Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
53. Hutan Alam Berkabut


__ADS_3

Waktu keberangkatan ke sekte Naga Putih pun sudah tiba, Ah Ying segera berkemas dan bersiap siap.


Untuk kediamannya sementara di tempati oleh Pangeran Tianzi , Haoucun dan sang ibu mereka , semua atas persetujuan Su Lian semata.


Ah Ying segera berpamitan kepada orang orang di kediaman karena untuk kali ini ia akan pergi cukup lama dari yang terakhir kali pergi.


"Aku berangkat dulu, nanti Keluarga kerajaan akan datang setelah aku pergi, kalian bersikaplah baik kepada mereka". Ucap Ah Ying.


"Baik nona". Ucap para pelayan tersebut serentak.


Akhirnya Ah Ying segera pergi dengan menunggang kuda putih yang cukup besar, yang baru ia beli beberapa waktu lalu.


Kuda Putih besar tersebut segera keluar dari Mansion , yang membawa sosok gadis cantik bercadar diatas badannya.


Dengan langkah yang anggun mereka keluar dari Gerbang mansion menuju Rombongan Su Lian yang sudah menunggu di depan Gerbang.


"Ku Kira Kau akan berkuda bersamaku lagi Nona".Kata Su Lian.


"Tentu saja tidak, kali ini Aku akan berkuda sendiri". Ucap Ah Ying .


"Baiklah Nona, kalau begitu mari kita berangkat".


Mereka Akhirnya berangkat diikuti beberapa prajurit istana yang Su Lian Bawa, dan tidak lupa para Penjaga bayangan yang Ia bawa dan Yang Ah Ying Bawa.


Perjalanan kali ini hanya akan melewati satu desa saja , itupun dekat dengan Ibu Kota, hanya dalam Waktu Satu hari mereka bisa sampai di desa tersebut.


Sedangkan setelah melewati desa mereka Harus memasuki Hutan Alam berkabut yang sangat Luas.


Jika mereka mengambil jalan memutar akan memerlukan waktu kurang lebih Dua Minggu perjalanan, Jika melewati Hutan Alam Berkabut hanya akan menempuh sekitar sepuluh hari perjalanan.


Ah Ying yang ingin menguji kemampuannya pun lebih memilih melewati Hutan Alam Berkabut yang didalamnya merupakan sarang dari para binatang buas dan binatang spiritual.


"Kita Lewat Hutan Alam Berkabut saja". Ucap Ah Ying kepada Su Lian.


"Baiklah, Kalian jangan sampai terpisah, di depan sana banyak Binatang buas menanti kita. Apa Lagi jika kabut sudah tebal maka kalian akan mudah tersesat".Jelas Su Lian kepada para pengikutnya.


"Baik Yang Mulia".Ucap Mereka serempak.


Para Prajurit itu pun saling memasang tali di pinggang mereka agar tidak terpisah dengan rombongan. Kuda kuda mereka pun juga di tali sama Agar berjalan seiring dengan Ah Ying dan Su Lian.


"Kalau kalian sudah siap, ayo masuk perlahan". Ucap Ah Ying bertanya kepada semua.

__ADS_1


Mereka pun segera memasuki Hutan Alam Berkabut secara perlahan.


Dengan langkah perlahan Kuda mereka pun memasuki Hutan, terdengar suara suara burung dan sesekali raungan binatang buas yang membuat bulu kuduk setiap mendengarnya berdiri.


Mereka berjalan perlahan dalam diaml, tidak ada yang berani membicarakan apapun. Mereka berkonsentrasi takut takutnya ada serangan mendadak dari para binatang buas yang ada di dalam Hutan Alam Berkabut tersebut.


"Nona, kau gunakan Elemen angin mu untuk membuka kabut tebal di depanmu itu". Ucap Qiqi melalui telepati.


"Apa tidak apa apa?".


"Tentu saja tidak apa apa nona".


Ah Ying segera memusatkan energi Qi nya di tangan kanannya yang membentuk sebuah pusaran angin yang kecil hingga semakin besar dan besar.


Pusaran angin yang sangat besar kini berada di tangan kecil Ah Ying yang kemudian ia arahkan kedepannya uang dipenuhi Kabut tebal dengan kekuatan tinggi.


Pusaran angin yang begitu kuat kini melaju kencang kearah kabut, sehingga banyak kabut yang tersingkir bahkan menghilang dalam sekejab.


"Kenapa tidak terpikirkan sedari awal ya Ying'er". Ucap Su Lian.


"Hmmm". Ucap Ah Ying dengan singkat.


Kini mereka mulai melanjutkan perjalanan kembali karena kabut disekitar mereka sudah menghilang karena pusaran angin dari Ah Ying.


@@@@


Orang itu segera berdiri dan berjalan menuju cermin ajaib disisi goa untuk melihat siapa biang yang sudah menghilangkan Kabut tebal pertahanannya.


"Ternyata gadis bercadar itu dan rombongannya, yang lancang!. Sungguh berani sekali memasuki hutan ku ini". Ucap Suara seseorang tersebut yang memenuhi isi goa.


Kemudian orang tersebut segera merapalkan mantra aneh yang kemudian diarahkan ke rombongan Ah Ying yang sedang melakukan perjalanan di Hutan Alam Berkabut.


"Rasakan serangan binatang binatangku ini". Ucap Orang tersebut.


@@@@


Saat di tengah perjalanan, mereka segera mengistirahatkan diri dan kuda kuda mereka karena sudah lelah berjalan cukup jauh. Mereka memberi kuda mereka makan dan kemudian mereka segera makan malam karena hari sudah malam dan seharian mereka baru makan malam ini.


"Akhirnya makan juga, ahh aku sudah lapar". Ucap Qh Ying sembari duduk di bawah pohon besar.


Su Lian mengeluarkan perbekalan untuk mereka satu persatu , begitupun Ah Ying yang sudah siap dengan hidangan yang masih hangat.

__ADS_1


"Selamat makan". Ucap Ah Ying kemudian mulai memasukkan makanan kedalam mulutnya.


Semua prajurit pun ikut memakan perbekalan mereka dengan tenang dan tanpa ada yang bersuara satupun.


Setelah selesai makan malam, mereka akan segera mendirikan tenda untuk bermalam di Hutan Alam Berkabut itu.


Baru saja mengeluarkan tenda dari kantong yang mereka bawa tiba tiba terdengar suara Raungan keras yang semakin dekat kearah mereka beristirahat.


"Tunggu, simpan tenda kalian, cepat naik kekuda, firasatku tidak baik". Ucap Ah Ying menghentikan prajurit yang akan mendirikan tenda.


"Ada Apa Ying'er, bukankah hari sudah ma....".


"Sstttt diam, dan dengarkan".Ucap Ah Ying memotong ucapan Su Lian.


Su Lian pun mulai mendengarkan apa yang di dengar Ah Ying. Dan Ah Ying kini sudah naik kekuda putihnya menunggu Su Lian dan yang lain untuk bergegas pergi dari tempat itu secepatnya.


"Cepat naik ke kuda kalian, kita pergi sekarang, hiattttttt". Ucap Ah Ying yang kemudian memacu kudanya dengan kecepatan kencang diikuti oleh Su Lian dan yang lainnya.


"Ahh Sialll,, mereka semakin dekat...". Gumam Ah Ying sambil menoleh kearah belakang.


Binatang raksasa berbentuk Kala jengking dengan wajah manusia berjumlah tiga kalajengking besar dan diikuti banyak kalajengking sedang dan kecil di belakangnya mengarah ke pada rombongan Ah Ying dan Su Lian.


Su Lian segera berhenti dan memerintahkan prajuritnya untuk menjauh dari Kalajengking mematikan tersebut.


"Aku akan menghadangnya, kalian pergilah. Itu Kalajengking penghisap saripati hidup. Jika kalian terkena sengatannya, sudah dipastikan kalian akan mati.. cepat pergi". Ucap Su Lian kini turun dari kudanya dan mengeluarkan Pedang Hitam dengan cahaya Hitam di sekitarnya.


Para Prajurit dengan enggan meninggalkan Su Lian tetapi merekapun tidak ada yang berani membantah perkataan Sang Pangeran jadi mereka mulai menjauh dari Kalajengking tersebut.


Sedangkan Ah Ying yang melihat Su Lian berdiri siap menghadang kalajengking tersebut segera ia turun dari kuda dan menghampiri Su Lian .


" Kau susul Prajurit prajurit itu, tunggu aku ditempat yang aman ya". Ucap Ah Ying kepada kuda yang ia tunggangi.


Kemudian ia segera menghampiri Su Lian yang sudah siap dengan pedangnya. Dan Ah Ying pun sudah siap dengan Kipas Ajaibnya.


"Kita lawan bersama". Ucap Ah Ying menyadarkan Su Lian.


"Tidak Ying'er, biar aku saja yang melawan mereka. Kumohon pergilah".


"Kau bilang kita harus bersama dalam keadaan apapun, dan sekarang aku siap membuktikannya padamu ". Ucap Ah Ying mantap.


"Tapi... aku takut.. Kal.....".

__ADS_1


"Sudah, diamlah. Mari kita lawan bersama". Potong Ah Ying.


Kemudian Mereka berdua mulai berkonsentrasi pada Senjata masing masing bersiap untuk melawan para kalajengking tersebut yang semakin mendekat.


__ADS_2