
Mereka berdua segera memejamkan mata dan saling menyalurkan energi satu sama lain .
Mereka saling bertukar Energi Qi satu sama lain yang berubah perlahan menjadi perisai menyelimuti mereka berdua.
Perisai berwarna biru muda semakin lama semakin bertambah pekat karena kekuatan mereka berdua semakin seperti arus sungai yang deras.
Tanda merah di lengan Kanan Ah Ying segera terlihat bersinar dengan terang berwarna merah menyala,Seiring dengan bersinarnya tanda di lengan kanan tersebut, Ah Ying mulai merasakan sakit yang luar biasa di lengan kanannya yang kemudian sakit itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
Ah Ying mencoba menahan rasa sakit yang teramat sangat di bagian kepala , lengan dan dadanya, rasanya seperti tulang belulangnya hancur berkeping keping.
Keringatnya pun mulai bercucuran dengan deras, wajahnya pucat pasi dan bibirnya mulai berdarah karena Ah Ying menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit yang teramat sangat.
Su Lian pun sama pucatnya seperti Ah Ying hanya saja dia pucat karena mengeluarkan energi yang sangat banyak.
Tak terasa mereka berdua berkultivasi ganda sudah tiga hari tiga malam, hingga kini menjelang pagi lagi mereka belum selesai membuka segel yang menyegel Ingatan dan kekuatan dari Ah Ying dan selama itu Ah Ying menahan betapa sakit dan remuknya badan yang ia rasakan saat ini, wajahnya semakin pucat dan baju yang ia kenakan semakin basah akan keringat serta kotoran dari dalam tubuh akibat racun juga mulai mengotorinya sehingga membuatnya sangat kotor dan bau, begitu juga Su Lian yang mengeluarkan keringat serta kotoran dari racun racun yang berada di tubuhnya , hanya saja tidak separah Ah Ying.
Gambar segel berwarna merah di lengan Kanan Ah Ying perlahan menghilang sedikit demi sedikit, Dan rasa sakit yang iya rasakan perlahan juga mulai membaik .
Dari dalam Dunia Artefak Qiqi dan Go Fu tidak tinggal diam, mereka juga menyalurkan kekuatan mereka untuk menopang Ah Ying agar menambah kekuatannya supaya bisa cepat membuka segel yang sudah lama bersemayam di lengan kanan Ah Ying.
Segel Tangan kanan Ah Ying akhirnya benar benar menghilang dari lengan bajunya, sekarang berganti dengan bersinarnya seluruh tubuh Ah Ying, Tubuh indah itu tiba tiba terbang dengan sendirinya meninggalkan Su Lian yang masih duduk bersila, serta perisai yang tadinya ada karena kekuatannya segera menghilang karena sudah selesai membuka segel itu.
Su Lian yang menyadari bahwa tubuh Ah Ying dengan Ringannya terbang dia segera membuka matanya untuk melihat keadaan Gadis yang disayanginya itu.
"Cahaya itu.... Ya Maha Agung ternyata benar adanya , kau telah memilih Ying'er ku untuk memimpin para Dewa Dewi". Gumam Su Lian sembari mengadah ke langit.
"Ying'er semoga kau memilih keputusan yang tepat".
_____________
__ADS_1
Di dalam Alam bawah sadar Ah Ying....
Terlihat Jiwa Ah Ying terombang ambing di dalam dunia yang hanya dipenuhi warna putih, tidak ada langit , atap, tanah ataupun yang lain .
Jiwa Ah Ying kebingungan melihat sekitarnya karena semua serba putih dan tak berujung.
"Dimana aku? bukankah tadi aku sedang melakukan Kultivasi Ganda dengan Su Lian, sekarang kenapa aku ada di dunia aneh ini?". Gumam Ah Ying.
Dia mencoba berjalan sembari mendengar naluri hatinya ke arah yang tidak diketahuinya hingga dia menemukan pohon besar yang rindang dibawahnya terdapat ayunan yang indah, Ah Ying segera melangkahkan ketempat itu dan kemudian duduk di Ayunan berlapis emas tersebut.
"Indah sekali, tapi sayang, selain ini tidak ada lagi yang indah". Gumam Ah Ying kembali.
"Ying'er....". Terdengar suara perempuan dari balik pohon yang kemudian perlahan berjalan menuju tempat ayunan yang diduduki Ah Ying.
"Kauu.... ".
"Ya ini aku Ah Yue, dan aku adalah sebagian jiwamu yang tersegel ".
"Ini di alam bawah sadarmu Ah Ying, ".
"Lalu bagaimana aku bisa keluar dari sini?".
"Ikutilah aku, pegang tanganku ". Ucap Ah Yue sembari mengulurkan tangannya kepada Ah Ying.
"Baik".
Mereka berdua segera berjalan menuju dua buah pintu besar yang satu berlapis emas yang begitu indah dan yang satu berwarna Hitam pekat.
"Kenapa kedua pintu itu berbeda?".
__ADS_1
"Pintu Emas itu adalah tempat dirimu sebagai Ah Ying dan yang Hitam itu adalah kita berdua".
"Maksudnya bagaimana aku tidak mengerti".
"Sekarang aku akan bertanya dahulu tujuanmu membuka segel?".
"Tentunya untuk membuka ingatan dan kekuatanku yang tersegel".
"Bagus, jadi aku jelaskan, jika kau ingin keluar dari sini kau bisa memilih salah satu dari kedua pintu tersebut, Jika kau pilih pintu berlapis emas itu kau bisa kembali kedunia mu yaitu Dunia modern, tetapi ragamu yang berada di sini akan mati ketika kau memilih pintu itu dan aku beri tahu Ragamu di dunia Modern pun saat ini cacat dan masih berada di Rumah sakit.
Sedangkan jika kau memilih pintu Hitam itu, kau akan mencapai tujuanmu, Kita akan kembali bersatu dan seluruh ingatan kita akan kembali serta kekuatan Dewi Agung akan dibangkitkan saat ini juga". Jelas Ah Yue panjang Lebar.
Ah Ying yang mendengar penjelasan itu sedikit kebingungan untuk memilih keputusan, Disisi lain dia rindu sekali orang orang di dunia modern terutama teman temannya yang selalu mensuport dan baik padanya, disisi lain dia sudah nyaman di dunia kuno ini, dia mulai merasakan kasih sayang yang berbeda dari Sosok Su Lian dan kedua Adiknya yang sudah ia anggap seperti keluarga .
"Ikuti kata Hatimu Ah Ying". Ucap Ah Yue lagi.
Ah Ying pun memejamkan matanya untuk merasakan perasaan dan kata hatinya, dengan perlahan dia berjalan menuju kedua Pintu itu berada hingga terhenti di depan Pintu berwarna Hitam.
"Aku sudah memutuskan tujuan utamaku ". Kata Ah Ying sembari meneteskan air matanya.
Keputusan tersulit bagi hidup Ah Ying, tetapi dia masih sama pada pilihan dan tujuan dia membuka segel tersebut.
"Baiklah, Gandeng tanganku dan kita masuk ke pintu itu bersama sama".Ucap Ah Yue sembari mengulurkan tangannya kepada Ah Ying.
"Ehmm,, ayo kita ke pintu itu". Ucap Ah ying sembari menerima uluran tangan Ah Yue yang kemudian berjalan menuju pintu hitam itu.
Setelah pintu terbuka, Cahaya Keemasan mulai menyelimuti mereka berdua hingga membuat mereka melayang bersama ke udara .
Cahaya yang begitu menyilaukan mata terus berubah semakin terang pada kedua Jiwa gadis itu, Jiwa itu terbang beriringan satu sama lain hingga saat meredup menyisakan sosok perempuan yang sangat ayu dan lembut dengan Rambut peraknya membuat bak seorang dewi.
__ADS_1
Gadis itu segera berjalan menuju cahaya yang berada tak jauh di depannya hingga ia merasakan seperti tersedot kedalam dunia lain.
...----------------...