Hingga Haocun dengan reflek mengayunkan pedangnya untung saja Su Lian gesit dalam berkelit.


"Kakak, kau mengagetkanku saja. Sejak kapan kau kembali ke ibukota?". Tanya Houcun yang kemudian menyimpan pedangnya kedalam sarung pedang.


"Baru tadi aku kembali, ada yang ingin ku bicara kan padamu".


"Apa itu?".


Su Lian pun segera menjelaskan Situasi Ayahnya yang terkena Racun tidur kepada Haocun , sehingga Haocun pun larut ke dalam suasana sembari mengepalkan tangannya karena marah.


"Ternyata selama ini kita di bodohi kak, Siapa yang berani beraninya memberi ayah racun dan menyembunyikannya?". Tanya Houcun dengan nada bergetar karena marah.


"Nanti akan kuceritakan semua, Lebih baik kita segera menolong ayah. Aku membutuhkan satu bunga Plum kuning yang kau punya untuk membuat ramuan penawarnya" .

__ADS_1


"Baiklah, akan kuambil kan kakak". Ucap Haocun yang kemudian segera mengambil bunga plum yang masih segar itu dari cincin penyimpanannya dan segera menyerahkan kepada Su Lian.


"Terimakasih".


"Kakak, aku ikut denganmu". Ucap Haocun sembari menahan tangan Su Lian yang akan pergi.


"Baiklah, pegang tanganku". Ucap Su Lian sambil mengulurkan tangannya.


"Tunggu,, hei kalian melupakanku". Ucap Su Tianzi yang berlari terengah engah dari balik pintu kamar Su Haocun.


"Kau selalu saja terlambat Kakak ketiga".Ucap Haucun yang mengerucutkan bibirnya.


"Lagian kakak kedua datang tidak mengabariku". sangkal Tianzi.


"Sudah sudah, cepatlah kalian pegang tanganku. Kita harus cepat menyelamatkan Ayah". Ucap Su Lian menengahi keduanya.


Mereka semua segera berteleportasi kembali menuju Ruangan dimana Kaisar Tua tertidur dengan Lelapnya. Haocun dan Tianzi yang kini melihat kondisi Sang ayah yang bisa dikatakan tidak cukup baik kini merasa miris dan ingin menangis melihatnya.


"Kalian ikut juga". Ah Ying pun memecahkan keheningan antara Gaicun dan Tianzi yang tertegun melihat kondisi ayahnya.


"Aku belum mengetahuinya, tetapi mungkin ada seorang yang sengaja membuat Kaisar Tua seperti ini. Apa kalian membawa Bunga Plum kuning?".


"Aku membawanya Ying'er". Su Lian segera mengeluarkan bunga Plum kuning dari cincin penyimpanannya kemudian diserahkan kepada Ah Ying.


"Untung saja aku masih mempunyai beberapa bijih Bunga matahari merah". Gumam Ah Ying seraya menerima Bunga plum kuning dari tangan Su Lian.


Ah Ying segera meracikkan kedua bahan tersebut kedalam kuali pemurnian pil yang ia dapatkan dari cincin penyimpanannya. Kemudain dia segera mengeluarkan Api spiritualnya untuk memulai membuat pil. setelah sekian ratus tahun Ah Ying kini mencoba kembali membuat pil yang biasa ia lakukan saat masih dalam kehidupannya di masa lalu.


Ah Ying memasukkan kedua bahan tersebut kedalam Kuali pemurnian karena Api putih yang sudah padat tanda siap untuk memulai meramu pil.


Setelah memasukkan kedua bahan, Ah Ying memasukkan kembali sedikit Air Surgawi yang ia siapkan di botol porselen kecil yang memang disipakan untuk kebutuhan mendesak.


Dengan sangat terampil Ah Ying menggerakkan tangannya di atas kuali pemurnian, agar Apinya selalu stabil.

__ADS_1


Haocun dan Tianzi yang melihatnya kini terlihat mengagumi apa yang dilakukan Ah Ying, pasalnya di Dunia Bawah ini hanya ada sedikit Alkemis yang berhasil memurnikan pil. Maka dari itu, Alkemis di Dunia Bawah sangatlah langka karena mempelajari alkemis adalah yang paling susah jika dibandingkan bela diri.


Kuali pemurnian kini bergetar dengan hebat, tanda pil yang di murnikan akan segera berhasil di buat. Ah Ying yang mengetahuinya segera menepuk pelan kuali dan kemudian mengulurkan tangannya ke atas kuali pemurnian hingga ia menemukan dua pil bulat berwarna hijau dengan empat corak disekitar pil.


"Selesai". Ucap Ah Ying yang kemudian segera menyimpan kembali kualinya .


"Ini, coba kau minumkan kepada Kaisar Tua". Ucap Ah Ying sembari mengulurkan Dua pil tingkat empat berwarna hijau pekat.


"Wahh ini pil penawar racun tingkat empat, hebat sekali kakak ipar. Di Dunia bAwah ini paling tinggi hanya ada pil tingkat dua itupun jarang di temukan. Dan kau dengan mudahnya membuat pil langka ini. Hebat hebat". Haocun tak henti hentinya memuji bakat Ah Ying yang kini tersenyum lembut kepada mereka bertiga.


Aku bisa membuat pil tingkat tujuh kalau aku mau, membuat pil tingkat empat sangatlah mudah. Jika tadi aku tidak mengurangi bahan , maka aku akan bisa membuat pil dengan tingkat yang lebih tinggi. Gumam Ah Ying dalam hati.


"Kakak Ying, bolehkah aku belajar alkemis padamu?". Tanya Tianzi malu malu.


"Boleh, tentunya setelah semuanya selesai".


Senyum Tianzi mengembang dengan bangganya. Setelah merasa senang Tuanzi pun segera memperhatikan Su Lian yang akan memasukkan pil kedalam mulut Ayahnya.


"Haocun, coba kau tahan tubuh ayah, agar aku bisa dengan mudah memasukkan pil ini". Ucap Su Lian yang kesusahan karena menahan tubuh kaisar Tua yang kini ia dudukkan agar lebih mudah di berikan obat.


"Baiklah Kakak kedua".


Dengan hati hati Su Lian memasukkan pil tersebut kemulut Kaisar tua, dengan kekuatan spiritualnya Su Lian mendorong perlahan agar pil tersebut cepat memasuki tenggorokan Kaisar dan cepat di cerna.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kaisar yang masih berada di pangkuan Haocun kini tebatuk membuat semua orang yang berada di sana seketika mendekati Kaisar Tua.


"Ayah, ayahh.. Kau sudah sadar". Ucap Haocun sembari menepuk nepuk punggung Ayahnya .


Kaisar tidak menjawab karena batuk yang semakin menjadi, hingga akhirnya Kaisar Tua memuntahkan banyak sekali darah hitam dari mulutnya mengotori Ranjang besarnya.


Tianzi dengan sigap mengambilkan air putih yang tak jauh dari tempat tidur Kaisar tua.


"Akhirnya kau bangun ayah". Ucap Su Lian sembari memeluk tubuh lemas Kaisar Tua.

__ADS_1


Tianzi dan Haocun oun ikut memeluk Sang ayah yang kini sudah sadarkan diri.


Sedangkan Ah Ying yang melihat mereka bertiga kini menangis haru, dan dia pun mulai merindukan teman teman lamanya di dunianya dulu .


__ADS_2