Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
81.Perubahan seorang Ah Ying


__ADS_3

Setelah sampai di dalam Goa, Ah Ying kembali dikejutkan sebuah cahaya biru yang mengelilingi suatu benda di dalamnya.


Cahaya biru itu adalah penghalang untuk melindungi benda di dalamnya itu. Cahaya yang begitu terang sehingga menerangi seluruh dalam Goa, hingga terlihat stalaktit es yang berwarna putih kini menjadi semakin indah.


"Coba, ulurkan tangan anda Nona kedalam cahaya itu". Ucap Goran.


"Baik".


Ah Ying segera mengulurkan tangannya perlahan memasuki cahaya biru tersebut . Tak lama kemudian, tiba tiba cahaya biru itu ikut menyelimuti tubuh Ah Ying hingga tubuhnya melayang di udara membuat Goran yang melihatnya meloncat kegirangan.


"Akhirnya ... Akhirnya Kau berhasil Nona". Teriak Goran kegirangan.


Cahaya biru itu semakin terang hingga membuat silau yang melihatnya, begitupun Goran yang kini menutupi matanya karena silau dari cahaya tersebut.


Cukup lama cahaya itu menyelimuti Ah Ying, hingga Goran yang semula semangat kini mulai lelah menunggu itu berakhir


"Kenapa lama sekali, huh, seharusnya tidak seperti ini". Gumam Goran.


Goran pun segera berbaring di pinggir dalam Goa untuk menunggu Ah Ying yang belum selesai Sedari tadi, hingga kedua mata Kelinci Es tersebut mulai tertutup.


Di dalam cahaya tersebut, ternyata Ah Ying telah terlelap dan kini berada di Alam Bawah Sadarnya.


"Dimana Aku". Gumam Ah Ying.


"Hai diriku". sapa seorang perempuan yang begitu sama dengan dirinya.


"Ah Yue, kenapa kau muncul? bukankah kita sudah menjadi satu jiwa yang utuh?".


"Kau benar, hanya saja ada sesuatu yang belum kau ketahui. Jiwaku terpecah menjadi tiga, satu adalah dirimu, satu adalah aku yang berdiri saat ini dan yang satu berada pada pusaka di depanmu tadi". Jelas Ah Yue.


"Bagaimana bisa?".


"Karena aku melawan takdir, jadi Dewa takdir tertinggi memberi kita hukuman yang mungkin menurutmu tidak masuk akal seperti ini".


"Bukankah aku sudah berada di Kultivasi tanpa batas, lalu kenapa ternyata jiwaku belum sepenuhnya menjadi satu?".


"Itu karena kita terjatuh di jurang di jembatan menuju tempat Rengkarnasi di alam Nirwana sebelum kita berengkarnasi".


"Entahlah , aku tidak paham". Ucap Ah Ying sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Tak apa, nanti jika kita kembali menjadi satu kau akan mengingat dan mengetahui tentang apa yang terjadi".


"Lantas, apa yang harus kita lakukan?". Tanya Ah Ying.


"Ulurkan tanganmu, dan letakkan tanganmu di kedua tanganku ini". Ucap Ah Yue sembari mengulurkan kedua tangannya.

__ADS_1


Ah Ying pun dengan ragu mengulurkan tangannya dan meletakkan tangannya di atas tangan Ah Yue.


Setelah kedua tangan itu bersatu tiba tiba mereka seperti tersedot ke tempat lain.


"Ahh aku merasa pusing.... Aaaaaaaaa". Teriak Ah Ying.


Akhirnya Ah Ying pun sampai di sebuah pintu besar berwarna putih dengan aksen burung Phoenix di kedua sisinya.


"Pintu apa ini?". Gumam Ah Ying.


"Bukalah, dan mari kita masuki bersama sama". Ucap Ah Yue sembari menuntun Ah Ying menuju depan pintu putih besar itu.


Krikkkk....


Suara pintu terbuka hingga menampilkan sebuah cahaya Biru yang amat pekat di depan mereka.


Tanpa berbasa basi mereka segera memasuki cahaya Biru itu secara bersama.


Cahaya biru itu kini mulai meredup dan memperlihatkan sosok perempuan cantik berbaju Biru muda kini muncul dari balik cahaya itu. Terlihat sosok gadis dengan mahkota kecil di tengah rambutnya berwarna perak yang disanggul separuh dan sisanya dibiarkan tergerai .


"Nona, itukah kau?". Tanya Goran.


"Apa ada yang berbeda dari diriku Goran?". Tanya Ah Ying.


"Sangat berbeda nona, kau luar Biasa".


Setelah mendapatkan cermin, Ah Ying pun segera terkejut melihat dirinya yang begitu berbeda itu.


"Hebat, ada mahkotanya juga. Dan.... wahh kedua tanganku terdapat simbol phoenix dan dua naga". Gumam Ah Ying sembari mengamati kedua tangannya.


"Karena sekarang, kau sudah benar benar sosok Dewiku selama ini Nona, saatnya kau naik ke alam Atas". Ucap Goran.


"Tentu, aku akan secepatnya naik ke alam atas Goran".


"Kalau begitu pergilah, dan temui dua binatang spiritualmu lainnya nona".


Ah Ying pun dengan perlahan menuruni tangga melayang itu lagi hingga ia berhenti tepat di mansion dimana kedua naga itu berada .


Saat Ia akan membuka pintu mansion, tiba tiba terdengar suara raungan yang begitu keras dari balik pintu.


Ah Ying membuka knop pintu secara perlahan , hingga terlihat dua ekor naga besar sedang diselimuti oleh cahaya di tubuhnya.


"Bai Lu, Qiqi". Gumam Ah Ying.


Ah Ying pun mulai mendekati keduanya, hingga akhirnya kedua cahaya itu meredup kemudian menghilang.

__ADS_1


"Nona, Ehh maksudku Dewi". Teriak Qiqi yang kini berubah menjadi manusia kembali, begitupun dengan Bai Lu.


"Hei apa kabar kalian?". Tanya Ah Ying.


"Baik Nona, bagaimana denganmu? pasti baik kan. Lihat saja penampilanmu jauh lebih bagus dari yang dulu nona". Ucap Qiqi sembari mengamati penampilan Ah Ying.


"Kau ini, bisa saja. Bagaimana dengan kalian?". Tanya Ah Ying.


"Seperti yang kau lihat Dewi, kami berevolusi menjadi Binatang Spiritual tingkat satu". Jawab Bai Lu memperlihatkan perubahannya selama berkultivasi.


"Hebat, lalu apa kalian akan keluar?". Tanya Ah Ying.


"Kami akan keluar Dewi, tapi kami tidak bisa menunjukkan wujud kami. Dikarenakan, binatang spiritual tingkat satu akan mengundang para kultivator lainya. Bahkan mereka akan berebut apapun yang terjadi". Jelas Bai Lu yang diangguki oleh Qiqi.


"Begitu ya, lalu apa kalian juga akan menjadi manik manik untuk menyamar?".


"Ide yang bagus dewi, yang terpenting kita selalu bersama". Ucap Qiqi dengan senyum lebarnya.


"Baiklah, aku sebentar lagi akan naik Ke Dunia Atas, aku harap kalian mau membantuku nantinya".


"Tentu saja Dewi, kami akan selalu setia membantumu".


Ah Ying pun tersenyum lebar melihat antusias Qiqi dan Bai Lu, Hingga akhirnya mereka menuruni tangga bersama untuk menemui Gofu.


"Astaga Nona, kau sangat berbeda . Kau sangat cantik dan anggun". Ucap Gofu yang terbelalak melihat Perubahan penampilan Ah Ying .


"Terimakasih, Kalau begitu, mari kita keluar dari Dunia Artefak ini". Ucap Ah Ying.


Mereka bertiga pun segera merubah diri mereka menjadi manik manik, seperti kalung, anting, dan gelang.


Merasa sudah siap, Ah Ying pun segera keluar dari Dunia Artefaknya.


.....


Sesampainya di kamarnya Ah Ying segera merebahkan badanya untuk mengisi ulang tenaganya, karena dalam waktu dekat ia akan naik ke alam atas.


Di Istana Kerajaan Qin...


"Ayah, biarlah posisi Putra mahkota ini kuserahkan kepada Adik ke tiga". Ucap Su Lian.


"Kenapa seperti itu?". Tanya Kaisar Tua.


"Karena aku akan naik ke Dunia atas untuk menyelesaikan urusan, sehingga aku tidak bisa bertanggung jawab penuh menjadi Putra Mahkota". Jelas Su Lian.


"Akan Ku pertimbangkan terlebih dahulu, ". Ucap Kaisar Tua.

__ADS_1


"Terimakasih Ayah, kalau begitu Pangeran ini pergi dulu". Ucap Su Lian yang kemudian pergi meninggalkan Kaisar Tua sendiri di Ruangannya.


__ADS_2