Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
78. Akhir dari perang keluarga


__ADS_3

Suara panah mematahkan tulang kini terdengar jelas di telinga Ah Ying, Fang Liwei yang terkena panah tepat pada tengah kepalanya kini segera tumbang dengan mata yang masih melotot. Darah keluar dengan deras dari dahi Fang Liwei Hingga akhirnya meregang nyawanya.


Su Hao yang mengetahui bahwa Sang ibu telah tumbang, dia segera menyerang Su Lian secara membabi buta untuk segera menghampiri jasad Sang Ibu.


"Ibu!!! .... Kauuu berani beraninya membunuh Ibuku!!! Akan kuhabisi nanti kau setelah Su Lian". Teriak kaisar Su Hao kepada Ah Ying yang kini acuh tak acuh terhadap ancamannya.


"Akan kutunggu jika kau bisa menang melawannya". Jawab Ah Ying sembari berjalan mendekati Jasad Fang Liwei yang kemudian segera mencabut panah itu dari dahinya dengan kasar.


Darah keluar seperti air mancur, Su Hao yang melihatnya semakin menggeram marah hingga tidak Fokus melawan Su Lian . Hingga akhirnya lengan kanan Su Hao berhasil terkena sabetan pedang dari Su Lian.


"Awwwww". Rintih Su hao.


"Ck, tadi kau bilang ingin membunuhku tapi sekarang tangan kananmu terluka parah, Bagaimana bisa nanti jika ingin membunuh sosok gadis cantik ini". Sindir Ah Ying sembari sedikit centil.


Kaisar Su Hao tidak menjawab, tapi dia mendengar dengan jelas semua ucapan Ah Ying, Hingga akhirnya dia teringat akan sebuah token.


Token yang di berikan Ibu, ya mungkin aku bisa meminta bantuan dengan token itu. Gumam Kaisar Su Hao.


Kaisar Su Hao segera mengeluarkan token giok berwarna merah tersebut untuk memanggil bantuan. Tetapi nasib buruknya kini telah tiba, karena kurang waspada Su Lian dengan ganasnya membabatkan Pedangnya tepat di Leher Su Hao hingga kepalanya terpisah dan akhirnya peperangan pemberontakan berhenti seketika saat melihat Kaisar Muda itu telah mati dengan kepala terpenggal.


Su Lian Yang melihat Token Giok berwarna merah itu segera mengambilnya dari tangan Jasad Kaisar Su Hao.


"Apa Itu?". Tanya Ah ying.


"Entahlah, ini token yang tadi akan ia gunakan, mungkin untuk mencari bantuan". Ucap Su Lian sembari mengamati seksama Token giok merah itu.


"Hong Fei, sepertinya aku pernah mendengar nama itu". Gumam Su Lian yang menemukan nama kecil di balik Token Giok merah tersebut.


"Hong Fei ya, coba aku ingat ingat dulu". Ucap Ah Ying yang mendengar ucapan Su Lian .

__ADS_1


"Ya aku ingat, dia adalah adik sambung Ayahku di Dunia atas, Ya benar, paman Hong". Ucap Ah Ying setelah mengingat nama itu.


Su Lian dan Ah Ying tengah asik membahas tentang Token Giok merah dan nama yang tertera di Token tersebut. Sedangkan Kaisar Tua dan dua saudaranya kini tengah berbicara kepada para prajurit Istana yang tersisa.


"Baiklah, Karena Su Hao telah mati, maka sementara aku yang akan menggantikannya lagi hingga aku benar benar telah memilih Salah Satu pangeran dari keluarga Su Ini. Dan satu lagi, kalian bukan lagi anak buah dari dua jasad itu melainkan Seluruh keluarga Su . Apa Kalian mengerti". Ucap Kaisar Tua.


"Mengerti!!". Ucap para prajurit tersisa dengan serentak.


Mereka yang masih hidup segera membereskan mayat mayat itu untuk segera dikuburkan, tetapi tidak dengan dua Jasad Ibu dan anak itu.


"Kaisar, lalu bagaimana Jasad mereka berdua?". Tanya salah satu Jendral .


"Bakar saja, dan jangan lupa berikan minyak surgawi, agar mereka tidak bisa berengkarnasi" Titah Kaisar Tua.


"Baik Yang Mulia".


Jendral tersebut segera menyuruh anak buahnya untuk membawa dua jasad itu untuk di lumuri minyak surgawi, agar lebih cepat pembakarannya.


"Wah, wah kalian begitu akrab, seperti adik dan kakak". Ucap Kaisar Tua hingga kedua insan tersebut menoleh secara bersamaan.


"Ayah,Yang Mulia". Ucap Mereka berdua bersama sama.


"Kakak Ipar, kau tadi hebat sekali.". Puji Haocun .


"Kau juga Hebat, kalian juga bekerja keras demi merebut kembali apa yang sudah menjadi milik kalian". Ucap Ah Ying diiringi dengan senyum lebarnya membuat terlihat begitu cantik.


"Apa Yang ditanganmu itu Su Lian?". Tanya Kaisar Tua kepada Su Lian.


"Token Giok Ayah, coba kau perhatikan". Ucap Su Lian sembari menyerahkan Giok merah itu.

__ADS_1


"Hong Fei? Siapa Hong Fei ini?".


"Ayah tidak mungkin mengenalnya karena dia bukan dari Dunia Bawah melainkan dari Dunia Atas".


"Pantas saja, nama itu sangat asing bagiku". Jawab Kaisar Tua sembari mengangguk angguk.


"Sudahlah ayah, lebih baik ayah umumkan semua di depan Rakyat tentang kepemimpinan barumu itu".


"Baiklah, Hei Kau Ma Qianzy cepat kumpulkan seluruh warga dan para patriak dari keluarga bangsawan untuk mendatangi Alun alun . Katakan pada mereka jika Aku akan mengumumkan sesuatu". Jawab Kaisar sekaligus memberi Titah kepada Penjaganya..


Penjaga itupun segera berlari keluar untuk menjalankan tugasnya, sedangkan Kaisar Tua dan yang lainya pergi ketempat Istana utama untuk membahas sesuatu.


Di perjalanan menuju Istana Utama membuat para penjaga dan pelayan terkejut saat melihat kaisar Tua yang telah lama tidak terlihat kini dengan gagahnya melewati mereka.


Mereka segera menunduk hormat kepada Kaisar dan yang lainnya saat melewati mereka.


Sesampainya di Istana utama, Kaisar Tua segera menempatkan diri di Singgasana yang telah lama ia tinggalkan. Sedangkan Su Lian dan Yang lainnya segera duduk di bawah Kaisar Tua.


"Baiklah, akan kumulai pembahasan kita kali ini. Pertama, apa kalian ada yang tahu Nama di Token Giok merah ini?". Tanya Kaisar.


"Aku mengetahuinya Yang Mulia". Jawab Ah Ying.


"Ceritakan, siapa dia. Lalu apa hubungannya dengan Fang Liwei dan Hong Fei itu". Ucap Kaisar dengan lembutnya


"Dia adalah adik Ayahku dari Dunia Atas Yang Mulia, dia pamanku sambung Yang Mulia". Jelas Ah Ying.


"Bagaimana Maksudnya? kenapa kau mempunyai keluarga di Dunia Atas?"


"Eh, Anu... Eng". Ucap Ah Ying yang bingung untuk mengawali ucapanya Hingga Su Lian segera menyela pembicaraan.

__ADS_1


"Ayah, biarlah aku yang menjelaskan. Pertama Ah Ying adalah Rengkarnasi dari Dewi Dunia Atas, yang mati terbunuh oleh Ibu Suri Fang Liwei, Sedangkan Fang Liwei adalah anak dari Adik Ayahnya. Fang Liwei sebenarnya adalah adik dari Ah Ying, tetapi karena kesalahan yang dilakukan Fang Liwei kemudian dihukum di dunia fana ini dengan tubuh fanannya, jadi terlihat lebih tua dibandingkan Ah Ying. Nama Asli Ah Ying adalah Xuang Ah Yue, dan apakan ayah tahu bahwa akupun Rengkarnasi dari Dewa Perang kekasih Ah Ying ini?". Jelas Su Lian membuat Kaisar tua semakin tidak mengerti tentang semua itu.


"Ahh terserah kalian, aku tidak paham sama sekali. Simpan Giok itu , jikalau nanti kalian menemukan petunjuk". Ucap Kaisar Tua yang akhirnya memilih tidak meneruskan pembicaraan yang menurutnya membingungkan.


__ADS_2