Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
57. Pengemis misterius


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan siang, Ah Ying dan Su Lian segera pergi menemui para Prajurit yang juga sedang makan siang di kedai yang berbeda.


"Dimana Sekte Naga Putih itu?". Tanya Ah Ying kepada Su Lian.


"Sekte Naga Putih itu berada di belakang Kota Thongfang ini, untuk sampai disana kita harus melewati alun alun kota kemudian baru kita menuju Gerbang sekte yang berada di utara Alun alun". Jelas Su Lian.


"Apa masih jauh Alun alun kota itu Lian?".


"Tidak, hanya sekitar Sepuluh menit jika berjalan kaki. Jika berkuda paling hanya lima menit, tetapi di dalam kota kita tidak boleh berkuda. Kuda kita hanya bisa menuntun kuda kita menuju sekte".


"Baiklah, ayo jalan". Ucap Ah Ying yang berjalan mendahului.


"Ying'er tunggu".


Ah Ying yang terus berjalan sembari menuntun kuda putihnya tanpa memperhatikan Su Lian dan yang lain tertinggal di belakang.


"Dimana sih letak alun alunnya".


Gumam Ah Ying.


"Maaf Tuan, Alun alun Kota dimana ya?". Tanya Ah Ying kepada salah satu warga yang lewat.


"Oh alun alun, anda tinggal mengikuti jalan ini nona, nanti anda akan bertemu pertigaan besar di ujung jalan anda ambil jalan ke kiri disitu sudah terlihat alun alun kotanya Nona". Ucap Warga tersebut.


"Terimakasih Tuan".


"Sama sama Nona". Ucap Warga tersebut kemudian meninggalkan Ah Ying .


Ah Ying kemudian berjalan sesuai petunjuk dari warga tersebut. Sesampainya di pertigaan , Ah Ying segera memilih jalur kiri yang katanya menunu Alun alun kota.


"Itu dia, pasti ramai ramai itu alun alunnya". Gumam Ah Ying kemudian terus berjalan sembari menuntun sang kuda putihnya.


Dibelakang jauh Su Lian dan Yang lainnya tertinggal, mereka terpisah karena banyaknya warga yang berlalu lalang di jalan utama kota tersebut .


"Sial , aku tertinggal jauh". Gumam Su Lian.


"Kalian ikuti aku dengan cepat, Nona Ying pasti sudah sampai di alun alun. Kita lewat jalan pintas".


"Baik pangeran".


Mereka semua segera berbelok ke arah gang kecil yang diyakini Su Lian adalah jalan pintas menuju Alun alun.


Sedangkan Ah Ying yang kebingungan di tengah Alun alun kini mulai berjalan menepi.


"Pusing sekali kepalaku melihat kerumunan banyak sekali orang". Gumam Ah Ying.

__ADS_1


"Lebih baik aku menepi saja". Gumamnya lagi.


Ah Ying pun segera menepi dan berteduh di sebuah kedai makan yang tutup.


"Panas sekali ternyata, hufh". Gumam Ah Ying.


"Maaf Nona, bisakah saya meminta sedikit air anda?". Tanya pengemis yang tiba tiba muncul di dekat Ah Ying.


"Eh, tentu tentu , Ini Tuan". Ucap Ah Ying sembari menyodorkan Air putihnya kepada pengemis itu.


Melihat pengemis tersebut , Ah Ying merasa kasian dengan tampang dan pakaian yang ia kenakan. Kemudian Ah Ying segera mengambil satu kantong uanv yang berisi beberapa Koin emas yang kemudian di berikan kepada pengemis tersebut.


"Ini tuan, sedikit uang untuk anda bertahan hidup". Ucap Ah Ying tulus.


"Tidak perlu nona, air putih ini saja sudah cukup".


"Tidak apa tuan, anda pasti juga punya keluarga. Dan pastinya menunggu anda di rumah, anggap saja saya memberi hadiah kepada anda Tuan".


"Terimakasih Nona, terimakasih". Ucap pengemis itu dengan terharu, kemudian ia merogoh sesuatu dari kantongnya untuk diberikan untuk Ah Ying.


"Ini Nona".


"Apa Ini?". Tanya Ah Ying.


"Itu adalah pasangan dari Jepit rambutmu itu Nona, coba kau dekatkan ". Ucap pengemis itu.


"Tuan ke...". Ucap Ah Ying terpotong saat melihat pengemis tersebut tiba tiba menghilang.


Cahaya dari Kedua benda tersebut kini mulai meredup hingga menampakkan Jepit rambut yang sangat cantik dengan pola Naga Yin dan Yang yang di tengah tengahnya terdapat Phoenix Putih.


"Berubah, indah sekali,tapi apa kegunaannya masih sama Ya". Gumam Ah Ying sembari memasangkan kembali Jepit rambut tersebut.


"Ying'er... Hufh hufh .. akhirnya aku menemukanmu". Ucap Su Lian dari balik kerumunan orang diikuti oleh Para Prajurit bawaannya.


"Kalian sangatlah lambat". Ucap Ah Ying yang kemudian berjalan kembali menuju Utara alun alun untuk segera memasuki Sekte Naga Putih.


"Ying'er, biarkan kami beristirahat dulu".


"Kalian istirahatlah, aku akan melanjutkan sendiri. Salah sendiri terlambat". Ucap Ah Ying yang semakin menjauh..


Tiba tiba terdengar suara asing yang muncul di kepala Ah Ying.


"Nona, kau bisa menggunakan Jepit itu untuk memasuki Sekte Naga Putih". Ucap Suara asing tersebut.


"Eh, suara siapa itu.". Ucap Ah Ying sembari celingukan mencari sumber suara dan nyatanya tidak ada.

__ADS_1


"Ying'er, jangan cepat cepat". Keluh Su Lian yang kini sudah bisa mengejar Ah Ying.


Ah Ying pun menoleh kebelakang untuk melihat keadaan para Prajurit. Tawa Ah Ying pun pecah saat melihat mereka dengan nafas terburu karena menyusul dan mengimbangi dirinya.


"Hahah , dasar lemah, baru berjalan sedikit saja kalian sudah lelah. Ini minumlah agar kalian segar kembali". Ucap Ah Ying sembari menyodorkan botol porselen lumayan besar yang sebenarnya berisikan Air Surgawi dari Dunia Artefaknya.


"Terimakasih Nona". Ucap mereka serentak.


"Untukku ?". Tanya Su Lian dengan wajah memelas.


"Kau kan punya minum sendiri". Kata Ah Ying sembari meninggalkan kembali Su Lian dan yang lainnya.


"Yahh,, Lagi.. tunggu Ying'er.. Kau senang sekali meninggalkan kami".


Ah Ying tidak menggubris perkataan dari Su Lian, dia hanya terfokus pada jalan menuju Sekte Naga Putih tersebut.


"Go Fu, apakah Sekte masih jauh?".Tanya Ah Ying menggunakan Telepati.


"Tidak nona, hanya sekitar Lima Belas meter di hadapanmu Nona". Jawab Gofu


"Tapi, kenapa tidak ada pintu Gerbang atau semacamnya? kenapa hanya ada hutan?".


"Nona, arahkan saja Jepit rambutmu yang baru ke arah hutan itu, setelah itu akan terbuka gerbang Ghaib menuju Sekte Naga Putih".


"Kenapa rumit sekali sih".


"Karena hanya orang tertentu yang bisa memasuki Sekte itu Nona". Jawab Gofu.


Ah Ying segera melangkahkan kakinya menuju hutan di depannya,kemudian segera mengambil Jepit rambutnya dan mengarahkannya ke depan sehingga mengeluarkan cahaya putih tetapi tidak begitu terang.


Setelah cahaya meredup, terlihatlah Gerbang besar nan megah terdapat di depannya.


"Akhirnya sampai, Hei Kalian cepatlah sedikit". Ucap Ah Ying memanggil Su Lian dan yang lainnya.


"Ying'er kau jahat sekali".


"Biarin, lagian kalian sangat lambat".


"Gerbangnya sudah terlihat, bagaimana bisa kau membuka arai pelindungnya Ying'er?". Tanya Su Lian mengalihkan pembicaraan.


"Dengan Ini". Jawab Ah Ying yang menunjukkan Jepit rambut barunya kepada Su Lian.


"Darimana kau dapat Itu Ying'er?".


"Nanti aku ceritakan ,sekarang ayo masuk". Ucap Ah Ying yang kemudian mendorong gerbang besar itu dengan perlahan.

__ADS_1


Su Lian dan yang lain segera membantu Ah Ying membuka Gerbang besar itu dengan Hati hati, Hingga terlihatlah sebuah jalan menanjak dengan batu batu yang tersusun rapi menjadi sebuah tangga.


__ADS_2