
Karena tidak tahan Ah Ying pun menceritakan semuanya kepada Kakek dan yang lainnya yang berada di tempat tersebut. Sontak Guru Du segera memarahi Chen Feng yang kini telah meratapi kesalahannya.
"Kau tahu Chen Feng?? ini adalah sekte, dilarang keras kau melakukan kekerasan seperti itu!!". Ucap Guru Du yang kini sudah benar benar marah.
"Maaf Guru ". Ucap Chen Feng dengan Lirih.
"Sekarang kau minta maaf kepada Nona Ying selaku Cucu dari Tetua Pemilik Sekte". Ucap Guru Du kepada Chen Feng yang masih bersimpuh tersebut.
"Maafkan aku Ah Ying, aku tidak bermaksud melukaimu". Ucap Chen Feng.
Ah Ying pun hanya menganggukkan kepalanya , dia tidak ingin menjawab permintaan maaf dari Chen Feng sehingga Sang kakek pun segera turut berbicara mewakili Sang cucu.
"Baiklah, aku mewakili cucuku. Dan kau Chen Feng, ini peringatan pertama dan terakhir untukmu. Jika kau melanggar, maka kami akan mengeluarkanmu dari Sekte". Ucap Kakek Wu Yen dengan dingin..
"Baik Tetua, aku berjanji".
"Kalau begitu, kau akan ku hukum untuk menyalin kitab suci di kuil San selama satu bulan penuh!!". Ucap Guru Gu.
Mereka pun segera meninggalkan tempat kejadian setelah mendengar hukuman Chen Feng kali ini.
Ah Ying yang masih di pelukan Su Lian kini di bawa Su Lian untuk menuju kamarnya dan diikuti oleh Sang kakek..
"Kau tidak apa apa Yingying?". Tanya kakek Wu.
"Tentu saja tidak apa apa kakek". Ucap Ah Ying tersenyum lebar.
"Lalu kenapa kau tadi seperti ketakutan?". Tanya Su Lian kali ini.
"Aku hanya ingin memberinya pelajaran". Ucap Ah Ying tanpa rasa bersalah.
"Bukankah kau bilang kalau dia adalah kekasih lamamu?". Tanya Su Lian dengan nada tidak senang.
Ah Ying pun tertawa saat melihat Su Lian dengan wajah cemburunya.
"Hhh, kau cemburu?". Goda Ah Ying.
Su Lian hanya terdiam dan tidak menjawab Ah Ying. Sedangkan Kakek Wu Yen yang kini menjadi obat nyamuk, kini memutuskan untuk pergi meninggalkan Sepasang kekasih tersebut tanpa berpamitan.
"Hahahah, kemarilah aku akan menjelaskannya padamu". Ucap Ah Ying sembari melambaikan tangannya agar mendekat.
__ADS_1
"Dia memang kekasihku dulunya, di dunia Modern . Hanya saja semenjak kecelakaan itu dan jiwaku tertarik kedalam tubuh ini semua menjadi berbeda. Apa lagi setelah aku tahu bahwa sebenarnya aku adalah Ah Ying di masa ini dan identitas ku sebagai Rengkarnasi Dewi Agung dan Semua ingatan yang muncul tiba tiba membuat semua berbeda , Lian... Kau tahu,, hanya ada satu Pria yang berhasil membuatku jatuh hati? itu jauh sebelum aku kembali berengkarnasi". Jelas Ah Ying.
"Siapa Pria itu?" . Tanya Su Lian sembari mengernyitkan dahinya .
"Kau pasti mengenalnya". Ucap Singkat Ah Ying yang semakin membuat Su Lian penasaran.
"Siapa?, siapa yang aku kenal?".Tanya Su Lian.
"Dia berada di hadapanku saat ini, Kau tahu siapa Itu Lian?". Tanya Ah Ying denga. nada yang begitu lembut.
Su Lian yang mengetahui siapa yang Ah Ying maksud kini tersenyum lebar dan kemudian menarik Ah Ying ke dalam pelukannya.
"Benarkah, apa yang kau katakan itu Ying'er?". Tanya Su Lian yang masih tidak percaya .
"Kemarikan tanganmu". Ucap Ah Ying.
Su Lian memberikan telapak tangannya kepada Ah Ying. Ah Ying pun segera menerima Telapak tangannya , kemudian segera meletakkan di dada untuk merasakan detak jantungnya yang begitu memburu.
"Apa kau sudah percaya sekatang?". Tanya Ah Ying.
Su Lian pun semakin tersenyum lebar melihat usahanya selama ini tidak sia sia. Setelah menunggu Gadis pujaanya berengkarnasi , semua tujuannya tercapai yaitu mendapatkan hati sang Gadis pujaan hati tersebut.
"Sejak kapan kau menyukaiku Ying'er?".
"Ah Yue, bolehkah aku memanggilmu Ah Yue?". Tanya Su Lian.
"Tentu saja, tapi jika kita hanya berdua kau mengerti? karena di dunia bawah ini namaku adalah Ah Ying".
"Baiklah, Ah Yue".
Mereka pun segera bercanda tawa bersama, mengenang masa lalu saat mereka masih berada di Dunia atas.
Rasa Rindu yang tiba tiba muncul di benaknya Ah Ying kini ia curahkan setulus hati kepada Su Lian.
"Ah Yue, aku berjanji setelah semua ini selesai aku akan melamarmu dan menikahimu". Ucap Su Lian dengan oenuh tekad .
"Apa kau serius?". Tanya Ah Yong tak percaya.
"Tentu saja aku serius, maka dari itu jangan tinggalkan aku lagi ya". Ucap Su Lian irih.
__ADS_1
Hari sudah Sore, Para murid Sekte Naga putih segera kembali kedalam kamar masing masing untuk beristirahat, mandi dan lainnya.
Sedangkan Ah Ying kini sedang berdiskusi dengan Sang Kakek diikuti oleh Su Lian tentang pemberontakan terhadap Kekaisaran Qin.
" Kita harus menyerahkan bukti bukti itu ke pengadilan, tetapi kita juga harus mempunyai Salinan bukti bukti tersebut". Ucap Ah Ying sembari mengetuk ngetuk meja.
"Yingying kau tenanglah, kakek akan membantumu membuat salinannya". Ucap Kakek Wu Yen..
"Untuk kaisar Su Hao itu menjadi urusanku". Ucap Su Lian dengan mata berkilat tajam.
"Terimakasih kepada kalian yang mau mendukungku dengan iklas". Ucap Ah Ying .
"Yingying, berhati hatilah, jangan lupa bahwa Ibu Suri mempunyai dukungan dari keluarga basar dari dunia atas maupun bawah".
"Kakek tenang saja, aku sudah merencanakannya dengan matang". Ucap Ah Ying dengan Yakin.
Mereka bertiga larut dalam perbincangan tentang rencana penghancuran Tahta Kaisar Muda Su Hao.
"Kakek, mari kita selesaikan masalah ini dan kemudian kita bisa segera Naik ke Dunia atas untuk melawan para iblis dan penghianat tersebut".
"Kita jalankan perlahan Ying'er, lalu kapan rencanamu untuk kembali?".
"Setelah semua selesai Lian". Ucap Ah Ying.
Malam mulai menyapa, bintang bintang mulai menghiasi langit malam , di tambah indahnya Bulan sabit yang kini terlihat begitu jelas .
Ah Ying dan Su Lian kini larut dalam cerita cinta mereka, tanpa mereka sadari Chen Feng yang diam diam melihat dari kegelapan sekitar sehingga tidak ada yang mengetahui dirinya.
"Su Lian!! aku akan menyingkirkanmu bagaimanapun caranya, Ah Ying harus kembali kepadaku". Gumam Chen Feng sembari mengepalkan tangannya.
Chen Feng pun segera berlalu meninggalkan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.
"Hoammm,, aku sudah mengantuk.. Aku ingin tidur". Ucap Ah Ying yang kemudian meninggalkan Su Lian yang masih menikmati langit malamnya.
"Baiklah, pergilah kekamarmu dan tidurlah. Aku akan menjagamu". Ucap Su Lian sembari tersenyum manis.
"Baiklah, Selamat malam". Ucap Ah Ying yang kemudian segera berlalu dari hadapan Su Lian.
Su Lian yang masih ingin menikmati angin malam pun masih berada di luar Rumah .
__ADS_1
"Kaisar, aku akan membawa Ah Yue kembali padamu". Guman Su Lian.
Su Lian pun menatap langit dengan sendu, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk beristirahat.