
Zhen Meimei yang merasa dipermalukan segera pergi bersama kedua pelayan pribadinya ,dia menutupi wajahnya dengan lengan bajunya yang lebar untuk menyembunyikan rasa malunya dari para warga yang datang di penginapan.
Sumpah serapah mulai keluar dari mulut mungil itu kepada Ah Ying dan para warga yang mengejeknya.
"Lihat saja nanti, aku akan kembali dengan kakakku, aku akan menghancurkan kalian semua". Gumam Zhen Meimei.
Mereka segera berlari menuju kereta kuda keluarga Zhen yang diparkirkan tidak jauh dari Penginapan tersebut.
Awalnya Zhen meimei akan menginap di penginapan itu tapi sekarang mengurungkan niatnya karena sudah dipermalukan , dan dia sekarang akan segera ke kediaman sang kakak Zhen Qianfan yang menjabat sebagai tuan kota Yu.
"Cepat pergi dari sini, kita ke mansion kakak Qianfan". Ucap Zhen meimei kepada kusir kereta kuda keluarga Zhen.
"Baik nona".
Merekapun segera pergi meninggalkan penginapan yang sudah membuat malu nona muda keluarga Zhen tersebut, Suara hentakan tali kusir yang sangat keras membuat laju kuda semakin kencang agar cepat sampai di kediaman Tuan Kota Yu.
Hanya membutuhkan sekitar Lima menit merekapun sudah sampai di depan Mansion mewah Tuan kota Yu dan disambut ramah oleh penjaga gerbang Mansion
"Selamat datang Nona Muda Zhen, Tuan ada di dalam silahkan masuk".
"Yayayay, terserahh, cepat buka gerbangnya dan minggir dari hadapanku". Ucapp Zhen Meimei ketus membuat penjaga itu tersenyum kaku dan kemudian segera membukakan gerbang mansion.
Kereta kuda yang ditunggangi Zhen Meimei pun seger memasuki Mansion mewah milik tuan kota dan berhenti di tempat kusus untuk menaruh kereta kuda.
Dengan tak sabar Zhen Meimei pun segera turun dari gerbong kemudian setengah berlari mencari keberadaan sang kakak hingga dihentikan oleh penjaga pintu kediaman sang kakak.
"Minggir kalian, aku ingin bertemu kakakku, pergilah dari hadapanku".
"Maaf nona, Tuan sedang istirahat, sebaiknya nona kembali besok saja".
"Aku tidak peduli, cepat bukakan pintu atau kalian akan kubunuh saat ini juga hah!!". Ucap Zhen Meimei sambil mengacungkan pedang api kesayangannya.
"Bba ba baik nona, silahkan masuk". Ucap penjaga itu ketakutan.
Zhen Meimei segera memasuki kediaman sang kakak dengan menjunjung tinggi bajunya agar lebih mudah dan cepat berjalan .
"Kakak, kakak Qianfan, cepat bukakan pintuu, Aku Memei ingin bertemu denganmu". Teriak Zhen Meimei memekakkan telinga penjaga di sekitar kediaman.
"Ishh, lama sekali,, kakak... Heii apa kau dengar akuu??". Teriak Zhen Meimei sekali lagi.
__ADS_1
Terdengar suara derap kaki dari dalam ruangan menuju pintu mansion, pintu besar itupun terbuka memperlihatkan seorang pria tampan yang mungkin usianya sekitar dua puluh lima tahun yang mengenakan jubah tidur yang tipis berwarna hitam yang samar samar memperlihatkan dada bidangnya dan perut kotak kotak yang di dambakan para wanita.
Zhen Meimei melihat sang kakak membukakan pintu segera memasukinya tanpa meminta persetujuan dari sang kakak.
"Mei'er, kenapa mukamu Kusut sekali seperti itu? Apa ada yang membuat masalah denganmu?". Tanya Zhen Qianfan.
"Itu dia, aku kesini ingin melaporkannya padamu".
"Coba ceritakan apa yang terjadi padamu". Ucap Zhen Qiafan sembari mengambil duduk didekat sang adik.
Zhen Meimei segera menceritakan semuanya dengan ditambah bumbu bumbu penyedap di dalam kata kata yang dia ucapkan, sehingga membuat Zhen Qiafan selaku tuan kota menjadi geram dan marah.
"Siapa gadis itu Mei'er, berani beraninnya dia dengan terang terangan mempermalukanmu selaku Nona resmi keluarga Zhen".
"Aku juga tidak tahu kakak, yang jelas dia bukan kultivator seperti kita".
"Bukan kultivator tetapi sangat berani sekali,, Pelayan siapkan jubah dan juga kereta kuda, kita akan kepenginapan Yu Yin".
"Baik Tuan".
Para pelayan segera menyiapkan apa saja yang diperintahkan Tuan kota muda ini dengan sangat cekatan, hingga tidak membutuhkan waktu lama mereka mempersiapkan semuanya.
"Baik Tuan". Ucap YuTao yang kemudian segera menyiapkan para prajurit kediaman untuk mengikuti tuan kota.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka akhirnya sampai di Penginapan Yu Yin. Zhen Meimei segera keluar diikuti sang kakak Zhen Qiafan.
_____________
Di dalam penginapan...
"Kenapa ketiga pangeran itu lama sekali, baiklah aku akan menunggu mereka disana saja". Ucap Ah Ying yang kemudian berjalan di meja kosong dekat jendela kedai makan penginapan.
"Nona ingin makan apa?". Tanya pelayan kedai.
"Berikan semua makanan menu utama restoran ini dan beberapa makan penutup dan jangan lupa buah, oh ya satu lagi, empat mangkuk nasi karena kami berempat".
"Baik nona silahkan menunggu pesanan anda dengan nyaman". Ucap pelayan itu yang kemudian pergi untuk menyiapkan makanan pesanan Ah Ying.
Brakkkkk.... Terdengar suara seseorang dari luar yang sedang merusak pintu kedai kediaman.
__ADS_1
"Cepat panggilkan pemilik Penginapan !!". Ucap seorang pria gagah dan tampan yang terlihat marah didepan meja kasir.
Kemudian masuklah Gadis yang tidak asing dari belakang pemuda yang marah itu.
"Ehhh gadis itu lagi, belum puas ternyata ,membuat keributan lagi bersama seorang pria tampan". Gumam Ah Ying.
"Kakak, itu dia gadis yang mempermalukanku tadi". Ucap Zhen Meimei pada sang kakak sembari menunjuk kearah Ah Ying duduk.
Ah Ying yang merasa dirinya di tunjuk tidak mengalihkan pandangannya, melainkan semakin bersantai menunggu pertunjukan yang akan terjadi.
"Hanya gadis miskin seperti itu??!!, Hei kauu J*l*ng kemari kau". Ucap Zhen Qiafan kepada Ah Ying.
Ah Ying pun menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi bodohnya.
"IYA KAUUU,, SIAPA LAGI B*D*HH". Ucap Zhen Qiafan yang tak sabar.
Zhen yang mendengar sang kakak marah kepada gadis itu diapun tersenyum remeh kepada gadis yang dimaksud.
"Baiklah, tidak perlu berteriak seperti itu, aku tidak tuli, dan satu lagi Aku bukan J*l*ng ". Ucap Ah Ying sembari menekan kata kata akhirnya.
"Heh,, lalu siapa hah? Hanya gadis biasa sepertimu berani beraninnya mempermalukan Adik kesayanganku ini".
"Pfft... Ternyata tukang sandiwara itu adikmu, pantas saja mirip". Ucap Ah Ying menahan tawanya.
"Hei kau jangan kurang ajar,kau tahu kakakku adalah tuan kota Yu ini". Ucap Zhen Meimei sembari membusungkan dada dan mengangkat dagunya tinggi tinggi.
"Ohhh Tuan Kota, baguslah kalau begitu. Kau sebagai tuan kota harusnya memberikan pelajaran terhadap adik kesayanganmu itu, karena dia yang memulai terlebih dahulu". Ucap Ah Ying sembari memainkan helaian rambutnya.
"Omong kosong, kau yang membuat masalah bukan adikku".
"Wah wah wahh,,ternyata seluruh keluarga Zhen memang sangat arogan, apa mungkin adikmu yang pandai berasandiwara itu membumbui perkataanya?".
"Aa... Aku tidakk menambahkan apapun". Ucap Zhen meimei tergagap.
"Hahahah, hei kau sebagai tuan kota seharusnya jangan mendengarkan hanya di satu sisi,kau bisa bertanya pada para warga itu, mereka semua bisa menjadi saksi". Ucap Ah Ying dengan santai.
"Ahh ya Tuan kota, semua itu hanya kesalah pahaman saja, Nona ini awalnya tidak sengaja menabrak nona Meimei,tetapi Nona Meimei tidak terima sehingga membuat keributan". Ucap Pemilik penginapan dari balik kerumunan.
"Mei'er.....".
__ADS_1
"Kak.. A.. aku tidak berbohong".