
Di tempat Lain...
Su Lian dan Ah Ying yang melihat Raja Iblis mengetahui keberadaanya segera meninggalkan lorong itu dan segera menuju lorong yang terakir untuk bersembunyi.
Untung saja mereka cepat meninggalkan tempat itu, kalau tidak mereka pasti sudah ditemukan oleh Raja Iblis.
"Sial, Pintu seluruh kekaisaran ditutup, lalu apa yang harus kita lakukan?". Tanya Ah Ying.
"Yang terpenting kita jalan dahulu dan segera mencari tempat persembunyian, karena Raja b*doh itu sekarang mengutus prajuritnya untuk memeriksa Lorong ini Ying'er".
Mereka berdua segera menyusuri lorong terakhir dengan sangat hati hati. Lorong yang berbeda dari dua lorong sebelumnya, kini lorong yang mereka lewati jauh lebih panjang di bandingkan kedua lorong awal tadi.
Ah Ying berjalan lebih dulu sedangkan Su Lian berada di belakangnya dengan sesekali menoleh kebelakang untuk memastikan Para Prajurit Dunia Gelap tidak menyusul mereka.
Setelah berjalan cukup lama, Akhirnya mereka berdua menemukan ujung dari lorong tersebut yang ternyata mengarah kesebuah Hutan yang cukup lebat.
"Ehh ternyata Hutan, kukira tadi kita masih berada di sekitar Istana". Ucap Ah Ying yang terlebih dahulu keluar dari lorong.
Ah Ying segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling hutan untuk memastikan keberadaan mereka, hingga ia menemukan bahwa ia berada di Hutan jauh di belakang Istana Kegelapan. Tepatnya di hutan Tengkorak yang menjadi Perbatasan Antara Dunia Bawah dan Dunia Gelap.
"Ini namanya Hutan Tengkorak Ying'er, tepatnya berada di belakang Istana Kegelapan, hanya saja kita jauh berada di tengah hutan". Jelas Su Lian yang mengetahui kebingungan dari Ah Ying.
"Pantas saja, lalu kenapa lorong itu mengarah Kedalam Hutan tengkorak ini?". Tanya Ah Ying.
"Entahlah, sepertinya ada rahasia dibalik semua itu".
"Ck, sungguh dipenuhi oleh rahasiaa. ".
"Cepat kita cari tempat bersembunyi, kemungkinan para prajurit itu juga akan segera sampai di Tempat ini Ying'er".
"Baiklah, ayo".
Su Lian segera menggandeng tangan Ah Ying untuk segera mencari tempat persembunyian sebelum para Prajurit tersebut tiba. Mereka berjalan menanjak memasuki Hutan lebih dalam, Hingga ia menemukan Sebuah Goa yang cukup besar yang akhirnya mereka memutuskan untuk memasuki Goa tersebut.
__ADS_1
Setelah Memasuki Goa, Su Lian tak lupa memasang penghalang di luar dan dalam Goa, agar tidak ada yang bisa memasuki Tempat tersebut.
Ah Ying segera menjentikkan jarinya hingga munculah api api kecil berwarna putih terang menghiasi dinding Goa yang gelap itu. Ah Ying yang melihat isi Goa yang ternyata terdapat ribuan kristal warna warni kini melongo karena takjub dengan keindahan isi Goa, apalagi ditambah penerangan dari api spiritualnya itu.
"Wahh, Goa kristal. Apa mungkin Goa seindah ini tidak ada yang mengetahuinya?". Tanya Ah Ying.
"Karena ini dikenal dengan Hutan tengkorak Ying'er, hutan dengan seribu misteri. Hanya keluarga Kerajaan yang bisa memasukinya".
"Kenapa Keluarga Kerajaan bisa, sedangkan mereka tidak?". Tanya Ah Ying penasaran.
"Karena Hutan ini terkenal karena untuk pembuangan korban pembantaian dari Kerajaan, maka dari itu dinamakan Hutan tengkorak. Keluarga Kerajaan pun tidak akan berani memasuki kedalam Hutan sejauh ini". Jelas Su Lian.
"Pantas, ada harta karun sebanyak ini mereka tidak mengetahuinya". Gumam Ah Ying.
Ah Ying mengamati sekelilingnya, hingga ia menemukan Sebuah lorong yang memancarkan cahaya cukup terang walaupun tidak ada api spiritual disana.
"Lian, aku ingin melihat lihat kesana dulu, apa kau mau ikut?". Tanya Ah Ying.
"Aku akan ikut denganmu,".
Su Lian segera berdiri dari duduknya, dan segera mengikuti Ah Ying yang sudah lebih dulu berjalan memasuki Goa tersebut.
Cahaya yang awalnya tamaran tersebut, kini semakin terang seiring Ah Ying dan Su Lian memasuki Goa tersebut. Karena sangat penasaran dengan apa yang ada di depan sana, mereka berdua mempercepat langkah mereka hingga mereka menemukan pusat dari cahaya tersebut.
"Indah sekali, ternyata di dalam Goa ini ada pemandangan seindah ini. Hamparan Rumput hijau yang indah". Ucap Ah Ying yang melihat Hamparan Rumput Hijau yang luas, terdapat sungai kecil dan pohon pohon kecil sehingga membuat mata nyaman memandangnya.
"Awan? kenapa di dalam Goa ada Awan?". Tanya Ah Ying.
"Entahlah Ying'er, Pangeran ini juga tidak mengetahuinya". Jawab Su Lian.
"Lian, coba lihat kesana, kenapa ada cahaya merah di tengah Hamparan Rumput ini". Ucap Ah Ying sembari menunjuk Cahaya merah kecil yang berada di tengah Hamparan Rumput hijau tersebut. Su Lian pun segera ikut mengamati dimana Cahaya Merah Kecil berada, matanya yang tajam kini menangkap sosok senjata ilahi yang dikelilingi oleh cahaya merah Tersebut.
"Ying'er, kurasa itu adalah Payung Tujuh petir". Ucap Su Lian.
__ADS_1
"Payung Tujuh Petir? Senjata Ilahi yang langka itu?". Tanya Ah Ying.
"Kau Benar, apakah kau menginginkannya Ying'er?".
"Apa Boleh? Maksudku apa tidak apa apa? Pasalnya aku sudah mempunyai Pusaka Nirwana".
"Tentu saja Tidak apa apa, Kau adalah Dewi Pilihan. Tentunya mempunyai kelebihan bisa memiliki lebih dari satu Pusaka apapun". Jelas Su Lian.
"Kalau begitu antarkan aku ketempat Payung Tujuh Petir itu". Ucap Ah Ying antusias.
Su Lian pun segera menarik pinggang Ramping Ah Ying yang kemudian segera terbang menuju tempat Payung Tujuh Petir tersebut. Tanpa Su Lian sadari, Ah Ying yang sudah bersemu merah karena ia terlalu dekat dengan Su Lian waktu terbang tadi.
"Coba ulurkan tanganmu Ying'er". Ucap Su Lian memecahkan lamunan Ah Ying.
"Tidak apa apa kan?".
"Kau tenang saja Ying'er, jika terjadi sesuatu aku masih berada disampingmu". Ucap Su Lian menenangkan dan akhirnya Ah Ying segera mengulurkan Tangannya ke dalam cahaya merah tersebut hingga akhirnya payung Tujuh petir sudsh berada di genggaman Ah Ying.
Ah Ying yang awalnya terlihat gugup, kini terlihat sangat senang dengan ia mendapatkan Senjata Ilahi yang baru, kemudian ia simpan di Cincin penyimpanannya.
Di Luar Goa, tepatnya di langit Kerajaan Iblis petir tiba tiba menyambar berbagai tempat hingga membuat rumah warga dan Istana menjadi korban karena petir yang tiba tiba muncul seiring Ah Ying mengambil Payung Tujuh Petir tersebut.
"Ada Apa ini? apa mungkin ada orang yang mendapat Senjata Ilahi yang berada Di Dunia Gelap Ini?". Gumam Raja Iblis.
"Siapa orang itu? Ck, semuanya menjadi begitu Rumit". Gumam Raja Iblis kembali
Ditengah lamunannya, Tibalah seorang prajurit mendatangi Raja Iblis untuk melaporkan sesuatu kepadanya.
"Salam Yang Mulia Raja".
"Berdirilah, Katakan apa yang kau dapatkan?".
"Maaf Yang Mulia, kamu kehilangan jejak penyusup tersebut. Dan Kini para prajurit yang memasuki Hutan Tengkorak pun juga melaporkan, bahwa tidak ada siapapun di tempat itu".
__ADS_1
"Kalau begitu, siapkan saja persenjataan. Kita akan menyerang lebih awal". Titah Sang Raja Iblis.
"Baik Yang Mulia".