
Setelah selesai membersihkan badan Ah Ying segera mengeringkan rambutnya dengan elemen anginnya kemudian segera berganti pakaian agar Su Lian tidak menunggu terlalu lama.
"Segarnyaaa... kemana pangeran menyebalkan itu , kenapa tidak ada suaranya". Gumam Ah Ying.
Ah Ying segera melangkahkan ke pintu kamar untuk membuka knock kuncinya untuk melihat Su Lian apakah dia masih didepan kamar atau tidak.
"Huh dasar, pasti dia ke kamar adik adiknya".
Ah Ying pun kembali masuk kedalam kamar tanpa menutup pintunya.
Dia segera menuju kaca di dekat Ranjang tidurnya, dengan rambut lurus yang tergerai dan mulai terlihat beberapa helai rambut yang sudah berubah menjadi berwarna perak membuatnya seperti diwarnai rambutnya.
"Kenapa rambutku semakin banyak berubah warna, padahal aku menyukai warna hitam ini".
"Itu karena kau sedikit mengingat masa lalumu Ying'er". Ucap Su Lian dari pintu masuk kamar yang mengagetkan Ah Ying yang sedang berada di depan cermin.
"Sejak kapan kau masuk kesini?".
"Sejak kau membuka pintu". Ucap Su Lian tersenyum lembut.
"Tidak mungkin, tadi aku lihat kau tidak ada diluar, bagaimana bisa sedari tadi?". Ucap Ah Ying tidak mau kalah.
"Aku berkata benar Ying'er, aku sengaja menyembunyikan diriku agar kau tidak mengetahui keberadaan ku, seperti aku menyembunyikan kuda kuda itu".
Ah Ying mulai berfikir tentang ucapan Su Lian, dan memang benar Su Lian mempunyai kekuatan yang bisa membuat tubuh tidak kelihatan dari siapa pun.
"Sudahlah sekarang mandilah, aku sudah lapar, ini juga sudah waktunya makan malam , jangan terlalu lama melihatku seperti itu". Ucap Ah Ying sedikit ketus tetapi Su Lian tidak marah , malah tersenyum hangat saat meninggalkan Ah Ying.
"Dasar pria genit, senyam senyum saja yang dia bisa, mumpung orang itu sedang mandi aku akan menemui Qiqi saja sambil mengganjal perutku".
Ah Ying segera memusatkan pikiran dan energi Qinya ke dunia artefaknya dan wushh diapun segera memasuki dunia Artefak miliknya.
"Nona, akhirnya kau kesini juga, ". ucap Qiqi
"Dimana Go Fu?".
"Oo Go Fu, dia sedang bermeditasi untuk berevolusi nona".
"Begitu ya, Qiqi tolong ambilkan aku buah spiritual itu, aku sangat lapar".
"Tunggulah disini".
Qiqi segera memanjat pohon spiritual itu dan memetikkan satu buah untuk diberikan kepada Ah Ying.
"Ini nona".
__ADS_1
"Terimakasihh".
"Nona, berapa lama kalian akan sampai di hutan matahari itu?".
"kurang lebih empat hari lagi, kata mereka, aku juga kurang tahu dimana tempatnya".
"Nona kau harus berhati hati dengan pangeran genit itu, ".
"Kau tenang saja, aku akan mengerjainya nanti".
Mereka berdua pun segera tertawa bersama setiap membahas tentang Su Lian yang akan dikerjai oleh mereka.
"Qiqi, aku harus keluar, Pria itu pasti sudah selesai mandi, jadi agar tidak curiga aku harus cepat cepat keluar".
"Baik baiklah , keluarlah nona".Ucap Qiqi sembari mendorong tubuh Ah Ying .
Ah Ying segera keluar dari dunia artefaknya takut kalau Su Lian sudah selesai membersihkan dirinya.
"Ternyata belum selesai". Ucap Ah Ying yang kemudian membalikan badannya.
Bbugg...
Tanpa sengaja wajah Ah Ying menabrak dada bidang Su Lian yang ternyata sudah berada di belakangnya.
Ah Ying yang melihatnya mulai menelan ludah dengan kasar, melihat badan yang sempurna di matanya mengingatkan dia akan pria di dunianya dulu para aktor cina yang tanpan dan berotot. Tetapi kini dia bisa melihat secara langsung tubuh indah itu, tanpa disadari tangan Ah Ying perlahan mulai memegang dada bidang itu hingga membuat Su Lian tersenyum menggoda.
"Rupanya Ying'erku sudah tidak sabar ya".
"Ehh .. ehh .. bu.. bukan begitu". Ucap Ah Ying tergagap dan terlihat muka merahnya karena malu.
"Ying'er tidak perlu malu, tubuh pangeran ini memang kusus untuk Dewi ini". Ucap Su Lian sembari mencolek dagu Ah Ying, hingga membuat wajah Ah Ying semakin memerah hingga kupingnya.
"Ehhh.. cepat kau berganti pakaian, apa kau lupa aku sudah lapar". Ucap Ah Ying sembari mengalihkan pandangannya.
"Apa Ying'er tidak menyukai tubuh pangeran ini?".
"Sudahh cepat bergantilahhh". Ucap Ah Ying kembali sembari mendorong Su Lian keruang ganti.
Ah Ying segera mengatur nafas dan detak jantungnya yang sedari tadi berlomba ingin keluar, muka yang semakin merah saat mengingat bentuk perut Su Lian .
"Ahhh kenapa aku jadi terbayang bayang sihh".
Ah Ying segera keluar kamar untuk menyegarkan pikirannya sekalian memesan makan terlebih dahulu karena penginapan ini juga menyediakan kedai makan dilantai bawah.
Saat menuruni tangga tidak sengaja Ah Ying menabrak seseorang Gadis.
__ADS_1
"Awww,, Hei Kau, Jalan itu yang benarr, busa bisanya kau tidak tahu Putri ini sedang berada di depanmu!!". Ucap Gadis itu yang mengaku sebagai putri.
"Bukankah kau yang tidak melihat dengan benar?". Ucap Ah Ying dengan santai .
" Kau Gadis miskin , jangan kau menghina nona kami ! apa kau tidak tahu Nona kami adalah anak resmi dari Jendral Zhen namanya Zhen Meimei?".
"Aku tidak mau tahu, mau kau anak jendral , anak pedagang atau apalah itu, yang jelas aku tidak menabrak mu, melainkan kau yang sengaja menabrakku". Ucap Ah Ying tanpa ada rasa takut.
"Kauuu... Aiiyooo,, ada seorang gadis miskin yang ingin menindas Putri Jendral ini,, huhuhu kejam sekali". Ucap Zhen Meimei yang pura pura terjatuh untuk menarik perhatian para pengunjung penginapan dan kedai makan penginapan.
Banyak orang yang berbisik bisik tentang kecerobohan Ah Ying, dan ada juga yang menghujat dan mengejek terang terangan .
"Gadis yang malang, dia cari mati berurusan dengan keluarga Jendral Zhen, yang kini menjadi Jendral besar yang baru, semenjak meninggalnya Jendral Wu". Ucap salah satu pengunjung.
Ah Ying yang mendengarnya segera tersenyum mengejek.
Ternyata Jendral Zhen yang membantai seluruh keluarga Wu, Kau Lihat saja Zhen aku akan membalas semuanya, berawal dari anak kesayanganmu ini. Gumam Ah Ying dalam Hati.
"Kapan Aku mendorongmu Nona Muda Zhen? bukankah jarak antara aku dan kau lumayan berjauhan, dan bagaimana aku bisa mendorongmu sekeras itu".
"Itu....itu karena kau menggunakan elemen angin, ya elemen angin, hhuhuhu".
"Huh, bagaimana kau tahu aku seorang kultivator yang berelemen angin , sedangkan aku tidak menggunakan energi apapun, coba kau tanya pada beberapa warga yang juga Kultivator, apakah dia merasakan Qi ku tadi saat kau pikir aku mendorongmu". Ucap Ah Ying tersenyum mengejek.
"Tidak perlu, pelayanku tadi juga melihatnya, yakan?".
"betull, Nona saya memang di dorong oleh dia dengan Elemen Angin".
Suara desas desus warga yang kembali terdengar saat melihat drama mereka yang menjadi.
"Bagaimana bisa seorang pelayan bisa mendeteksi Elemen, bukankah mereka tidak berkultivasi" ucap salah seorang Warga dibalik kerumunan
Kata kata Warga tadi membuat wajah Zhen Meimei menjadi merah karena malu, dia segera membuang muka agar para warga tidak melihatnya.
"Sekarang, siapa tadi disaat kejadian melihat aku menggunakan elemen angin, pasti ada diantara kalian yang melihat".
"Maaf nona, saya seorang kultivator tetapi saya tidak bisa mengetahui bahwa anda juga Kultivator, jadi tidak mungkin seorang yang bukan kultivator bisa menggunakan elemen". Ucap salah satu Warga dan membuat semua orang berbalik mengejek Zhen Meimei yang masih terduduk di bawah.
Zhen Meimei yang sangat marah segera berdiri dan pergi dari penginapan, sebelum dia pergi , Zhen meimei mengatakan sesuatu pada gadis bercadar itu.
"Kau lihat saja nanti, aku akan membalasnya". Ucap Zhen meimei yang kemudian pergi meninggalkan kerumunan di penginapan itu.
Ah Ying pun tersenyum jahat saat melihat Zhen Meimei pergi dari hadapannya.
"Jendral Zhen, mari kita mulai membalas kesalahanmu". Gumam Ah Ying lirih.
__ADS_1