Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
6. Desa Tongfu


__ADS_3

Setelah berjalan kurang lebih 15 menit akhirnya mereka berdua menemukan gerbang desa tongfu, Mereka berduapun ikut berbaris dengan para warga yang sedang mengantri untuk masuk kedalam desa.


" Antrian yang panjang nona". ucap Qiqi sambil memperhatikan antrian yang lumayan panjang.


" Kau benar, pasti sangat melelahkan. Tapi apa boleh buat".


Ah Ying dan Qiqi pun mulai menunggu antrian dengan sesekali bersenda gurau, hingga membuat seseorang dari kejauhan mperhatikan mereka berdua.


Terlihat ada satu rombongan berjalan perlahan menuju gerbang Desa melewati orang orang yang sedang mengantri untuk masuk , terdapat satu gerbong mewah dan beberapa pengawal berkuda didalam rombongan itu. Orang orang yang langsung tahu identitas pemilik gerbong pun mulai ada yang terkagum kagum, ada yang salah tingkah, bahkan ada yang histeris, kebanyakan kaum wanita.


"Bukankah itu gerbong dari kediaman pangeran Su".


"Mungkin ,, apakah di dalam adalah pangeran Su Lian?".


"Kau tahu, aku tadi sedikit mengintip di gorden gerbong yang sedikit terbuka, dan apa yang kulihattt....... si tampan pngeran Su Liann aaaa tampanya".


Semakin banyak orang yang mengetahui bahwa di dalam gerbong adalah pangeran Su Lian sang adik dari Kaisar saat ini, yang mendapat gelar pangeran Agung.


"Qiqi apakah kau kenal dengan pangeran Su itu?". Tanya Ah Ying sedikit heran melihat orang orang membicarakan sosok pangeran Su itu.


" Setahuku Pangeran Su Lian adalah adik dari Kaisar Su Hao yang mendapat gelar Pangeran Agung di Kekaisaran Qin ini nona".


Ah ying pun hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda memahami penjelasan Qiqi.


Gerbong beserta rombongan pangeran Su Lian pun dengan mudah memasuki gerbang desa Tongfu yang membuat sebagian orang iri karena mereka harus mengantri hingga berjam jam hanya untuk memasuki desa tersebut.


__________


Langkah kaki kuda yang perlahan lahan melambat karena Desa terdekat sudah terlihat beberapa meter di depan. Sosok Tampan berambut perak pun perlahan membuka tirai gerbong untuk sejenak melihat keadaan hingga tatapan bermata sewarna dengan rambutnya itu pun berhenti di sosok gadis cantik yang sesekali bersenda gurau bersama anak kecil yang kurang lebih 10 tahun.


Cantik sekali.... siapa gadis itu.. kenpa begitu asing di kekaisaran Qin ini


"Pangeran kita sudah sampai di depan Gerbang desa Tongfu". ucap salah satu penjaga kepada pangeran Su Lian.


"Baiklah, kita akan masuk perlahan saja, aku ingin mengamati para warga ".


" Baik yang mulia".


Derap langkah kuda yang perlahan melewati para warga yang sedang mengantri masuk, membuat seluruh perhatian mengarah pada rombongan sang pangeran. Banyak orang berbisik tentang ketampanan pangeran Su Lian, tetapi pangeran Su Lian hanya memperhatikan sosok gadis cantik bermata coklat yang sedari tadi menjadi pusat perhatianya.


"Yufeng".


"Hamba disini Yang mulia".


" Kau lihat gadis yang bersama seorang bocah perempuan itu, kau cari informasi tentang dia dan laporkan secara rinci padaku".


"Baik yang mulia, hamba pamit undur diri".


Pangeran Su Lian melambaikan tanganya kepada Yufeng sang penjaga kepercayaanya sejak masih kecil, mereka tumbuh bersama sehingga Su Lian mengganggap Yufeng seperti kakaknya.

__ADS_1


____________


Akhirnya giliran Ah Ying yang akan memasuki desa .


" Nona tanda pengenal".


" Maaf saya belum membuat tanda pengenal, karena saya bukan dari kekaisaran Qin".


"Baiklah kalau begitu nona hanya perlu membayar 3 koin perak, setelah itu anda bisa membuat pengenal de desa kami".


" Baik , terimakasih, ini tuan".


Ah Ying pun diperbolehkan masuk kedesa Tongfu karena sudah membayar biaya masuk desa.


" Nona, bukankah kau punya tanda pengenal dari keluarga Wu?". Tanya Qiqi bingung.


" Kau benar, tapi apakah kau pernah berfikir jika aku mengeluarkan giok keluarga Wu, aku pasti akan menjadi buronan kekaisaran ".Jawab Ah Ying lirih yang hanya didengar oleh mereka berdua saja.


"Kau benar nona. Aku hampir lupa".


Aku harus menutupi identitasku , agar tidak ada yang tahu kalau nona pertama keluarga Wu masih hidup untuk membalas dendam.


" Nona, kemana kita sekaranga?".


"Kita akan mencari kedai makan dahulu, aku rindu masakann pedas, apa kau juga mau Qiqi?".


"baiklah nona, kita selama dihutan hanya memakan buah buahan saja , dan saatnya memakan yang berlemak".


*Srreettttt


kiiikkkkkikkkkk


brukkkkk*


Tiba tiba kuda tersebut terjatuh saat satu kaki hampir menginjak Qiqi.


Orang di dalam gerbong tersebut segera turun untuk melihat apa yang terjadi, diikuti para pengawalnya.


"Siapa yang berani beraninya melukai kudaku". ucap seorang gadis berusia sekitar 22tahunan yang baru saja turun dari gerbong diikuti para pelayan .


" Aku, Aku yang melukai kaki kudamu itu". Jawab Ah Ying dengan nada dingin.


" Jadi kau J*l*ng murahan, berani beraninya kau melukai kudaku, apa kau tidak tahu siapa kau berhadapan sekarang hahh!!??".


" Maaf nona, Kudamu itu melaju begitu cepat, sehingga akan menginjak saudara perempuanku, Jadi aku hanyasepontan melukai Kudamu".


" Heh , Kau... ternyata kau pandai mengelak juga , Kau itu hanya sebagian mereka yang memakai trik kotor agar bisa mendapatkan uang dari para keluarga bangsawan seperti aku ini.. ya kan".


Gadis itu semakin memprovokasi Ah Ying agar dia bisa mempermalukan Ah Ying di depan banyak orang, tetapi tidak dengan Ah Ying yang begitu tenang menghadapi kearoganan gadis yang mengaku ngaku sebagai bangsawan itu.

__ADS_1


" Maaf, tapi aku tidak kekurangan uang sama sekali nona, ".


"Sombong sekali kau, Jangam jangan kau berpura pura mempunyai uang padahal kau akan mencuri...".


Semua orang mendengar perkataan gadis bangsawan itupun mulai berbisik menjelekan Ah Ying dan Qiqi , dan menatap mereka berdua dengan tatapan Jijik.


Ah Ying pun tidak bergeming, malah dia tersenyum kepada gadis bangsawan itu.


" Apa anda tidak percaya nona? aku bisa mengganti kudamu sekarang juga , sebutkan harga yang kau inginkan, atau kita cari kuda di desa tongfu ini dan kau bisa memilihnya".


"Sungguh terlalu Berani kau J*l*ng, Kau fikir kuda ku itu adalah kuda yang disamakan dengan kuda desa terpencil dan kurang maju seperti ini hah.. Aku Qiyangyi dari keluarga perdana menteri Qi, tidak akan sudi jika kudaku disamakan dengan kuda desa yang kumuh seperti ini".


Mendengar provokasi dari nona bangsawan yang ternyata bernama Qiangyi itu Ah Ying malah semakin tersenyum lebar.


"Apa Kau yakin nona jika desa Tongfu adalah desa kumuh, setahuku desa ini adalah desa penghasil senjata terbaik di kekaisaran Qin".


Jawab Ah ying menyadarkan para warga yang mendengarkan sedari tadi.Kata kata arogan dari Qiangyi malah menjadi bahan cemoohan para warga yang mendengarnya, mereka tidak percaya bahwa nona bangsawan anak dari perdana menteri Qi tidak memiliki sopan santun.


"Ternyata nona Qi mempunyai mulut yang kotor".


"ya benar, nona Qi benar benar sudah kelewatan".


" sifatnya tidak secantik rupanya".


Semakin banyak warga berbisik, membuat wajah dari Qiangyi semakin merah padam karena menahan rasa marah bercampur malu, karena dia yang berawal ingin mempermalukan gadis itu tetapi gadis itu bisa membalikan keadaan tanpa dia melakukan perlawanan yang berarti.


"Baiklah aku melepaskanmu kali ini, aku tidak akan memintamu ganti rugi , tapi jika nanti aku bertemu kau lagi maka aku tidak akan segan segan membalas perlakuanmu padaku saat ini".Ucap Qiangyi sambil kembali berjalan pergi meninggalkan sekumpulan warga yang menonton.


"Dasar bodoh". gumam Ah Yi


Setelah perdebatan selesai para warga yang berkumpul pun segera meninggalkan tempat tersebut, dan Ah Ying pun segera memasuki kedai makan yang tadi tertunda.


"Selamat siang nona, silahkan duduk".


Kata pelayan Kedai.


"Apakah kami bisa memesan tempat vip ?" tanya Ah ying.


" Tentu nona, Mari saya antar".


Merekapun menuju lantai dua yang hanya terdapat 5 ruang vip untuk makan, biasanya ruangan tersebut akan disewa oleh para keluarga bangsawan atau para saudagar kaya yang mampir kekedai mereka.


" silahkan nona ," Ucap pelayan ramah.


"terimakasih".


"Nona ingin pesan apa?".


"Aku ingin pesan semua makan terbaik di kedai ini, dan buah untuk makan penutup".

__ADS_1


" Baik nona, kami akan menyiapkan pesanan anda, mohon ditunggu".


Pelayan kedai itupun pergi meninggalkan kedua gadis yang tengah menatap keramaian di desa tongfu melalui jendela kedai di lantai dua.


__ADS_2