
Setelah sudah dekat dengan dapur Kediaman Zhen , Ah Ying memelankan langkah kakinya dan berpura pura di depan para pelayan lain yang sedang disibukkan menyiapkan makanan para penghuni mansion.
"Maaf, apakah makan malam Tuan besar sudah selesai?". Tanya Ah Ying pada salah satu pelayan.
"Kau pelayan baru ya".
"Iya senior". ucap Ah Ying singkat.
"Ini, siapkan nampannya dan bawa kemari".
Ah Ying segera mengambil nampan di dekat tungku dapur dan kemudian membawanya ke tempat pelayan yang tadi menyuruhnya.
"Ini ". singkat Ah Ying sembari menyerahkan nampannya.
Pelayan tersebut segera menata makanan ke atas nampan kosong tersebut, setelah semua tertata Ah Ying segera membawanya keluar dari dapur Kediaman.
Ah Ying yang membawa makan malam Jendral Zhen,tidak langsung membawanya ke kamar Jendral melainkan berbelok terlebih dahulu di gang yang cukup sepi.
Setelah dirasa aman, Ah Ying segera mengeluarkan botol porselen berwarna biru dan memasukkan beberapa tetes pada sup dan makanan yang lainnya.
Setelah selesai ia segera kembali berjalan menuju Kamar Jendral, saat akan kembali ke lorong arah ke Kamar Jendral tiba tiba Ah Ying dikagetkan dengan penjaga yang sedang patroli di sana.
"Hei kau, mau kemana?". Tanya penjaga itu.
"Eh .. Anu.. saya mau ke kamar Jendral untuk mengantarkan makan malam ini". Jawab Ah Ying sedikit gugub tetapi berhasil dia netralkan.
"Oh, bukankah arah ke kamar jendral sebelah sana, kenapa kau malah memasuki lorong gelap itu?".
"Itu karena sedari tadi aku sedang menahan buang air besar, jadi aku ke lorong gelap itu untuk membuang gas agar tidak ada orang yang terganggu. Jika boleh minta tolong, tolong bawakan ini ke kamar jendral karena sudah sangat terlambat apa lagi aku harus membuang hajatku dahulu".
"Berikan kepada kami, tidak sopan jika kau membawa makanan sambil menahan hajat seperti itu".Ucap Salah satu penjaga tersebut.
"Ini, ". Ucap singkat Ah Ying sembari menyerahkan nampan yang berisi makan malam Jendral Zhen itu.
Ah Ying yang berpura pura menahan Buang Air Besar segera berlari meninggalkan kedua penjaga tersebut tanpa mengucapkan terimakasih.
"Dasar Pelayan b*d*h, bagaimana dia bis mengantarkan makanan Tuan Jendral dengan bau kentut seperti itu".
"Kau benar, mari kita antarkan saja".Ucap pelayan satunya.
__ADS_1
Mereka segera mengantarkan makan malam Jendral ke mansionya, sedangkan di Lorong tempat Pelayan disekap itu kini telah ditemukan oleh beberapa penjaga yang tidak sengaja melewatinya.
Melihat sosok pelayan Kediaman tanpa mengenakan pakaian luar , sang penjaga segera memberikannya jubahnya agar menutupi tubuh mungil pelayan tersebut. Penjaga lainnya segera memanggil beberapa pelayan agar segera membawa pelayan pingsan tersebut ke kamarnya.
Sedangkan Ah Ying yang berhasil melarikan diri segera berganti pakaiannya seperti awal ia datang tadi.
Melihat keramaian di lorong tempat ia menyekap gadis pelayan tersebut,Ah Ying dalam diam memperhatikan dari atas atap Kediaman Zhen yang cukup tinggi.
Disana Ia mulai mengamati satu persatu orang yang berlalu lalang di kediamannya.
"Aku tidak boleh gegabah, karena putri kedua Jendral Zhen adalah alkemis tingkat tiga. Jika aku menggunakan Racun maka dia akan mengusutnya hingga tuntas, berbeda dengan ramuan buatanku ini". Gumam Ah Ying yang masih berada diatap Rumah Jendral Zhen .
Setelah lama mengamati Ah Ying segera meninggalkan Kediaman Jendral Zhen, untuk segera pulang kerumahnya karena ia sudah sangat lelah sekali hari ini.
Sedangkan kedua penjaga yang membawa makan malam Sang Jendral, tanpa lama lama mereka segera memasuki kamar Sang Jendral.
"Ini Tuan besar, makan malam anda". ucap salah satu penjaga.
"Kenapa kalian yang membawa makan malamku?".
"Maaf Tuan sebelumnya, pelayan yang membawa makan malam anda sekarang sedang sakit, maka dari itu ia menitipkan makan malam anda kepada kami". Jelas penjaga satunya.
" Yasudah , letakkan di meja". Ucap Jendral Zhen yang kemudian meneruskan membaca gulungan di depannya.
"Ya ya pergilah" .
Merekapun akhirnya pergi meninggalkan sang Tuan sendiri. Jendral Zhen pun akhirnya memulai makan malamnya sendiri di kamarnya, karena dia sedang tidak enak badan jadi tidak bisa makan bersama keluarga yang lain di Ruang Makannya.
Di tempat lain, tepatnya di atas atap kediaman Jendral Zhen...
"Selamat makan malam Jendral kesayangan kaisar". Gumam Ah Ying yang sedang memperhatikan Gerak gerik Zhen Lan dari atas atap.
"Bosan sekali, sekarang aku harus keluar dari mansion ini secepatnya".
Ah Ying kemudian meninggalkan Mansion Jendral Zhen tanpa ada yang mengetahuinya. Sebelum benar benar keluar dari halaman, terdengar suara teriakan menyayat hati dari arah kamar Sang Jendral , membuat semua penghuni dan penjaga segera berlari menuju datangnya suara.
"Akhirnya Ramuan itu bereaksi juga". Gumam Ah Ying yang kemudian segera melanjutkan keluar dari mansion Jendral Zhen.
Dengan ilmu yang melebihi para Manusia dunia bawah bahkan para Dewa dunia Atas, dengan lihainya Ah Ying menyelinap tanpa diketahui para penjaga yang ada disana, tak lupa Ah Ying segera memberi kenang kenangan kepada penghuni lainnya di kediaman Zhen.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan semua dengan lancar, Ah Ying kembali ke ruang kerjanya untuk membaca kembali berkas berkas yang ia dapatkan dari penjaga bayangannya.
"Mungkin hari ini aku akan lembur". Gumam Ah Ying.
"Nonaa ...".terdengar suara Telepati dari benak Ah Ying.
"Siapa sih yang memanggilku, kenapa suaranya begitu asing? seperti pria dewasa".
"Nona...". Ucap suara itu lagii.
"Heii, keluarlah jangan kau bertelepati denganku tanpa menunjukkan wujudmu ". Ucap Ah Ying sembari berkacak pinggang.
Kemudian Keluarlah cahaya hitam dan putih dari Gelang Ah Ying/ Dunia artefaknya . Kedua cahaya tersebut kini menjadi dua sosok lelaki dan perempuan dewasa di depan Ah Ying.
"Ehhh siapa kalian? kenapa kalian bisa berada di Dunia artefakku?". Tanya Ah Ying .
"Nona, apa kau tidak mengenali kami?". Tanya Bai Lu.
"Tidak, aku belum pernah bertemu kalian". Elak Ah Ying.
"Ya Dewa... Nona.. Kami adalah Naga Yin dan Yang, Bai Lu dan Qiqi,". Ucap Qiqi menjelaskan.
Ah Ying yang mendengar bahwa mereka adalah binatang kontraknya kini melotot tak percaya. Karena mereka 360 derajat sangat sangat berbeda, Bai Lu menjadi sosok laki laki yang begitu tampan ( walaupun masih kalah tampan dari Su Lian ) dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap, terlihat badannya yang berotot membuat para wanita yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta kepadanya.
Sedangkan Qiqi menjadi gadis cantik dengan pakaian putih, Tinggi yang masih kalah dengan Ah Ying tetapi masih sangat mempesona Dimata para lelaki, sehingga membuat dia seperti seorang peri cantik yang turun ke bumi.
"Benarkah itu kalian? Bagaimana bisa?". Tanya Ah Yung yang masih terheran heran.
"Tentu saja bisa nona, sudah kubilang saat kami sudah berevolusi maka postur tubuh dan wujud manusia kami akan berubah". Jelas Qiqi.
"Ternyata begitu, Bai Lu, kau sangat tampan, Sayang sekali kau adalah binatang kontrak ". Ucap Ah Ying menyayangkan.
"Hei,, hei ,,hei... Nona, kau kan sudah punya Pangeran menyebalkan itu". Ucap Qiqi sedikit cemburu.
"Wahh wahh.. kau cemburu Rupanya yaa, Bai Lu, bujuk istrimu agar tidak cemburu denganku.. hahahha".
Mendengar kata Istri Qiqi dan Bai Lu pun menahan wajahnya agar tidak memerah karena malu akan godaan Ah Ying.
"Nona, Kau bicara Apa sih".Sangkal Qiqi.
__ADS_1
"Sudahlah,tidak apa apa kalau kalian berdua saling suka, aku akan mendukungnya tenang tenang ".
Mereka bertiga pun asik bersenda gurau, saling menggoda satu sama lain hingga Ah Ying lupa Akan tujuan awalnya untuk Memeriksa berkas itu kembali.