Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
104.Kencan


__ADS_3

Liu Lian pun segera menjabat tangan Sang Dewi dengan sangat antusias, hingga ia meneteskan airmata kebahagiaan saat berhadapan Langsung dengan Dewi Agung itu.


"Terimakasih Yang Mulia, Saya Sangat senang".


"Tidak perlu berterimakasih, Dewi manis. Berapa usiamu?". Tanya Ah Yue lembut.


"Lima belas Dewi".


"Kau sangat cantik, kau sekarang bisa kembali Dewi kecil".


"Terimakasih Yang Mulia, kau sangat baik sekali".


Dewi Bunga itupun segera kembali ke keluarganya dengan senyum mengembang di wajahnya.


.....


Acara Penobatan akhirnya telah selesai walaupun ada sedikit masalah di awal.


Kaisar pun menyempatkan untuk mendatangi Tiang gantung untuk melihat Tang Sue Min yang akan langsung dihukum gantung . Ah Yue dan yang lainya pun mengikuti kaisar untuk sekedar melihat lihat.


"Bagaimana?". Tanya Kaisar kepada Algojo di Tiang gantung itu.


"Dewa penjaga Tang sudah dihukum Yang Mulia, dan jasad nya sudah kami buang di sumur pemisah Jiwa". Ucap Algojo itu.


"Baiklah, kerja bagus. Dan untuk seluruh Keluarga Tang , jangan lupa membawanya besok ke pengadilan".


"Baik Yang Mulia".


....


Tidak terasa Acara Penobatan Sudah berjalan Satu minggu, dan seluruh Keluarga Tang kini dimasukkan ke dalam penjara menunggu sidang yang akan dilaksanakan Lusa.


Ah Yue kini sedang berendam di dalam Kolam spiritual belakang kediamanya sembari bersenandung kecil untuk menghilangkan rasa jenuh.


Tanpa disadari Sosok Pria tampan Yang tak Lain adalah Su Qiang kini dengan santainya duduk di pinggiran kolam sembari menggoda Ah Yue yang sedang berendam.


"Aaaa, Su Qiang... Sejak kapan kau berada di sana?". Tanya Ah Yue yang terkejut.


"Sejak ....... Tadi". Jawab Su Qiang tanpa rasa bersalah.


"Jangan bercanda, cepat pergi . Apa Kau tidak lihat aku sedang mandi?". Kata Ah Yue sembari menutupi dadanya yang sedikit terekspos.


"Justru kau sedang mandi aku datang kemari Yue'er". Jawab Su Qiang dengan senyuman penuh godanya.


Ah Yue kini merona merah dan segera memalingkan wajahnya karena malu. Setelah menetralkan wajahnya, Ah Yue memercikan air ke Su Qiang agar ia segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Aww, hati hati Yue'er, aku akan basah jika kau seperti itu". Keluh Su Qiang sembari menutupi wajahnya .


" Kalau begitu cepat kau pergi .. ".


"Baik baik, aku akan pergi. ". Su Qiang pun segera pergi meninggalkam Qh Yue yang berendam sendiri.


Dirasa cukup, Ah Yue pun segera keluar dari kolam dan berganti pakaiannya. Setelah selesai , ia meminta pelayan untuk merapikan rambut panjangnya yang begitu indah.


"Dewi, anda sangatlah cantik. Pasti para Dewa tampan di Luar sana akan sangat terpesona dengan kecantikan anda Dewi". Ucap Pelayan itu , hingga mengingatkan ia dengan si kembar Anchi Anchu


"Terimakasih, kau sangat berlebihan".


Bagaimana kabar mereka ya, aku sungguh merindukannya. Atau, aku bisa meminta ayah untuk membawa mereka ke Dunia Atas ini. Ya aku akan meminta Ayah. Gumam Ah Yue di dalam hati.


Setelah selesai berdandan, Ah Yue keluar dari istananya untuk menyapa Sang ayah yang kini berada di Aula bersama Sang ibu dan selir serta saudara Lainya.


"Salam Ayah, Salam Ibu, salam bibi, salam saudara saudariku". Sapa Ah Yue dengan sopan.


"Kau tidak perlu terlalu sopan kepada kami Yue'er, kita kan keluarga". Ucap Selir kedua.


"Benar kakak, ". Adim ke toga membenarkan.


"Tidak apa apa bibi, bukankah sudah aturannya". Jawab Ah Yung dengan lembut.


"Baiklah Yue'er terserah kau saja". Ucap Selir kedua dengan senyum manisnya.


"Cukup menarik ibu, dan pastinya banyak sekali rintangan".


"Kakak apa kau bisa sedikit bercerita tentang kehidupanmu itu?". Tanya Saudara ke lima bernama Xuang Ming Yu.


"Boleh, aku akan bercerita garis besarnya saja ya".


Ah Yue pun kemudian bercerita tentang semua kehidupannya di Dunia bawah, hingga para musuh yang selalu mengganggunya. Sedangkan seluruh orang di sana dengan seksama mendengarkan cerita Ah Yue sembari memakan camilan yang telah di sediakan dan tak lupa sesekali menyeruput teh hangat.


Ah Yue yang selesai bercerita kini segera meminum tehnya yang sudah sedikit dingin, sedangkan mereka yang sedari tadi mendengar ceritanya kini mulai berkomentar satu persatu.


"Sungguh orang orang kejam, Untung saja Dewa Qiang selalu mendampingimu kak".


"Ia, seandainya aku tahu kau akan berengkarnasi, pasti aku akan membantumu membasmi hama itu kak".


"Kalian ini, semua kan sudah terlewat. Toh Jiejie mu ini sudah kembali dan bisa bergabung dengan kita lagi". Ucap selir ketiga menengahi .


"Yue'er, kenapa kau bisa bertemu dengan Anak Fang Ca? dan kenapa mereka menargetkanmu waktu itu?". Tanya Kaisar.


"Mungkin hanya kebetulan Ayah, mereka menargetkanku karena ingin merebut tahta lewat paman Hong Fei Ayah".

__ADS_1


"Hmm pantas saja, setiap kali aku mengadakan rapat. Keluarga Fang tidak pernah menghadiri".


"Sudahlah Ayah, semua sudah berakhir. Dan kita sudah berkumpul seperti sedia kala ". Ucap Ah Yue menenangkan.


"Kakak, Dunia Modern itu apa sama dengan dunia kita?". Tanya saudara terkecil yang bernama Xuang Xao.


"Tidak XaoXao, Dunia modern dimana tidak ada kekuatan seperti di dunia ini. Di sana hanya ada alat alat canggih yang membantu manusia, jikalaupun berperang senjata mereka lebih mematikan daripada sebuah pedang". Jelas Ah Yue.


"Wahhh, apakah aku juga bisa kesana kakak?".


"Entahlah, kakakmu ini juga tidak tahu Xaoxao".


Mereka semua saling bertukar cerita dan bersenda gurau membagikan kehangatan keluarga yang telah lama Ah Yue rindukan. Tanpa ia sadari ia meneteskan air mata kebahagiaan yang selama ini ia pendam.


Hingga mereka tidak menyadari kedatangan Seseorang dari luar pintu dan perlahan memasuki aula .


"Salam Yang Mulia Kaisar, salam Permaisuri, salam keluarga kekaisaran". Ucap Pria itu yang ternyata Su Qiang.


"Dewa Qiang....". Teriak Xaoxao yang kemudian berlari memeluk Sang Dewa.


"Hei apa kabar manis". Sapa Su Qiang.


"Kemarilah bergabung dengan kami". Ucap Kaisar.


"Terimakasih Yang Mulia, hamba kemari hanya ingin menjemput Yue'er untuk sekedar berjalan jalan" . Ucap Su Qiang dengan sopan.


"Kalau begitu pergilah, jangan pulang terlalu larut. Kalian belum menikah".


"Baik Ayah". Ucap Ah Yue sambil membungkukkan badannya.


"Satu Lagi, Dewa Qiang aku menunggu lamaranmu untuk putriku". Ucap Kaisar dengan senyum menggoda.


"Yang Mulia tenang saja, Lusa aku dan keluarga akan bersiap untuk datang keistana . Tentunya untuk melamar Putri anda Sang Dewa Agung ini Yang Mulia".


"Lusa???!!". Ucap semua serentak. Pasalnya acara lamaran yang terlalu mendadak.


"Bagus, kalau begitu, aku akan menyiapkan semua dari sekarang". Kata Kaisar dengan sangat antusias.


"Kalau begitu Kami pamit Dulu Yang Mulia".


Ah Yue dan Su Qiang segera meninggalkan Aula dengan berlari kecil menuju pintu utama.


Mereka berencana berjalan jalan di luar Istana untuk mencerahkan Fikiran mereka yang sudah lelah dengan peperangan dan yang lainya.


"Kita kemana Qiang?". Tanya Ah Yue .

__ADS_1


"Ikuti saja, nanti kau akan tau Yue'er".


__ADS_2