
Kakek Wu dengan mudah mengalahkan banyak tentara tetapi berbeda dengan para Tetua lain dan Guru Guru Sekte Naga Putih itu. Banyak Murid pilihan yang ikut bertarung terluka parah sehingga banyak yang kembali kedalam Sekte.
Kakek Wu Yang melihat sebagian besar muridnya telah kembali ke dalam Sekte karena terluka kini semakin membabi buta melawan para prajurit dengan Armor kusus tersebut.
"Hhahaj, lihatlah Wajahmu itu kakek Tua, kau sangat khawatir karena banyak murid dan bawahanmu kalah dengan prajuritku ini". Ucap Pria berbaju merah itu sambil tertawa cukup keras.
Kakek Wu Yen yang di ejek oleh Pria berbaju merah itu hanya diam tanpa menghiraukan ejekan yang diutarakan.
Kakek Wu Yen segera memukul mundur Pria berbaju merah serta beberapa prajurit didekatnya dengan menggunakan sedikit kekuatannya.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, biarlah para muridku kembali cukup aku saja yang melawan Kalian". Jawab Kakek Wu Yen yang akhirnya menjawab ejekan pria berbaju merah itu.
"Ck, sombong sekali".
"Kalian semua mundurlah, biarakan aku saja yang melawan mereka. Jangan ada yang mendekatiku tanpa perintah dariku". Perintah Kakek Wu Yen kepada para tetua, guru dan murid yang tersisa.
Tanpa banyak bertanya, mereka semua segera menjauh dari Kakek Wu dan hanya menunggu jauh di belakang kakek Wu.
"Apa Yang akan dilakukan Tetua pertama Guru?".
"Entahlah, yang terpenting kita tidak boleh membantah perintahnya". Ucap salah satu guru.
Mereka pun segera beristirahat sekaligus mengamati pertarungan yang masih berlangsung di depan sana.
Karena Semua Tetua , guru, dan murid yang tersisa sudah menjauh cukup jauh, Kakek Wu Yen segera merapalkan mantra untuk mengurung para musuh di depanya di dalam sebuah penghalang yang berukuran besar yang tidak bisa di tembus oleh siapapun baik itu Kultivator di tingkat Surga sekalipun.
"Kau sungguh licik Pak Tua, Jika kau ingin mengalahkan kami maka kita bertarung secara adil bukan seperti ini!!". Geram Pria berjenggot yang kini terjebak di dalam penghalang bersama rekannya.
"Ck, kau ini malah mengajariku, untuk apa aku bersusah payah mengeluarkan tenaga jika aku bisa menghancurkan kalian hanya dalam jentikan jari?". Jawab Kakek Wu .
"Tetua pertama, maafkan Murid ini. Murid ini telah melakukan kesalahan .. Tolong maafkan Murid ini?". Rengek Cheng Feng yang juga berada di dalam Penghalang dengan wajah ketakutannya.
__ADS_1
"Kau sudah melakukan kesalahan fatal, jadi kau juga harus mendapatkan hukuman yang setimpal". Jawab Kakek Wu Yen dengan dinginnya.
"Maafkan aku Tetua Pertama, kumohonn. aku akan membayar semua kesalahanku tetapi tidak dengan mati lagi Tetua kumohon".
"Kau brisik sekali, lebih baik kau diam daripada membuatku semakin pening!!!". Sahut Pria Berbaju merah yang tengah mencari jalan keluar.
Chen Feng Pun terdiam dengan wajah pucat pasi yang kini tertunduk merutuki kesalahannya.
Huh, coba saja kalau aku tidak menuruti Kaisar itu, pasti tidak akan seperti ini. Tapi karena kaisar itu dan ibunya aku bisa menyusul Ah Ying walaupun hasilnya pun nihil, dia tidak mau bersamaku lagi. Gumam Chen Feng dalam hati.
"Hei Pak Tua, maksudku Tetua Sekte. Bagaimana kalau kita bernegosiasi". Ucao Pria berbaju merah sedikit memohon.
Kakek Wu Yen mendengarnya hanya mengernyitkan dahinya tanpa menjawab Pria itu . Bukankah mereka akan menghancurkan sektenya, tetapi sekarang mereka terjebak di dalam penghalang malah meminta negosiasi.
"Tetua Sekte, kenapa kau hanya berdiam diri saja, bagaimana jika kita bernegosiasi?". Tanya Pria berbaju merah itu lagi.
"Ck. Giliran kau akan kalah saja baru meminta negosiasi, coba saja jika aku yang berada di dalam sana pasti kalian akan langsung menghabisiku". Sindir Kakek Wu sembari memasukkan pedang besarnya kedalam Cincin penyimpanannya.
"Hmm itu semua adalah hal yang mustahil. Jika kalian ku lepaskan, sudah ku pastikan kalian akan menyerangku tiba tiba". Ucao Kakek Wu yang berjalan menuju penghalang itu .
"Dasar Kakek Tua tidak tahu diuntung , sudah baik kami akan melepaskanmu jika kau melepas kami!!". Ucap Pria berjenggot itu dengan geramnya.
Kakek Wu Yen segera mendekati mereka kembali dan dengan sekali jentikan, prajurit di belakang mereka kini hancur berkeping keping menjadi seperti Daging Cincang.
Orang orang yang tersisa di dalam penghalang termasuk Cheng Feng kini menjadi pucat pasi serta mual melihat ledakan daging yang teramat banyak di sekitar mereka.
"Sekarang katakan, apa kata terakhir kalian bertiga?". Tanya Kakek Wu Yen mengagetkan Mereka bertiga.
"Tetua Pertama, Kumohon aku tidak ingin mati yang kedua kalinya. Murid janji akan menjadi baik nantinya". Rengek Cheng Feng.
"Sudah ku bilang, aku tidak bisa memaafkanmu. Kalau kalian tidak ada yang mau bicara maka aku akan meledakkan kalian seperti yang lain". Ucap Kakek Wu Dengan nada dingin yang begitu menakutkannya di telinga mereka bertiga .
__ADS_1
Chen Feng oun kini hanya pasrah menerima Nasibnya yang akan mati untuk kedua kalinya, begitupun kedua orang bersamanya itu.
"Baiklah, karna kalian tidak ada yang angkat bicara maka aku akan mengakhiri penderitaan kalian".
"Tunggu Tetua Sekte". Cegah Pria Berbaju Merah.
"Katakan".
"Apa kau mengenal Fang Ca? Jika kau mengenalnya maka berhati hatilah, Kaisar Su Hao adalah salah satu Bidak Catur Fang Ca itu, Hanya itu yang ingin Ku katakan. Sekarang terserah padamu Tetua Sekte". Jelas Pria berbaju merah sembari terduduk untuk bersiap mati.
"Fang Ca? Ada apa di baliknya? Sungguh menarik , Mungkinkah kau mengetahui siapa di belakang Fang Ca?". Tanya Kakek Wu Yen.
"Aku mengetahuinya, hanya saja aku tidak bisa membicarakan dengan sembarangan orang".
"Katakanlah, maka kau akan ku bebaskan". Ucap Kakek Wu Yen.
"Baiklah ,Karena aku mengetahui siapa dirimu Yang Mulia Kaisar Agung Tua, jadi Aku akan menceritakan semuanya padamu".
"Apa Kaisar Agung Tua? Apa Kau mengenalnya Saudara?". Tanya Chen Feng.
"Tentu aku mengenalnya, karena aku juga orang dari Dunia Atas".
Mendengar Ucapan Pria berbaju merah itu Kakek Wu Yen segera menghilangkan penghalang yang ia pasang, tetapi masih membelenggu ketiga orang tersebut di tempat mereka masing masing.
"Sekarang katakanlah, dan Siapa Kau sebenarnya, kenapa kau orang Dunia atas bisa turun ke dunia bawah?". Tanya Kakek Wu Yen.
"Baiklah, Perkenalkan Namaku adalah Guang Huang dari keluarga kecil Guang, Aku ditugaskan Keponakanmu untuk mengawasi kalian semua termasuk Cucu perempuanmu yang kini telah berengkarnasi. Hanya saja, hari ini adalah hari terakhirku, maka dari itu aku akan mengatakan semuanya padamu". Ucap Guang Huang dengan panjang lebar.
Kakek Wu Yen kini hanya mengangguk dan mulai mendengar dengan seksama cerita Guang Huang terasebut.
Setelah selesai bercerita Guang Huang pun segera mengeluarkan pedangnya dan bunuh diri di depan Kakek Wu Yen dan kedua orang di depanya.
__ADS_1
Kakek Wu Yen yang tak mau berbasa basi segera membunuh Chen Feng dan Pria berjenggot itu dengan satu kali tebasan hingga kepala mereka terpisah karena pedang legendaris Kakek Wu Yen.