Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
35. Kematian Zhen Meimei


__ADS_3

Mereka berdua dengan anggun menuruni tangga penginapan ,hingga membuat semua orang yang berada di bawah. dengan otomatis memperhatikan mereka berdua, karena memakai pakaian yang senada dan ditambah riasan ringan yang membuat mereka terlihat serasi seperti pasangan Dewa Dewi, hanya saja Ah Ying selalu menggunakan cadarnya sehingga menutupi sosok yang begitu cantik dibaliknya.


"Wah kakak kedua, kakak ipar , kalian sungguh sangat serasi". Ucap Haocun seperti biasanya yang selalu terang terangan.


"Tentu saja, ". Jawab Su Lian dengan percaya diri


Mereka berempat pun segera tertawa bersama melihat perubahan yang berada di Su Lian, yang awalnya Dingin, angkuh , dan pastinya tidak banyak bicara kini berubah menjadi lawak seperti Haocun sang adik keempat.


Ah Ying yang melihat kebersamaan mereka hanya menggeleng pelan kemudian mulai menyantap makanan diatas meja yang sudah dipesan oleh kedua pangeran itu karena Ah Ying dan Su Lian sedikit telat untuk bergabung .


Ketiga pangeran juga segera memakan makanan yang berada di atas meja dengan tenang, tidak lupa empat teko teh yang selalu ada di setiap makan mereka.


"Apa kau yang memesan semua makanan pedas ini Haocun?". Tanya Ah ying memecahkan kesunyian.


"Tentu kakak ipar, karena cuaca hari ini sangat dingin,jadi aku memesan yang pedas pedas".


"Lain kali pesan yang lebih pedas dari ini yaaa".ucap Ah Ying lagi.


"Ehh ternyata kau juga suka yang pedas-pedas ya kakak ipar?? Okelah aku akan mengingatnya. Kukira tadi kau tidak menyukainya".Jawab Haocun sembari memakan paha ayam bakar didepannya.


Mereka semua segera menyelesaikan sarapannya dan membayar semua biaya kemudian bergegas meninggalkan Penginapan.


_______


"Kakak, tolonglah aku panas sekali". Suara rintihan Zhen Meimei yang memenuhi kereta kudanya.


"Kau diamlah sebentar Meimei, kakak akan membawamu ke kediaman Ayah, karena semua tabib Kota Yu tidak ada yang bisa menyembuhkanmu". Ucap Zhen Qiafan .


Zhen Meimei yang mendengar hanya bisa menahan tangis dan rasa sakitnya karena menurut para tabib penyakitnya sangatlah langka dan aneh, mereka tidak menemukan racun atau virus yang tertinggal di pakaiannya atau yang lainnya sehingga membuat para tabib tida bisa mendiagnosis penyakit Zhen Meimei.


Melakukan perjalanan semalam penuh akhirnya mereka sampai di Kediaman Jendral Zhen saat menjelang pagi.


"Bukakan pintunyaa!!!". Teriak Zhen Qiafan kepada penjaga gerbang Mansion jendral Zhen.


"Salam Tuan muda , baik saya akan membukakan pintunya". Ucap penjaga itu yang kemudian membukakan pintu gerbangnya.


Setelah terbuka, Rombongan Qiafan segera memasuki halaman kediaman sang ayah yang kemudian mereka segera turun meminta para pelayan membawakan tandu.


"Cepat ambilkan tanduu,, Nona muda kalian sedang tidak baik baik saja". ucap pengawal Zhen Qiafan kepada para pelayan.

__ADS_1


"Dan Kau, panggilkan tabib kerajaan, dan kau panggilkan Tuan dan Nyonya beritahukan tentang keadaan Nona muda kita". Sambung Pengawal itu sembari menunggu semuanya mengerjakan dengan benar.


Tak lama Tandu yang di tunggu segera datang dan para pelayan segera mengeluarkan Zhen Meimei dari dalam gerbong untuk dipindahkan.


Bau busuk yang menyengat dari tubuh Zhen Meimei membuat para pelayan itu ingin muntah dan secara berganti ganti saat membawanya kedalam kamar Zhen Meimei karena tidak kuat dengan baunya.


Zhen Qiafan yang mengikuti sang adik menjadi terheran heran karena tadi saat dia bersama sang adik tidak menimbulkan bau, tetapi sekarang malah menjadi sangat bau seperti bangkai busuk.


awal mula terkena racun .....


Ah Ying yang mengetahui bahwa gadis di depannya segera bertanya menggunakan Telepatinya kepada Qiqi.


"Qiqi, apa kau tahu racun yang tidak bisa terdeteksi dan tidak berwarna? ".


"Coba kau cari di dalam cincinmu nona, ada puluhan botol porselen yang berada di rak hijau itu, ambilah satu yang berwarna merah dengan motif api kecil itu, itu adalah racun api, jika terkena sedikit saja di kulit efeknya akan sangat cepat menjalar, racun itu bisa membakar seluruh organ dalam selama kurang lebih 24jam, yang diakhiri oleh bau yang sangat busuk ".Jelas Qiqi.


"Baiklah aku akan mengambil yang itu saja".


Ah Ying segera mengambil botol porselen yang dimaksud dan menyembunyikannya kedalam lengan bajunya yang lumayan lebar hingga suatu kesempatan gadis di depannya lengah dia memercikkan Racun itu tepat pada wajah sang gadis, tanpa ada tang mencurigainya dan Gadis itu yang tidak lain adalah Zhen Meimei tidak menyadari ada cairan di pipi sebelah kanannya.


..............


"Apa yang terjadi Qianfan? apa yang terjadi dengan adikmu?". Tanya Jendral Zhen kepada sang anak.


"Aku juga tidak tahu ayah, tiba tiba dia kepanasan dan tubuhnya memerah, para tabib kota Yu tidak ada yang tahu penyakit apa itu ayah, dan anehnya lagi tadi saat perjalanan Meimei tidak berbau busuk seperti ini, tapi sekarang malah sangat bau dan tubuhnya bernanah, ". Jelas Qianfan kemudian tertunduk.


"Cepat panggilkan tabib terbaik , siapa saja tolong panggilkan ...". Ucap Chen Ling sang ibu yang langsung lemas dan menangis melihat sang anak menjadi tak karuan.


"Tuan Jendral Tabib Istana sudah tiba". Ucap penjaga pintu .


"Cepat suruh dia masuk".


"Salam Jendral Zhen, ".Ucap Tabib itu .


"Sudah jangan berlama lama , cepat periksa putriku".


"Baik Jendral".


Sang tabib pun segera memeriksa tangan Zhen Meimei, dengan wajah yang semula tenang kini menjadi tegang melihat kondisi Zhen Meimei saat ini.

__ADS_1


"Tuan, Nona muda terkena racun Api, dan Racunnya sudah menyebar ke seluruh tubuh, bagian dalam Nona muda sudah banyak yang rusak, kemungkinan sembuh adalah sepuluh persen saja Karena setahu saya, Racun api sangatlah langka, hanya orang dari Dunia atas yang mempunyai racun itu ". Jelas tabib itu sembari beringsut mundur.


"Tidak bergunaa!!! apa kau tidak bisa memberi ramuan atau semacamnya ? Dasar tabib Tidak bergunaa!!!". Jendral Zhen pun terlihat sangat marah dan mulai memecahkan vas bunga yang berada di meja dekat ranjang Zhen Meimei, sehingga membuat semua orang terkejut dan terdiam, tidak ada yang berani berbicara apapun.


"Ampun Tuan, saya benar benar tidak tahu penawarnya, karena hanya berada Di Dunia Atas racun Api itu". Jawab Sang Tabib sembari bersujud di depan Jendral.


"Tunggu, coba jelaskan kenapa Meimei bisa terkena racun api, sebelumnya dia baik baik saja, dan kenapa para tabib lain tidak bisa mendeteksi racun Api ity?". Tanya Qianfan yang merasa ada yang tidak beres.


"Baik Tuan Muda, Racun api adalah racun yang tidak berwarna, jika terkena sedikit cairan saja sudah sangat berakibat fatal, dan Racun api hanya membutuhkan selama Dua puluh empat jam untuk membunuh manusia, Dan kenapa saya bisa mendeteksinya karena Jika orang terkena racun Api, maka hanya bisa terdeteksi jika orang itu sudah sekarat, jika awal terkena, itu tidak akan terlihat sama sekali Tuan Muda". Jelas Sang Tabib kekaisaran dengan sangat gugup .


"Ayahh,, apa yang harus kita lakukann". Ucap Qianfan lesu


"Siapkan pemakaman, dan bakar Memei, ". Ucap Jendral Zhen dengan keterpaksaan .


"Tidakkkkk,,, tidakk suamikuu,, Jangan bakar putrikuu".Ucap Chen Ling dengan tangisan yang begitu memilukan.


"Jika Memei tidak dibakar, apa kau mau melihat dia membusuk dan menular pada seluruh kediaman Zhen ini Hahh!!! Aku juga tidak mau anakku mati, tapi apa kau tahu bagaimana caranya agar dia kembali pulih? tabib kerajaan saja tidak bisa apa lagi kita". Ucap Jendral Zhen sembari menghela nafas panjang.


"Ayah, Meimei belum mati, apa tidak terlalu kejam membakarnya hidup hidup?". Tanya Qianfan.


"Lalu apa yang harus kita lakukan".


"Maaf Tuanku, kalau Tabib ini boleh memberi saran, Tuan bisa menggunakan racun penghilang raga, itu bisa menghilangkan raga dan sekaligus rasa sakit yang diderita Nona muda". Kata Tabib Kerajaan memberi saran.


"Siapkan Racun penghilang Raga dan siramkan ke tubuh Meimei". Ucap Jendral Zhen kepada para pelayan.


Pelayan pelayan itu segera mengambilkan racun yang dimaksud tersebut dan memberikan kepada Jendral Zhen.


Jendral Zhen segera memberikannya pada tubuh Zhen Meimei perlahan. Hingga membuat Chen Ling sang ibu tidak kuat melihatnya dan jatuh pingsan, dan para selir dan anak anaknya menahan rasa mual ketika melihat Tubuh Zhen Meimei yang perlahan mencair menjadi genangan darah Hitam.


Siapa yang berani berani meracuni Anakku, untuk saat ini aku seharusnya tidak mempunyai musuh, hanya Jendral Wu musuhku sebenarnya, tapi semua keluarganya sudah mati semua, lalu siapa yang melakukan ini?. Gumam Jendral Zhen dalam hati.


Tubuh Zhen Meimei menghilang membuat orang disekitarnya meneteskan air mata karena melihat betapa sedihnya Jendral dan istrinya.


Keesokan Harinya berita kematian Zhen Meimei mulai menyebar Luas keseluruh kekaisaran Qin, dan banyak sekali pelayat baik dalam keluarga bangsawan ataupun rakyat biasa.


Berita kematiannya juga telah sampai di telinga Ah Ying, hingga membuat Ah Ying merasa puas akan hasil yang didapatnya.


Kau lihat saja Jendral Zhen, satu persatu keluargamu akan aku lenyap kan ,tanpa ampun seperti kau menghancurkan seluruh keluarga pemilik tubuh ini. Gumam Ah Ying dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2